Wednesday, May 8, 2019

Haechi Ep 24 Part 2 (LAST EPISODE)

Sebelumnya...


Tuan Min dan Tuan Jo sedang membahas kematian Mil Poong.

Mereka tidak menyangka, Mil Poong akan mengakhiri hidupnya seperti itu.

Tuan Min : Aku membawa dia untuk dimanfaatkan sebagai boneka Noron. Kita membutuhkan Raja yang menuruti perintah. Itu kesalahanku. Kupikir... aku menjalani hidupku untuk istana. Tapi yang tersisa hanya penyesalan. Konon penyesalan tidak pernah datang di awal. Aku merasa hampa.

Tuan Jo : Hidup tanpa penyesalan bisa lebih mengerikan.


Di Saheonbu, para petugas juga membicarakan kematian Mil Poong.

Jang Dal : Hidup itu sia-sia. Sepanjang hidup dia berusaha menjadi raja dan kini dia tiada.

A Bong : Aku membenci dia hingga saat terakhir. Dia bahkan tidak pantas bunuh diri. Dia seharusnya dihancurkan hingga berkeping-keping.


Moon Soo : Dia sudah mati. Tidak usah dibicarakan.

A Bong : Yi In Jwa dan Wi Byung Joo juga akan dihukum mati, bukan?

Moon Soo terdiam.


Tuan Lee mendesak Yeongjo untuk membuat keputusan segera terkait pemberontak yang masih tersisa.

Yeongjo awalnya bingung, tapi kemudian ia mulai yakin.


Sekarang, Yeongjo membacakan titahnya di hadapan para pejabat.

"Bulan April tahun 1728. Saya akan memberi putusan untuk pemberontak yang membunuh rakyat tidak berdosa dan menyebabkan kebingungan dalam istana. Yi In Jwa, kepala pemberontak, memulai pemberontakan dan darah tertumpah ke seluruh kerajaan. Dia merenggut nyawa banyak orang. Kejahatannya yang keji akan dilunasi dengan hukuman mati. Wi Byung Joo, pembunuh Inspektur Han Jeong Seok, kabur dari tempat pengasingannya, dan bergabung dengan pemberontakan. Dia akan dipenggal untuk kejahatannya yang keji. Segera laksanakan hukuman pada para kriminal itu."


Tuan Yi dan Byung Joo mulai dibawa ke lokasi hukuman.


Si pendongeng kembali berorasi. Ia berkata, hari ini, kepala para pemberontak akan dipenggal. Ia mengajak rakyat melihat seberapa baiknya sang algojo menari.


Tuan Yi dan Byung Joo tiba di lokasi hukuman.

Di belakang, sang algojo menari2, menunggu waktu pemenggalan.

Byung Joo yang ketakutan, menyalahkan Tuan Yi.

"Diam. Jika kau berjuang untuk tujuan yang mulia, hadapilah kematian dengan bangga." jawab Tuan Yi yang tampak lebih tenang.

Byung Joo : Dengan bangga? Tidak ada yang seperti itu sebelum kematian. Dunia yang kuimpikan...


Moon Soo datang.

Moon Soo : Andai kau memilih menjadi manusia dan bukannya binatang saat Jung Seok meminta bantuan, kau bisa berada di sisi lain hari ini. Bukankah begitu? Namin seperti kalian ditunjuk dan kantor terbuka bagi mereka yang berkompeten dalam dunia baru ini.

Byung Joo : Ya. Kau benar. Tapi ingatlah. Kau pikir tindakanmu akan berbeda? Suatu hari, kau juga akan berlutut seperti aku di tempat eksekusi.

Moon Soo : Itu mungkin, tentu saja. Tapi setidaknya aku tidak akan gemetar ketakutan sepertimu.  Aku tidak akan punya penyesalan.

Moon Soo lantas memerintahkan eksekusi dimulai.


Gong tanda eksekusi dimulai mulai dibunyikan.

Sang algojo menari2 mengelilingi mereka.


Byung Joo teringat kata2nya pada Jung Seok dan jawaban Jung Seok atas kata2nya itu.

Byung Joo : Kau tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya, kekuasaan adalah segalanya. Noron menguasai dunia. Seharusnya kau memihak mereka dan hidup.

Jung Seok : Mana bisa kulakukan itu, Byung Joo-ya? Dunia yang kita lihat sangat berbeda.


Byung Joo lalu menatap Moon Soo dan memikirkan kata2 Moon Soo.

Moon Soo : Andai kau memilih menjadi manusia dan bukannya binatang, kau bisa berada di sisi lain hari ini.

Byung Joo menyesal.


Algojo lantas berteriak dan mulai mengayunkan pedangnya, memenggal kepala para pemberontak.

Moon Soo pun memejamkan matanya.


Dal Moon melepaskan kepergian Yoon Young.

Ia menaruh jasad Yoon Young di atas kapal yang berisikan bunga2 berwarna putih.

Ia juga memakaikan Yoon Young hanbok yang terbuat dari sutra.

Dal Moon : Selamat tinggal, Bok Dan-ah. Di kehidupan berikutnya, jangan punya penyesalan atau kebencian. Sesuai harapanmu, terlahirlah kembali sebagai Cheon Yoon Young, yang berpakaian sutra.

Tangis Dal Moon keluar.


Di belakang, Goon Tae menatap lirih Dal Moon.


Yeo Ji menemui Yeongjo.

Yeo Ji: Anda sudah berusaha cukup keras. Aku tahu hari ini pasti sulit untuk Anda. Kupikir mungkin Anda bisa menerima penghiburan.

Yeongjo : Takut. Aku juga takut. Selama aku menjadi raja, hal seperti itu akan terus terjadi. Aku akan harus menghukum atau membunuh orang. Aku penasaran apakah keputusanku akan selalu tepat. Akankah aku mampu menghindari membuat keputusan yang salah? Itu akan terus mempertanyakan kualifikasiku sebagai raja.

Yeo Ji : Maaf aku menyela, tapi boleh kukatakan sesuatu, Yang Mulia?


Yeongjo berbalik dan menatap Yeo Ji.

Yeo Ji : Fakta bahwa Anda mempertanyakan semua itu pada diri sendiri sudah menunjukkan bahwa Anda pantas menjadi raja. Anda terkadang akan membuat keputusan yang buruk. Tapi pada saat yang sama, Anda akan terus mempertanyakan hal yang sama pada diri sendiri. Karena itu, Anda akan mudah kembali ke jalan yang benar lagi. Karena itu aku memercayai dan menghormati Anda. Karena itu juga aku mencintai Anda, Yang Mulia.

Yeongjo kaget, Yeo Ji-ya...

Yeo Ji tersenyum.


Yeongjo lantas berjalan ke arah Yeo Ji. Lalu ia memeluk Yeo Ji. Tangis Yeo Ji bercucuran dalam pelukan Yeongjo.


Yeongjo kemudian melepas pelukannya dan menghapus tangis Yeo Ji serta menatap Yeo Ji dengan intens.


Paginya, Tuan Min didemo anggotanya gara2 rencana Yeongjo membasmi Kepala Seksi Personalia Saheonbu.

Tuan Min membela Yeongjo.

Tuan Min : Apakah kau tidak berharap ini terjadi saat Yang Mulia menunjuk Lee Gwang Jwa sebagai perdana menteri? Yang Mulia akhirnya berhasil menekan pemberontakan. Dia bahkan dicintai oleh rakyat negeri ini. Tidak ada pembenaran untukmu melawan ini.

Menteri Personalia : Karena itu kau perlu melangkah maju dan membantu kami.

Tuan Min : Naega wae? Kau lah yang memberitahuku bahwa aku tidak memenuhi syarat.

Tuan Min lantas tertawa dan menyuruh orang2 itu pergi.


Tuan Cho juga sibuk mempersiapkan agenda rapat bersama orang2nya.

Tak lama Tuan Lee datang. Tuan Lee menanyakan Yeongjo. Tuan Cho berkata, Yeongjo baru tertidur dua jam yang lalu.

Tuan Lee pun berniat menunda rapat.


Tapi Yeongjo tiba2 datang dan mengajak mereka semua rapat.

Tuan Lee cemas. Ia takut Yeongjo jatuh sakit karena sudah beberapa hari, Yeongjo kurang tidur.

Yeongjo : Tidak perlu cemas. Saat serigala berburu, ia tidak memberi waktu istirahat kepada mangsanya.


Yeongjo memasuki balai istana. Ia pun memula rapat dengan agenda pembasmian kepala seksi personalia dan reformasi tiga agensi lagi.


Petugas Yoon menyiapkan petisi untuk mendukung reformasi personalia Yeongjo.

Petugas Yoon : Yang Mulia sudah mengumumkan. Banyak inspektur dan pejabat tinggi yang pernah bekerja di Saheonbu berpartisipasi dalam menulis nama mereka. Aku tahu benar ini keputusan yang sulit dibuat. Tapi jika kau sungguh berharap agar Saheonbu berubah, kita harus melangkah maju dan memimpin.


Petugas Joo datang. Melihat ada rekannya yang ragu2, ia menegurnya dengan keras.

Petugas Joo : Kenapa kau ragu-ragu? Jika kepala seksi personalia dibasmi, kita bisa mulai bekerja berdasarkan kompetensi alih-alih harus menjilat atasan kita.


Petugas Yoon tanya, apa Petugas Joo sudah berpartisipasi dalam petisi itu.

Petugas Joo : Tentu saja. Sudah lama aku mendambakan perubahan dalam Saheonbu. Aku harus mematuhi ketua tim.

Petugas Yoon langsung menjabat Petugas Joo dan mengucapkan terima kasih.


A Bong memeriksa petisi itu dan tidak menemukan nama Petugas Joo.

Jang Dal : Kau benar juga.  Ada Joo Young Hoon, tapi Joo Young Han tidak ada.

Petugas Joo : Itu tidak mungkin benar.

Petugas Yoon : Kau serius?

Petugas : Astaga, kenapa tertulis seperti ini? Aku yakin sudah menulis namaku, "Joo Young Han". Kenapa tertulis sebagai "Joo Young Hoon"?

A Bong : Tulis lagi namamu.

Terpaksa lah Petugas Joo menuliskan namanya disana.


Para Jipyeong protes lagi.

"Tapi Yang Mulia, alasan kami memberikan wewenang personalia kepada kepala seksi personalia adalah agar dia mencegah tirani dari para pejabat tingkat tinggi."

"Meski itu dibuat untuk menyingkirkan tirani, akhirnya itu hanya menjadi korupsi dan terdegradasi. Karena itu aku ingin membasminya." jawab Yeongjo.

"Lantas bagaimana Anda bisa yakin reformasi akan bebas dari korupsi?"

"Aku membuat regulasi mendetail untuk mencegah itu terjadi. Kalian yakin sudah membaca seluruhnya?" ucap Yeongjo.


Para Jipyeong langsung diam dengan ekspresi menahan malu.


Yeongjo : Kurasa rapat telah berlangsung cukup lama. Aku pikir kita sudah bicara selama dua jam. Kalian pasti lelah karena berdiri terlalu lama. Aku seharusnya lebih pengertian. Kita selesaikan rapat pagi ini. Kita rehat sejenak. Setelah kira-kira 30 menit, kita akan meneruskan rapat di siang hari.

Yeongjo mengatakannya sambil tersenyum.

Para pejabat tampak berusaha menahan tawa.

Bersambung ke part 3...........

No comments:

Post a Comment