Saturday, May 4, 2019

Haechi Ep 20 Part 3

Sebelumnya...


Tuan Yi bersama satu pengawalnya, mendatangi pemukiman.


Sementara itu, Moon Soo masih mengikuti si Kepala Penjaga gudang senjata.

Pria itu sempat curiga ada yang mengikutinya. Karena itulah ia bergegas pergi.


Pria itu bertemu dengan Byung Joo.

Byung Joo : Kuharap tidak ada yang mencurigaimu.

Pria itu : Tenang saja. Aku berada di rumah bordil seharian.

Byung Joo : Bagaimana dengan kunci gudang senjata?

Pria itu langsung memberikannya.


Moon Soo mengawasi mereka.

Byung Joo : Namin telah dianiaya habis-habisan. Jika rencana ini berhasil, kau akan mendapatkan jabatan di pemerintahan pusat.

Pria itu berterima kasih dan bergegas pergi.

Moon Soo marah.

"Wi Byung Joo, kau lagi!"


Byung Joo curiga ada yang mengawasi mereka. Maka ia berjalan ke arah Moon Soo. Tapi begitu sampai disana, Moon Soo nya sudah pergi.


Tuan Yi kembali ke markasnya. Anak buahnya langsung menyambutnya.

"Anda sudah datang rupanya. Kukira Anda akan datang besok."

Tuan Yi : Situasi di ibu kota kurang baik. Jadi...


Mil Poong datang.

"Kudengar, Raja telah membasmi penyakit itu. Aku menguping dari anak buahmu. Urus anak buahmu. Mereka semua gelisah rencana ini tidak berjalan mulus." ucap Mil Poong.


Anak buah Tuan Yi langsung berkata, kalau Tuan Yi tidak perlu mencemaskan mereka.

"Mereka hanya agak gelisah sebelum menjalankan rencana ini." ucapnya.

"Jangan biarkan mereka goyah." jawab Tuan Yi.

Tuan Yi dan anak buahnya beranjak pergi.


Mil Poong : Silakan saja bertingkah arogan. Lagi pula, yang kubutuhkan adalah kau.


Moon Soo berhasil menemukan markas mereka. Ia menyusup dan memukul salah satu penjaga.


Moon Soo lantas kaget melihat markas orang2 itu.

Tuan Yi menyuruh anak buahnya memeriksa situasi di ibukota sekali lagi.


Tuan Yi masuk ke dalam dan Byung Joo langsung memberikan kunci gudang senjata.

Byung Joo menjelaskan, semuanya berjalan mulus karena si penjaga gudang senjata satu kampung dengannya.

Byung Joo : Dia begitu dendam pada pemerintah, seperti kita, para Namin.

Tuan Yi : Aku tidak menyesal membebaskanmu. Tidak kusangka kau akan berguna.

Byung Joo : Tapi kudengar situasi kurang baik di ibu kota.

Tuan Yi : Kau khawatir rencana ini tidak berjalan mulus? Maka mundurlah sekarang juga.

Byung Joo : Tidak. Aku yakin.

Tuan Yi : Kau tahu berapa lama kami menyiapkan semua ini? Kita tidak akan gagal. Pangkalan gunung ini bukanlah satu-satunya. Masih ada lagi di Gyeongsang, Jeolla, dan Provinsi Pyeongan. Begitu kita memulai rencana ini, bangsawan yang jatuh dan rakyat yang kelelahan akibat eksploitasi akan bangkit bersama kita. Tidak hanya itu. Bahkan di ibu kota dan di dalam Istana, kita mempunyai teman di mana-mana.

Sontak, Byung Joo kaget mendengarnya.


Diluar, Moon Soo juga kaget mendengarnya.

Ya, Moon Soo berpakaian seperti mereka. Moon Soo menyamar dan mencuri dengar obrolan mereka.


Mil Poong yang curiga ada penyusup, memeriksa sekeliling dan ia menemukan jasad pria yang dipukul Moon Soo serta pakaian Moon Soo disana.


Mil Poong langsung menemui Tuan Yi.

"Kerja kalian becus sekali. Kalian bilang sedang menyiapkan pemberontakan, tapi kalian bahkan tidak sadar ada tikus yang menyelinap kemari!" teriak Mil Poong lalu melempar pakaian Moon Soo.

Tuan Yi langsung menyuruh anak buahnya menangkap si penyusup.


Namun untungnya, Moon Soo berhasil kabur.


Byung Joo cemas. Ia yakin pemberontakan mereka akan terungkap jika mereka ketahuan.

Anak buah Tuan Yi datang melapor kalau mereka kehilangan si penyusup.

Tuan Yi pun langsung mengubah rencana mereka.

"Kita akan mengubah jadwal pemberontakan kita. Kita akan memulai pemberontakan lebih awal dari rencana. Pertama, kita harus memulai yang kita siapkan di Hanyang malam ini." ucap Tuan Yi.


Yeongjo memanggil Kepala Seketaris Kerajaan.

"Gerakkan Dewan Pertahanan Perbatasan sampai pukul 15.00 hari ini." perintah Yeongjo.


Moon Soo langsung menemui Dal Moon. Dal Moon kaget mendengar cerita Moon Soo bahwa ada mata2 pemberontak di Hanyang dan istana.

"Salah satunya adalah Kepala Biro Kepolisian. Aku melihat dan mendengarnya di Cheongju. Pangkalan gunung pemberontakan itu dan rencana mereka... Kita harus segera menyampaikan ini kepada Raja." ucap Moon Soo.


Yeongjo menyuruh seseorang diluar memanggil Tuan Jo dan Tuan Min.


Tuan Min dan Tuan Jo kaget mendengar ada pemberontakan.

Yeongjo menjelaskan, Tuan Yi In Jwab, Bangsawan Namin asal Cheongju yang bangkrut, dia membebaskan Byung Joo dan Mil Poong dan merencanakan pemberontakan di Cheongju.

Yeongjo : Dan aku dapat kabar bahwa para mata-matanya telah menyusup ke Hanyang dan Istana.

Tuan Jo tidak percaya ada mata-mata di istana.

Yeongjo : Itu sebabnya aku memanggil kalian berdua. Aku butuh bantuan kalian untuk menemukan para mata-mata itu.


Yeongjo langsung memperkenalkan Tuan Lee sebagai Menteri Perang yang baru dan Tuan Cho sebagai Panglimanya.

Sontak para pejabat Soron dan Noron kaget.

Kepala Biro Kepolisian bertingkah aneh. *Dia mata2nya gaes!!


Tuan Jo menemui anggotanya yang lain.

Sebagian anggotanya, yang bergabung dengan Tuan Yi dalam pemberontakan, bersikukuh tidak ada pemberontakan.

Tuan Jo : Ini baru kemungkinan untuk sekarang, tapi Raja merasa wabah ini adalah ulah kawanan pengkhianat.

"Apa ada indikasi pengkhianatan lainnya? Apa ada informasi?" tanya mereka yang berkhianat.


"Bukankah telah terjadi sesuatu jika ada informasi? Hanya ini yang kita ketahui untuk sekarang. Hal itu membuat Raja gelisah, sehingga dia menarik kembali orang-orang kepercayaannya, Lee Gwang Jwa dan Cho Yung Myung."

Para pengkhianat itu terkejut.

Tuan Jo mendelik tajam ke arah mereka.


Kepala Biro Kepolisian langsung menemui Tuan Yi (Petugas Menteri Perang).

"Raja makin dekat dengan kebenaran di balik wabah ini. Beruntung, hanya itu yang dia ketahui. Tapi dia juga menjadi curiga dengan adanya pengkhianatan."

"Beruntung, pangkalan gunung baru saja memberi kita perintah. Ada sedikit masalah, sehingga mereka mengubah jadwal untuk rencana mereka di Hanyang." jawab Tuan Yi.


Aksi mereka dipergoki Tuan Min dan seorang Pejabat Noron.

Si Kepala Seketaris Kerajaan berkilah, kalau dia menemui Menteri Perang untuk membahas insiden pengkhianatan yang membuat mereka gelisah. Mereka kemudian pergi.

Tuan Min menatap tajam ke arah mereka.


Pasukan Tuan Yi bersiap2 untuk pindah.

Tuan Yi keluar.

"Perintah sudah dikirim ke Jeolla, Gyeongsang, dan Provinsi Pyongan?" tanyanya.

"Sudah, mereka pasti sudah tiba di Hanyang saat ini." jawab anak buahnya.

"Periksa lagi.  Aku harus menghabisi Raja di Hanyang sebelum memulai pemberontakan." ucap Tuan Yi.

Omo..... dia mau membunuh Yeongjo!!


Yeongjo menemui Tuan Lee dan Tuan Cho.

Tuan Cho: Kami sedang menyiapkan semua yang Anda perintahkan. Menteri Perang dan Pasukan Militer akan melakukan yang terbaik.

Yeongjo : Tapi bagian dalam organisasi kita tidak akan aman. Khususnya, berhati-hatilah dengan keamanan.

Tuan Lee : Mata-mata bahkan telah menyusup ke Istana?

Yeongjo : Kita harus menemukan dan menangkap mereka semua bagaimanapun caranya.


Tuan Jo menyuruh salah satu anggotanya membuntuti Wakil Menteri Pekerjaan dan Wakil Menteri Perang untuk berjaga-jaga.

Tuan Min memberi perintah pada seorang pejabat.

"Sampaikan kabar ini kepada Lee Gwang Jwa, Menteri Perang. Kepala Biro Kepolisian, Nam Kyung Jin, menemui Yi Sa Cheol, petugas Kementerian Perang, seusai rapat Dewan Pertahanan Perbatasan."


Petugas Yoon dan anak buahnya juga tengah bersiap2. Mereka mengambil senjata dan bergegas pergi.

Tepat saat itu, Petugas Joo datang dan tanya apa yang terjadi tapi mereka tidak menjawab pertanyaan Petugas Joo. Sontak Petugas Joo kesal.


Yeaaah, Moon Soo kembali mendapatkan seragam dan pedangnya.

Petugas Yoon lah yang memberikannya.


Di istananya, Yeongjo tegang memikirkan pemberontak itu.


Para pasukan keamanan Raja mulai bergerak mencari mata2.

Dan si pemberontak mulai menyebarkan informasi pada kawanan mereka kalau malam ini, pasukan mereka akan memanjat tembok istana.


Yeo Ji yang melihat pasukan pengawal Raja mulai sibuk pun cemas.


Si pengkianat memerintahkan pasukan yang melindungi Raja memeriksa pintu masuk. Ia berkata, ada yang mencurigakan di dekat pintu masuk.

Sebagian pasukan pergi, tapi yang lainnya  tetap bertahan disana.

Sontak, si pengkhianat langsung menghabisi mereka semua.


Tuan Lee dan pasukannya serta Moon Soo dan petugas Saheonbu mulai menumpas pengkhianat di istana.


Sementara pengkhianat yang berusaha membunuh Yeongjo, dipergoki Yeo Ji.

Yeo Ji pun bertarung dengan pengkhianat itu.

Yeongjo datang. Ia mengancam si pengkhianat dengan pedangnya dan menyuruh si pengkhianat melepaskan Yeo Ji.

Para pasukan pengawal Yeongjo kemudian datang dan menangkap pengkhianat itu.


Yeongjo kemudian memeriksa Yeo Ji. Yeo Ji berkata, ia baik2 saja dan menanyakan keadaan Yeongjo.


Tuan Lee, Petugas Yoon, Moon Soo bersama pasukan mereka yang lain membawa para pengkhianat di istana ke hadapan Yeongjo.


Dari kejauhan, Yeo Ji menghela nafas melihatnya.


Tuan Min menemui Tuan Jo. Ia memberitahu bahwa Wakil Menteri Pekerjaan dan Wakil Menteri Perang telah ditangkap.

Tuan Min : Tidak kusangka kau menyingkirkan mereka seperti ini meskipun keduanya adalah Soron. Itu pasti keputusan yang sangat sulit.

Tuan Jo : Ranting busuk berujung membunuh pohonnya. Yang harus kulindungi bukanlah ranting, melainkan pohon besar bernama Joseon.


Moon Soo mengikuti Yeongjo ke istana. Yeongjo tanya, berapa prajurit yang dimiliki Tuan Yi. Moon Soo berkata ribuan. Yeongjo kaget.

Moon Soo : Yang lebih penting, masih ada orang-orang lagi di Gyeongsang, Jeolla, dan Provinsi Pyeongan. Mereka berencana menyerang secara serentak.

Yeongjo : Begitu aku menerima pesanmu, Cho Hyun Myung pergi ke Cheongju bersama kawanan pasukan elite. Jika para pemberontak tidak sadar, mereka akan segera...


Kepala Seketaris Kerajaan menemui Yeongjo.


Yeongjo dan Moon Soo langsung menemui Tuan Lee. Tuan Lee memberikan laporan.

"Kita mendapatkan masalah. Sepertinya Cho Hyun Myung terlambat satu langkah." ucap Tuan Lee.


Para pemberontak berhasil mengambil alih istana di Cheongju.


Yeongjo syok mengetahui istana Cheongju sudah jatuh ke tangan pemberontak.

Bersambung...............

No comments:

Post a Comment