Saturday, May 4, 2019

Haechi Ep 20 Part 2

Sebelumnya...


Tuan Min menemui Tuan Jo.

Tuan Min : Itulah yang menjadikan tugas kita sulit. Kuharap aku tidak bisa memahami musuh-musuhku, jadi, aku bisa berjuang melawan mereka sampai akhir. Tapi karena politik juga dilakukan oleh rakyat, ada kalanya aku memahami musuh-musuhku.

Tuan Jo : Ketua Kongres...

Tuan Min : Itulah kali pertama aku tidak mampu bicara di depan Yang Mulia. Aku seorang pria tua, tapi aku belajar dari sang raja muda. Aku yakin kau menderita karena alasan yang sama. Yang Mulia adalah musuhmu, tapi kau memahami dia. Kau berpikir harus menerima dia.

Tuan Jo : Ya. Ini mungkin hal teraneh mengenai insiden ini. Lebih dari apa pun, kau adalah musuhku. Tapi kau memahami aku lebih dari siapa pun sekarang.


Yeongjo ke tempat Inwon.

Ia bertemu Cho Hong yang baru saja keluar dari kamar Inwon.

Yeongjo tanya, keadaan Inwon. Cho Hong tidak menjawab dan melirik ke arah kamar Inwon.


Di dalam, Yeo Ji masih merawat Inwon.

Yeongjo masuk. Yeo Ji ingin berdiri, tapi Yeongjo menyuruhnya tetap duduk.

Yeongjo lalu menatap Inwon dengan cemas.

Yeo Jo : Dia baru saja minum obat dan tertidur.

Yeongjo : Kau melakukan banyak tugas. Kau tidak apa-apa?

Yeo Ji : Ya. Tidak perlu mencemaskanku, Yang Mulia. Ibu Suri akan segera membaik. Dia lebih kuat daripada siapa pun.


Yeongjo lalu memegang tangan Inwon. Ia menatap Inwon lekat2.


Di Hwalinseo, seorang perawat langsung berteriak memanggil tabib setelah memeriksa wajah pasien.

Tabib pun langsung melihat para pasien. Pasien berangsur sembuh!


Begitupun dengan pasien di Hwalinseo Barat. Tabib menyuruh perawat memberi kabar ke istana.


Pemuda itu juga bahagia ayahnya mulai sembuh.


Ja Dong berlari ke istana.

Tapi sampai di depan istana, ia berhenti sejenak hanya untuk membetulkan letak topinya. Dan kemudian, ia tersenyum. Lalu Ja Dong berlari ke dalam istana dengan penuh semangat.


Ja Dong memberitahu Yeongjo para pasien di Hwalinseo mulai membaik.

Yeongjo senang mendengarnya. Lalu, Yeongjo tanya kondisi Inwon.


Inwon juga sudah membaik. Yeo Ji yang menjaga Inwon semalaman berniat memberitahu Yeongjo kabar baik itu.

Tapi Yeongjo keburu datang.

Yeongjo tanya kondisi Inwon.

Inwon : Kau sangat mencemaskan aku? Tentu aku baik-baik saja. Aku sudah dengar kabarnya. Kau lah  yang menyelamatkan aku.

Yeongjo : Tidak sama sekali. Aku sangat bersyukur Anda sembuh dari penyakit.

Inwon : Aku yang seharusnya berterima kasih.


Inwon lalu menggenggam tangan Yeongjo, kemudian menatap Yeo Ji.

Inwon : Anak ini juga telah melalui banyak hal.


Yeongjo menatap Yeo Ji. Yeo Ji membalas tatapan Yeongjo.


Yeo Ji menyusul Yeongjo keluar.

Yeo Ji : Ada masalah lain di istana? Pergerakan para tentara tampak tidak lazim. Anda juga tampak kurang sehat.

Yeongjo : Penyebaran wabah ini mungkin baru permulaan. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi dan di mana. Jangan cemas. Apa pun yang terjadi, aku tidak akan goyah. Seperti katamu, kau ada di sampingku, melindungi aku.


Rakyat sekarang sudah bisa beraktivitas dengan normal.

Salah seorang dari mereka bertanya, bagaimana dengan rumor kalau Raja melarikan diri.

"Ayolah. Itu bukan kali pertama rumor yang salah menyebar." jawab lainnya.

Dari kejauhan, Tuan Yi bersama anak buahnya menatap rakyat dengan kesal.

Tuan Yi : Raja yang ini tampaknya cerdas. Kita tidak boleh meremehkan dia.


Yeongjo menyuruh Kepala Seketaris Kerajaan memanggil Petugas Yoon diam2. Kepala Seketaris Kerajaan bergegas pergi.


Yeongjo ingat kata2 Petugas Yoon tentang Byung Joo yang menerima racun dari seseorang.

Petugas Yoon : Bagaimana dia bisa lolos dari tempat pengasingan? Saat aku tiba, para tentara yang menjaga tempat itu sudah mati dan Pangeran Mil Poong telah melarikan diri.


Yeongjo : Wi Byung Joo menghilang. Pangeran Mil Poong juga. Sulit menyalahkan mereka untuk insiden ini karena mereka dikurung dalam tempat pengasingan. Itu berarti mungkin ada orang ketiga, pihak ketiga yang memicu insiden ini. Mereka yang paling mungkin merencanakan pemberontakan. Siapa dia? Sudah sejauh apa dia bertindak?


Malamnya, Yeongjo dan Ja Dong bersiap keluar istana.


Tanpa mereka sadari, seorang pria, berseragam pengawal, mengawasi mereka. Pria dengan tompel besar di punggung tangannya.


Pria itu kemudian bertanya pada salah satu prajurit. Prajurit berkata, bahwa Yeongjo hendak keluar istana.

"Malam-malam begini?" tanyanya heran.

Pria itu kemudian menatap api unggun di depannya. Lalu ia menggenggam pedangnya.


Para pejabat Soron mendatangi suatu tempat diam2. Mereka kesal diajak bertemu di tempat seperti itu.

Tuan Yi muncul.

Tuan Yi : Adakah tempat yang lebih baik dari ini untuk membarui resolusi? Ini makam dari mendiang Raja. Kebulatan tekad seseorang dalam balas dendam harus diatur di tempat seperti ini.

Para pejabat itu pun kaget menyadari pria di hadapan mereka adalah Tuan Yi.

Tuan Yi : Omong-omong, jika kau sangat takut terhadap peristiwa seremeh ini, mana bisa kau melakukan sesuatu yang hebat?


Yeongjo ke tempat Dal Moon.

Yeongjo : Apa pesanmu benar? Di mana kedua orang itu?

Tuan Lee dan Tuan Cho keluar. Yeongjo sontak gembira melihat dua orang itu.


Yeongjo : Apa yang terjadi? Bagaimana kalian menemukan tempat ini?

Tuan Lee : Inspektur Park memberi tahu kami tentang tempat ini. Dia bilang jika kami datang kemari, kami akan bertemu langsung dengan Anda.

Tuan Cho memberitahu Yeongjo kalau Moon Soo melihat Byung Jo di dean kantor pemerintahan Cheongju.

Dal Moon : Kami punya informasi tambahan. Cheon Yoon Young, kekasih Pangeran Mil Poong, terlihat di Jincheon dekat Cheongju.

Tuan Lee : Kami juga mendengar kabar itu, Yang Mulia. Wabah tidak dikenal yang menyebar di provinsi dan ibu kota tampaknya berasal dari Cheongju.

Yeongjo : Cheongju? Momentum pemberontakan ini pasti bermula di sana dan menarik Wi Byung Joo serta Pangeran Mil Poong.

Dal Moon : Mereka menyebarkan wabah sampai ke ibu kota dan menyebarkan surat mengerikan ke seluruh negeri. Pemberontak tidak boleh diremehkan. Intinya adalah seberapa besar dan luasnya organisasi mereka, Yang Mulia.


Tuan Yi mengajak pejabat Soron menciptakan Joseon baru.

Pasukan Tuan Yi lalu muncul dan pejabat2 Soron itu kaget, apalagi saat melihat 3 orang yang mereka kenal.


"Dia adalah Nam Kyung Jin, kepala biro kepolisian."


"Dia adalah Yi Sa Gyung, tentara dari Provinsi Pyeongan."


"Dan itu adalah Yi Sa Cheol, pejabat Menteri Perang."


Tuan Yi : Untuk waktu yang sangat lama, masing-masing orang di sini harus bertahan dengan penindasan oleh Noron. Para Namin dan Soron semuanya dibunuh oleh mereka, dan mereka diusir dari istana. Tapi Yang Mulia, pembunuh mendiang Raja kita, memutuskan untuk mengembalikan kekuasaan Noron lagi. Ibu Yang Mulia adalah seorang petani, dan dia juga seorang pembunuh. Tidak mungkin kami bisa membungkuk dan menghormatinya sebagai raja. Karena itu, kami akan membalikkan dunia yang kotor ini meskipun kami harus banyak berkorban. Kami pasti akan melakukannya dan kami akan membangun negeri yang baru.

Petugas Nam, Petugas Yi (tentara Provinsi Pyeongan) dan Tuan Yi (pejabat Menteri Perang) berteriak2 kalau mereka harus menggulingkan Yeongjo demi Joseon yang baru.

Para pejabat Soron terhasut dan setuju dengan mereka.

Bersambung ke part 3..............

No comments:

Post a Comment