Wednesday, May 8, 2019

Haechi Ep 24 Part 1 (LAST EPISODE)

Sebelumnya...


Seisi MA geger. Para pejabat tinggi tidak setuju dengan keputusan Yeongjo yang mau membasmi Kepala Seksi Personalia, posisi yang berkuasa atas Saheonbu.

Tapi Yeongjo tidak peduli protesan mereka.

Yeongjo : Mulai saat ini, aku akan menyingkirkan seluruh wewenang personalia yang dimiliki kepala seksi personalia. Dengan itu, aku akan menyelesaikan reformasi sistem personalia dari tiga agensi, termasuk Saheonbu.

Yeongjo lalu menyuruh Tuan Lee yang kini menjabat Perdana Menteri untuk membacakan titahnya.

Hingga kini, kepala seksi personalia memiliki wewenang untuk merekomendasikan personalia kepada tiga agensi yaitu Saheonbu, Saganwon, dan Hongmoongwan. Pada waktu yang sama...


Para pejabat menentang keras. Mereka protes disaat titah masih dibacakan.

"Jangan lakukan ini, Yang Mulia!""

"Ini kekerasan!"

"Anda mungkin raja, tapi ini salah! Anda menekan kami! Anda menindas Saheonbu! Tolong tarik titah Anda!


Tuan Cho marah.

"Hentikan ini sekarang juga! Kalian bicara di depan Yang Mulia!"

Petugas Yoon juga mencoba menghentikan mereka.

"Yang Mulia sedang mengumumkan titahnya! Hentikan keributan ini!"


Tuan Lee terus membacakan titah Yeongjo.

Korupsi  di antara para pejabat... Kepala seksi personalia akan dibasmi. Dan seluruh wewenang personalia akan ditingkatkan. Dan dengan melakukan itu...


Moon Soo menatap Yeongjo.


Yeongjo keluar dari MA. Diikuti dengan Tuan Lee.  Diluar, Moon Soo, Petugas Yoon, Tuan Cho udah menunggunya.

Yeongjo : Saheonbu akan harus menghadapi periode kekacauan total.

Petugas Yoon : Tapi di saat yang sama, inilah yang selama ini kita tunggu. Kegaiban adalah berkat bagi Anda, Yang Mulia.

Moon Soo : Ya, Yang Mulia. Anda bisa memercayai kami dengan Saheonbu.

Yeongjo : Kuserahkan padamu.


Yeongjo beranjak pergi. Tapi kemudian Ja Dong datang dan meminta Yeongjo bergegas ke istana karena Mil Poong datang dan membuat keributan.

Yeongjo kaget, Mil Poong gun?


Kepala Prajurit menyuruh anak buahnya melempar Mil Poong ke penjara.

Mil Poong marah dan berteriak2, menyuruh membukakan jalan ke istana kerajaan. Ia menyebut dirinya Raja dan akan duduk di tahta.

Prajurit marah dan memukuli Mil Poong.


Yeongjo kemudian datang.

Yeongjo menatap Mil Poong dengan lirih. Tapi Mil Poong menatapnya penuh kebencian.


-Episode 24, Haechi,  Hewan Legendaris yang Membedakan Kebaikan dan Kejahatan-


Dal Moon menebas pria yang menusuk Yoon Young. Setelah membunuh pria itu, Dal Moon pun beranjak pergi.


Byung Joo teringat kata2 Tuan Min, saat Tuan Min mengajaknya bergabung dengan Noron pertama kali.

Tuan Min : Kita semua hidup di ujung tebing. Jatuh akibat sedikit dorongan bisa terjadi dalam sekejap. Kau tahu apa yang kau sadari saat momen itu mendekat? Kehilangan kekuasaan berarti kematianmu


Byung Joo lalu mendengar suara ribut2 para prajurit..

"Lindungi takhta! Lindungi takhta, Prajurit!"

Tak lama, ia melihat para prajurit bersiaga di setiap sudut istana.


Yeo Ji meminta Inwon tidak kemana-mana. Ia melapor, kalau Mil Poong datang dan membuat kekacauan.

Inwon kaget.


Yeongjo : Mil Poong gun, lancang sekali kau.

Mil Poong tertawa.

Kepala Pasukan curiga, itu bagian dari rencana pemberontakan dan menyuruh anak buahnya menangkap Mil Poong.

Mil Poong : Tunggu! Dia harus mendengarkan aku. Aku datang kemari untuk menemuimu. Kau setidaknya harus dengar apa yang harus kukatakan padamu.

Mil Poong mencoba berdiri tapi tubuhnya tidak sanggup untuk berdiri.


Para pasukan langsung mengarahkan senjata pada nya.

Mil Poong : Jujur, aku belum bisa memahaminya dengan baik. Kenapa kau  bukannya aku? Min Jin Hoon  Soron dan Namin... kenapa mereka semua akhirnya memihakmu Bagaimana kau bisa mendapatkan semua yang tidak pernah bisa kucapai?

Kepala Pasukan : Tunggu apa lagi? Segera...


Yeongjo maju, ke arah Mil Poong.

Yeongjo : Wae? Kenapa kau memasuki istana sendirian? Katakan padaku, Pangeran Mil Poong. Kau bisa saja melarikan diri. Tapi kenapa?

Mil Poong : Aku datang untuk mati sebagai raja. Lagi pula, aku akan tertangkap. Aku ingin mati seperti raja. Aku ingin merasa bangga! Aku datang untuk mati seperti itu. Itulah yang akan dilakukan raja. Karena raja harus seperti itu.


Yeo Ji keluar. Ia cemas Mil Poong akan melukai Yeongjo.


Yeongjo : Kau sangat ketakutan. Meski demikian, kau datang untuk mati dengan bangga sebagai raja?

Mil Poong : Benar. Jika kau mampu membuat keputusan yang lebih menakutkan dan keputusan yang lebih sulit... Jika kau melakukan itu lebih awal, mungkin takhta akan menjadi milikmu.

Mil Poong kaget, apa?

Yeongjo : Namun, kau terlambat. Dan kau salah, Lee Tan. Kau terlalu banyak berbuat jahat untuk waktu yang terlalu lama. Aku pasti akan menepati janjiku dalam menghukummu untuk dosa-dosamu. Tanpa basa-basi lagi, kau akan membayar dosa-dosamu dengan kematian.

Yeongjo kemudian menyuruh Kepala Pasukan membawa Mil Poong ke penjara.


Para prajurit pun mulai menyeret Mil Poong.

Mil Poong : Tidak. Aku tidak akan mati. Aku tidak akan mati oleh tanganmu.


Mil Poong kemudian mendorong prajurit yang menyeretnya. Lalu ia dengan cepat mencabut pedang si prajurit dan menebas prajurit itu.

Mil Poong lalu menatap Yeongjo.

Mil Poong :  LEE GEUM!

Dan Mil Poong berlari ke arah Yeongjo sambil membawa pedang.

Melihat itu, sontak para pengawal mengelilingi Yeongjo.

Dan Yeo Ji langsung berlari ke arah Yeongjo.

Yeo Ji coba melindungi Yeongjo tapi Yeongjo malah balik melindunginya dan memeluknya tepat disaat Mil Poong mengayunkan pedangnya.

Yeongjo dan Yeo Ji sama2 terkejut.


Yeongjo berbalik. Mereka terkejut melihat Mil Poong menusuk dirinya sendiri.

Mil Poong terus menghujamkan pedang ke perutnya. Ia pun muntah darah seketika.

Mil Poong : Kau menang, Lee Geum. Aku kalah.


Lalu, Mil Poong teringat kata2 terakhir Yoon Young.

Yoon Young : Aku akan tiba di sana lebih dahulu. Jangan ketakutan saat kau datang. Aku akan menunggumu sebagai ratu. Kuharap kau akan datang sebagai raja.


Mil Poong : Aku akan mati sebagai raja. Momen terakhirku sebagai raja...

Mil Poong tewas.

Yeongjo sedih melihatnya.

Yeongjo : Akhirnya, ini terjadi. Akhirnya... Lee Tan...


Bersambung ke part 2....

No comments:

Post a Comment