• Sinopsis Wonderful World Episode 1-16

    Kim Nam Joo dan Cha Eun Woo memiliki rasa sakit yang sama akibat kehilangan seseorang yang sangat berharga bagi mereka.

  • Duis non justo nec auge

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

Fantastic Ep 1 Part 2

[Sebelumnya ]


Di kediamannya, Hae Sung sedang latihan dibimbing oleh Chang Suk.

“Pikiran kosong, mata kosong, tapi setelah ia menemukan targetnya, matanya langsung berbinar2. K mengambil pistolnya dan mengarahkan pistolnya pada targetnya…” ucap Chang Suk.


Hae Sung pun mulai berakting. Ia mengarahkan pistolnya ke cermin dan pura2 menembak. Chang Suk hanya bisa menghela napas melihat acting buruk Hae Sung. Chang Suk berkata lagi, bahwa setelah menembak targetnya, K menghilang layaknya sebuah bayangan dengan wajah kosong. Hae Sung pun perlahan2 mundur dari depan cermin. Chang Suk tertawa geli melihat acting Hae Sung.

“Apanya yang lucu?” tanya Hae Sung.

“Aku tidak tertawa. Aku batuk, tenggorokanku gatal.” Jawab Chang Suk, lalu pura2 batuk.


“Apa yang harus kulakukan? Mata yang kosong dalam sekejap langsung berbinar2 karena semangat pembunuh. Bagaimana caranya aku harus bermain dengan mataku?” tanya Hae Sung.

“Penulis drama ini bukanlah penulis yang menyenangkan.” Jawab Chang Suk.

“Kalau begitu aku harus bersikeras meminta perubahan karakterku.” Ucap Hae Sung.

“Berhati2lah, jangan sampai kalian bertengkar lagi.” Jawab Chang Suk.


So Hye yang sedang diluar mendapat panggilan dari Hae Sung. Tapi So Hye mengabaikan panggilan Hae Sung dan masuk ke warung kakaknya. So Hye minta dibuatkan mie gelas dengan tambahan daging.


So Hye langsung melahap mie gelasnya dengan kalap. Sang kakak berkata, So Hye terlihat orang yang kelaparan dan menyuruh So Hye makan pelan2. So Hye bercerita, pada hari dimana ayah dan ibu mereka mengalami kecelakaan, sang ibu membuatkan mie untuk So Hye pagi harinya. So Hye bilang setelah orang tua mereka meninggal, semua hal buruk langsung terjadi.

So Hye pun kembali melahap mie nya dan merasa mie buatan sang kakak sangat mirip dengan buatan ibu mereka. Sang kakak tiba2 memperhatikan wajah So Hye yang terlihat pucat. Wajah pucat So Hye membuat sang kakak berpikir kalau So Hye sedang hamil. Tawa So Hye pun langsung meledak. Ia tertawa dengan mulut yang terisi penuh.


So Hye lalu bangkit dari duduknya dan berbaring di lantai sambil terbahak2. Tak lama kemudian, tawa So Hye berhenti. So Hye berkata bagus sekali kalau dia bisa hamil. So Hye kemudian memejamkan matanya dan memberitahu kakaknya kalau ia sudah mengirimkan 500 miliar won ke rekening kakaknya. Sang kakak langsung menangis, ia malu karena terus2an meminta uang pada So Hye.


Tiba2, terdengar suara dengkuran So Hye. Sang kakak mendekat dan melihat So Hye yang sudah tidur. Sang kakak lalu melihat bungkusan hitam di atas meja yang dibawa So Hye. Ia pun membukanya, isinya sepasang sandal. Sang kakak pun menangis terharu karena dibelikan sandal baru oleh So Hye.


So Hye menemui seorang detektif dan membawakan makanan untuk detektif itu. Detektif itu sangat senang dikunjungi oleh So Hye. So Hye dan detektif itu terlihat akrab. So Hye lalu menanyakan hasil atas apa yang ia minta. Detektif itu berkata kalau ia sudah menemukan wanita itu. Ternyata So Hye meminta bantuan detektif untuk mencari seseorang. Detektif itu pun bertanya, apa wanita itu benar2 mencuri uang So Hye.


Di salonnya, Mi Sun sedang melayani pelangannya dengan wajah ceria. Tak lama, mobil polisi berhenti tepat di depan salonnya. Mi Sun terkejut, apalagi setelah mengetahui polisi itu mencari dirinya.

“Kau Jo Mi Sun lulusan Sekolah Menengah Atas Seok Kwan, kan?” tanya detektif.

“Itu benar, tapi aku tidak melakukan kesalahan apapun.” Jawab Mi Sun panic.


Tiba2, So Hye masuk dan berkata kalau Mi Sun terlibat dalam kasus kejahatan besar. Detektif itu langsung tersenyum sembari menatap Mi Sun. So Hye yang sedari tadi bersembunyi di balik punggung detektif pun menampakkan dirinya. So Hye berkata, kalau Mi Sun melakukan kejahatan karena sudah membuat cemas sahabatnya. Mi Sun langsung menangis dan memeluk erat So Hye.


Mi Sun langsung mengajak So Hye menemui suaminya yang bekerja sebagai petani. Suami Mi Sun pun mengira Mi Sun datang karena merindukannya. Betapa terkejutnya suami Mi Sun saat melihat So Hye. Suami Mi Sun langsung berseru, “Kau So Bal, kan? Lee So Bal?”

“Iya, ini aku, Pil Do-ya.” jawab So Hye.

“Apa yang membuatmu datang ke sini?” tanya Pil Do.

“Aku datang karena aku tidak mau mati sebelum bertemu denganmu.” Jawab So Hye.

“Yeobo, dia meminta bantuan polisi untuk mencariku.” Ucap Mi Sun.

“Polisi? Penulis sukses sepertimu pasti memiliki pemikiran berbeda.” Jawab Pil Do.

“Yeobo, ayo kita menangkap ayam terlebih dahulu. Kita kedatangan tamu penting hari ini.” ucap Mi Sun.

“Ayam saja tidak cukup. Kita harus menjamunya dengan daging dan selada kita.” jawab Pil Do.

“Mi Sun-ah, apa kau mendengar kabar dari Seol? Apa dia masih diluar negeri?” tanya So Hye.

“Dia sudah kembali. Aku bertemu dengannya dua bulan yang lalu. Sekarang dia sudah menjadi istri seorang pengacara.” Jawab Mi Sun.


Kita dialihkan pada ponsel Seol yang berdering. Ibu mertua Seol yang merasa terganggu dengan dering ponsel Seol, langsung berteriak memanggil Seol. Dengan tergopoh2 Seol pun langsung menghampiri ibu mertuanya. Setelah ibu mertuanya pergi, barulah Seol menjawab panggilan So Hye.

“So Hye? Ini Lee So Hye!” pekik Seol, yang langsung dipandang sinis ibu mertuanya.

“Maaf.” Ucap Seol pada ibu mertuanya. Seol lantas beranjak masuk ke kamarnya.

“Apa ini benar2 kau, So Hye-ya? Bagaimana kabarmu? Kau baik2 saja, kan?” tanya Seol

“Bagaimana denganmu? Kau dimana? Apa kau di Seoul?” ucap So Hye.

“Aku di Seongbuk-dong.” Jawab Seol.


So Hye lantas mengarahkan ponselnya pada Mi Sun dan Pil Ho, agar Seol bisa mendengar suara mereka.

“Cepat cari taksi dan datanglah kesini!” teriak Mi Sun.

“Aku merindukanmu, teman. Cepatlah ke sini!” teriak Pil Ho.

“Apa itu Pil Ho-ya? Aku benar2 ingin pergi. Aku sangat merindukan kalian.” Jawab Seol.

“Kau tidak bisa datang?” tanya So Hye.

“Aku tinggal dengan mertuaku, jadi ada banyak yang harus kulakukan.” Jawab Seol sedih.

“Tidak apa, mendengar suaramu saja aku sudah cukup senang. Aku merindukanmu.” Ucap So Hye.

“Aku juga. Ngomong2 apa kau masih suka begadang dan minum kopi? Berhati2 lah. Itu tidak baik untuk kesehatanmu.” Jawab Seol.

“Baiklah. Kapan kau punya waktu, kita harus bertemu.” Ucap So Hye.

“Kalau aku ada waktu, kita harus bertemu.” Jawab Seol.


Pembicaraan mereka pun harus terhenti karena Seol dipanggil ibu mertuanya. Seol pun terpaksa menyudahi pembicaraannya dengan So Hye dan bergegas keluar. Diluar, sang ibu mertua tampak sedang berbicara dengan ketiga tamunya.

“Istri Jaksa Choi sangat pintar memasak. Masakannya bahkan lebih baik dari hotel bintang lima.” Ucap Lee Mi Do.
 
Jaksa Choi Jin Tae yang duduk disamping Mi Do tertawa menanggapi pujian Mi Do. Sementara Jin Sook menanggapinya sinis. Tak lama, Seol datang membawakan camilan dan berterima kasih atas pujian Mi Do. Mi Do pun berkata, kalau Seol harus belajar memasak dengan benar. Saat Seol ingin berkata tentang ibunya, Jin Sook buru2 memotong perkataannya dengan mengatakan bahwa mereka memiliki chef yang bisa mengajari Seol memasak dengan benar.

“Seorang politisi tidak bisa makan diluar segampang itu. Suamiku tahu hal itu, jadi dia mempekerjakan chef  di rumah kami.” Jawab ibu mertua Seol.

“Itu sangat sesuai untuk keluarga parlemen jangka tiga.  Kau pasti sangat senang dengan hal ini kan, Jaksa Choi?” tanya Mi Do.

“Kau harus sering datang berkunjung. Rumah kami selalu terbuka untukmu, Anggota Majelis Lee.” Jawab Jin Tae.


Jin Tae lalu menyuruh Seol menyajikan anggur terbaik mereka untuk Mi Do. Seol menurut, ia pergi ke ruang bawah tanah untuk mengambil sebotol anggur. Seol kemudian menyajikan anggur itu untuk Mi Do. Mi Do terkejut saat mengetahui harga anggur itu lebih mahal daripada mobilnya.

“Ayah tiriku melaporkan 29 juta won untuk kekayaan kami. Ini adalah harga anggur itu.” jawab Jin Tae.

“Suamiku seharusnya membawa  Jin Tae  masuk ke dunia politik saat dia masih hidup. Dia tiba2 meninggal saat sedang menyiapkan semuanya.” Ucap ibu mertua Seol.

“Aku juga membutuhkan seseorang yang bisa kupercaya. Dan aku sudah lama memperhatikan Jaksa Choi.” Jawab Mi Do.


Jin Sook lalu menyuruh Seol mengambil buah. Saat Seol pergi, mereka pun mulai menggosipkan Seol. Mi Do mengira Seol adalah putri keluarga kaya. Jin Sook tertawa menanggapinya. Jin Soo lalu memberitahu Mi Do kalau Seol tidak bisa hamil. Tanpa mereka sadari, Seol mendengar pembicaraan mereka. Seol terkejut, wajahnya seketika berubah sedih. Mi Do pun bertanya, jadi gossip tentang Seol itu benar. Mi Do lantas memuji ibu Jin Tae yang menerima Seol sebagai menantu. Mereka lalu tertawa, tanpa menyadari betapa terlukanya hati Seol.


Hae Sung lagi nge-gym. Setelah mengangkat barbell, ia melihat otot2 gedenya di cermin dengan wajah bangga. Hae Sung kemudian merapikan rambut anehnya dan tertawa2 sendiri. Setelah itu, ia menghubungi So Hye lewat video call. Tapi So Hye tidak menjawabnya. Hae Sung pun menghubungi So Hye sekali lagi.


So Hye yang sedang focus menulis naskahnya terkejut menerima panggilan video call dari Hae Sung. So Hye pun kesal dan melemparkan ponselnya ke atas meja tanpa berniat menjawab panggilan Hae Sung. So Hye kemudian mengambil kembali ponselnya dan merubah nama Hae Sung dari ‘Foot Acting’ di list contact nya.


Seol yang sedang membantu Jin Tae bersiap2 ke kantor membujuk Jin Tae agar mengizinkannya pergi bertemu dengan kedua sahabatnya. Jin Tae tak memberi izin, ia berkata hal itu hanya akan menciptakan gossip. Seol memohon, ia meminta Jin Tae mengatakan pada ibu kalau mereka berencana pergi ke jamuan makan malam.

Usai mengurus Jin Tae, Seol mengurus ibu Jin Tae. Seol berterima kasih karena ibu mertuanya sudah mengirimkan uang untuk perawatan ibunya. Ibu Jin Tae lalu berkata, bahwa ia melihat tagihan kartu kredit Seol. Ia bertanya, kenapa Seol menghabiskan begitu banyak uang. Seol pun berkata bahwa uang itu ia gunakan untuk membelikan makan siang pesanan Jin Sook. Ibu mertua Seol pun melarang Seol menghabiskan uang sebanyak itu hanya untuk membelikan makan siang Jin Sook.


Sutradara Yoon dan Sang Hwa pergi ke rumah So Hye. Sutradara Yoon protes karena So Hye tidak menjawab panggilan Hae Sung. So Hye berbohong, ia berkata bahwa ia mematikan dering ponselnya jadi ia tidak tahu Hae Sung menelponnya. Tepat saat itu, Hae Sung menelpon. So Hye pun terpaksa menjawab panggilan Hae Sung itu.

“Kenapa kau tidak menjawab panggilanku? Aku mengirimkan hadiah yang cukup mahal untukmu.” Ucap Hae Sung.

“Maaf, ya. Aku tidak menerima hadiah apapun dari aktor mana pun.” Jawab So Hye ketus, lalu mematikan ponselnya.

Sutradara Yoon protes. Menurutnya, So Hye harus menerima hadiah Hae Sung. Tepat saat itu, ponsel So Hye berdering. So Hye pun syok mendapat kiriman foto2 Hae Sung dengan beragam pose. Sedangkan Sutradara Yoon dan Sang Hwa malah mengagumi otot2 Hae Sung. Ia pun menyuruh So Hye membiarkan Hae Sung shirtless di Hitman. So Hye pun kesal dan beranjak pergi. Hahah…


So Hye dan Seol saling bertukar SMS. Mereka berencana bertatap muka. Keduanya mengaku sudah tidak sabar untuk saling bertemu.  Saat lagi seneng2nya bertukar pesan dengan Seol, So Hye dikejutkan dengan panggilan video call Hae Sung. Dengan wajah ketus, So Hye mereject panggilan Hae Sung. Tepat saat itu, Hae Sung muncul di hadapannya.

“Kau menghindariku lagi?” protes Hae Sung.

“Kenapa kau ke sini?” tanya So Hye.

“Aku datang untuk meeting.” Jawab Hae Sung.

“Bukankah itu tidak sopan datang ke sini secara tiba2? Tanya So Hye.

“Kau tidak menjawab panggilanku.” Jawab Hae Sung.

“SMS aku jika ada yang mau kau tanyakan. Aku harus pergi.” Ucap So Hye, lalu beranjak pergi.

“Kau pasti mau pergi dengan pacarmu. Kenapa kau tidak menyuruhku mengantarmu?” tanya Hae Sung.

“Kau tidak punya kerjaan lain?” ucap So Hye kesal.

“Tidak. Bukankah sudah kukatakan padamu, aku ini Hitman.” Jawab Hae Sung.

“Datang lagi saja besok.” Ucap So Hye.

“Berhentilah bersikap seperti ini dan naik saja ke mobilku. Aku akan mengantarmu, di jalan kita bisa bicara.” Paksa Hae Sung.

“Kau pikir kita mau ke arah yang sama?” tanya So Hye.

“Tentu saja.” Jawab Hae Sung, membuat So Hye kesal.


Terpaksa lah So Hye menerima tawaran Hae Sung. Sepanjang perjalanan, So Hye diam saja dan merengut. Sementara Hae Sung terus mengoceh. Hae Sung mengomentari pacar So Hye, ia berkata seharusnya pacar So Hye menjemput So Hye jika ingin bertemu.

“Bukankah kau datang untuk meeting? Jadi bicaralah.” Suruh So Hye kesal.

“Kenapa kita tidak memberikan pacar untuk Hitman kita? Dia biasanya dingin, tapi dia akan menjadi manis di depan pacarnya. Bukankah itu menyenangkan? Aktingku sangat bagus genre komedi romantic. Dengan begitu, karakternya akan menjadi multi dimensional dan kita dapat menunjukkan acting yang berbeda.” Jawab Hae Sung.

“Bersikap manis setelah membunuh orang lain artinya dia menderita krisis kepribadian!” ucap So Hye gondok.

“Begitukah? Lalu bagaimana kalau dia berpura2 manis untuk menyembunyikan kejahatannya?” tanya Hae Sung.

So Hye pun menghela napas gondok. Sementara Hae Sung tertawa lebar. Hahah…


Seol datang ke kantor suaminya. Ia berencana menemui suaminya. Tapi yang terjadi setelah ia tiba di sana sungguh diluar dugaan. Ia memergoki suaminya sedang berselingkuh dengan Mi Do. Seol pun terluka dan langsung pergi begitu saja. Mi Do menyuruh Jin Tae mengejar Seol.


Seol langsung mengunci diri di mobilnya. Jin Tae dan Mi Do menyusul Seol. Mereka mengajak bicara Seol tapi Seol yang tampak ketakutan langsung melajukan mobilnya dengan kencang hingga spionnya patah membentur dinding. Mi Do pun menyuruh Jin Tae mengejar Seol.


Sementara itu, So Hye masih berdebat dengan Hae Sung.

“Kalau begitu begini saja, berikan dia pekerjaan lain. Malam hari dia menjadi pembunuh berdarah dingin, siang harinya dia normal. Ayo katakan dia seorang reporter.” Pinta Hae Sung.

“Superman seorang reporter.” Jawab So Hye.

“Bagaimana kalau dia seorang pewaris?” tanya Hae Sung.

“Itu batman!” jawab So Hye.

“Mahasiswa?” tanya Hae Sung.

“Itu Spiderman.” Jawab So Hye.

“Playboy kaya raya.” Ucap Hae Sung.

“Iron Man!” jawab So Hye.

“Kau benar.” Ucap Hae Sung.

“Apa kau sedang bercanda?” tanya So Hye.

“Apa maksudmu? Aku ini serius.Ide2 ku setara dengan pemikiran Hollywood. Lihatlah. Semua karakter utama di film Hollywood memiliki dua pekerjaan.” Jawab Hae Sung.


So Hye yang sudah cukup gondok memilih tidak menanggapi lagi ocehan Hae Sung dan menyuruh Hae Sung menurunkannya di depan sebuah kafe. Di kafe itu, tampak Mi Sun yang sudah menunggu kedatangan dua sahabatnya. So Hye turun dari mobil Hae Sung dengan wajah kesal. Begitu melihat So Hye, Mi Sun langsung berlari keluar menghampiri So Hye. Melihat Mi Sun, rona bahagia langsung terpancar dari wajah cantik So Hye.


“Jadi dia ke sini bukan untuk menemui pacarnya.” Gumam Hae Sung senang.


Hae Sung lalu turun dari mobilnya dan menyusul So Hye. Begitu melihat sosok Hae Sung, Mi Sun langsung menyadari itu Hae Sung. Hae Sung melepas kacamatanya dan menyuruh So Hye memperkenalkan Mi Sun padanya. Tadinya ia mengira Mi Sun adalah kakak So Hye. Mi Sun pun bergegas memperkenalkan dirinya. Usut punya usut, Mi Sun adalah mantan hair stylist Hae Sung.
 
So Hye menyuruh Hae Sung pergi. Tapi Mi Sun melarang Hae Sung pergi dan berniat mentraktir Hae Sung. Hae Sung sendiri juga tidak mau pergi, tapi So Hye bersikeras menyuruh Hae Sung pergi.


Seol melajukan mobilnya dengan sangat kencang. Di belakang, Jin Tae mengikutinya. Jin Tae mengklakson mobil Seol, agar Seol berhenti. Seol pun panic dan semakin menambah laju mobilnya. Sementara itu, So Hye dan Hae Sung masih berdebat. So Hye menyuruh Hae Sung pergi, tapi Hae Sung tak mau pergi.


Tiba2, mobil Seol datang dan menabrak mobil Hae Sung dengan cukup keras. Hae Sung pun memeluk So Hye reflek. Sementara Mi Sun berlari ke dalam. Tak lama kemudian, Mi Sun keluar dan bertanya apa Hae Sung dan So Hye baik2 saja. Hae Sung menoleh ke belakang dan panic melihat keadaan mobilnya yang ringsek.

“Baobin ku. Baobin ku.” ucap Hae Sung meratapi mobilnya.


Hae Sung marah pada si pengemudi yang menabrak Baobin nya. Tapi ia langsung diam melihat si pengemudi terluka. Mi Sun dan So Hye pun bergegas menghampiri si pengemudi. Betapa terkejutnya mereka menyadari sosok si pengemudi adalah Seol.


Bersambung………

Lebih nancep chemistry Kim Hyun Joo dengan Kim Tae Hoon, tapi bukan berarti chemistry Kim Hyun Joo dengan Joo Sang Wook gak dapet sih… cuma aku lebih suka Kim Hyun Joo dengan Kim Tae Hoon… Bagaimana dengan kalian??

Penasaran nasib Seol. Kenapa Seol bisa menikah dengan Jun Tae. Jun Tae sama sekali tidak mencintai Seol. Saat orang lain bergosip tentang istrinya, dia malah tidak membela istrinya sama sekali kan? Dia juga berselingkuh dengan Mi Do. Jadi kenapa mereka menikah? Aku menduga Seol mau dinikahi Jun Tae demi biaya perawatan ibunya. Tapi kalau Jun Tae? Apa motif dia menikahi Seol, padahal dia tahu Seol tidak bisa memberinya keturunan.

Aku suka acting Joo Sang Wook di sini… apalagi yang dia di tempat gym… aku gak berhenti ketawa sepanjang adegannya….

Kira2 nanti endingnya bisa dirubah gak ya… aku sangat berharap Seo Hye bersatu dengan Joon Gi…

[Spoiler Ep 2]