Sunday, March 31, 2019

The Promise Ep 32 Part 1

Sebelumnya...


Sy lanjut yg ini dulu ya.... Detik2 Na Yeon kehilangan Sae Byeol gaes....

Se Jin langsung memanggil Tae Joon ke rumahnya. Se Jin minta maaf sudah membuat Tae Joon datang ke rumahnya malam2. Se Jin bilang, Tae Joon akan mendengar kabar bagus.

Tae Joon : Kaulah yang gugup. Aku baik-baik saja.


Yoo Kyung datang.

"Apa itu yang dilakukan pengecut? Berbisik, seolah-olah mereka takut didengar. Berhenti berbisik dan duduklah."

Yoo Kyung lantas menyuruh Se Jin memanggil Kyung Wan.


Yoo Kyung mengizinkan Se Jin dan Tae Joon menikah tapi dengan syarat, mereka harus menyingkirkan sumber masalah. Ia minta Tae Joon memutuskan ikatan yang menghubungkan

Tae Joon ke Na Yeon. Se Jin gak mengerti maksud ibunya. Sang ibu meminta Tae Joon mengambil Sae Byeol dari Na Yeon. Yoo Kyung ingin, hubungan Na Yeon dan Sae Byeol sebagai ibu dan anak putus saat Se Jin dan Tae Joon menikah. Yoo Kyung yakin, Na Yeon akan menggunakan Sae Byeol untuk menghancurkan hidup Se Jin, jadi karena itulah mereka harus mengambil Sae Byeol.

Se Jin tak setuju. Ia bilang, hubungan Tae Joon dan Na Yeon akan berakhir setelah mereka menikah jadi mereka tidak harus bertindak sampai sejauh itu.

Yoo Kyung : Kau lemah. Kau pikir Na Yeon mudah ditangani?

Tae Joon tak mau. Ia bilang, memisahkan anak dari ibunya, itu hal yang sangat kejam.

Yoo Kyung lantas memberi opsi kedua. Ia menyuruh Tae Joon membunuh Na Yeon jika tidak mau mengambil Sae Byeol.

"Buat dia menghilang dari dunia ini. Jika kau melakukannya, kau tidak akan kesulitan untuk menikah." ucap Yoo Kyung.

Tae Joon terdiam.


Melihat ekspresi Tae Joon, Yoo Kyung bertanya lagi, apa Na Yeon dan Sae Byeol sangat berharga bagi Tae Joon dibanding Se Jin sehingga Tae Joon tidak mau memenuhi persyaratannya.

Tae Joon tidak tahu harus menjawab apa.


Kyung Wan tak setuju, Yeobo....

Se Jin angkat bicara. Ia bilang, mereka akan mengambil Sae Byeol dari Na Yeon.

Yoo Kyung pun meminta mereka tidak mengecewakannya lagi kali ini. Yoo Kyung juga mengancam, pernikahan mereka akan batal jika mereka tidak melakukan itu.

Yoo Kyung lalu beranjak pergi.

Se Jin menyuruh ayahnya istirahat dan berkata, ia mau bicara dengan Tae Joon.

*Gini nih konsekuensinya ngerebut laki orang, selalu dan selalu merasa terancam... Si Na Yeon padahal gk ngapa-ngapain... dia cuma minta hidup tenang sama Sae Byeol doang... Tapi gk Yoo Kyung gk Se Jin sama2 ngerasa keancam....


Se Jin membawa Tae Joon ke kamarnya. Di kamar, mereka ribut lagi. Se Jin marah saat Tae Joon bilang syarat yang diajukan Yoo Kyung bukan jalan terbaik.

Se Jin : Segitu sulit kah mengambil Sae Byeol dari Na Yeon? Hanya beberapa jam yang lalu, aku berniat meninggalkan ibuku agar bisa bersamamu. Aku mencoba yang terbaik agar bisa bersamamu jadi aku tidak akan menyesal. Dan hanya ini yang kudapat sebagai balasannya?

Tae Joon : Kau tahu bukan itu maksudku. Aku yakin masih ada cara lain.

Se Jin : Aku akan melakukannya. Bahkan tanpa ibuku bilang, aku akan melakukannya demi meliindungi anakku dan kebahagiaan kita! Jika kau tidak bisa melakukannya, aku yang akan melakukannya! Akan kuakhiri hubungan ibu anak antara Na Yeon dan Sae Byeol!

Tae Joon : Biar aku yang melakukannya Jadi jangan terlibat.


Se Jin lantas membujuk Tae Joon.

Se Jin : Kita sudah sampai disini. Jadi jangan menyerah. Jebal.

Tae Joon : Tidurlah. Kau tampak lelah.


Di kamarnya, Kyung Wan berusaha membujuk Yoo Kyung tapi Yoo Kyung tetap kekeuh dengan keputusannya. Yoo Kyung bilang, jika mereka membiarkan Na Yeon dan Sae Byeol, Na Yeon bisa menusuk Se Jin suatu hari nanti dan ia akan mencegah hal itu terjadi.

Yoo Kyung lalu berkata, tidak mau membahas hal itu lagi dan beranjak dari kamarnya.


Diluar, dia bertemu Tae Joon yang baru turun ke bawah, dari kamar Se Jin.

Yoo Kyung : Aku penasaran siapa di antara kita yang akan lebih kejam dan menakutkan.

Tae Joon terdiam. Apalagi saat Yoo Kyung menyuruhnya menjadi orang yang menakutkan dengan menyingkirkan Na Yeon dan menjadi kejam dengan merebut Sae Byeol. Yoo Kyung berkata, Tae Joon lah yang cocok melakukannya.


Yoo Kyung ke dapur, mengambil air. Lalu ia berkata, ia harus mengakhiri semuanya.


Besoknya, Na Yeon menjemput Sae Byeol di sekolah. Sae Byeol bertanya, apa hal baik akan terjadi jika mereka bermimpi bagus.

Na Yeon : Apa maksudmu?

Sae Byeol : Guruku bilang, hari ini kami semua baik dan berperilaku baik. Dia bilang, itu karena dia mimpi bagus semalam.

Na Yeon : Apa kau berharap bermimpi bagus dan hal baik akan terjadi?


Sae Byeol : Eomma, aku tidak bermimpi tapi hal baik datang.

Na Yeon lantas melihat ke belakangnya dan terkejut melihat Tae Joon datang.

Tae Joon mengaku, bahwa ia pulang dari Amerika karena merindukan Sae Byeol.

Sae Byeol senang mendengarnya.


Tae Joon mengajak Sae Byeol dan Na Yeon makan.

Tae Joon menyuruh Sae Byeol makan banyak.

Sae Byeol : Bibi Geum Bong bilang, jika ingin menjadi gadis cantik, kau tidak boleh makan. Nenek langsung meneriakinya saat ia mengatakan itu.

Tae Joon : Nenekmu benar. Kau harus makan agar menjadi sehat dan kau akan menjadi cantik saat kau sehat.

Na Yeon : Sae Byeol-ah, kau bisa berhenti makan jika sudah kenyang.

Sae Byeol : Bolehkah aku bermain dengan tante balon? Jadi aku bisa mencerna makananku.

Tae Joon : Ide yang bagus. Ayah akan menemanimu.


Saat Sae Byeol asyik berfoto, Tae Joon dan Na Yeon bicara. Tae Joon menyuruh Na Yeon belajar keluar negeri. Na Yeon tak paham dengan maksud Tae Joon. Tae Joon mengaku, ia benci melihat Na Yeon menyia-nyiakan hidup. Ia menyuruh Na Yeon sekolah lagi agar Na Yeon bisa meraih cita-cita.

Na Yeon : Ada saat ketika aku ingin mencoba semuanya. Tapi suatu hari kau menjadi duniaku dan sekarang Sae Byeol adalah duniaku. Terima kasih sarannya tapi aku tidak tertarik.

Tae Joon : Kenapa kau tidak memberikan Sae Byeol padaku dan memulai hidupmu yang baru? Hiduplah dengan bebas dan temukan siapa dirimu.

Na Yeon marah.

"Kau muncul entah darimana dan tiba-tiba memintaku menyerahkan Sae Byeol padamu?"

"Tenanglah. Aku tidak memprovokasimu."

"Ani, itu tidak akan terjadi. Ani! Tidak dalam mimpimu. Ani! Bahkan sampai aku mati."

"Na Yeon-ah..."


Sae Byeol tiba-tiba datang dan mengajak mereka berfoto.

Si tukang foto, memuji Sae Byeol sebagai gadis yang lucu.

"Kami biasanya melakukan ini hanya untuk ulang tahun tapi akan kulakukan untukmu, kuharap keluarga kalian bahagia." ucap si tukang foto, lalu mulai mengambil foto mereka.


Di flatnya, Joong Dae menghidup-matikan lampu.

"Sekring tidak akan meledak bahkan setelah seratus kali. Dan semua kecoak hilang. Aku tidak bisa menyuruhnya pulang lebih awal kecuali sekring putus atau kecoak muncul."


Joong Dae lalu melihat ponselnya.

"Dia tidak pernah menelepon ketika dia pergi ke tempat ibunya? Apakah jari-jarinya patah atau ada sesuatu?" ucapnya.


Joong Dae kemudian tersadar dan menepuk pipinya.

"Tunggu, apa yang kukatakan? Ibunya? Lee Joong Dae, apa kau gila? Dia bukan istrimu." ucapnya lagi.


Sae Byeol menyanyi di depan ibu, kedua bibinya dan neneknya.


Setelah itu, Sae Byeol duduk di pangkuan ibunya.

Mal Sook : Sae Byeol-ah, apa kau memiliki hari yang bagus hari ini.

Sae Byeol : Aku bertemu ayahku.

Sontak, Mal Sook, Eun Bong dan Geum Bong kaget mendengarnya. Sae Byeol lalu pergi ke kamar dan keluar membawa foto ia bersama ayah dan ibunya.


Sae Byeol menunjukkan foto itu dan berkata kalau ayahnya pulang dari Amerika dan membelikannya pizza serta bermain dengannya.

Na Yeon lantas menyuruh Sae Byeol sikat gigi dan mengatakan sudah waktunya tidur untuk Sae Byeol agar Sae Byeol tidak bicara soal Tae Joon lagi.


Saat Sae Byeol masuk ke kamar mandi, Na Yeon langsung ke kamarnya dan menyimpan foto itu.

Eun Bong menyusul Na Yeon ke kamar. Ia minta penjelasan Na Yeon soal kata-kata Sae Byeol tadi tentang Tae Joon yang baru pulang dari Amerika.

Na Yeon : Lihatlah, jiwa reportermu muncul lagi.

Eun Bong : Jang Se Jin bilang pada reporter kalau dia hamil. Dia melakukan itu karena dia cemas. Mereka tidak jadi menikah?

Na Yeon : Mana aku tahu. Mereka bukan urusanku sekarang.

Eun Bong : Wajahmu mengatakan hal lain. Apa kau berharap?

Na Yeon : Eottoke, eonni? Aku sangat membenci Tae Joon tapi saat melihatnya bermain dengan Sae Byeol, hatiku lemah. Aku tidak berpikir aku bisa melepasnya. Aku harus bagaimana?


Di kamarnya, Do Hee membaca artikel kehamilan Se Jin. Do Hee penasaran, kenapa Se Jin tiba-tiba mengaku pada reporter kalau dia hamil. Dia yakin, ada sesuatu yang terjadi.


Ponsel Do Hee kemudian berdering. Telepon dari mantan istri Hwi Kyung yang mengajaknya bertemu. Mantan istri Hwi Kyung bilang, kalau ia penasaran dengan Do Hee dan sudah menyiapkan sesuatu yang menarik untuk didengar Do Hee. Do Hee berkata yang intinya mereka akan bertemu besok.

Bersambung ke part 2............

Babel Ep 16 Part 3 (EPISODE TERAKHIR)

Sebelumnya...


Di kantornya, Woo Hyuk sedang menonton berita Nyonya Shin.

Jae Il melaporkannya dari lokasi kejadian, bahwa masa penahanan Nyonya Shin resmi berakhir malam ini dan pengadilan akan kembali menerbitkan surat perintah. Surat perintah akan dikeluarkan malam ini.


Pengacara Kwon datang. Woo Hyuk pun langsung mematikan TVnya.

"Dia benar-benar sesuatu. Sulit baginya untuk berubah." ucap Pengacara Kwon.

Woo Hyuk mau pergi.

Pengacara Kwon : Kau mau kemana?

Woo Hyuk : Aku mau ke suatu tempat.

Pengacara Kwon : Kapan kau kembali? Kau ingat kan kita ada pesta untuk menyambut Manajer Oh?

Woo Hyuk : Kupikir aku akan sedikit terlambat.

Pengacara Kwon : Kau mau kemana?

Dan Woo Hyuk pun langsung pergi tanpa memberitahu Pengacara Kwon dia mau kemana.


Woo Hyuk pergi ke kuil untuk mendoakan ibunya.


Setelah itu, ia ke penjara.

Sipir penjara berkata, bahwa tahanan yang ingin dikunjungi Woo Hyuk menolak semua kunjungan.

Woo Hyuk pun minta tolong sipir memanggilkan tahanan itu.


Ternyata tahanan yang ingin dikunjungi Woo Hyuk adalah Nyonya Shin.

Woo Hyuk : Sudah lama. Kurasa tidak seharusnya aku menanyakan kabarmu.

Nyonya Shin : Kau tahu alasanku datang menemuimu? Aku ingin menunjukkan kepadamu betapa baiknya aku selama ini. Aku tidak mau kau salah paham, berpikir aku tidak mau menemuimu karena aku mengalami kesulitan.

Woo Hyuk : Lega mendengarmu melakukannya dengan baik.

Nyonya Shin : Bagaimana denganmu? Kau bahagia dengan Jung Won.


Melihat reaksi Woo Hyuk, Nyonya Shin sadar Woo Hyuk dan Jung Won sudah putus.

Nyonya Shin lantas tertawa.

"Kau memohon padaku, yang membunuh ayahmu, untuk menyelamatkannya. Hubungan kalian bahkan belum sampai setahun tapi kalian sudah putus. Sarang? Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di dunia ini, kan?"

"Berhentilah." jawab Woo Hyuk.

"Tidak mudah menjalani kehidupan, bukan?" tanya Nyonya Shin.


"Karena kau itu sangat sulit." jawab Woo Hyuk.

"Hidupku tidak perlu banyak menggunakan tubuh. Jadi aku akhirnya menggunakan otakku. Apakah kau tahu apa yang kupikirkan sepanjang hari? Kau dan Jung Won. Bagaimana aku bisa membunuh kalian dengan cara yang lebih menyakitkan? Seribu atau sepuluh ribu jalan masuk ke pikiran saya. Dari pagi hingga tidur. Bahkan dalam mimpi juga. Kau tidak tahu dirimu  memberi kukesenangan, bukan?" ucap Nyonya Shin.

"Aku tahu betul itu, menjalani kehidupan dengan pikiran membenci seseorang benar-benar menyakitkan." jawab Woo Hyuk.

"Aku akan segera bebas. Saat itu, aku akan membuat kalian berdua bertemu. Karena aku akan membunuh kalian berdua dengan tanganku. Setelah itu, aku akan mengembalikan semuanya ke semula. Semuanya. Kau tidak ingin memohon padaku untuk diselamatkan? Kau tidak pernah tahu aku mungkin bisa merubah pikiranku." ucap Nyonya Shin.

"Kau tidak pernah berubah. Aku pergi." jawab Woo Hyuk.

"Pergi? Kau punya alasan datang kemari, kan? Aku tidak yakin kau datang karena merindukanku." ucap Nyonya Shin.


"Karena aku harus memberitahumu ini. Kau sedang diinterogasi sebagai tersangka banyak kasus." jawab Woo Hyuk.

"Apakah kau datang ke sini untuk mengatakan itu? Apakah kau masih seorang jaksa? Adakah yang terbukti? Aku tidak bersalah. Itu sebabnya Aku akan segera dibebaskan." ucap Nyonya Shin.

"Penyesalan hati nurani, etika, untuk dilakukan sebagai manusia. Aku mengerti betul bahwa tidak ada gunanya memberi kuliah tentang itu pada anda.

Tapi aku benar-benar ingin memberitahumu ini. Alasannya, mengapa anda ada di sini." jawab Woo Hyuk.

Woo Hyuk memulai ceritanya.

Seperti yang pernah dikatakan Yoo Ra, bahwa ayahnya pernah membahas soal warisan pada Woo Hyuk.

Dan memang benar, Pimpinan Tae memanggil Woo Hyuk ke kedai yang biasa ia datangi untuk bertemu dewan direksi.

Pimpinan Tae ingin merubah surat wasiatnya.

"Bajingan itu memiliki mata tajam sepertimu tetapi dia sedikit berbeda. Dia tidak puas dengan apa pun. Dan dia adalah pria yang bisa lakukan apa saja jika dia mau. Dia telah menyembunyikan warna aslinya dengan baik baik untuk waktu yang lama. Min Ho memiliki bakat dalam hal itu. Maksudku, dia telah melakukannya, hal-hal buruk yang tidak seharusnya dia lakukan. Aku tidak bisa membiarkannya. Rubah surat wasiatku. Dari nama Min Ho menjadi Soo Ho. Karena aku tidak tahu seberapa jauh Min Ho memiliki pengaruh dalam politik perusahaan dengan pengikutnya, kau harus bekerja di sana dengan cara yang sangat rahasia.


"Presiden Tae Soo Ho tidak punya reputasi yang baik di perusahaan. Apakah itu akan baik-baik saja?"

"Saat kau tidak bisa memilih yang bagus, kau harus memilih yang tidak terlalu buruk. Semua orang di perusahaan akan menderita untuk sementara waktu tapi aku yakin itu akan membantu Geosan dalam jangka panjang."

Flashback end...


Nyonya Shin terkejut, ia tidak percaya suaminya menunjuk anak kandung mereka menjadi pewaris.

Woo Hyuk : Bahkan untuk pertemuan, makan malam dengan keluarga anda, aku diundang untuk surat wasiat itu. Sejak itu, Pimpinan Geosan, Tae Byeong Chan, memutuskan Tae Soo Ho menjadi pewarisnya.

Nyonya Shin tidak percaya.

Woo Hyuk : Penculikan, pengurungan, memerintahkan pembunuhan, percobaan pembunuhan, pembunuhan, pembunuhan keluarga Anda. Anda berkomitmen untuk semua itu jadikan Tae Soo Ho sebagai ketua. Tapi itu mungkin belum dibutuhkan dari awal. Karena jika Anda belum melakukan apa pun dari mereka dan tetap diam, Seharusnya Tae Soo Hoo telah mewarisi Geosan. Keserakahanmu membuat dirimu hancur.


Nyonya Shin syok.

Alarm berbunyi. Sipir pun memberitahu bahwa waktu kunjungan Woo Hyuk sudah habis.

Nyonya Shin : Kau bohong, kan? Katakan padaku. KATAKAN!

Nyonya Shin menyesal.


Soo Ho dalam perjalanan ke suatu tempat. Ia menyetir sendirian. Disampingnya, ada kanvas.


Soo Ho ternyata pulang ke rumahnya. Ia menemui ayahnya yang kini sudah berada di rumah.

Soo Ho : Waktu berlalu begitu cepat. Tidak buruk bagiku tinggal di tempat rahasia dalam waktu yang lama. Bukankah lucu kalau aku memasak? Aku membersihkan rumah dan mencuci juga. Kau selalu mengatakan itu kepadaku karena kau tumbuh terlalu nyaman, itu sebabnya aku menyedihkan seperti ini. Aku tidak bisa mengunjungi ayah untuk sementara waktu. Aku akan pergi jauh kali ini. Sebelum pergi, aku ingin memberi hadiah untukmu jadi aku datang ke sini. Ketika aku datang untuk mengunjungi ayah lagi, aku harap ayah bisa mengenaliku.


Soo lantas keluar dan menatap lirih kursi yang biasanya diduduki sang ibu.


Kepala Yang datang. Soo Ho menitipkan ayahnya pada Kepala Yang.

Setelah itu, Soo Ho memberikan sesuatu dan meminta Kepala Yang memajangnya di kamar sang ayah.


Kepala Yang lalu memajang lukisan yang diberikan Soo Ho di kamar Pimpinan Tae.

Pimpinan Tae melihat lukisan Soo Ho dengan seksama.

Lukisan sebuah keluarga. Ada ayah, ibu dan ketiga anak mereka.


Di restoran, Jae Il dan Mi Sun sedang melihat foto Jung Won.

Mi Sun kurang yakin dengan kata-kata Jae Il soal keberadaan Jung Won. Jae Il pun meyakinkan Mi Sun. Jae Il bilang dia seorang reporter.


Woo Hyuk kemudian datang.

"Jung Won mengirimkan sesuatu?"

Mi Sun bilang, Jung Won hanya mengirimkan foto2 saja lewat email.

Jae Il langsung memberikan foto Jung Won itu pada Woo Hyuk.

"Aku sudah melacak alamat IP. Itu di Osaka. Tapi kau yakin bisa menemukannya hanya dengan foto itu? Osaka itu luas." ucap Jae Il.

"Akan kucoba." jawab Woo Hyuk.


Di kamarnya, Woo Hyuk mencoba mencari tahu lokasi di foto Jung Won lewat internet.

Ia melihat seluruh foto2 tempat destinasi di Osaka di internet.

Tak lama kemudian, Woo Hyuk menemukannya.


Di dinding kamar Woo Hyuk, dipenuhi foto2 tempat destinasi.


Woo Hyuk berdiri di tepi pantai. Ia di Osaka sekarang.


Woo Hyuk lantas menyusuri jalanan. Ia menanyakan pada orang2 sekitar lokasi yang ada di foto Jung Won.


Setelah mengetahui lokasinya, Woo Hyuk langsung kesana tapi Jung Won tak ada di sana.


Woo Hyuk lantas pergi ke hotel terdekat tapi sayangnya pihak hotel tidak mengetahui dan tidak pernah melihat Jung Won.


Jung Won sendiri ada di tepi kolam.

Ia mengambil koin dari dalam dompetnya dan berusaha melemparkannya ke dalam wadah yang ada di tepi kolam tapi lemparannya terus dan terus meleset.


Tiba2 terdengar suara Woo Hyuk.

"Apakah aku boleh memberitahumu bagaimana cara membidik di sana? Tutup matamu, berbalik, dan melemparkannya.Cobalah untuk  membuangnya." ucap Woo Hyuk.

Jung Won menangis mendengarnya.

Jung Won lantas berkata, bahwa ia sudah tidak perlu lagi melakukan itu karena keinginannya sudah tercapai sekarang.


Jung Won lalu berbalik dan berlari ke Woo Hyuk. Ia memeluk Woo Hyuk erat2.


Sekarang, keduanya berdiri di tepi pantai. Mereka saling berpegangan tangan.

Woo Hyuk tersenyum menatap Jung Won.


Mereka lantas berciuman.

TAMAT!!


Di akhir cerita, terlihat sebuah pemandangan indah. Dimana Woo Hyuk terlelap bersama seorang bocah laki2 di sampingnya. Jung Won menatap mereka sembari tersenyum.

Happy ending gaes buat Woo Hyuk dan Jung Won.....

Tapi tidak dengan Soo Ho yang harus kehilangan Young Eun. Disaat mereka sudah menemukan kebahagiaan, saling jatuh cinta, Young Eun justru tewas di tangan Nyonya Shin.