Thursday, May 2, 2019

Haechi Ep 18 Part 3

Sebelumnya....


Jang Dal dan A Bong lagi ngemil ginseng di halaman Saheonbu.

A Bong : Kuharap ini bukan mimpi. Jika ini mimpi, kita tidak boleh terbangun.

Jang Dal pun langsung mencubit pipi A Bong.

Jang Dal : Kubilang ini bukan mimpi. Putra Mahkota kita kini menjadi Raja.


Petugas Joo datang dan kaget melihat mereka makan ginseng.

"Jangan bilang itu ginseng. Kau harus bilang itu bukan." pinta Petugas Joo.

"Ini ginseng. Ini ginseng Punggi pemberian guru kami." jawab A Bong.

"Hya! Siapa suruh memakannya? Sudah berkali-kali kukatakan, berikan itu kepada Inspektur Park." protes Petugas Joo.


" A Bong-ah,  kau belum memberi tahu Inspektur Joo?" tanya Jang Dal.

"Aku lupa. Tuan Moon Soo tidak menyukai ginseng, jadi, tidak bisa menerimanya." jawab A Bong.

"Sungguh? Lantas apa yang cocok untuknya? Jika bukan ginseng, berarti tanduk rusa atau empedu beruang? Katakan saja, dan aku akan memberikan yang terbaik..."

"Hya, daripada  menyanjung, lebih baik kau bekerja yang benar." ucap Jang Dal.

"Bahkan anjing bisa membaca setelah bersekolah selama tiga tahun. Saatnya kau menjadi inspektur dan bekerja dengan benar." tambah A Bong.

"Aku? Kau bicara kepadaku?" tanya Petugas Joo.

"Dia mau kami menyampaikan itu kepada Anda." jawab A Bong.

"Tuan Moon Soo." tambah Jang Dal, lalu pergi bersama A Bong.


Moon Soo memberikan catatan penyidikan Kepala Seksi Personalia dan daftar suapan yang disita kepada 3 rekannya.

Ketiga rekannya bertanya2, kenapa Moon Soo memberikan itu pada mereka? Mereka menebak, Moon Soo dipanggil ke istana oleh Yeongjo. Mereka juga penasaran, Moon Soo mendapatkan posisi apa dari Yeongjo.  Departemen Kehakiman? Seungjeongwon? Mereka yakin, Moon Soo mendapat posisi penting.

Moon Soo : Ini catatan penyidikan gabungan dengan Hanseonbu. Simpan yang benar agar tidak tercampur.


Mereka pun memaksa Moon Soo memberitahu mereka jabatan apa yang Moon Soo terima.

Moon Soo : Berhenti melantur. Urus diri masing-masing. Aku terlalu sibuk dengan tugasku. Pergi dan lakukan tugas kalian.


Setelah mereka pergi, Moon Soo melihat surat pengunduran dirinya.


Yeongjo sedang membaca surat laporan.

Tuan Lee datang.

Tuan Lee : Tidakkah Anda bekerja terlalu keras di hari pertama menjabat?

Yeongjo senang Tuan Lee datang. Ia masih memanggil Tuan Lee guru.

Tuan Lee : Jangan sebut aku itu, Yang Mulia. Gelar itu sudah tidak layak lagi.

Yeongjo : Anda sudah memberiku pekerjaan rumah?  Itu terlalu banyak untuk hari pertamaku.

Tuan Lee : Anda boleh menyebutnya pekerjaan rumah. Itu buku yang akan Anda butuhkan untuk diskusi akademis. Karena Anda pemilik istana ini, Anda tidak hanya akan berpolitik, tapi juga bersaing dengan pejabat dalam diskusi akademis. Anda harus mendominasi mereka. Tentu saja, bahkan tanpa buku-buku ini, aku yakin Anda pasti bisa,Yang Mulia.


Yeongjo : Tapi Anda bisa saja memberiku ini di lain waktu. Kenapa sekarang?

Wajah Tuan Lee seketika berubah sedih.

Tuan Lee : Itu karena kita mungkin tidak akan punya waktu lagi. Maafkan aku, Yang Mulia. Sebenarnya, aku datang hari ini untuk memberi Anda surat pengunduran diriku.

Yeongjo terkejut.

"Apa maksud anda?"

Tuan Lee tidak menjawab.

Yeongjo : Guru!


Petugas Yoon kaget Moon Soo tiba2 menyerahkan surat pengunduran diri.


Yeongjo tanya, kenapa Tuan Lee, Tuan Cho dan Moon Soo tiba2 mengundurkan diri.

Tuan Lee : Anda harus merelakan kami, Yang Mulia. Anda harus meninggalkan kami sekarang untuk memimpin kerajaan ini.

Yeongjo : Aku tidak bisa. Siapa yang selalu memercayaiku sebelum aku menjadi Raja? Bisa-bisanya Anda memintaku meninggalkan orang semacam itu.

Tuan Lee : Karena hanya itu yang bisa menstabilkan posisi Anda. Anda harus mendapatkan kekuasaan dahulu melalui Noron.

Yeongjo : Apakah ini ulah Min Jin Hoon?  Orang itu pasti telah membujuk Anda untuk mengundurkan diri. Kalian semua harus mundur. Maka aku akan bekerja sama. Itukah yang dia katakan?

Tuan Lee :  Yang Mulia.

Yeongjo ! Tidak! Aku tidak bisa mengizinkannya. Tidak akan pernah!


Yeongjo langsung pergi.

Yeongjo menemui Tuan Min di balai istana.

Yeongjo marah, ini ulahmu? Apakah kau...

Tuan Min : Anda sudah menemui Lee Gwang Jwa?

Yeongjo : Aku tidak mau bersepakat denganmu, Ketua Kongres. Kau mengerti? Aku tidak akan meninggalkan mereka dan beraliansi dengan Noron. Tidak akan pernah.

Tuan Min : Bukan aku, Yang Mulia. Orang-orang yang pertama menawarkan untuk mengundurkan diri adalah mereka yang mengikuti Anda.


Flashback, ketika Tuan Lee menemui Tuan Min malam itu. Ternyata, Tuan Lee berjanji, bahwa dirinya, Tuan Cho dan Moon Soo serta orang2 yang mengikutinya akan mengundurkan diri jika Noron mendukung penobatan Seja menjadi Raja.

Tuan Lee : Ini bukan untuk perjanjian ini saja. Ini juga untuk awal pemerintahan raja baru. Lebih baik seperti itu. Bukankah kau dan Noron yang lebih bisa membantu raja baru daripada kami yang tidak punya kekuasaan.


Tuan Min menjelaskan, bahwa itu adalah keputusan mereka dan ia juga tidak memahami kenapa mereka mengambil keputusan itu.

Yeongjo sedih, ia tidak paham kenapa mereka mengambil keputusan itu.

Tuan Min : Mereka berjuang mati-matian untuk mendapat kekuasaan. Tapi mereka merelakan kekuasaan itu demi raja mereka. Bahkan aku tidak bisa memahami keputusan mereka. Jika aku boleh berpendapat, kesepakatan ini diperlukan untuk membungkam Ketua Mahkamah Agung Jo Tae Koo dan pengikutnya. Ini bukan untuk siapa-siapa. Ini demi kebaikan Anda.

Yeongjo : Jadi, kau memintaku meninggalkan orang-orang yang telah mengikutiku dan mempertaruhkan nyawa mereka?

Tuan Min : Sama halnya dengan posisi seorang raja. Anda harus sukarela mengorbankan orang-orang yang tidak berdosa. Ini semua demi memelihara kekuasaan dan menjalankan tugas Anda. Pada akhirnya, Anda akan menjadi kesepian. Sekarang, Noron akan bekerja sama dengan Anda. Aku juga berharap tugas Anda berjalan dengan lancar.

Tuan Min beranjak pergi. Yeongjo menatap tahta dengan tatapan sedih.


Yeo Ji terkejut mendapat kabar dari Cho Hong tentang pengunduran diri Tuan Lee, Tuan Cho dan Moon Soo.

Cho Hong : Itu sebabnya Raja meninggalkan Istana untuk menemui Inspektur Park.


Moon Soo bersiap pergi. Melihat para inspektur wanita, ia teringat pada Yeo Ji yang memutuskan menjadi dayang istana demi melindungi Yeongjo.


Setelah itu, ia teringat kemarahan Petugas Yoon yang menentangnya mengundurkan diri. Ia pun berkata, itu satu2nya jalan agar dia bisa melindungi Yeongjo.

Petugas Yoon bertanya, apa Moon Soo akan baik2 saja.


Setelah itu, Moon Soo ingat saat ia bertanya, apakah Yeo Ji akan baik2 saja.

Moon Soo :  Bagaimanapun, kau seorang wanita. Kau hanyalah wanita normal. Kau mau tinggal di Istana seperti ini selamanya?

Yeo Ji  tersenyum, Ya. Tentu saja.


Sama seperti Yeo Ji, Moon Soo berkata pada Petugas Yoon kalau ia akan baik2 saja.

Yeo Ji : Jika itu bisa membuatku melindungi Putra Mahkota...

Moon Soo : Jika itu bisa membuatku melindungi Raja, aku juga akan puas dengan itu.


Moon Soo pun pergi.

Bersambung ke part 4.........

No comments:

Post a Comment