Wednesday, May 1, 2019

Haechi Ep 17 Part 3

Sebelumnya...


Kondisi Gyeongjong semakin memburuk. Seja terkejut melihatnya.


Darah mengalir dari ujung pedang Moon Soo.

Tapi ternyata, Moon Soo hanya menggores pipi Mil Poong.

Mil Poong menertawakan Moon Soo yang tidak bisa membunuhnya.

Mil Poong : Kau seperti Putra Mahkota. Sudah kuduga kau pun tidak bisa melakukannya.


Seja langsung menemui para tabib. Ia tanya, apa mereka sudah mendapatkan resep obat untuk kesembuhan Gyeongjong.

Tabib Choi meminta maaf. Ia berkata, mereka tidak bisa melakukan apapun sekarang.

Seja kaget.


Tuan Lee ikut bicara. Ia berkata, Dokter Rumah Sakit Kerajaan juga mengatakan itu. Mereka bilang tidak bisa apa-apa.

Seja marah.

"Maksud kalian semua resep obat ini tidak berguna? Ada begitu banyak dokter dan obat-obatan di sini. Bagaimana mungkin kita tidak bisa menolong Raja?"

Tuan Lee : Yang Mulia. Kita masih punya cara. Aku tahu satu jalan terakhir yang berbahaya, tapi layak untuk dicoba.

Seja : Berbahaya tapi layak untuk dicoba? Apa itu?

Tuan Lee ragu mengatakannya.

Seja : Inspektur Kepala!

Tuan Lee : Racun serigala dan gingseng.


Seja kaget, racun serigala?

Tuan Lee : Benar, Yang Mulia.

Seja : Tapi bukankah racun serigala adalah tumbuhan beracun untuk eksekusi?


Tuan Lee : Benar. Tapi toksisitas kuat itu dapat menghilangkan racun di dalam tubuh. Racun serigala pernah terbukti ampuh sebagai cara terakhir untuk pasien terminal, dan mereka selamat.

Seja : Dan Anda akan gunakan ginseng dengan racun serigala itu untuk meredakan racun?

Tuan Lee : Benar, Yang Mulia.

Tabib Choi : Tapi racun serigala terlalu beracun. Dan obat untuk Raja itu mengandung hellebore. Efeknya bisa bertentangan dengan ginseng.

Seja kian frustasi.

"Ada yang bisa memberikan resep lain selain ginseng dan racun serigala?" tanya Seja. Tapi semua tabib diam.

Tak ada pilihan lain, Seja pun memutuskan menggunakan racun itu sebagai obat.


Tuan Cho tidak setuju. Ia berkata,  jika sesuatu terjadi setelah gunakan racun serigala, itu dapat menyebabkan masalah serius...

Seja : Kita sudah kehabisan waktu. Segera kirimkan resepnya! Buat obatnya dengan resep itu.


Tabib Choi langsung memberikan resep itu pada tabib2 yang lain.


Tuan Jo terperangah dapat laporan dari anak buahnya kalau Seja akan menggunakan ginseng dan racun serigala sebagai resep terakhir.


Tuan Min juga sama kagetnya.

Tuan Min : Bukankah itu resep yang dihindari semua tabib? Jika terjadi sesuatu, meskipun ini hampir mustahil...


Tuan Lee meyakinkan Seja, bahwa ia yang akan bertanggung jawab jika sesuatu terjadi pada Gyeongjong setelah meminum resep terakhir.

Seja : Anda salah, Guru. Tanggung jawab hanya untuk mereka yang pantas mengembannya. Itulah yang Raja katakan kepadaku. Ini pilihanku. Seperti yang Raja lakukan, aku tidak akan cuci tangan.


Di depan Seja, para perawat mulai menyuapi racun serigala itu ke Gyeongjong.


Di Saheonbu, para inspektur cemas dengan sakitnya Gyeongjong. Mereka bertanya2, mereka harus bagaimana jika Gyeongjong meninggal.

Petugas Joo muncul.

"Itu adalah takdir. Kita tidak bisa memprediksi masa depan."


Moon Soo berlari ke istana.

"Aku inspektur dari Saheonbu. Aku harus segera masuk." ucap Moon Soo sambil menunjukkan tanda pengenalnya.


Petugas Yoon yang baru datang memanggil Moon Soo.

"Kau kembali setelah melihat pengasingan Pangeran Mil Poong?" tanya Petugas Yoon.

"Ada hal mendesak. Aku harus mengabari Putra mahkota tentang kebenaran di balik ini." jawab Moon Soo.

"Apa maksudmu? Tampaknya Wi Byung Joo tidak mengetahui apa pun." ucap Petugas Yoon.

"Ini jebakan. Pangeran Mil Poong merencanakan ini untuk menyingkirkan Raja dan Putra Mahkota sekaligus. Ini jebakan." jawab Moon Soo, membuat Petugas Yoon kaget.


Yoon Young menemui Tabib Yoon.

"Ini setengah dari bayaran yang kujanjikan. Ini setengah dari kekayaan Pangeran Mil Poong." ucap Yoon Young.

"Dibandingakan dengan perbuatanku padamu, kau tahu ini belum seberapa, bukan?" jawab Tabib Yoon.

"Semuanya dilakukan tanpa masalah, bukan?" tanya Yoon Young.

"Putra Mahkota berusaha mati-matian untuk menyelamatkan Raja. Tapi semua itu akan sia-sia. Karena tidak ada penawar untuk racun itu." jawab Tabb Yoon.

"Sekarang, aku akhirnya merasa lega." ucap Yoon Young.

Yoon Young lantas menawari Tabib Yoon teh. Ia mengaku, membawa teh seruni.

Tabib Yoon. Yoon Young juga tersenyum, penuh arti. Sepertinya Yoon Young berencana menghabisi Tabib Yoon.


Dal Moon ternyata mengikuti Yoon Young. Ia berdiri di depan kediaman Tabib Yoon.


Seja kembali ke istananya. Ia bertemu Moon Soo yang sudah menunggunya.

Seja kaget mendengar cerita Moon Soo soal Mil Poong yang berencana menyingkirkannya dan Raja sekaligus.

Moon Soo : Dia sudah menduga yang akan kau lakukan setelah mendengar soal racun itu. Inilah yang dia inginkan. Yang Mulia, Anda harus menghentikan segalanya sekarang juga. Maaf harus mengatakan ini, Raja tidak mungkin diselamatkan. Setidaknya, Anda harus mengamankan diri.

Seja menolak.

Seja : Meskipun Pangeran Mil Poong sungguh merencanakannya, aku tetap harus berusaha.

Moon Soo : Tapi bagaimana jika itu akan memberi Anda masalah? Yang Mulia!  Aku pun tidak mau mengatakan ini. Aku tidak mau meminta Anda menjadi pengecut. Tapi aku juga harus berusaha sebaik mungkin untuk melindungi Anda.

Seja terharu, Moon Soo-ya...


Lalu Ja Dong datang dan meminta Seja bergegas.


Inwon terkejut saat Kepala Pelayan mengabarinya kondisi Gyeongjong.


Gyeongjong siuman!

Seja : Yang Mulia, anda bisa melihatku? Bisakah anda mendengarku?

Gyeongjong : Seja....


Yoon Young keluar dari rumah Tabib Yoon. Namun, ia terkejut saat Dal Moon tiba2 muncul di depannya.

Dal Moon : Kurasa ini rumah perawat kepala. Kau belum menyerah sedikit pun. Semua itu hanya topeng.


Dal Moon ingin masuk ke dalam, tapi Yoon Young mencegahnya.

Dal Moon mendorong Yoon Young.

Yoon Young :  Kau sudah terlambat. Kau tidak bisa menghentikanku.

Dal Moon : Ini perintah Pangeran Mil Poong? Dia menyuruhmu meracuni Raja? Untuk apa? Pangeran Mil Poong sudah tamat riwayatnya!

Yoon Young : Kata siapa? Aku belum mengakhiri apa pun.

Dal Moon : YOON BOK DAN!


Seja memanggil Kasim. Ia menyuruh Kasim memanggil dokter dan Tuan Lee sekarang.

Seja kemudian menggenggam tangan Gyeongjong.

Seja : Kumohon bertahanlah. Apa pun yang terjadi, Anda harus tetap kuat. Aku akan menyelamatkan Anda, Yang Mulia.


Yoon Young bilang pada Dal Moon, kalau Gyeongjong dan Seja yang akan selesai.

Yoon Young : Raja akan mati dan Putra Mahkota akan dituntut. Dan sudah kupastikan tidak akan ada yang bisa mengungkap kebenarannya.


Dal Moon terkejut. Tak lama kemudian, ia menyadari apa yang dimaksud Yoon Young.

Ia lalu masuk ke dalam dan menemukan Tabib Yoon sudah tewas.


Gyeongjong meminta Seja berhenti berjuang. Ia berkata, dirinya tidak akan selamat.

Seja : Itu tidak benar. Anda telah membuka mata. Artinya Anda bisa selamat.

Gyeongjong memegang tangan Seja.


Gyeongjong : Kumohon maafkan aku, Putra Mahkota. Maafkan aku karena telah merebut posisimu. Takhta ini seharusnya menjadi milikmu. Tapi aku telah merebutnya.

Seja menangis, Cheonha, jebal.  Tolong jangan katakan itu. Jangan katakan apa pun saat ini.

Gyeongjong : Serta kuharap kau akan menjadi raja yang hebat, yang memimpin negeri ini untuk seluruh rakyatnya. Sosok raja yang gagal kujalankan dan sosok raja yang selalu kau dambakan selama ini...

Gyeongjong menghembuskan nafas terakhir.

Seja syok.


Tak lama, Tuan Lee dan Tabib Choi datang.

Seja emosi. Ia mengambil pisau dan melukai tangannya.

Tuan Lee berusaha menghentikan Seja.

Tuan Lee : Putra Mahkota! Kau tidak boleh memberinya darahmu. Itu akan membuatmu berada dalam bahaya!

Seja : Jangan hentikan aku. Lepaskan aku!


Seja menggenggam mata pisau dengan erat dan menjatuhkan darahnya ke wajah Gyeongjong.

Seja menangis.

Seja : Yang Mulia.... Hyungnim.....


Inwon menemu Seonui. Mereka senang mendengar kabar Gyeongjong sudah siuman. Tapi saat mendengar tangisan dari kamar Gyeongjong, mereka kaget. Seonui langsung lari ke kamar Gyeongjong. Inwon hampir jatuh, tapi langsung dipegangi pelayannya. Inwon menangis.


Istana berduka.


Moon Soo dan Yeo Ji sama2 terkejut melihat tangisan di istana. Mereka mencemaskan Seja.


Seja berjalan gontai keluar dari kediaman Gyeongjong.

Ia hancur.

Tuan Jo dan antek2nya datang. Mereka langsung menangis menyadari Gyeongjong sudah tiada.


Malamnya, istana menggelar ritual pemakaman Gyeongjong.

Seja : Hyungnim....


Selesai ritual, Tuan Jo dan Soron pun merencanakan sesuatu terhadap Seja.

Diluar, Yeo Ji diam2 mencuri dengar.


Yeo Ji pun langsung melapor pada Inwon. Yeo Ji berkata, para Pejabat Soron akan segera mengunjungi Inwon.


Tuan Jo dan Soron menuju istana Inwon.

Tuan Min dan beberapa anggota Noron melihatnya.


Tuan Cho memberitahu Tuan Lee kalau Tuan Jo dan Pejabat Soron lainnya menuju istana Inwon. Tuan Lee kaget.


Inwon marah mendengar pernyataan Tuan Jo. Tuan Jo berkata, tragedi itu tidak akan terjadi jika Seja tidak melarang RS Kerajaan memberikan obat pada Gyeongjong.

Ia menyebut, semua itu terjadi akibat keserakahan Seja yang ingin merebut tahta.


Tak lama, Seja datang dan Tuan Jo langsung menyalahkan Seja atas meninggalnya Gyeongjong. Tuan Jo juga berkata, Seja tidak pantas menjadi Raja Joseon.

Bersambung....

Next episode :

Tuan Jo berencana membuat kericuhan untuk menghentikan penobatan Seja sebagai Raja mereka yang baru.

Dan Inwon berencana menggelar penobatan itu secepatnya sebelum para pejabat bertindak.

No comments:

Post a Comment