Sebelumnya... Malam harinya, In Gyu bertemu Byeong Woon. Ia datang ke kediaman Byeong Woon di Ganghwa. In Gyu menuangkan minum untuk Byeong Woon. In Gyu : Kau minum sekarang? Byeong Woon : Tiga tahun lalu, sejak datang ke sini, aku minum sedikit. Bagaimana kabarmu? Bagaimana lenganmu? In Gyu : Aku tidak bisa memegang senjata lagi. Byeong Woon : Kau interogator. Kau tidak perlu menggunakan senjata lagi. Byeong Woon mengajak In Gyu minum. Byeong Woon : Kau ingat? Lima belas tahun lalu, di sini. Kau menuduh dukun tidak bersalah, bukan? Ibu kandung Tuan Putri, Ban Dal. In Gyu : Kau benar, aku melakukan itu. Byeong Woon : Aku tidak menyalahkanmu. Berkat kau, aku bisa mendapatkan kekuatan luar biasa Tuan Putri. In Gyu : Kau mau dia kembali? Kau ingin mengendalikan dewan kerajaan lagi? Byeong Woon : Mungkin... Jawab aku dahulu. Kau milik Daewongun atau Ibu Suri? In Gyu tak menjawab. Byeong Woon : Kau tidak akan menjawab? Kurasa itu tidak penting saat ini. Kadang ...