• Sinopsis Wonderful World Episode 1-16

    Kim Nam Joo dan Cha Eun Woo memiliki rasa sakit yang sama akibat kehilangan seseorang yang sangat berharga bagi mereka.

  • Duis non justo nec auge

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

Temptation Of An Angel Ep 20

Sebelumnya <<<


Jae Hee yang hendak kembali ke apartemennya, dihampiri oleh Hyun Woo. Jae Hee terkejut melihat kedatangan Hyun Woo. Hyun Woo lega karena Jae Hee baik2 saja. Ia mengaku cemas, takut Jae Hee kenapa2. Hyun Woo lantas memeluk Jae Hee, namun Jae Hee yang sudah lelah melepaskan dirinya dari pelukan Hyun Woo.

“Jae Hee-ya. Aku tahu ini melelahkan buatmu, tapi tidak ada bukti. Kenapa kau harus curiga?” tanya Hyun Woo.


“Bukankah Direktur Jung sudah mengatakannya? Kalau itu tidak disengaja, bagaimana bisa hal itu terjadi?” ucap Jae Hee.

“Jae Hee-ya, jika kau mempercayai hal itu, maka tidak ada lagi yang bisa kita lakukan.  Jae Hee-ya, bukankah kau mengatakan kau mempercayaiku dan kau ingin pergi denganku?” tanya Hyun Woo.

“Walaupun begitu, bagaimana caranya aku mengubah fakta bahwa aku adalah Joo Kyeong Ran? Seperti kau yang bukan Ahn Jae Sung, tapi Shin Hyun Woo. Darah yang mengalir di dalam tubuh kita tidak bisa dirubah.” Jawab Jae Hee.

Ponsel Hyun Woo berdering. Semula Hyun Woo enggan menjawab panggilan dari ibunya. Tapi akhirnya ia menjawabnya juga. Betapa terkejutnya Hyun Woo mengetahui apa yang terjadi pada ayahnya.


Hyun Woo ditemani Jae Hee bergegas ke rumah sakit. Bersamaan dengan tibanya Hyun Woo dan Jae Hee, Hyun Min dan Hyun Ji juga tiba. Hyun Woo ingin tahu apa yang terjadi. Seketaris Kang menjelaskan kalau Presdir Shin mengalami kecelakaan karena ingin mencegah Nyonya Jo yang mau bunuh diri. Mendengar hal itu, Hyun Ji dan Hyun Min marah.

“Ibu, apa ibu takut ayah akan menyalahkan ibu, jadi ibu berniat bunuh diri? Begitukah!” teriak Hyun Ji.

Yang bisa dikatakan Nyonya Jo hanyalah kata maaf.

“Berhentilah meminta maaf! Ibu membohongi ayah selama 30 tahun tentang Joo Seung Hyung! Ibu sangat munafik!” teriak Hyun Min.


“Berhenti! Ayah sedang terbaring di ruang operasi, apa menurutmu perasaannya akan membaik mendengar kita saling menyalahkan!” tegur Hyun Woo.


“Oppa, kaulah satu2nya orang yang harus berhenti! Ini semua karena Joo Ah Ran masuk ke dalam keluarga kita! Kenapa kau membawa adik Joo Ah Ran kemari! Cepat bawa wanita ini pergi!” teriak Hyun Ji.

“Shin Hyun Ji!” tegur Hyun Woo.


Jae Hee pun hanya bisa menunduk sedih.


Tepat saat itu, dokter keluar dari ruang operasi. Dokter berkata, bahwa kondisi Presdir Shin tidak baik. Presdir Shin mengalami kerusakan pada saraf tulang belakangnya. Presdir Shin juga kehilangan banyak darah. Hyun Ji cemas, ia takut ayahnya meninggal. Hyun Woo terkejut dan Hyun Min menangis.

“Dokter, kumohon selamatkan dia. Jangan pedulikan aku. Kau bisa mengambil organ dalam tubuhku!” pinta Nyonya Jo.

“Dokter, tolong selamatkan ayahku bagaimana pun caranya!” pinta Hyun Woo.

“Biarkan Ah Ran menghukumku. Orang yang bersalah adalah aku., kenapa harus dia yang dihukum? Ah Ran membuat kesalahan, dia menghukum orang yang salah!” teriak Nyonya Jo.


Tangis Nyonya Jo pecah. Ia terjatuh. Hyun Ji memegangi ibunya. Jae Hee hanya bisa diam dan menangis.


Sementara itu, Ah Ran menunggu seseorang di stasiun kereta. Ia menutupi wajahnya dengan koran. Tak lama kemudian, Joo Seung yang ditunggunya datang. Joo Seung menanyakan mobil Ah Ran. Ah Ran berkata jika ia meninggalkan mobilnya begitu saja dan lari ke stasiun kereta.

“Kerja bagus. Kita tidak boleh membiarkan mereka melakukan apapun. Tidak peduli apakah Presdir Shin atau Hyun Woo Hyung yang melaporkanmu, kita harus menyusun rencana untuk membalas mereka.” Jawab Joo Seung.

“Shin Hyun Woo tidak berada di vila, jadi bagaimana bisa mereka menuduh kita mencoba membunuhnya dengan menciptakan kebakaran itu? Tidak ada bukti aku penyebab kebakaran itu.” ucap Ah Ran.


“Meskipun begitu, mereka memiliki rekaman pada malam itu. Dengan bukti itu, kita tidak akan bisa lolos. Rekaman itu sudah cukup membuktikan bahwa kita berusaha membunuhnya.” Jawab Joo Seung.

Ah Ran menghela napas. Ia mengaku perasaan seperti itu pernah ia rasakan saat ia berusia 18 tahun. Saat itu, ia menyadari bahwa bibinya hendak menjual dirinya pada pria tua. Karena itulah, ia bersembunyi seperti orang gila sepanjang malam. Ah Ran berkata, tidak ingin merasakan perasaan itu lagi.

Joo Seung tampak iba pada Ah Ran. Joo Seung lalu berkata, bagaimana pun caranya mereka harus bisa mendorong Hyun Woo dalam jurang keputusasaan karena dengan begitu Hyun Woo tidak akan mengganggu Ah Ran lagi.

“Bahkan jika dia terbukti bersalah karena melakukan pemalsuan identitas, dia tidak akan melepaskan dirimu..” ucap Joo Seung lagi.


Presdir Shin masih belum sadarkan diri pasca operasi. Seluruh keluarga terkejut saat dokter mengatakan bahwa Presdir Shin akan lumpuh. Dokter meminta seluruh keluarga merahasiakan hal itu dari Presdir Shin. Hyun Min menangis menatap ayahnya yang terbaring tak berdaya.


“Ayah hidup dengan harga dirinya yang cukup tinggi selama ini. Ayah dikhianati oleh istrinya dan sekarang ayah tidak bisa berjalan. Kenapa bisa begini? Bagaimana ayah akan hidup?” isak Hyun Ji.


Presdir Shin akhirnya membuka matanya. Begitu sadar, Presdir Shin langsung mencari istrinya. Nyonya Jo pun meminta maaf dan berkata bahwa dirinya baik2 saja. Presdir Shin lega melihat istrinya masih hidup. Presdir Shin lalu berkata, jika Nyonya Jo mati maka ia akan mengikuti Nyonya Jo sampai ke neraka untuk membalas Nyonya Jo.

“Kenapa kau menyelamatkanku? Seharusnya kau membiarkan aku mati. Kau membuatku merasa bersalah, bagaimana sekarang aku bisa menatap wajahmu?” ucap Nyonya Jo.

“Aku baik2 saja. Shin Woo Sub tidak akan mati seperti ini. Jika kau yang tertabrak, tulangmu bisa patah. Itulah kenapa aku bertahan.” Jawab Presdir Shin.

Mendengar kata2 Presdir Shin, tangis Nyonya Jo kian merebak.

“Ayah, jangan banyak bicara dulu. Ayah baru saja menjalani operasi besar.” Pinta Hyun Woo.

“Operasi apa? Lihatlah, ayah bahkan dapat bicara sekarang. Itu artinya luka ayah tidak parah. Ibumu akan tinggal disini menemaniku, kalian pulanglah dan beristirahat.” Jawab Presdir Shin.

Mendengar itu, Nyonya Jo semakin menangis.


Ah Ran menemui Jae Hee di kafe. Jae Hee memberitahu Ah Ran tentang keadaan Presdir Shin. Ah Ran terkejut, tapi ia bersyukur. Ia berkata, Tuhan akkirnya menghukum Presdir Shin. Tapi menurut Ah Ran, itu masih belum cukup dibandingkan dengan yang telah dilakukan Presdir Shin padanya.

“Kumohon, berhentilah! Sampai seberapa jauh kau ingin pergi? Tidak peduli apapun yang dia lakukan, sakit yang dia rasakan itu sudah cukup!” ucap Jae Hee.

“Baru luka sedikit saja dan kau tidak tega melihatnya? Orang itu, dia menikmati apa yang tidak bisa dinikmati orang tua kita selama 25 tahun. Kekayaan, kekuasaan, dia mengambil semuanya! Sekarang, bahkan meskipun dia duduk di kursi roda, setidaknya dia tidak mengemis di jalanan. “ jawab Ah Ran.


“Jadi kau mengharapkan kematian Presdir Shin. Apa dengan begitu, orang tua kita akan kembali hidup? Hari dimana kau kehilangan, kau tidak akan bisa menemui mereka lagi dengan balas dendammu. Kau hanya akan kehilangan lebih banyak karena balas dendammu itu!” ucap Jae Hee.

“Balas dendam adalah tujuan hidupku sekarang. Alasan aku bertahan karena ayah dan ibu. Lebih tepatnya agar mereka bisa melihat kita sekarang.” jawab Ah Ran.

“Kau sedang dikejar2 karena kejahatanmu sekarang dan aku bahkan tidak bisa menemui orang yang aku cintai. Apakah ini cara orang tua kita untuk melihat kita? Aku mohon padamu, jika kau ingin aku kembali menjadi Kyeong Ran, temui Shin Hyun Wo dan minta maaf padanya.  Lalu aku akan membatalkan pernikahan kami.” Ucap Jae Hee.

Jae Hee pun beranjak pergi, sementara Ah Ran merasa terluka dengan kata2 sang adik.

(Si Jae Hee ini ya masih gak ngerti juga. Dia malah nyuruh Ah Ran minta maaf pada Hyun Woo, padahal dia jelas2 tahu apa yang membuat Ah Ran berubah seperti itu. Masih juga nih bocah ngebelain keluarga Shin Hyun Woo)


Nyonya Jo yang sedang menungguin Presdir Shin mengaku tidak punya rasa kepercayaan diri untuk tetap stay di sisi Presdir Shin. Nyonya Jo juga berkata tidak punya muka lagi untuk bertemu anak2 mereka. Nyonya Jo pun meminta Presdir Shin membiarkan dirinya pergi.

“Kemana kau akan pergi? Aku ingin kau tetap berada di sisiku, melayaniku sampai aku mati.” Jawab Presdir Shin.

“Joo Seung anakku dan aku berbalik menyerangmu, kenapa kau bisa setenang ini? Kau seharusnya membenciku, memarahiku dengan sekuat tenagamu. Sikapmu yang seperti ini membuatku tertekan! Aku tidak bisa bernapas!” ucap Nyonya Jo.

Nyonya Jo lantas beranjak pergi, namun Presdir Shin memanggilnya.

“Yeobo, Joo Seung adalah anakmu. Aku sudah tahu hal itu cukup lama.” Jawab Presdir Shin.


Nyonya Jo terkejut, apa?

“Saat aku kembali dari perjalanan bisnisku, Seketaris Nam yang memberitahukannya padaku. Dia membawa anak itu padaku. Tapi itu benar2 aneh. Saat aku melihatnya, aku sudah merasa dia seperti anakku sendiri. Anak itu, yang dilahirkan istriku adalah anakku.” Jawab Presdir Shin.

Presdir Shin menangis. Nyonya Jo syok, ia tidak menyangka Presdir Shin sudah mengetahui siapa Joo Seung sejak awal dan menyayangi Joo Seung dengan tulus.

“Saat aku terbangun di malam hari dan melihatmu menangis, fakta bahwa aku tidak bisa memaafkan dirimu itu benar. Tapi aku benar2 merasakan sesuatu pada Joo Seung.” Ucap Presdir Shin lagi.


Nyonya Jo terduduk lemas. Ia merasa sangat bersalah pada suaminya.

“Aku pikir kau akan mengabaikan suamimu yang kasar ini, tapi sepertinya kau begitu membenci diriku. Kau membalasku dengan melahirkan anak Seketaris Nam.” Ucap Presdir Shin.

“Kenapa kau tidak mengatakan semuanya padaku! Aku hidup dalam ketakutan bahwa kau akan menemukan kenyataan ini!” tanya Nyonya Jo.

“Jika aku memberitahu dirimu, lalu apakah kau akan tetap berada di sisiku? Kau pasti akan membawa Joo Seung ke tempat dimana aku tidak bisa menemukan kalian.” Jawab Presdir Shin.

“Joo Seung sekarang menganggap kita sebagai musuhnya! Dia membunuh Hyun Woo dan ingin merebut istri Hyun Woo juga! Itu semua karena diriku! Anak yang kulahirkan dengan penuh darah dan perjuangan. Bagaimana caranya aku menebus kesalahan ini! Bagaimana?” ucap Nyonya Jo.

Tangis Nyonya Jo semakin meledak.


Selama sang ayah sakit, Hyun Woo lah yang mengambil alih tugas ayahnya di perusahaan. Ia menyuruh Seketaris Kang menyiapkan meeting darurat dan menyuruh Seketaris Kang mendapatkan pinjaman dari bank. Seketaris Kang berkata akan sulit mendapatkan pinjaman dari bank karena kondisi Presdir Shin.

Hyun Woo menggelar rapat darurat di depan para investor.


Seketaris Kang memuji cara kerja Hyun Woo. Ia berkata, sepertinya para investor menyukai presentasi yang dilakukan Hyun Woo. Hyun Woo lantas mendapatkan panggilan dari kantor polisi.


“Shin Hyun Woo, kau bilang istrimu Joo Ah Ran ingin membunuh suaminya yang lumpuh dengan menciptakan kebakaran itu?” tanya polisi.

“Itu benar.” Jawab Hyun Woo.

“Lalu siapa Shin Hyun Woo yang duduk di depanku sekarang? Saat itu kau sedang koma, kan? Bagaimana caramu meloloskan diri? Bukti yang kami temukan di lokasi kejadian, silicon dan wig, apa itu artinya kau berpura2 koma?” tanya polisi.


Hyun Woo pun terdiam.

“Faktanya aku tersadar saat Joo Ah Ran menyiapkan semua ini. Itulah kenapa dia mengunciku dan menyalakan gas.” Jawab Hyun Woo.

“Pertama, kita akan bekerja sama untuk menyelidiki kasus ini. Dan kita juga akan menemukan bukti keterlibatan Joo Ah Ran.” Ucap polisi.

“Aku akan bekerja sama.” Jawab Hyun Woo.

“Berdasarkan statement Joo Ah Ran, kau menggunakan nama Ahn Jae Sung untuk mendirikan perusahaan. Apa kau sadar kau bisa dituntut atas pemalsuan dan penipuan?” tanya polisi.

Hyun Woo pun mulai cemas.. hahaha…


Di depan kantor polisi, Hyun Woo bertemu dengan Joo Seung. Hyun Woo kembali menyindir Joo Seung dengan menuduh Joo Seung menyerangnya karena jealous dicampakkan oleh sang ibu. Pada kesempatan ini juga, Hyun Woo memberitahu tentang ayahnya yang terbaring di rumah sakit karena kecelakaan. Joo Seung terkejut. Ia ingin tahu kapan dan kenapa Presdir Shin kecelakaan. Namun Hyun Woo tidak menjawabnya. Hyun Woo malah berkata akan menyeret orang2 seperti Ah Ran dan Joo Seung ke pengadilan.


Jae Hee menemui paman dan bibinya di sebuah café. Awalnya, Jae Hee terlihat enggan menemui mereka, namun ekspresinya langsung berubah saat paman dan bibinya menyodorkan fotonya bersama keluarga kandungnya. Jae Hee terharu melihat foto ayah dan ibunya.


“Aigoo, ketika kecil Ah Ran dan Kyeong Ran sangat dekat. Mereka tidak pernah bertengkar. Ah Ran sudah seperti ibu bagi Kyeong Ran.” Ucap bibi Ah Ran.


Jae Hee tampak sedih mendengarnya.

“Darah lebih kental daripada air. Bagaimana mungkin Kyeong Ran tidak peduli pada keluarganya? Memangnya dia binatang atau manusia?” ucap paman Ah Ran.

“Jadi begini wajah ayah dan ibuku. Matanya, hidungnya, mulutnya begitu mirip denganku. Bagaimana aku bisa hidup sampai sekarang tanpa mengetahuinya?” ucap Jae Hee.

“Sebenarnya ayahmu adalah orang yang tidak pernah dianggap oleh Presdir Shin. Aigoo, jika seperti ini, harusnya aku yang mati duluan.” Ucap paman Ah Ran.


“Hey, apa yang kau katakan? Jika kau pergi, bagaimana denganku?” protes bibi Ah Ran.

“Kyeong Ran, atas nama orang tuamu, kau tidak boleh melupakan kakakmu. Jika kau mendengarkanku, mulai sekarang kau akan memiliki hidup yang berbeda. Aku tidak akan meminta apapun.” Ucap paman Ah Ran.

“Hey, apa kau sudah mabuk?” protes bibi Ah Ran.

“Sejak kita dilahirkan ke dunia ini, kita harus hidup seperti manusia!” jawab paman Ah Ran.

Kekecewaan terlihat di wajah Jae Hee. Ya, ia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Ah Ran adalah kakak kandungnya.


Ah Ran dan Joo Seung menjenguk Presdir Shin di rumah sakit. Ah Ran membawakan bunga untuk Presdir Shin. Namun Presdir Shin mencampakkan bunga yang diberikan Ah Ran. Ah Ran menyindir, ia berkata meski Presdir Shin lumpuh tapi temperamental Presdir Shin tetap tidak berubah.


Presdir Shin terkejut mengetahui dirinya lumpuh. Ah Ran berkata, itu balasan atas apa yang dilakukan Presdir Shin pada keluarganya 25 tahun yang lalu. Tepat saat itu, Hyun Woo datang dan mengusir Ah Ran dan Joo Seung. Presdir Shin berteriak, ia tidak terima kakinya lumpuh.


Nyonya Jo datang. Nyonya Jo meminta Joo Seung dan Ah Ran menghukumnya saja. Joo Seung pun berkata bahwa Presdir Shin akan duduk di kursi roda selamanya sebagai balasan karena telah membunuh orang tua Ah Ran. Setelah mengatakan itu, Joo Seung beranjak pergi. Ah Ran menatap tajam Presdir Shin sebelum pergi menyusul Joo Seung.


Hyun Woo menyusul Joo Seung. Ia mencengkram kerah baju Joo Seung dan meminta Joo Seung berhenti merajuk. Hyun Woo bertanya, apa hanya Joo Seung satu2nya anak yang tidak memiliki orang tua. Joo Seung menatap Hyun Woo dengan tatapan kecemburuan.

“Setidaknya kau masih memiliki ayahmu. Kau juga berpendidikan tinggi. Seorang anak yang mengancam ibunya dengan sebilah pisau tidak boleh ada di dunia ini!” ucap Hyun Woo.

“Apa kau pikir aku bersikap seperti ini karena aku tidak memiliki mainan?! Aku bukan dicampakkan, tapi aku dibunuh secara brutal! Setidaknya, Nyonya membunuhku secara brutal di dalam mimpinya! Aku hidup seperti ini, sepanjang hidupku, berjalan di sekitar bom yang siap meledak, seberapa banyak kemarahan dan kegelisahan yang dia rasakan! Perasaan dibuang oleh ibumu, apa kau tahu, Hyung?” jawab Joo Seung.


“Joo Seung-ssi, kebencianmu itu, aku akan membantumu melepaskannya.” Ucap Ah Ran.

Ah Ran lantas menyerahkan selembar cek yang menjadi satu2nya harapan untuk menyelamatkan Soul dari kebangkrutan. Ah Ran berkata, jika Hyun Woo tidak bisa melunasi hutangnya hari itu juga, maka Soul akan bangkrut. Hyun Woo pun kesal melihat Ah Ran. Joo Seung menerima cek itu. Ah Ran berkata, ia ingin memberikan kesempatan bagi Joo Seung untuk menghancurkan Soul.


“Baiklah, Joo Ah Ran. Kau ingin bertarung denganku sampai akhir? Aku tidak akan memberikanmu kesempatan berdamai dengan Jae Hee.” Ucap Hyun Woo.

Hyun Woo lantas mengancam mereka. Ia menunjukkan USB yang berisi rekaman kejadian malam itu dan sidik jari Ah Ran di vila. Ia berkata jika USB itu sampai jatuh ke tangan polisi, riwayat Ah Ran dan Joo Seung akan tamat. Namun Joo Seung berhasil membungkam mulut Hyun Woo dengan menggunakan cek itu.


“Berhenti! Hentikan pembalasan dendam ini! Anak2 yang kulahirkan saling menggigit dan bertengkar. Ini bukan kehidupan, ini neraka!” ucap Nyonya Jo.

“Ini neraka yang Presdir dan Nyonya ciptakan. Aku akan membantu Ah Ran mendapatkan keadilan atas kejahatan yang dilakukan oleh Presdir Shin 25 tahun yang lalu.” ucap Joo Seung.


Joo Seung lantas mengajak Ah Ran pergi. Nyonya Jo terduduk lemas. Ia sangat terguncang melihat anak2nya saling berkelahi.


Perawat datang ingin mengantarkan Presdir Shin check up. Tapi Presdir Shin marah saat perawat ingin membantunya duduk di kursi roda. Presdir Shin berusaha duduk sendiri di kursi rodanya tapi ia malah terjatuh. Saat perawat ingin membantunya berdiri, ia kembali marah dan mendorong perawat itu. Dengan sekuat tenaga Presdir Shin berusaha duduk di kursi roda, tapi tidak berhasil.
:'(:'(:'(


Hyun Woo pusing karena tidak ada dukungan dana untuk menyelamatkan Soul dari ambang kehancuran. Seketaris Kang memberitahu Hyun Woo bahwa Ah Ran sudah menjual beberapa furniture dengan harga miring. Hyun Woo makin stress. Ia sadar mereka akan sulit mendapatkan pinjaman dari bank. Seketaris Kang lalu memberikan sebuah surat yang ditujukan untuk Hyun Woo. Surat dari Jae Hee.

Ahjussi, bahkan meskipun aku ingin menyangkal kenyataan itu, aku tidak bisa mengubah fakta bahwa aku adalah Joo Kyeong Ran. Sekarang sepertinya aku sudah memahami apa yang dirasakan eonni. Kumohon, tolong maafkan kejahatan yang sudah dilakukan eonni ku. Momen2 dimana aku bisa mencintaimu, aku sangat bahagia.


Hyun Woo menangis membaca surat Jae Hee. Sementara itu, Jae Hee sudah berada di dalam sebuah bus. Jae Hee juga nampak sedih.


Ah Ran dan Joo Seung terkejut karena Jae Hee mengembalikan sepatu merah itu pada Ah Ran. Joo Seung mengerti bahwa Jae Hee tidak ingin kembali menjadi Kyeong Ran. Ah Ran pun terluka karena mengira Jae Hee memilih Hyun Woo. Joo Seung pun membujuk Ah Ran untuk membuat Soul bangkrut.


Tepat saat itu, Hyun Woo datang. Hyun Woo mengaku ingin mengatakan sesuatu. Sepertinya soal kepergian Jae Hee. Ah Ran tersenyum evil karena mengira Hyun Woo sudah berada di ambang keputusasaan menghadapi kehancuran Soul. Ponsel Joo Seung berdering. Joo Seung menerima panggilan dari Nyonya Jo.


Joo Seung pergi menemui Nyonya Jo di tepi Sungai Han. Nyonya Jo bertanya, apa Joo Seung benar2 menginginkan kebangkrutan Soul. Joo Seung tersenyum sinis, ia berkata pada akhirnya Nyonya Jo datang memohon padanya demi perusahaan.


“Demi diriku, apakah tidak bisa kau menghentikannya? Tidak peduli untuk Hyun Woo atau pun ayah Hyun Woo, Soul segalanya bagi kami. Kumohon padamu, Joo Seung-ya.” pinta Nyonya Jo.

“Hyun Woo, Hyun Woo, Hyun Woo! Tidak bisakah anda berhenti menyebut namanya?! Apakah aku tidak ada artinya dibanding Hyun Woo! Apakah kau tidak bisa melihat pisau yang sudah membusuk di hatiku!”


Nyonya Jo lantas berlutut, ia memohon agar Joo Seung menyelamatkan Soul. Ia juga meminta Joo Seung agar tidak menyentuh keluarganya. Ia berkata tidak masalah jika Joo Seung ingin membunuhnya, tapi jangan keluarganya. Mendengar itu, Joo Seung semakin emosi. Ia ingin Hyun Woo yang berlutut padanya dan memohon padanya.


Joo Seung lantas beranjak pergi, namun kata2 Nyonya Jo menghentikan langkahnya. Nyonya Jo mengaku bahwa dirinya lah yang membunuh orang tua Ah Ran. Joo Seung terkejut mendengarnya. Nyonya Jo mengaku dia lah yang membunuh orang tua Ah Ran. Tapi Joo Seung tidak percaya dengan yang dikatakan Nyonya Jo. Ia menuduh Nyonya Jo sengaja mengatakan itu untuk menutupi kejahatan yang sudah dilakukan Presdir Shin.

“Ayah Ah Ran mengetahui hubunganku dengan ayahmu. Secara tidak sengaja, dia mendengar bahwa aku memiliki anak dari ayahmu. Ayah Ah Ran dan ayah Hyun Woo selalu bertengkar setiap hari karena kualitas bahan yang buruk. Aku sangat takut dia keceplosan mengatakan rahasiaku.” Cerita Nyonya Jo.

“Jadi anda membunuh ayah Ah Ran? Apa anda pikir saya akan mempercayai anda?” tanya Joo Seung.

“Mendiang ayahmu juga mengetahuinya. Setelah dia mengetahui orang tua Ah Ran terbunuh, dia merasa sangat bersalah. Itulah kenapa dia menyuruhmu menjaga dan melindungi Ah Ran.” Jawab Nyonya Jo.

“Tidak mungkin!” ucap Joo Seung syok.

“Sekarang kau sudah tahu, kan? Ah Ran seharusnya membalaskan dendamnya padaku, bukan pada Hyun Woo atau pun ayah Hyun Woo. “ jawab Nyonya Jo.

“Tidak mungkin! Tidak mungkin!” teriak Joo Seung.

“Aku membawa Kyeong Ran ke panti asuhan karena aku merasa bersalah sudah membunuh orang tuanya. Karena aku merasa bersalah sudah menghancurkan keluarga itu, hidupku tidak pernah tenang.” Jawab Nyonya Jo.

“Berhentilah berbohong. Itu tidak mungkin. Jangan mengatakan apapun lagi!” teriak Joo Seung.

Joo Seung lantas pergi dengan wajah syok. Nyonya Jo terduduk lemas, ia menyesali perbuatannya.


Joo Seung yang sudah tiba di mobilnya, teringat kata2 Ah Ran. Saat itu, mereka berada di tepi pantai.  Hari dimana Ah Ran sedang melaksanakan bulan madunya dengan Hyun Woo.

“Hyun Woo tidak bersalah, tapi sudah takdirnya memiliki orang tua yang sangat kejam. Ketika aku melayani pria hidung belang, pria itu tidur di rumahnya yang nyaman.” Ucap Ah Ran penuh dendam.

Flashback end

Joo Seung syok, tangisnya seketika pecah. Ia tidak menyangka bahwa ibunya lah yang sudah menyebabkan kematian orang tua Ah Ran.


Sementara itu, Hyun Woo terdiam di mobilnya sambil menatap USBnya yang berisi bukti kejahatan Ah Ran. Sepertinya Hyun Woo berada di depan kantor polisi. Dengan wajah penuh kebencian, Hyun Woo berkata bahwa selama ini ia ragu melaporkan Ah Ran karena Ah Ran adalah kakak yang sangat dirindukan Jae Hee, namun ia tidak punya pilihan lain lagi. Ia memutuskan untuk menyerahkan USB itu pada polisi karena Ah Ran lah yang sudah mendorongnya mengambil jalan itu.

Tepat saat Hyun Woo hendak turun dari mobilnya, Nyonya Jo tiba2 saja muncul. Hyun Woo pun terkejut melihat kemunculan sang ibu.


Nyonya Jo mengaku dirinya lah yang membunuh orang tua Ah Ran. Hyun Woo syok mendengarnya. Nyonya Jo mengaku ia melakukan itu karena takut rahasianya terbongkar. Selain membunuh, ia tidak tahu lagi caranya menutup mulut ayahnya Ah Ran. Hyun Woo tidak percaya dengan yang dikatakan ibunya.

“Aku hanya berusaha melindungi Joo Seung. Jika ayahmu sampai tahu, mungkin dia akan membunuh Joo Seung.” Jawab Nyonya Jo.


“Jadi yang dikatakan Joo Ah Ran benar? Ibu, karena ibu takut keluarga ibu hancur jadi ibu menghancurkan keluarga orang lain begitu! Dua orang yang tidak bersalah meninggal dan dua orang anak menjadi yatim piatu! Jae Hee bahkan tidak tahu alasannya. Rasa sakit yang dirasakan Joo Ah Ran dan Jae Hee selama 25 tahun, bagaimana cara ibu bisa menebusnya!” teriak Hyun Woo.

Tangis Hyun Woo pecah, ia tidak menyangka kenyataan ini.

“Katakan pada ibu, apa yang harus ibu lakukan?” tanya Nyonya Jo.

“Kenapa ibuku bisa menjadi orang sekejam itu?” ucap Hyun Woo.

“Ibu tahu ibu tidak berhak meminta ini padamu, tapi bisakah kau melepaskan Ah Ran?” pinta Nyonya Jo.


“Lalu bagaimana denganku? Rasa sakit yang kurasakan saat diriku sekarat, rasa sakit yang kurasakan saat diriku menjalani operasi plastic, balas dendamku.. Ibu ingin aku melupakannya? Aku tidak bisa melupakannya. Kejahatan ibu, ibulah yang akan menebusnya. Aku akan melakukan apapun yang aku inginkan sekarang.” jawab Hyun Woo.

Hyun Woo lantas pergi. Nyonya Jo menangis, menyesali semuanya.


Hyun Woo berjalan gontai ke kantor polisi. Sesampainya di sana, ia langsung menemui polisi yang menangani kasusnya. Pada polisi itu, ia mengaku memiliki bukti kuat kejahatan Ah Ran dan Joo Seung. Tapi itu semua hanyalah khayalan Hyun Woo semata. Pada kenyataannya, Hyun Woo masih berdiri di tangga.


“Ibuku yang menyebabkan kematian orang tua wanita itu, jadi sekarang bagaimana bisa aku menghukum wanita itu?” tanya Hyun Woo pilu.

Hyun Woo lalu menerima panggilan dari Joo Seung.


Hyun Woo pergi menemui Joo Seung. Joo Seung mengira Hyun Woo lah yang menyuruh Nyonya Jo mendatanginya. Joo Seung berkata, meskipun ia tahu ibunya lah yang menewaskan orang tua Ah Ran, tidak akan ada yang berubah. Joo Seung lantas beranjak pergi, namun kata2 Hyun Woo membuat langkahnya terhenti.

“Apa perasaanmu menjadi lebih baik setelah mengatakan itu. Kau tidak mengakui ibumu sendiri dan memilih tetap berada di sisi wanita yang kau cintai. Meskipun begitu, kau tidak bisa memungkiri kenyataan bahwa dirimu adalah anak dari Jo Kyung Hee, wanita yang sudah membunuh orang tua Joo Ah Ran.” Ucap Hyun Woo.

Joo Seung pun berbalik dan menatap Hyun Woo.

“Kau juga sama, Hyung. Kau tidak bisa mengabaikan permusuhan yang terjadi antara dua keluarga dan mencintai Yoon Jae Hee.” Jawab Joo Seung.


“Tapi setidaknya aku tidak menyangkal masa lalu! Aku berharap Jae Hee akan bisa memaafkan ibu. Meskipun tanganku harus tergores, meskipun aku harus berlutut, sampai jantungku berhenti aku akan memohon pengampunan Jae Hee. Itu adalah hal terakhir yang bisa kulakukan untuk wanita yang kucintai.” Ucap Hyun Woo.

“Aku tidak akan memberitahu Ah Ran. Dia bukan ibuku.” Jawab Joo Seung.

“Meskipun kita tidak bisa mengabaikan kejahatan ibu, kau tidak bisa menyangkal ibumu. Ibu melakukan itu karena dirimu.” Ucap Hyun Woo.

“Jangan mengatakan hal2 yang tidak masuk akal!” pinta Joo Seung.

“Demi menjaga rahasianya dari ayah, dia melakukan hal yang mengerikan pada ayahnya Joo Ah Ran.” Jawab Hyun Woo.

“Bukankah itu pilihan yang dibuat oleh ibu? Aku tidak melakukan apapun. Aku bersih.” Ucap Joo Seung.

Joo Seung lantas menunjukkan cek terakhir Ah Ran yang bisa menyelamatkan Soul. Joo Seung berkata dirinya akan membuat Soul bangkrut. Setelah mengatakan itu, Joo Seung beranjak pergi. Hyun Woo menatap cemas Joo Seung.


Joo Seung dan Ah Ran sudah tiba di bank. Ah Ran bertanya apa Joo Seung sudah siap. Joo Seung pun terdiam. Ia teringat kata2 Hyun Woo bahwa ibu mereka lah yang sudah membunuh orang tua Ah Ran. Joo Seung lalu mengangguk pada Ah Ran bahwa dirinya sudah siap. Ah Ran berkata, mereka akan menunggu bank tutup. Setelah bank tutup, maka Hyun Woo tidak punya jalan lagi untuk menyelamatkan Soul dari ambang kehancuran. Ah Ran lalu menanyakan Jae Sung yang asli. Joo Seung berkata Jae Sung yang asli akan tiba di Korea besok pagi.


Jae Hee tampak bekerja di sebuah klinik.  Tak lama berselang, perawat yang lain yang datang menghampirinya. Perawat itu berkata dirinya bisa dipecat jika Jae Hee bekerja dengan rajin seperti itu. Jae Hee tersenyum dan berkata jika dirinya tidak melakukan apapun, dia akan memikirkan hal yang lain.

“Tapi kenapa kau datang ke pulau ini?” tanya perawat itu.

“Untuk menjernihkan kepalaku. Suasana disini sangat nyaman. Aku membuat pilihan yang benar.” Jawab Jae Hee.


Perawat itu tersenyum, lalu pergi. Setelah perawat itu pergi, wajah Jae Hee langsung berubah sedih. Jae Hee teringat pada Hyun Woo. Cairan bening itu keluar dari matanya. Jae Hee mengaku sangat merindukan Hyun Woo. Ia berkata ingin memegang tangan Hyun Woo tapi ia juga cemas. Ia takut Hyun Woo merasa lelah.


Di kantor, Seketaris Kang menghadap Hyun Woo. Seketaris Kang panic memikirkan cara untuk menyelamatkan Soul. Hyun Woo pun melarang Seketaris Kang memberitahukan hal itu pada ayahnya. Hyun Woo lalu membuka lacinya dan memberikan sebuah dokumen pada Seketaris Kang. Seketaris Kang terkejut membaca dokumen itu. Hyun Woo pun menyuruh Seketaris Kang mem-publish dokumen itu. Ia juga melarang Seketaris Kang memberitahukan dokumen itu pada ayah dan para pemegang saham. Seketaris Kang mengerti dan langsung melaksanakan perintah Hyun Woo.

“Terima kasih Nam Joo Seung. Kau sudah memberiku keberanian.” Jawab Hyun Woo.


Presdir Shin berbicara pada istrinya. Ia berkata, tidak tahu kenapa dirinya bisa hidup terlalu keras sampai sekarang. Ia berpikir sepanjang dirinya bisa mendapatkan uang, semua akan baik2 saja. Tapi sekarang ia tidak bisa mendapatkan uangnya lagi. Presdir Shin pun merasa bahwa sekarang ia sudah mendapatkan hukumannya. Ia berkata, dirinya tidak pernah sekolah dan tidak memiliki pengetahuan apapun, jadi yang ia tahu hanyalah bagaimana mengancam orang lain. Presdir Shin pun merasa apa yang terjadi pada dirinya adalah balasan karena sudah menghancurkan keluarga orang lain.

“Jangan bicara seperti itu.” pinta Nyonya Jo berkaca2.

“Pikirkan hal ini baik2. Kejahatan yang kulakukan bukan hanya satu atau dua. Ketika orang tua Ah Ran meninggal, aku dengan sombongnya tidak mau memberi mereka kompensasi, jadi aku membuat cek palsu. Aku memaksa mereka menandatangani perjanjian palsu.” Ucap Presdir Shin.


Nyonya Jo larut dalam pikirannya sendiri.

“Yeobo, aku adalah ibu yang paling buruk di dunia ini. Aku membuat anak2ku saling bermusuhan.” Batin Nyonya Jo pilu.


Tiba2, Joo Seung datang. Joo Seung membawa Presdir Shin ke halaman rumah sakit. Joo Seung mengaku ada yang ingin dibicarakannya dengan Presdir Shin. Presdir Shin berkata, bahwa ia akan menerima Joo Seung di keluarganya dan menganggap Joo Seung seperti anaknya tapi Joo Seung harus memutuskan Ah Ran.

Joo Seung jelas menolak. Presdir Shin lantas berkata, meskipun istrinya dan orang kepercayaannya sudah menkhianatinya tapi ia tidak pernah tahu alasan Seketaris Nam melakukan hal itu padanya. Presdir Shin berkata semua itu ia lakukan karena ia menyayangi Joo Seung.


Joo Seung terkejut, jadi anda mengetahui saya anak Nyonya?

“Aku bukan orang bodoh, jadi bagaimana mungkin aku tidak mengetahuinya. Aku tidak pernah memperlakukanmu berbeda dari Hyun Woo ataupun Hyun Min. Karena diantara kedua putraku, kau lah yang paling mirip denganku.” Jawab Presdir Shin.

“Apa gunanya mengatakan hal ini sekarang? Jika anda mengetahui ini sejak awal, kenapa anda diam saja. Kalau anda mengatakannya, mungkin Nyonya tidak akan menyembunyikan hal ini.” ucap Joo Seung.

“Aku menyesalkan karena tidak memiliki keberanian mengatakannya sejak awal.” Jawab Presdir Shin.


Presdir Shin lantas memberikan Joo Seung sebuah dokumen sertifikat tanah. Presdir Shin berkata, meskipun kondisi perusahaan sedang buruk tapi ia tidak pernah mau menyentuh sertifikat itu karena sertifikat itu ia persiapkan untuk Joo Seung. Joo Seung semakin terkejut. Ia sama sekali tidak menyangka dengan ketulusan Presdir Shin itu. Presdir Shin lantas mengajak Joo Seung masuk karena diluar sangat dingin.


Joo Seung lantas mengembalikan dokumen itu pada Nyonya Jo. Nyonya Jo pun terkejut melihat dokumen itu.


Di apartemennya, Joo Seung menatap fotonya bersama Presdir Shin dengan mata berkaca2. Joo Seung ingat betapa senangnya Presdir Shin saat dirinya memutuskan masuk sekolah kedokteran. Presdir Shin bahkan saat itu juga berjanji akan membuatkan rumah sakit yang besar untuk Joo Seung. Namun Joo Seung tetap tidak bisa melupakan amarahnya. 


Wajah sedihnya seketika berubah menjadi penuh dendam dan kebencian.

Hyun Woo menatap ke arah apartemen Jae Hee dengan mata berkaca2.

“Jae Hee-ya, dimana dirimu? Apa yang harus kulakukan. Aku sangat sangat merindukan dirimu.” Ucap Jae Hee.


Tak lama berselang, Ah Ran datang. Ah Ran menyindir Hyun Woo yang lebih mementingkan Jae Hee ketimbang perusahaan. Namun Hyun Woo tidak membalas perkataan Ah Ran. Hyun Woo memberitahu Ah Ran tentang kepergian Jae Hee. Ah Ran terkejut.

“Kemana dia pergi. Kemana?!” teriak Ah Ran.

“Aku tidak tahu. Tidak peduli dia Yoon Jae Hee atau Joo Kyeong Ran, dia sangat lelah menghadapi hidupnya.” Jawab Hyun Woo.

“Ini semua karena dirimu! Aku mencarinya dengan susah payah, bagaimana kalau aku tidak bisa menemukannya lagi?! Apakah masih belum cukup kalian mengambil orang tuaku, sekarang kau ingin mengambil Jae Hee juga!” tuduh Ah Ran.

“Sampai kapan pembalasan dendam ini akan berlanjut?” tanya Hyun Woo.

“Sampai salah satu dari kita merasa kehilangan!” jawab Ah Ran berkaca2.

Ah Ran lalu beranjak pergi. Hyun Woo menatap kepergian Ah Ran dengan tatapan sedih.


Keesokan harinya, Jae Hee terkejut membaca berita tentang bangkrutnya Soul di koran. Jae Hee langsung menghubungi ibu pantinya. Ibu pantinya membenarkan berita itu bahwa kini Soul sudah bangkrut. Tidak hanya itu, ibu panti juga memberitahu Jae Hee bawa Hyun Woo dituntut atas tuduhan pemalsuan dan penipuan karena mencuri identitas orang lain. Jae Hee terkejut. Ibu panti juga memberitahu Jae Hee bahwa Ahn Jae Sung yang asli akan kembali ke Korea hari ini.

Jae Hee semakin terkejut. “Ahn Jae Sung Oppa?”



Sementara itu, Nyonya Jo memberikan sertifikat tanah yang disiapkan Presdir Shin untuk Joo Seung. Ia menyuruh Hyun Woo menjual tanah itu. Namun Hyun Woo menolak dengan alasan tanah itu disiapkan ayahnya untuk Joo Seung. Hyun Min dan Hyun Ji tidak setuju dengan Hyun Woo. Hyun Woo berkata, bahwa ia akan menyelamatkan Soul dengan caranya sendiri. Hyun Min tidak setuju, ia tidak mau Soul menjadi milik orang lain. Hyun Woo berkata, bahwa saat ini yang terpenting bukanlah siapa yang akan menjadi pemilik Soul. Yang terpenting adalah bagaimana cara menyelamatkan Soul.

Hyun Woo lalu menerima panggilan dari ibu panti. Hyun Woo terkejut mengetahui Jae Hee menghubungi ibu panti.

Jae Hee kembali ke Seoul setelah mendengar kabar bangkrutnya Soul. Hyun Woo menjemputnya di pelabuhan. Namun ia kecewa karena mengira Jae Hee tidak jadi kembali.  Tanpa ia sadari, di belakangnya Jae Hee sedang tersenyum melihatnya. Jae Hee lantas memanggil Hyun Woo.


Hyun Woo pun langsung berlari dan memeluk erat Jae Hee.

“Kenapa kau tidak bisa menyelamatkan Soul? Apa kau sengaja agar bisa melihatku?” tanya Jae Hee.

“Tanpa Jae Hee, aku tidak bisa melakukan apapun. Aku cemas kalau tidak bisa melihatmu lagi sepanjang hidupku.” Jawab Hyun Woo.


“Ahjussi, kita tidak punya waktu lagi. Hari ini, Ahn Jae Sung Oppa kembali dari Inggris. Ahn Jae Sung yang asli. Joo Ah Ran ingin menuntutmu atas kasus penipuan, itulah kenapa dia menghubungi Oppa.” Ucap Jae Hee.

(Omo, omo, omo…. Si Jae Hee ini tetep aja ya ngebelain Hyun Woo… masih aja dia menentang kakaknya… )


Di toko, Hyun Min sedang menemani Yeon Jae yang merajut karpet untuk ayahnya. Hyun Min berterima kasih karena Yeon Jae sudah memikirkan ayahnya. Yeon Jae berkata, jika Hyun Min memiliki keinginan maka Hyun Min harus berusaha keras mewujudkannya. Hyun Min lalu berkata jika mereka memiliki anak, pasti anak2 mereka akan menjadi yang pertama di seluruh negara.

“Kau pikir gampang melahirkan anak2 yang pintar?” jawab Yeon Jae.


“Yeon Jae, ayo kita menikah di Hari Natal.” Ajak Hyun Min membuat Yeon Jae terkejut.


Di kantor polisi, Hyun Woo duduk bersama Joo Seung, Jae Sung dan Jae Hee. Polisi bertanya, apakah selama Jae Sung di Inggris, Jae Sung mengetahui bahwa Hyun Woo sudah mencuri identitas Jae Sung. Hyun Woo dan Jae Hee menatap Jae Sung dengan cemas. Jae Sung berkata sesuatu yang mengejutkan. Ia bilang Hyun Woo adalah perwakilan perusahaannya dari Korea. Joo Seung tidak percaya. Ia yakin Jae Sung berbohong. Jae Sungg menghela napas lalu berkata bahwa dirinya perwakilan Robbins dari Inggris.

(Ohooo, yg jadi Ahn Jae Sung asli si Min Gun Woo di Temptation Of Wife. Sebelumnya pemeran Goo Kang Jae dan Jung Ha Neul yang nongol, sekarang giliran Gun Woo. Kurang Goo Eun Jae nih)

“Belum lama ini, kami mencari perwakilan Robbins untuk Korea, dan kami memilih Shin Hyun Woo.” Jawab Jae Sung


“Tidak mungkin! Robbins adalah perusahaan fiktif yang dibuat Hyun Woo untuk balas dendam! Apa Yoon Jae Hee yang memintamu melakukan ini!” tanya Joo Seung pada Jae Sung.

“Kurasa ini akan dibutuhkan jadi aku membawa dokumen resmi Robbins. Ini adalah kontrak2 Robbins yang sudah ditangani Hyun Woo.” Jawab Jae Sung, membuat Joo Seung makin syok.


Diluar, Ah Ran menanyakan hasilnya pada Joo Seung. Joo Seung diam saja. Tak lama kemudian, Jae Hee keluar bersama Hyun Woo. Jae Hee menatap sinis Ah Ran dan menjelaskan semuanya pada Ah Ran bahwa Hyun Woo adalah perwakilan Robbins dari Korea. Ah Ran terkejut.

“Jadi kau sudah merencanakan semua ini sejak awal? Kau lebih pintar dari yang aku bayangkan.” Sindir Joo Seung.


Sementara itu, Jae Hee mengajak Ah Ran ke sebuah kafe. Jae Hee meminta Ah Ran menyelamatkan Soul dari kebangkrutan.  Ah Ran jelas menolak. Jae Hee bertanya, kenapa Ah Ran masih membenci Hyun Woo. Jae Hee berkata tidak ada alasan untuk membenci Hyun Woo. Ah Ran berkata bahwa ia ingin membantu Joo Seung membalas dendam. Jae Hee pun murka, ia memberitahu Ah Ran bahwa saat ini polisi sedang menuju ke kafe itu untuk menangkap Ah Ran. Ah Ran terkejut.

“Kau ingin menjebloskan kakakmu sendiri ke dalam penjara?” tanya Ah Ran.

“Aku sudah memberimu kesempatan untuk bertobat tapi kau menyia2kannya. Sekarang pilihlah. Selamatkan Soul atau kau akan masuk ke dalam penjara.” Jawab Jae Hee.


Ah Ran langsung menarik Jae Hee keluar meninggalkan kafe. Langkah Ah Ran sempat terhenti saat ia melihat beberapa polisi masuk ke dalam kafe. Setelah polisi2 itu pergi, Ah Ran pun membawa Jae Hee pergi.

Ah Ran membawa Jae Hee tepi sungai tempat abu jenazah orang tua mereka ditaburkan. Jae Hee pun menghempaskan tangan Ah Ran. Ah Ran berkata, ia akan melupakan yang Jae Hee lakukan selama ini padanya asalkan Jae Hee mau kembali menjadi Kyeong Ran. Namun Jae Hee menolaknya dengan tegas. Jae Hee bahkan berkata bahwa Joo Kyeong Ran sudah mati. Ah Ran terluka mendengar ucapan adiknya.

Ah Ran lantas kembali menyeret Jae Hee ke arah sungai. Ia mengajak Jae Hee mati bersama. Tapi Jae Hee menolak. Jae Hee berkata dia tidak mau mati bersama Ah Ran. Jae Hee bahkan juga bilang jika Ah Ran ingin mati, Ah Ran mati saja sendiri. Ah Ran pun berteriak jika dia melakukan itu karena sudah berjanji pada orang tua mereka. Ah Ran terus menyeret Jae Hee. Jae Hee meronta2 meminta dilepaskan.


“Dengarkan aku baik2! Di sungai ini, abu ayah dan ibu ditebarkan!” ucap Ah Ran.


Jae Hee pun terdiam mendengarnya.

“Kau tidak ingat? Kita berdua yang menaburkannya di sini. Hari dimana ayah dan ibu meninggal, itu adalah hari ulang tahunku. Hari dimana aku lahir seketika berubah menjadi mimpi buruk. Ketika kita masih kecil, menyaksikan bagaimana orang tua kita mati, apa kau tahu rasanya!” ucap Ah Ran.

Tangis Ah Ran pecah.

“Tidak bisa memberikan penghormatan terakhir. Dan rasa kehilangan orang tua, kau tahu bagaimana rasanya?! Semua orang menuduhku sebagai pencuri, mengataiku pendendam, dan mengacung2kan jari mereka padaku. Aku berpikir setidaknya kau dapat memahami diriku. Aku berpikir kau bisa membuatku merasa nyaman setelah semua rasa sakit yang kurasakan.” Ucap Ah Ran lagi.

Jae Hee menangis mendengar kata2 kakaknya itu.


“Menuangkan minuman untuk orang lain dan menari di atas meja tidak terasa melelahkan saat aku memikirkan dirimu. Aku pikir semuanya tidak akan menjadi buruk sepanjang kau memahamiku dan membuatku merasa nyaman. Aku tidak pernah membayangkan kita akan melakukan ini di depan abu ayah dan ibu!” ucap Ah Ran.


Tangis Jae Hee semakin pecah. Ah Ran menghela napasnya, mencoba menenangkan diri.

“Sekarang lakukan sesuai keinginanmu. Laporkan aku pada polisi, bunuh aku demi Shin Hyun Woo. Lakukan saja sesuai keinginanmu. Sepanjang aku bisa melihatmu, itu sudah cukup bagiku. Aku akan menganggap dirimu sudah mati.” Ucap Ah Ran.


Ah Ran lantas pergi meninggalkan Jae Hee dengan langkah gontai.

“Eonni, orang yang aku rindukan bukanlah ayah dan ibu, tapi eonni yang memakaikan sepatu merah ke kakiku. Tangan hangat eonni, yang aku rindukan sejak 25 tahun yang lalu. Tapi bagaimana caranya aku bisa memaafkan eonni? Jika aku menolong eonni, eonni akan menjadi seorang pengecut yang terus melarikan diri sepanjang hidup eonni. Tapi ini belum terlambat sekarang. Cepat dan kembalilah padaku. Selama sisa hidupku, aku ingin tinggal bersama eonni. Aku berjanji, aku akan berada di sisi eonni sepanjang hidupku.” Ucap Jae Hee sambil menatap kepergian Ah Ran.

(Si Jae Hee ini ya, masih juga gak bisa memaafkan Ah Ran. Heran aku, atas dasar apa dia gak bisa memaafkan Ah Ran? Jelas2 dia tahu kenapa Ah Ran melakukan hal itu. Tapi dia masih saja tidak menerima perlakuan Ah Ran terhadap Hyun Woo dan keluarga Hyun Woo)


Joo Seung menghubungi Ah Ran. Ia berkata bahwa saat ini dirinya sedang menuju ke rumah sakit. Ia memberitahu Ah Ran bahwa Hyun Woo sudah menyuap Jae Sung untuk mengkhianatinya. Usai berbicara dengan Joo Seung, Ah Ran berkata tidak ada gunanya ia lari seperti pengecut. Ia harus kembali dengan kepala tegak.

“Shin Woo Sub harus kehilangan begitu banyak, belum saatnya aku melepaskannya.” Ucap Ah Ran.


Nyonya Jo sedang mengurus Presdir Shin. Tiba2, Joo Seung datang dan memberikan koran pada Presdir Shin. Nyonya Jo berusaha menghalangi Presdir Shin membaca koran itu, namun terlambat Presdir Shin sudah mengambil korannya. Presdir Shin terkejut membaca berita kebangkrutan perusahaannya.

“Jadi pada akhirnya kau memilih menjadi musuh kami? Apa kau bahagia setelah menusuk jantung ibumu dengan pisau?” tanya Presdir Shin.

“Dalang dibalik semua ini adalah keluarga anda sendiri. Anda tidak berhak berbicara tentang pengampunan.” Jawab Joo Seung.


Nyonya Jo terkejut dan menatap Joo Seung.

“Presdir, apa anda tahu? Orang yang membunuh orang tua Ah Ran adalah Nyonya.” Ucap Joo Seung.

“Apa? Apa kau sudah gila?!” jawab Presdir Shin marah. Sedangkan Nyonya Jo terlihat ketakutan.

“Anda tidak tahu orang yang menyabotase mobil itu, menempatkan kakak beradik dalam sebuah tragedy, orang yang membunuh orang tua Ah Ran adalah Nyonya.” Ucap Joo Seung.

Tepat saat itu Ah Ran datang dan terkejut mendengar semuanya.

BERSAMBUNG…….