Friday, March 31, 2017

Defendant Ep 11 Part 2

Sebelumnya...


Min Ho akhirnya kembali ke rumah Seon Ho. Eun Soo pun langsung menyambut Min Ho dengan riang. Min Ho pun memeluk Eun Soo dan memperlakukan Eun Soo dengan hangat. Min Ho lalu memberikan Eun Soo hadiah. Eun Soo bersorak girang dapat hadiah dari ‘ayahnya’. Eun Soo mengucapkan terima kasih pada Min Ho, lalu pergi membawa hadiahnya. Setelah Eun Soo pergi, Min Ho dan Yeon Hee pun sama2 kikuk.

“Aku mau mandi.” Ucap Min Ho kikuk, tapi Yeon Hee tiba2 saja memegang tangannya.

“Maaf.” Ucap Yeon Hee cemas.

“Tidak apa2, tidak usah cemas.” Jawab Min Ho.

“Aku akan siapkan makanan.” Ucap Yeon Hee.


Min Ho masuk ke ruangannya dan ia tersenyum melihat tangannya yang tadi dipegang Yeon Hee. Tak lama, ponselnya berdering. Telepon dari Seok. Seok memberitahu Min Ho kalau ia belum berhasil melacak jejak Sung Gyu dan Ha Yeon.

“Mereka bertemu Park Jung Woo. Dia mungkin memberitahunya di mana mereka harus bersembunyi. Cari setiap tempat yang terkait dengannya.” Suruh Min Ho.


Di ruang kesehatan, Jung Woo teringat kata2 Min Ho tentang apa yang akan ia lakukan.

“Sidang sudah berakhir, jadi kau tak perlu ke pengadilan dan mereka takkan mengirimmu ke RS.” Ucap Min Ho.

“Sekarang… aku harus keluar.” Gumam Jung Woo.

Seseorang menjadi relawan borami untuk Penjara Woljeong. Ia membagikan makanan ke selnya Jung Woo. Teman2 satu sel Jung Woo girang karena dapat sayur yang penuh dengan daging, karena biasanya mereka selalu dikasih sup asin. Ternyata oh ternyata, si relawan itu adalah Jung Woo sendiri.

Selesai membagikan makanan, Jung Woo masuk kembali ke sel nya dan disambut suka cita oleh teman2nya karena berkat dirinya, teman2nya bisa makan enak dan kenyang. Jung Woo hanya tersenyum mendapat pujian teman2nya. Setelah Jung Woo duduk, Cheol Sik pun berbisik menanyakan apa Jung Woo mendapatkan sesuatu.

Saat berada di lapangan, Jung Woo melihat2 ke sekelilingnya dan terus menatap menara pengawas.

Malamnya, Jung Woo memberitahu Cheol Sik kalau ia bisa kabur di malam hari seandainya tahu caranya, karena terlalu banyak penjaga di lorong kalau siang hari. Cheol Sik takut kalau kabur di malam hari.

“Selama malam, petugas  penjara tidak ada di lorong.” Jawab Jung Woo.

“Itu tidak ada gunanya. Kantor mereka di sana.” Ucap Cheol Sik.

“Jika kau takut, kau bisa tinggal. Aku akan pergi sendiri.” Jawab Jung Woo.

“Jika sesuatu terjadi padamu di luar sana, aku terjebak di sini seumur hidup.” ucap Cheol Sik.

“Lalu kau bisa ikut denganku.” Jawab Jung Woo.

Cheol Sik langsung sewot.

“Tapi, apa yang kau katakan pada sipir sehingga kau bisa menjadi relawan?” tanya Cheol Sik kemudian.

“Aku memberinya... sesuatu yang tidak pernah Cha Min Ho berikan.” Jawab Jung Woo.

Flashback!


Kepala Sipir memanggil Jung Woo ke ruangannya. Kepala Sipir ingin tahu rahasia apa yang diketahui Jung Woo soal Min Ho. Kepala Sipir berjanji akan membuat Jung Woo hidup nyaman di penjara kalau Jung Woo mau berbagi rahasia dengannya.

“Presiden Cha sudah membunuh adiknya, Cha Min Ho.” Jawab Jung Woo.

Kepala Sipir kaget, apa? Aku kira, dia bunuh diri.

“Semua orang berpikir begitu. Kecuali aku.” jawab Jung Woo.

“Itu sebabnya kau menulis nama Cha Min Ho dengan darah di sel hukuman.” Ucap Kepala Sipir.

Kepala Sipir lalu bertanya apa Jung Woo punya buktinya?

“Ya, tapi masalahnya aku belum ingat. Aku akan beritahu setelah aku ingat.” Jawab Jung Woo.

Jung Woo lalu meminta Kepala Sipir mengizinkannya menjadi relawan.

Flashback end!


Mendengar itu, Cheol Sik pun bertanya apa tidak masalah memberitahu Kepala Sipir semuanya. Jung Woo pun berkata kalau ia harus melakukannya. Cheol Sik lalu membahas soal pintu sel mereka. 




Cheol Sik pun bangkit dari duduknya dan memeriksa pintu sel mereka.

“Itulah sebabnya orang kabur di drama Amerika melewati terowongan bawah tanah tapi kita tidak punya itu di sini.” Sahut Wooruk.

“Aku sudah coba segalanya, tapi pintu itu yang tak bisa aku buka.” Ucap Moongchi.


Jung Woo lantas memeriksa jendela dan ia sadar teralis jendela itu bisa dibobol.


Saat sedang menyiapkan kotak makanan, Jung Woo melihat tahanan lain sedang memperbaiki sesuatu dan di dalam kotak perkakas ia melihat ada gergaji kecil.


Saat pembagian makanan, Wooruk memberikan wadah kosongnya pada Jung Woo. Cheol Sik mendekati Wooruk dan berkata kalau ia yang akan mengambil makanan mulai hari ini.

“Kukira kau tidak mau jadi anak baru.” Ucap Wooruk.

“Aku akan jadi anak baru mulai hari ini.” jawab Cheol Sik.

Cheol Sik pun mengambil alih tugas Wooruk mengambil makanan. Dan saat itulah, Jung Woo memberikan gergaji kecil pada Cheol Sik. Ia menyelipkan gergaji itu dibawah kotak makanan saat memberikannya pada Cheol Sik.

CEO Cha sedang memeriksa berkas soal akun bank palsu nya Seon Ho. Pengacara Yeo berkata, kalau hal ini tidak akan selesai begitu saja meskipun Min Ho ditahan. Pengacara Yeo yakin seseorang di perusahaan sudah membocorkan dokumen dana perusahaan.


“Apa yang harus kulakukan sekarang?” tanya CEO Cha.

“Harus ada yang disalahkan.” Jawab Pengacara Yeo.

Tak lama, Min Ho datang dan Pengacara Yeo langsung membereskan dokumennya seolah tak mau kalau Min Ho sampai melihat.

“Aku yakin kau melalui banyak  kesulitan. Aku terlalu sibuk untuk mengunjungimu. Maaf.” Ucap Pengacara Yeo.

“Tak apa. Semua berjalan dengan baik.” Jawab Min Ho.

“Maaf, tapi aku harus pergi.” Ucap Pengacara Yeo, lalu pergi.


Min Ho meminta maaf karena sudah membuat sang ayah khawatir. Sang ayah berkata, itu tidak masalah. Sang ayah lalu mengajak Min Ho makan malam sama2. Min Ho merasa aneh. Sang ayah pun berkata, sudah lama mereka tidak makan malam bersama. Tapi begitu Min Ho pergi, CEO Cha yang tadinya tersenyum ramah pada Min Ho langsung menunjukkan ekspresi tak senangnya.

Disaat teman2 satu selnya sudah pada tidur, Jung Woo mencoba mencoba membobol teralis jendela dengan menggergajinya. Sementara Cheol Sik berdiri di depan pintu, mengawasi kalau2 ada petugas yang datang. Begitu mendengar langkah petugas, mereka pun bergegas berbaring dan pura2 tidur.


Moongchi membuka matanya. Hmm… rupanya sedari tadi Moongchi mengawasi apa yang dilakukan Jung Woo dan Cheol Sik.

Di lapangan, Cheol Sik dan Jung Woo kembali membahas rencana mereka. Cheol Sik berkata, kalau Jung Woo berhasil ke lorong, bagaimana dengan kisi2 di lorong. Jung Woo pun menjawab dengan gerakan wajahnya, menunjuk ke satu arah. Ternyata ada dua petugas yang lewat dan yang ditunjuk Jung Woo adalah kumpulan kunci yang tergantung di saku petugas.

“Apa? Kau ingin mencurinya atau apa? Hey. Lihat? Kau tidak cukup hebat. Tidak mudah untuk mencuri sesuatu. Aku yang akan ambil. Ada banyak pencuri di penjara ini.” jawab Cheol Sik.

“Kau tidak bisa. Tahanan lain akan membicarakannya.” Ucap Jung Woo.

“Apa yang akan kau lakukan? Kau mau tunggu sampai jatuh dari langit? Sampai kau jadi tua lalu mati?” tanya Cheol Sik.

Tiba2 aja, Moongchi nyeletuk tentang Jung Woo dan Cheol Sik yang berencana kabur. Moongchi lalu duduk di tengah2 mereka. Cheol Sik pun langsung mengatai Moongchi bodoh dan menyuruh Moongchi sadar.

“Baik. Terserah. Aku akan minta kepala keamanan  untuk memeriksa kawat dan mengatakan nomor sel kita.” ucap Moongchi seraya berdiri.

“Kau lihat itu?” tanya Cheol Sik sambil menarik seragam Moongchi.

“Iya.” Jawab Moongchi.

“Akan kubunuh kau jika kau bicara.” Ucap Cheol Sik.

“Kalau begitu ajak aku.” pinta Moongchi.

“Kau melakukan ini lagi. Aku dihukum seumur hidup,  dan dia dijatuhi hukuman mati.” Jawab Cheol Sik.

“Aku sudah bilang, aku punya alasan. Lihat ini.” ucap Moongchi, lalu menunjukkan kupon lotrenya yang ia tempelkan di perutnya selama ini.

Cheol Sik terkejut melihatnya.

“Ini 2 juta dollar. Bukankah ini alasan bagus untuk keluar?” ucap Moongchi.

“2 saja sudah susah. Tidak mungkin 3.” Jawab Jung Woo.

“Kau bukan satu-satunya yang berencana kabur. Aku sudah berencana kabur sejak hari pertamaku di sini.” Ucap Moongchi.

Moongchi lalu membujuk mereka dengan menunjukkan kumpulan kunci yang sudah dicurinya sejak lama.Jung Woo dan Cheol Sik sama2 terbelalak melihatnya. Moongchi mengatakan, itu kunci gerbang yang ada di lorong.

“Di mana kau mendapatkannya?” tanya Jung Woo.

Flashback…

Saat itu, terjadi kerusuhan di lorong selnya Jung Woo. Petugas berusaha melerai para napi. Bangjang cs melihat kekacauan itu dari balik jeruji pintu sel mereka. Jung Woo dan Cheol Sik belum masuk tahanan saat itu. Saat melihat kumpulan kunci yang tergantung di celana milik salah satu petugas, Moongchi pun menerobos keluar dan pura2 membantu petugas. Si petugas lengah dan saat itulah ia mencuri kumpulan kunci itu.

Flashback end…


Moongchi bercerita, kalau petugas yang kehilangan kunci itu tidak memberitahukan pada siapapun kalau ia kehilangan kunci karena takut dihukum. Cheol Sik tidak menyangka Moongchi melakukan itu.Tapi ada satu masalah, Moongchi tidak tahu kunci yang mana untuk membuka gerbang. Cheol Sik pun sewot. Moongchi pun bertanya pada Jung Woo, apa yang akan Jung Woo lakukan. Jung Woo meminta waktu untuk berpikir.

“Tidak, kau harus putuskan sekarang.” jawab Moongchi, lalu beranjak pergi.

Cheol Sik pun langsung membujuk Jung Woo untuk mengajak Moongchi kabur bersama mereka. Karena tak ada pilihan lain, terpaksa lah Jung Woo setuju. Cheol Sik lalu memanggil Moongchi dan memberitahu Moongchi kalau Jung Woo sudah setuju.Moongchi girang dan langsung mendekati mereka. Tapi Moongchi malah mengajukan syarat kalau mereka harus keluar dalam 10 hari.

“Bagaimana bisa kita keluar dalam 10 hari?” protes Cheol Sik.

“Itu bukan masalahku. Setelah 10 hari, 2 juta dollar akan jadi sia-sia. Tolonglah. Aku mohon padamu.” Pinta Moongchi.

Flashback!

Saat Jung Woo kembali menjadi relawan dan membagikan buku, Jung Woo mengamati setiap kamera CCTV yang ada di lorong. Selain itu, ia mengamati bagaimana petugas menemukan kunci untuk setiap pintu di lorong.

Flashback end!


Cheol Sik sebal karena petugas tidak memberi label pada setiap kunci. Moongchi menjawab asal kalau petugas mungkin tahu kuncinya akan dicuri seseorang. Jung Woo yakin kalau petugas tahu kunci pintu dengan menghitung urutan setiap kunci.

Malam harinya, Jung Woo, Moongchi dan Cheol Sik membahas rencana pelarian mereka dibawah selimut. Jung Woo memberitahu urutan kunci. Cheol Sik dan Moongchi pun senang punya rekanan yang pintar seperti Jung Woo. Tapi masih ada satu masalah lagi kata Jung Woo, yaitu kamera CCTV. Disaat mereka lagi fokus2nya membahas rencana pelarian mereka, tiba2 saja ada yang membuka selimut mereka. Kontan saja mereka terkejut, ternyata oh ternyata yang menarik selimut mereka adala Bangjang, Wooruk dan Milyang.

“Apa yang kalian lakukan?” tanya Bangjang.

Cheol Sik pun langsung memantau keadaan diluar dengan cermin dan memberitahu teman2nya kalau tak ada satu pun petugas diluar. Jung Woo, Moongchi dan Cheol Sik pun mengaku kalau mereka mau kabur. Wooruk mempertanyakan alasan Moongchi mau kabur, karena ia tahu Jung Woo dan Cheol Sik mau kabur untuk menangkap penjahat yang sebenarnya. Moongchi pun mengaku kalau ia punya alasan sendiri untuk kabur.

“Aku di sini selama 20 tahun. Itu tidak masalah bagiku.” ucap Milyang.

“Bahkan, aku suka di sini.Dan aku tidak perlu membuat masalah untuk kembali ke sini, jadi aku ikut.” Jawab Wooruk.


“Aku bilang pada keluarga, aku akan segera pulang.” Ucap Bangjang.

“Beritahu mereka kau mau ke Atlantis.” Bujuk Wooruk.

“Aku ingin lihat anakku masuk SMP.” Jawab Bangjang.

“Kau bisa lihat dia nanti ketika dia SMA.” Ucap Cheol Sik.

“Kau gila? Jika seseorang kabur dari sel kita, kita akan hancur. Kau tidak masalah?” tanya Bangjang.

Wooruk dan Milyang pun mengangguk.

“Kau bisa saja katakan, kami pergi ketika kau bangun tidur.” Pinta Moongchi.

“Siapa yang percaya itu? Kenapa itu harus dari sel kita?” tanya Bangjang.

Bangjang pun berniat pindah sel dan meminta mereka menunggu sampai ia pindah sel. Wooruk tidak setuju, karena kalau Bangjang keluar, napi yang baru akan bergabung dengan mereka. Terpaksa lah Jung Woo memberitahu mereka tentang Ha Yeon yang masih hidup dengan menunjukkan gelang rumah sakit Ha Yeon sebagai buktinya.

“Lalu kau bisa temukan dia kalau keluar?” tanya Bangjang.

“Iya.” Jawab Jung Woo.

Setelah berpikir sejenak, Bangjang pun akhirnya setuju membantu Jung Woo, Moongchi dan Cheol Sik kabur. Jung Woo berterima kasih dan berjanji akan membalas kebaikan Bangjang setelah ia bebas nanti.

“Tidak perlu. Pastikan saja kau menemukan putrimu.” Jawab Bangjang.

Keesokan harinya, Milyang sudah berada di ruang keamanan. Ia pura2 membantu salah satu petugas mengisi TTS, padahal sebenarnya ia melihat2 posisi kamera dan ke arah mana saja kamera itu berputar setiap detiknya.

Flashback!


Jung Woo lah yang menyuruh Milyang pergi ke ruang keamanan untuk melihat2 pergerakan sistem keamanannya. Alasan Jung Woo karena Milyang sudah di penjara selama 20 tahun jadi Milyang dekat dengan petugas di sana.

Flashback end!

Malamnya, Milyang menjelaskan soal pergerakan kamera CCTV dengan melihat peta woljeong yang mereka gambar di salah satu kasur mereka.

“Kamera di Gedung 1, 2, 3, 4, luar dan pagar dalam urutan ini. Mulai dari Gedung 1, setiap kamera ditampilkan... 10 detik. Satu siklus  berlangsung 1 menit. Aku sudah atur waktu di jam tangan ini. Dari 0 - 10 detik masing-masing, kamera akan fokus ke Gedung 3. Kau cukup hindari 10 detik itu.” ucap Milyang, lalu memberikan jam itu pada Jung Woo.

“Kerja bagus, Miryang. Terima kasih.” Jawab Jung Woo.

Untuk urusan patroli, Moongchi menjelaskan petugas berganti setiap satu jam setengah. Wooruk pun berpendapat kalau mereka bisa kabur. Tapi Jung Woo tidak yakin karena mereka masih harus melewati ruangan Kepala Sipir yang dijaga 24 jam.

Flashback!

Saat menyapu, Jung Woo diam2 melirik jadwal pembagian tugas malam dan melihat gagang yang mengunci pintu besi.

Flashback end!


Jung Woo pun mulai mencoba rute pelariannya. Namun dia berhenti di pintu putar karena pintu putar itu akan dimatikan setiap malam.

Jung Woo lalu masuk ke bagian pipa dan membuat alarm kebakaran berbunyi agar petugas jaga pergi. Begitu ruangan jaga kosong, Jung Woo langsun masuk dan menyalakan pintu putarnya. Namun saat hendak membuka pintu gerbang, beberapa penjaga muncul dan menodongkan senjata ke arahnya.


Ternyata oh ternyata, semua itu hanyalah bayangan mereka untuk mencari jalan keluar teraman. Wooruk tak yakin dengan menyalakan alarm kebakaran adalah jalan terbaik. Milyang pun bertanya pada Jung Woo apakah Jung Woo yakin bisa kabur.


Keesokan harinya, enam sekawan ini kembali berkumpul di lapangan dan masih membahas rencana pelarian Jung Woo. Jung Woo pun berkata, ada satu cara keluar dari gedung tiga dengan melewati kantor Kepala Penjara.

Jung Woo mencuci mukanya di kamar mandi. Dan begitu ia keluar dari kamar mandi. teman2nya langsung memberikan kejutan ulang tahun padanya yang sebenarnya jatuh pada minggu lalu.

“Itu berlalu tanpa kami sadari, jadi kami akan rayakan tahun depan. Tapi kau akan segera pergi, jadi kami harus rayakan hari ini.” ucap Bangjang.

“Kami harap kau berhasil dan pastikan kau menemukan putrimu dan pelaku sebenarnya.” ucap Milyang.

“Terima kasih. “ jawab Jung Woo terharu.

“Sebelum kita jadi sedih, anggap saja ini lilin.” Ucap Wooruk, lalu menyodorkan stik cokelat pada Jung Woo. Jung Woo pun memakai stik cokelat itu.

Tibalah saatnya untuk Jung Woo mencoba rute pelarian itu. Setelah penjaga selesai memeriksa sel mereka, Bangjang cs pun langsung membantu Jung Woo keluar. Setelah berhasil keluar dari pintu lorong selnya, tak lupa Jung Woo menguncinya kembali agar petugas tidak curiga. Setelah melewati beberapa pintu dan menghindari kamera CCTV, Jung Woo akhirnya tiba di ruangan Kepala Sipir.

Flashback!

Cheol Sik ingin tahu bagaimana cara Jung Woo keluar dari gedung 3. Jung Woo pun menjawab hanya ada satu ruangan tanpa jeruji besi yaitu ruangan Kepala Sipir.Jung Woo pun bercerita kalau Kepala Sipir memanggilnya hari itu dan pintu kantornya tidak pernah dikunci.

Flashback end!

Dari ruangan Kepala Sipir, Jung Woo turun ke bawah, lalu menghindari lampu sorot sebentar kemudian memanjat ke atas.Berhasil memanjat ke atas dengan susah payah, Jung Woo pun berdiri di atap gedung melihat ke sekelilingnya.


“Aku akan keluar tak peduli apa pun.” Gumam Jung Woo.

“Kau pikir aku tidak akan tahu?” terdengar suara dari belakang Jung Woo tiba2. Jung Woo terkejut, kemudian langsung berbalik dan merunduk.



Tegaang nonton episode ini… Sepanjang nonton saya jejeritan terus…

Part ini saya suka ngeliat senyumnya Min Ho pas tangannya abis dipegang Yeon Hee…