Skip to main content

Posts

Showing posts from October 26, 2018

Ruby Ring Ep 91 Part 1

Sebelumnya... Akhirnya sampai juga di episode ini. Episode dimana kedok Roo Na benar-benar terbongkar šŸ™šŸ™šŸ™šŸ™ Gyeong Min mendengarkan rekaman suara In Soo berkali-kali. Tak lama kemudian, ia pun menyadari, itu suara In Soo. Lalu ia memeriksa bukti yang satunya lagi. Foto dari kamera CCTV di area peristirahatan yang sempat disinggahi Roo Bi dan Roo Na sebelum kecelakaan. Gyeong Min heran, melihat Roo Na duduk di kursi pengemudi dan mengenakan dress yang ia berikan untuk Roo Bi. Kemudian, Gyeong Min memeriksa catatan kepolisian soal kecelakaan Roo bi dan Roo Na. Dalam catatan itu, disebutkan bahwa Roo Bi lah yang menyetir. Gyeong Min pun kembali melihat foto CCTV itu. Ia lalu teringat akan keanehan-keanehan Roo Bi yang dinikahinya. Tak lama kemudian, Gyeong Min pun sadar wanita yang dinikahinya adalah Roo Na. Ia syok. Sekarang, Gyeong Min melajukan mobilnya dengan tangan gemetaran. Ia ingat saat Roo Bi mengaku membencinya, ketika mereka terjebak ...

Ruby Ring Ep 90 Part 2

Sebelumnya... Roo Na berbaring di kasurnya. Tak lama kemudian, ia bangun dan duduk di tempat tidurnya. "Apa yang bisa dia lakukan? Aku tidak melakukan kesalahan. Aku tidak salah. Karena aku Jeong Roo Bi. Aku Jeong Roo Bi." ucapnya. Chorim meletakkan sepiring ikan di atas meja. Saat Soyoung hendak mengambil ikannya, ia pun sewot dan memukul tangan Soyoung. "Ada apa? Soyoung menyukai ikan." ucap Gilja. "Dimana sopan santunmu? Orang yang lebih tua duluan. Karena kau yang paling muda disini, kau makan paling akhir." jawab Chorim. "Soyoung-ah, jangan dengarkan dia." hibur Dongpal, lalu meletakkan sepotong ikan di mangkuk Soyoung. Tapi Chorim mengambil kembali ikan itu dan memakannya. "Noonim!" tegur Dongpal. "Benar kata orang, ayah mertua akan selalu membela menantu perempuannya." jawab Chorim. "Ayah mertua?" tanya Gilja dan Roo Na heran. Sontak, Chorim langsung meralat ucapannya dengan ...

Ruby Ring Ep 90 Part 1

Sebelumnya... Sekarang, Gyeong Min berada di ruangannya. Ia masih berduka atas kematian ayahnya. Tak lama kemudian, ia menghapus tangisnya karena seseorang masuk ke ruangannya. Roo Bi lah yang datang. Ia mengaku mampir untuk minum kopi. "Aku bersyukur kau datang." jawab Gyeong Min, lalu menghidangkan kopi untuk Roo Bi. "Presdir Bae sangat baik padaku. Aku yakin dia sudah berada di tempat terbaik, jadi jangan terlalu dipikirkan." ucap Roo Bi. "Seandainya saja aku ada di sisinya atau aku tidak membuatnya sedih, dia mungkin tidak akan pergi. Ini lebih sulit dari yang kubayangkan. Apa yang harus kulakukan, Cheo-je? Bagaimana aku bisa menjalankan perusahaan sebesar ini tanpanya. Aku takut. Aku tidak bisa menjalankan ini tanpanya." Roo Bi yang sudah tidak tahan lagi, akhirnya mendekati Gyeong Min. Ia memegang wajah Gyeong Min. "Berhentilah menyiksa dirimu, Gyeong Min-ssi. Kau akan baik-baik saja. Aku bahkan telah berhasil bertah...