Tuesday, May 7, 2019

Haechi Ep 23 Part 3

Sebelumnya...


Inspektur Senior Saheonbu beraksi. Mereka menangkap Tuan Yoon Gyeong, ayah mertua Tuan Yi

Tuan Yoon protes, apa-apaan kalian? Bukankah Raja melarang hukuman gabungan?

"Putra mertuamu menyebabkan pemberontakan. Kau mutlak bersalah. Bawa penjahat itu." perintah Inspektur Eksekutif.


Di istana, Yeongjo ngamuk saat diberitahu Kepala Seketaris Kerajaan kalau Saheonbu menangkap Tuan Yoon.


Lalu, Kepala Sensor dan Menteri Pendidikan datang.

Yeongjo : Aku sudah tahu yang akan kalian katakan. Tapi apakah aku masih perlu mendengarkan kalian?


Sekarang, Yeongjo menuju suatu tempat bersama Kepala Seketaris Kerajaan.

Yeongjo tanya, situasi terkini.


Tuan Jo ke balai dan hanya ada Tuan Lee, Tuan Cho, Tuan Min serta para pejabat Namin disana.

Tuan Jo : Jalankan perintah Raja sekarang juga.


Moon Soo kaget melihat aktivitas para petugas Saheonbu.

Lalu Jang Dal dan A Bong menghampiri Moon Soo.

Jang Dal : Sudah mendengar kabar? Saheonbu...

Moon Soo : Di mana Inspektur Kepala dan para pejabat tinggi?


Inspektur Kepala menyuruh bawahannya menginterogasi Tuan Yoon dan seluruh keluarga Tuan Yoon.

"Saheonbu berhak menegakkan keadilan. Kita akan melaksanakan tugas terlepas dari perintah Raja!" ucapnya.


Moon Soo datang. Ia geram.

"Terlepas dari perintah raja? Jika bukan pengkhianatan, ini disebut apa?" tanya Moon Soo.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Inspektur Eksekutif.

"Menurutmu, apa lagi? Aku juga menjalankan tugasku sebagai inspektur Saheonbu. Aku hanya ingin menghukum pengkhianat yang berani menentang perintah Raja." jawab Moon Soo.


Petugas Joo melaporkan pada Petugas Yoon kalau para Jipyeong ingin mengeluarkan Moon Soo dari Saheonbu.

Petugas Joo : Aku masih dekat dengan para pejabat tinggi. Jipyeong mengamuk dan menyuruhku membawa tentara. Tapi menurutku, itu tidak benar. Itu sebabnya aku datang ke Kantor Inspektur lebih dahulu.

"Ketua Tim, Anda akan membiarkan ini terjadi?" tanya inspektur junior.

"Ayo. Kita harus membantu Inspektur Park." jawab Petugas Yoon.

Mereka lantas mengambil pedang dan bergegas pergi.


Petugas Joo : Bagaimana denganku? Aku bukan orang yang mencari perhatian! Kenapa aku mengadukan ini? Astaga, apakah aku akrab dengannya karena kami sering berbincang?


Para bangsawan Noron sedang membahas aksi Saheonbu.

"Raja akan segera menginterogasi dia. Itu mungkin perintah dari Raja, tapi kita bisa apa? Otoritas peradilan kerajaan ini hanya melakukan tugasnya. Balai Serbaguna juga pasti kosong. Kita lihat saja sejauh apa mereka dengan Partai Namin belaka. Itu hanya akan mustahil. Penunjukan personil tanpa melihat latar belakang politik? Raja mana yang pernah memenangi pertempuran ini? Tidak ada yang berhasil." ucap Menteri Personalia.

Seorang bangsawan Noron datang, memberitahu kalau Yeongjo serius dengan masalah itu.


Tuan Lee dan Tuan Cho terkejut Yeongjo mengangkat mereka sebagai Perdana Menteri dan Inspektur Kepala Saheonbu.

Mereka menolak jabatan itu karena merasa kurang mumpuni.

Yeongjo : Lantas kau akan membuatku berjuang sendirian, Guru? Kau juga akan meninggalkanku? Tidakkah kau tahu yang sedang kuperjuangkan sekarang? Para raja lain tidak pernah bisa mewujudkan ini hingga kini. Ini adalah cara perekrutan yang adil. Sebenarnya ini adalah permintaan yang memalukan, bukan perintah kerajaan. Ini jalan menyakitkan yang tidak menjamin apa pun. Aku memintamu untuk berjuang bersamaku.


Byung Joo mendengar para prajurit berbisik-bisik, membicarakan kekacauan di istana karena Yeongjo merekrut Namin.

Para prajurit yang berbisik2 itu lantas beranjak pergi.

Byung Joo lalu bertanya pada satu penjaga yang menjaganya tapi si penjaga menyuruhnya diam.


Si pendongeng kembali beraksi. Ia menceritakan soal Yeongjo yang merekrut Namin tapi Soron dan Noron yang takut kehilangan kekuasaan, menentang keras.

Si pendongeng : Mereka benar-benar mengabaikan perintah Raja. Maksudku, pernahkah mereka berperang di barisan depan? Para orang dungu itu.

Lalu satu per satu warga naik, menceritakan ttg anggota keluarga mereka yang ikut berperang, tapi Soron dan Noron tidak pernah memegang pedang sekali pun.

Si pendongeng tertawa senang mendengarnya.


Sekarang si pendongeng sedang membahas orasi rakyat tadi dengan Dal Moon.

Si pendongeng yakin, rakyat akan bertindak kompak kali ini.

Dal Moon : Mereka sudah muak menyaksikan perang politik. Aku harus segera mengabari Istana.

Goon Tae kemudian datang memberitahu tempat tinggal pria yang mereka sewa untuk menjaga Yoon Young.


Goon Tae mengantarkan Dal Moon ke rumah pria itu.

Dal Moon langsung memeriksa ke dalam tapi tidak menemukan siapapun disana, kecuali baju Mil Poong.



Yoon Young dan Mil Poong ada diluar.

Yoon Young mengajak Mil Poong pergi.

Pria itu, kemudian datang menyuruh mereka bergegas.


Tapi sampai di dekat dermaga, pria itu minta bayarannya sekarang. Pria itu, dengan wajah ketakutan, berkata, kalau dermaganya sudah dekat.

Yoon Young marah, ini bukan kesepakatan kita!


Mil Poong curiga melihat gerak gerik pria itu.

Mil Poong : Kenapa kau melakukan ini? Kau mulai mencurigakan saat terus melihat sekeliling tadi. Benarkah di sana ada kapal? Atau kau berniat mengkhianati kami?


Pria itu lantas mengeluarkan pisau dan mengancam keduanya.

Pria itu : Kalian memang pengkhianat. Berikan itu kepadaku. Berikan perak itu!

Mil Poong : Kau.... beraninya kau!

Mil Poong kemudian berlari ke arah pria itu. Tak mau Mil Poong terluka, Yoon Young berlari ke depan Mil Poong dan tertusuk pisau pria itu.

Sontak, pria itu kaget, kemudian membuang pisaunya dan melarikan diri.


Yoon Young jatuh ke pelukan Mil Poong. Ia menekan lukanya dengan tangannya dan kemudian muntah darah.

Mil Poong berteriak, minta tolong tapi Yoon Young minta Mil Poong tidak berteriak.


Pasukan Kerajaan sudah tiba.

Pria itu yang melihat Pasukan Kerajaan pun memberitahu keberadaan Mil Poong dan Yoon Young. Ya, kecurigaan Mil Poong benar. Pria itu memang melaporkannya.


Mil Poong menangis. Ia minta Yoon Young berdiri. Ia mau Yoon Young ikut dengannya.

Yoon Young pun menyentuh pipi Mil Poong.

"Setidaknya kau  pernah bilang akan membuat pelacur sepertiku menjadi ratu. Tapi aku tidak pernah mencintaimu dengan sepenuh hatiku. Maafkan aku." jawab Yoon Young dengan napas tersengal.

"Jangan lakukan ini kepadaku, Yoon Young." pinta Mil Poong.

"Aku pergi lebih dahulu, ya. Jangan takut saat kau datang. Aku akan menunggumu di atas sana sebagai ratu. Kuharap kau akan datang sebagai raja."

Yoon Young tewas.

Mil Poong terpukul. Di tengah dukanya, ia mendengar suara Pasukan Kerajaan.


Pasukan Kerajaan tiba. Begitu pun Dal Moon. Tapi sampai disana, mereka hanya menemukan jasad Yoon Young. Pasukan Kerajaan langsung berpencar mencari Mil Poong.

Dal Moon terpukul dengan kematian Yoon Young.


Paginya, Yeongjo menerima kabar kematian Yoon Young. Ja Dong memberitahu kalau Dal Moon sendiri lah yang menguburnya.

Yeongjo kasihan pada Dal Moon.


Kepala Seketaris Kerajaan tiba2 datang, memberitahukan pesan dari Saheonbu.


Para Jipyeong melarang Tuan Cho masuk.

"Kami, para pejabat tinggi Saheonbu menolak untuk membiarkanmu masuk sebagai Jakbulnap." ucap mereka.

*Jakbulnap adalah istilah untuk pejabat pemerintah yang cacat.

Apa? Cacat? HYA!! Cacat apanya?

"Kami tidak bisa menerimamu sebagai inspektur kepala yang baru. Kami bahkan siap untuk mati. Tekad kami sudah bulat." tambah mereka.

"Jadi, kau akan membantah perintah Raja?" tanya Tuan Cho.


Melihat itu, Moon Soo marah dan menyuruh rekan2nya memanggil tentara. Tapi Petugas Yoon keluar dan melarang Moon Soo memanggil tentara.

Petugas Yoon : Kau ingin memicu keributan? Pikirmu apa yang mereka inginkan? Pembenaran yang membuktikan bahwa Raja memaksa Saheonbu.

Moon Soo : Jadi, Anda akan tinggal diam? Bahkan saat mereka melarang Inspektur Kepala masuk?

Petugas Yoon : Inilah yang harus kita lakukan. Inspektur Kepala sendiri juga sedang berusaha menahan diri.


Para prajurit datang. Tuan Cho menyuruh mereka berhenti.



Tuan Lee melapor ke Yeongjo, kalau Tuan Cho dilarang masuk Saheonbu oleh para Jipyeong.

Yeongjo kaget dan teringat kata2 Tuan Min malam itu saat ia tanya kenapa Tuan Min membantunya.


Tuan Min : Karena itulah politik yang sesungguhnya. Ini mungkin tidak berlangsung lama, dan situasi mungkin akan kembali seperti sediakala. Tapi daripada lelah dan kecewa, kita harus terus berpegang teguh dalam meraih impian kita. Saat itulah dunia akan mulai berubah sedikit demi sedikit.


Yeongjo lalu mengajak Tuan Lee pergi.

Yeongjo : Jangan lelah dan kecewa meskipun situasi mungkin akan kembali seperti sediakala.


Mil Poong muncul di tengah pasar. Sontak, rakyat takut melihatnya. Mil Poong pergi ke tempat pembuatan pisau dan pedang. Ia mengambil salah satu pisau yang ada disana.

Lalu ia mendekati pria yang sedang fokus membuat pisau dan tidak menyadari kehadirannya.


Kepala Pasukan Pengawal meminta anak buahnya fokus menjaga Yeongjo karena Yeongjo akan keluar dari istana.


Dua dayang menemukan jasad seorang prajurit. Mereka ketakutan dan langsung pergi.


Yeongjo ke Saheonbu.

Para Jipyong dan petugas Saheonbu sontak kaget dan langsung mengambil posisi masing2.


Yeongjo lantas memerintahkan mereka membuka MA karena mau menyampaikan sesuatu.


Mil Poong membuat keributan di istana.

Mil Poong : Raja datang!

Para prajurit langsung mengarahkan pedang padanya.

Mil Poong lalu menjatuhkan dirinya dan menancapkan pisaunya di bawah.

Mil Poong : Benar! Akulah Raja. AKULAH SANG RAJA!


Sementara itu, Yeongjo berada di MA.

Yeongjo : Hari ini, saya berada di Mahkamah Agung Saheonbu karena ingin mengatakan, bahwa era baru Joseon harus dimulai di Saheonbu. Tiga agensi kerajaan ini, terutama Saheonbu, telah lama korup. Siapa yang memercayai Saheonbu? Dan masih adakah yang memercayai keadilannya?

Salah satu Jipyeong menyela, tapi langsung disentak Yeongjo. *Mampus.


Moon Soo menatap Yeongjo lekat2.


Yeongjo : Aku tidak akan lagi mengabaikan penyakit lama yang telah meracuni Saheonbu. Ini demi kebaikan kerajaan ini dan para pejabat di Saheonbu. Pada hari ini, dan di kesempatan ini, aku akan membasmi kepala seksi personalia, yang telah lama memegang kekuasaan terhadap tiga agensi. Aku akan merombak ulang sistem lama secara menyeluruh. Biarkan seisi kerajaan tahu.


Sontak, para Jipyeong kaget.

Moon Soo kaget dan terus menatap Yeongjo.

Bersambung............

No comments:

Post a Comment