Friday, May 3, 2019

Haechi Ep 19 Part 4

Sebelumnya...


Moon Soo melihat salah satu pasukan Tuan Yi mulai bergerak.

Ia pun bergegas mengikutinya.


Situasi semakin tidak terkendali. Rakyat bersikukuh mau meninggalkan ibukota.


Para pejabat Soron marah. Mereka menuding wabah terjadi karena Yeongjo membunuh Gyeongjong.

Salah satu diantaranya, menghasut pejabat yang lainnya untuk melakukan sesuatu.


Para pejabat yang lain marah karena Yeongjo belum datang padahal mereka sudah menunggu selama setengah jam.

"Bukankah dia bilang pada kita untuk tidak menyia-nyiakan waktu? Para pasien menolak untuk diobati, dan orang-orang di kota akan memulai kerusuhan. Kita harus memikirkan sebuah rencana. Seseorang harus maju dan bertanggung jawab. Siapa? Siapa yang akan bersedia pergi ke sana?" ucap mereka.

Tuan Jo menyuruh salah satu pejabat mengecek kediaman Yeongjo.


Yeongjo menatap jubah safarinya.


Lalu ia teringat kata2 Tuan Lee yang memintanya merelakan dirinya, Moon Soo dan Tuan Cho pergi.


Setelah itu ia ingat surat Moon Soo.

"Yang Mulia. Tidak perlu menyesal atau merasa terluka. Tidak perlu merasa seperti itu jika Anda tahu betapa bahagianya aku berjalan di jalan ini."


Terakhir, ia ingat kata2 Yeo Ji.

"Tapi inilah keinginanku, Yang Mulia. Aku ingin mendukung keyakinan Anda dan bersama Anda di istana in alih-alih hidup sebagai wanita biasa. Anda tidak tahu betapa leganya aku sekarang. Aku masih tetap bisa melindungi Anda."


Yeongjo lantas melepaskan jubahnya dan mulai menggunakan jubah safarinya.


Yeongjo mulai meninggalkan istana bersama beberapa pasukannya.

Dalam hati ia berkata, tidak akan bisa mundur demi kepentingan orang2 yang mau menjatuhkannya.

Yeongjo : Aku akan tetap di sini dan memenuhi tanggung jawab raja.


Para pejabat kaget saat Kepala Seketaris Kerajaan mengatakan, Yeongjo baru saja meninggalkan istana.

Tuan Jo tanya, kemana Yeongjo pergi.

Tuan Min curiga Yeongjo pergi menemui rakyat.


Rakyat bersikukuh mau meninggalkan ibukota. Mereka mengaku, tidak percaya lagi pada negara mereka dan Hwalinseo.

Tapi begitu Yeongjo datang, mereka langsung berlutut.

Yeongjo : Apa yang kalian lakukan? Aku ingin tabib dan perawat membantu pasien bangkit kembali. Bisa-bisanya kalian membuat mereka bersujud saat mereka sakit?

Para tabib dan perawat langsung berdiri membantu pasien.


Yeongjo lalu berlutut di depan salah satu pria muda.

"Apakah dia ayahmu?" tanya Yeongjo.

"Benar, dia ayahku, Yang Mulia." jawab pria itu.


Yeongjo lantas membantu ayah pria itu berdiri.


Yeongjo : Aku tahu apa yang kalian takutkan. Aku juga tahu soal catatan yang mengerikan di sekitar kota ini. Aku tahu betapa takutnya kalian terhadap penyakit ini. Namun, aku, raja dari negeri ini, tidak akan menelantarkan rakyatku. Penyakit ini bukan hukuman dari langit. Kalian akan bisa sembuh apa pun caranya. Jadi, kuharap kalian akan memiliki keyakinan dan memercayai perkataanku tadi. Aku tidak akan pergi selangkah pun dari kota ini. Aku akan tetap bersama rakyatku sampai akhir.

Rakyat lega mendengarnya.

Bersambung.............

No comments:

Post a Comment