Tuesday, May 7, 2019

Haechi Ep 23 Part 1

Sebelumnya....


Mil Poong ketakutan, ia mulai merasa ada yang aneh.

Lalu, ia menyuruh anak buahnya mencari tahu kenapa orang2 mereka belum ada yang datang.


Saat Mil Poong sendirian, Yoon Young datang.

Mil Poong lega Yoon Young kembali. Ia mengaku salah karena sudah berpikir Yoon Young meninggalkannya. Lalu, Mil Poong minta Yoon Young tidak cemas karena bala bantuan mereka akan segera tiba.

Yoon Young : Tidak ada bala bantuan. Ini jebakan. Yi In Jwa meninggalkanmu.

Mil Poong kaget, apa?

Yoon Young : Kita harus pergi. Pasukan kerajaan menuju kemari. Jika tetap di sini, kau akan mati.

Tak lama, terdengar suara Kepala Pasukan yang memerintah anak buahnya menangkap Mil Poong.

Mil Poong syok.


Moon Soo membawa Tuan Yi ke istana.

Yeongjo langsung ke halaman istana begitu Tuan Yi datang.

Yeongjo marah. Ia berniat menghukum mati Tuan Yi yang sudah merenggut nyawa orang2 tidak berdosa. Tapi Tuan Yi malah mengatai Yeongjo. Ia bilang, Yeongjo tidak layak menjadi Raja.


Moon Soo langsung sewot.

Moon Soo : Lancang sekali bicaramu.

Tuan Yi : Lancang? Apa hebatnya dia? Apa perbedaan kami? Satu-satunya kesalahanku adalah terlahir sebagai Namin.


"Tutup mulutmu!" Moon Soo mencabut pedangnya dan mengarakannya pada Tuan Yi.

Tapi Tuan Yi malah menyuruh Moon Soo memenggal kepalanya. Ia mengaku, tidak keberatan mati di istana sekarang.

Tuan Yi : Namun, aku membesarkan pasukan untuk alasan yang baik. Di dunia ini, kau tidak berdaya jika kamu seorang Namin! Aku hanya berusaha mengubah dunia busuk yang kutinggali ini.

Moon Soo yang sudah greget, minta titah untuk memenggal Tuan Yi. Tapi Yeongjo menyuruh Moon Soo berhenti. Moon Soo tak habis pikir.

*Si Moon Soo ini jadi orang pertama yang paling sewot kalo Geum disakitin... Setia banget dia sama Geum, sejak awal mereka ketemu......


Yeongjo : Benarkah itu satu-satunya alasanmu? Kau membunuh orang-orang tidak berdosa dan membawa kekacauan pada dunia ini hanya karena alasan itu?

Tuan Yi : Ya.

Yeongjo : Kau benar, Yi In Jwa. Kau dan aku tidak berbeda. Satu-satunya dosaku adalah dilahirkan oleh wanita petani.


Moon Soo : Yang Mulia.

Yeongjo : Itu benar. Orang yang memahami perasaanmu lebih baik dari orang lain sebenarnya sang raja yang sangat ingin kau singkirkan. Itulah aku. Namun, kau salah. Bukan begitu caramu mengubah dunia. Pasti ada cara yang lain. Dan aku akan membuktikan itu apa pun yang terjadi.


-Episode 23, Harapan Lama-


Tuan Yi dimasukkan ke penjara. Moon Soo menemui Tuan Yi.

Moon Soo : Tunggu saja. Aku akan membunuhmu bersama dengan rekan-rekan lainnya.

Moon Soo lantas menyuruh penjaga mengawasi Tuan Yi dengan baik.


Yeongjo menemui Tuan Lee. Ia tanya, kenapa Mil Poong belum ditahan. Tuan Lee bingung menjawabnya.


Pasukan istana menyerak mencari Mil Poong.


Yoon Young dan Mil Poong sembunyi di sebuah rumah.

Yoon Young minta Mil Poong tetap sembunyi disana sampai ia berhasil menemukan jalan keluar.

Tapi Mil Poong menolak. Mil Poong tanya, kenapa ia harus melarikan diri padahal ia raja sebenarnya.

Kesal, Yoon Young menampar Mil Poong.

Yoon Young : Raja? Sadarlah. Kau tidak pernah cukup berkompeten untuk gelar itu. Bukan hanya Noron dan Yi In Jwa. Aku juga memanfaatkan dirimu. Kau menyedihkan dan bodoh. Tiap kali aku memujimu dan bilang kau pantas menjadi raja, kau menjadi sangat mudah dikendalikan. Selama ini kau dimanfaatkan orang-orang seperti aku. Apa kau ingin mati sia2? Kau akan tetap bodoh sampai hari kematianmu?


Yoon Young keluar. Pria yang disewa Dal Moon mendekati Yoon Young. Yoon Young tanya, keadaan diluar.

"Mereka ada di mana-mana. Sisa pasukan Yi In Jwa juga ditahan. Ini tidak akan berhasil. Aku membawa kau kemari karena Dal Moon yang menyuruhku, tapi aku tidak bisa lagi melakukan ini." jawab pria itu.

Yoon Young lalu memberikan uang yang diberikan Dal Moon pada orang itu.

"Temukan kapal ke Dinasti Qing untukku tanpa sepengetahuan Dal Moon."

Pria itu tidak mau karena takut. Yoon Young berjanji, akan membayar pria itu lagi setelah pria itu mendapatkan kapal untuknya. Barulah pria itu mau.


Mil Poong terpukul dengan kata-kata Yoon Young tadi yang bilang ia tidak pantas menjadi Raja.


Lalu ia ingat kata2 Tuan Min yang menyebut dirinya tidak berharga.


Kemudian ia ingat kata2 Yeongjo dulu setelah ia menghina Sukbin.

"Aku menyadari itu. Karena kau menyinggung garis keturunan, kau bahkan bukan dari keturunan raja. Kau keturunan tidak langsung."


Lalu ia ingat kata2 ayahnya dan dirinya yang merengek meminta maaf.

"Mana bisa aku memercayai orang sepertimu! Siapa yang akan melihat dirimu sebagai pangeran!"

"Maafkan aku ayah."


Mil Poong juga ingat saat para pemberontak menyebutnya Raja.


Mil Poong mengingat bagaimana orang2 istana memandangnya dan remeh dan Inwon mengabaikannya.


Mil Poong menangis.

"Kerajaan ini milik Pangeran So Hyeon dan ayahku. Ayahku..."


Moon Soo minta kasim mengumumkan kedatangannya pada Yeongjo.


Di dalam, Kepala Seketaris Kerajaan kaget menerima titah Yeongjo.

Yeongjo : Lakukan sesuai titahku.

Lalu terdengar suara kasim mengumumkan kedatangan Moon Soo. Yeongjo pun menyuruh Moon Soo masuk.


Moon Soo masuk. Moon Soo tanya, apa yang terjadi dengan penahanan Mil Poong.

Yeongjo : Pangkalan Militer Lima sedang mengejar mereka. Dia tidak akan bisa melarikan diri.

Yeongjo lantas meminta Moon Soo balik ke Saheonbu.

Moon Soo : Saheonbu?

Yeongjo : Perang lama yang lain akan dimulai di dalam kerajaan dan Saheonbu.


Sekarang, Moon Soo berdiri di lantas atas Saheonbu. Ia sudah memakai seragam Saheonbu.

Moon Soo melihat patung singa yang menjadi simbol Saheonbu.


Yeongjo menyuruh Ja Dong memanggil semua pejabat senior ke balai istana sekarang.


Istana langsung heboh dengan kedatangan pejabat senior dari Partai Namin.

Di balai istana, Tuan Jo dan Tuam Min saling bertatapan.


Lalu, Yeongjo datang.

Menteri Personalia, pejabat Noron, memberanikan diri bertanya, kenapa Yeongjo membawa orang2 Namin ke istana.

Yeongjo pun meminta si Menteri Personalia bersabar menunggu jawabannya.

Si Menteri Personalia langsung diam.


Yeongjo : Berkat kesetiaan kalian, kita berhasil menahan pemimpin pemberontakan, Yi In Jwa, dan sisa pasukannya. Ini memungkinkan terutama karena rakyat negeri ini, yang bersedia mengorbankan nyawa, dan kalian semua yang bersatu terlepas dari latar belakang politik. Saya tidak akan pernah melupakan itu. Dengan harapan tersebut, saya akan beralih dari derita yang disebabkan pemberontakan ke era baru tanpa keraguan. Sebagai langkah pertama untuk itu, saya akan menyusun kembali istana dengan memperbarui personel.

Yeongjo lalu menyuruh Kepala Seketaris Kerajaan membacakan titahnya.


Kepala Sekretaris Kerajaan mulai membacakan titah Raja.

Hari ini, saya menunjuk posisi baru untuk personel baru. Untuk mengurus kebingungan dalam rakyat akibat pemberontakan, Cho Duk Soo, mantan pejabat Hongmungwan akan dikirim ke Provinsi Gyeongsang sebagai pejabat perekrutan.

Tuan Cho Duk Soo menerima titah Yeongjo.


"Dan sebagai pejabat perekrutan Provinsi Chungcheong, mantan wakil menteri, Yoo Soon..."

Menteri Personalia protes.


Yeongjo : Teruskan, Kepala Sekretaris Kerajaan!

"Baik, Yang Mulia." jawab Kepala Seketaris Kerajaan.


"Dan sebagai pejabat perekrutan Provinsi Chungcheong, mantan wakil menteri, Yoo Soon, akan ditunjuk."

Tuan Yoo menerima titah Yeongjo. Begitu pun dengan Tuan Yoon Heon Joong yang ditunjuk sebagai Pejabat Pengutusan.


Sontak, istana ricuh. Pejabat Soron dan Noron tidak terima. Mereka adu mulut dengan Namin.


Tuan Min dan Tuan Jo pun saling berpandangan.

Bersambung ke part 2........

No comments:

Post a Comment