Thursday, May 2, 2019

Haechi Ep 18 Part 4

Sebelumnya...


Yeongjo menemui Dal Moon. Ia tanya, dimana Moon Soo.

Dal Moon pun memberikan surat titipan Moon Soo.

Dal Moon : Dia bilang tidak akan bisa pergi jika bertemu langsung dengan Anda.


Yeongjo langsung membaca surat Moon Soo.

Maafkan aku karena pergi. Maafkan aku karena pergi dengan meninggalkan surat, Yang Mulia. Tapi aku terpaksa. Anda juga melakukan hal serupa waktu itu. Anda selalu menyuruhku datang dan pergi melalui surat.

Yeongjo pun ingat perdebatannya dengan Moon Soo di dermaga saat mereka berusaha menangkap pembunuh No Tae Pyeong.

Flashback...


Moon Soo : Kurasa kita harus membicarakan ini.

Yeongjo : Membicarakan apa?

Moon Soo : Maksudku, aku bukan anjing penjagamu. Kau tidak bisa terus mengirim surat untuk menyuruhku datang dan pergi. Aku harus belajar, kau tahu. Aku sangat sibuk...

Yeongjo : Lepaskan ikatannya, dan berhentilah belajar. Kau tidak akan lulus ujian. Ada hal-hal yang mustahil bagi sebagian orang. Tidak semua orang bisa lulus ujian dengan nilai tertinggi seperti aku.

Moon Soo : Bisa-bisanya kau bicara seperti itu.

Flashback end...


Yang Mulia, tidak perlu merasa menyesal ataupun terluka.

Yeongjo berkaca-kaca.

"Moon Soo-ya."


Kita melihat topi dan pedang Moon Soo di atas meja.

Moon Soo : Anda tidak boleh merasa seperti itu jika tahu betapa bahagianya aku mengambil jalan ini. Suatu kehormatan bisa bekerja untuk Anda. Anda harus tahu itu. Serta, kuharap Anda menjadi raja yang bijaksana. Terlepas dari keberadaan dan aktivitasku, aku akan selalu loyal dan melindungi Anda.


Moon Soo sudah tiba di gerbang ibukota.


Yeongjo berdiri di tahta.

Yeongjo : Seperti inikah rasanya menjadi Raja? Inikah posisi yang mengadangku melindungi rakyat dan teman-temanku sendiri?

Yeongjo jatuh terduduk. Ia menangis.

Diluar, Yeo Ji juga ikut menangis.


Seorang pria memasukkan racun ke dalam sumur rakyat.


Paginya, Petugas Yoon dapat laporan dari anak buahnya.

Ia kaget dan bergegas menemui Yeongjo.


Yeongjo berjalan di halaman istana.

Langkah Yeongjo langsung berhenti saat ia mendengar suara Yeo Ji.

Yeongjo bergegas mencari Yeo Ji tapi tidak bisa menemukannya.


Petugas Yoon datang menemui Yeongjo.

Ternyata Byung Joo melarikan dari rumah pengasingan. Yeongjo marah.

Petugas Yoon : Para inspektur Saheonbu sudah menyelidiki kejadian ini. Orang-orang di Jingzhou juga berusaha mencari keberadaannya. Tapi kami yakin dia menghilang dari rumah pengasingannya.

Yeongjo lalu menanyakan Mil Poong. Petugas Yoon bingung.

Yeongjo : Sudah kau pastikan dia masih di tempat pengasingannya!


Prajurit di tempat pengasingan Mil Poong terbunuh.

Ternyata Byung Joo yang melakukannya.


Tuan Yi muncul dan mengajak mereka pergi. Mil Poong tanya, siapa Tuan Yi.


Yeongjo menyuruh Petugas Yoon mengirim prajurit untuk memeriksa Mil Poong.

Tuan Min tiba2 datang menemui Yeongjo.


Tuan Yi tersenyum menatap Mil Poong. Ia berkata, suasana ibukota sedang gempar sekarang.

Mil Poong : Siapa kau?  Apa pula maksudmu kota ini akan gempar dan kita tidak punya banyak waktu?

Tuan Yi : Mil Poong gun, kau  mau mengubah dunia?


Tuan Min mengatakan, ada wabah penyakit yang menyebar dengan cepat dan mereka tidak tahu apa penyebabnya.

Yeongjo terkejut.


Rakyat jatuh sakit dengan gejala yang sama.


Tuan Yi : Untuk mengubah dunia, hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat kekacauan. Karena dengan begitu, kekacauan itu akan menimbulkan pertanyaan apakah Raja benar-benar mumpuni.


Yeongjo terkejut wabah misterius menyerang rakyatnya.

Bersambung.........

No comments:

Post a Comment