• Sinopsis Wonderful World Episode 1-16

    Kim Nam Joo dan Cha Eun Woo memiliki rasa sakit yang sama akibat kehilangan seseorang yang sangat berharga bagi mereka.

  • Duis non justo nec auge

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

Ice Adonis Ep 5 Part 1

Sebelumnya...

Di episode ini Yoo Ra akhirnya tahu gadis yang akan dinikahi Yoon Jae bukan lah dia tapi Yeon Hwa.

Bagaimana kah reaksi Yoo Ra? Terlebih saat tahu rivalnya adalah Yeon Hwa yang dibencinya?


Pimpinan Ha mengundang Yeon Hwa ke rumahnya.

Yeon Hwa sontak kaget saat Pimpinan Ha menunjukkan surat pengunduran diri Yeon Jae.

"Dia memberikan ini padaku semalam. Dia bilang, ingin menjaga janjinya jadi aku sudah memikirkan apa yang harus kulakukan. Dia meninggalkan jabatannya bukan karena pandanganku atau bisnis. Kau alasannya. Apa yang harus kulakukan tentang ini?"

Yeon Hwa pun menunduk, tidak tahu harus menjawab apa dan dia juga tidak enak sudah membuat Yoon

Jae mengambil keputusan seperti itu.

Pimpinan Ha lantas tertawa.

"Dia salah karena sudah berbohong. Sebagai ayahnya, aku minta maaf."

Yeon Hwa terkejut, Pimpinan...

"Setelah wamilnya selesai, dia kehilangan api di matanya. Aku pikir itu karena wajib militernya tapi bukan. Jawabannya adalah sesuatu yang lain. Dia mungkin hebat dalam pekerjaannya tapi tidak dalam menjalin hubungan. Dia memiliki banyak luka di hatinya. Bisnis seperti menaiki roket dan jatuh ke tanah. Terus menggali ke tanah sampai tidak bisa terlihat lagi. Karena jabatannya adalah presiden, dia tidak bisa berhenti begitu saja."

Singkat cerita, Pimpinan Ha meminta Yeon Hwa membawa Yoon Jae kembali ke perusahaan.

Pimpinan Ha juga bilang, kalau Yeon Hwa bisa melakukan apapun yang Yeon Hwa mau.


Nyonya Jang memuji selera belanja Yoo Ra yang bagus. Yoo Ra tersenyum mendengarnya dan meminta

Nyonya Jang menghubunginya kapan saja jika membutuhkannya.

Mendengar itu, Nyonya Jang heran sendiri atas sikap baik Yoo Ra padanya. Ia curiga, Yoo Ra punya maksud lain.

Yoo Ra pun mengakui perasaannya, bahwa ia menyukai Yoon Jae sejak mereka kecil dulu.

Nyonya Jang mengerti itu alasan Yoo Ra baik padanya.

Yoo Ra lalu berkata, ingin menyapa Pimpinan Ha terlebih dahulu sebelum pergi.

Nyonya Jang pun mengajak Yoo Ra ke rumahnya.


Bersamaan dengan itu, supir mengantarkan Yeon Hwa pulang.

Di depan rumah, mobil yang ditumpangi Yeon Hwa berpapasan dengan mobil Nyonya Jang.


Sampai di rumah, bibi berkata, baru saja ingin membuatkan teh untuk Pimpinan Ha lantaran Pimpinan Ha merasa haus.

Yoo Ra langsung ambil muka. Ia berkata, dirinya lah yang akan membuatkan Pimpinan Ha teh.


Nyonya Jang masuk ke kamar dan melihat suaminya tampak bahagia.

Ia pun penasaran, kabar baik apa yang membuat Pimpinan Ha senang.

Belum lagi menjawab, Pimpinan Ha sudah batuk-batuk dan Nyonya Jang langsung memberikan inhalernya.

"Tunangan Yoon Jae datang." jawab Pimpinan Ha kemudian.

Nyonya Jang kaget.


Tak lama kemudian, Yoo Ra masuk membawakan teh.

"Kau bilang wanita yang akan dinikahi Yoon Jae datang?" tanya Nyonya Jang.

Kaget lah Yoo Ra mendengarnya.


"Aku memintanya datang."

"Yeobo, kenapa melakukannya?"

"Aku ingin melakukan tugasku sebagai ayah. Dia seusia dengan Yoo Ra. Sekarang saat aku melihatnya lagi, dia terlihat cukup pintar dan bijaksana." ucap Pimpinan Ha.

"Kau akan membiarkan Yoon Jae menikahi siapapun yang dia mau?"

"Tentu saja...." jawab Pimpinan Ha.

Yoo Ra terpukul mendengarnya. Saking terpukulnya, ia sampai menjatuhkan cangkir yang dibawanya dan terduduk lemas di lantai.

Nyonya Jang pun mengira Yoo Ra lagi mabuk.


Yoon Jae sedang di toko perhiasan.

Yoo Ra melajukan mobilnya dengan kencang sambil mengingat saat Nyonya Jang menyuruhnya membawakan data Yeon Hwa.

Yoo Ra juga ingat saat Yoon Jae mengatakan, wanita yang ingin dinikahinya adalah karyawan J.

Sadarlah Yoo Ra wanita itu adalah Yeon Hwa.

"Aniya! Aniya!" teriaknya.


Yoon Jae menjemput Yeon Hwa. Ia mengajak Yeon Hwa ke suatu tempat.


Yoo Ra ke apartemen baru Yoon Jae. Ia terkejut melihat dekorasi apartemen itu yang dipenuhi balon-balon.

Tak lama kemudian, terdengar suara Yeon Hwa. Yoo Ra langsung mematikan lampu apartemen dan bersembunyi.


Yoon Jae dan Yeon Hwa masuk. Yoon Jae menyalakan lampu dan meminta Yeon Hwa tinggal di apartemen itu sampai mereka menikah.

Yoon Jae lantas memasangkan kalung yang tadi dibelinya ke leher Yeon Hwa dan mengajaknya menikah.

Yoo Ra menatap Yeon Hwa dengan tatapan tajam.

"Jadi itu kau, Seol Yeon Hwa?"

Saat melihat Yoon Jae mencium kening Yeon Hwa, tangisnya keluar.

"Siapa kau berani mengambil semua milikku!" ucapnya dalam hati.


Yoo Ra lalu teringat ketika ayahnya memperkenalkan Nyonya Han, Yeon Hwa dan Soo Ae  pertama kali padanya.

Saat itu, Yoo Ra menatap Yeon Hwa penuh kebencian.


Yoon Jae hendak mencium bibir Yeon Hwa.

Yoo Ra yang syok, tanpa sengaja menjatuhkan lampu yang ada di sebelahnya.

Yoon Jae dan Yeon Hwa sontak kaget dan langsung menatap ke arah Yoo Ra.

Yoo Ra kaget. Saat Yoon Jae berjalan ke arahnya, Yoo Ra pun buru-buru pergi.

Yoon Jae langsung memeriksanya dan menemukan lampu yang jatuh.


Ia lantas memberdirikan lampu itu dan kembali pada Yeon Hwa.

"Jendelanya tidak terbuka. Aku penasaran kenapa lampunya jatuh. Itu sedikit menakutkan." ucap Yeon Hwa.

"Apa yang kau takutkan? Ada aku disini." jawab Yoon Jae.

Yoon Jae lantas mengajak Yeon Hwa merayakan hubungan mereka.

Tak lama kemudian, ia ingat meninggalkan sampanye di mobilnya.


Saat Yoon Jae hendak pergi ke mobilnya, Yeon Hwa menahannya dan memberikan surat pengunduran diri Yoon Jae. Yeon Hwa meminta Yoon Jae untuk tetap di perusahaan.

Yoo Ra yang ternyata masih di sana terkejut mendengar kata-kata Yeon Hwa tentang Yoon Jae yang akan meninggalkan perusahaan.


Yoon Jae lantas mengambil surat pengunduran dirinya, lalu memeluk Yeon Hwa.

"Sepanjang kau tetap bersamaku, akan kubuat J Cosmetic menjadi perusahaan nomor satu di dunia."


Yoo Ra tambah sakit mendengarnya.

Yoon Jae kemudian melepaskan pelukannya dan pergi untuk mengambil sampanye.


Setelah Yoon Jae pergi, Yoo Ra pun keluar dari persembunyiannya dan melabrak Yeon Hwa.

Yeon Hwa terkejut melihat Yoo Ra.

Bersambung ke part 2..............

Ice Adonis Ep 4 Part 2

Sebelumnya...


Yoo Ra makan siang dengan neneknya di kamar sang nenek. Sang nenek penasaran dengan yang dikatakan ayah Yoon Jae pada Yoo Ra.

"Yoo Ra-ya, maukah kau menjadi menantuku?" jawab Yoo Ra menirukan suara Pimpinan Ha.

"Lalu kau jawab apa?" tanya Nyonya Jo sembari tersenyum.

"Aku senang sekali sampai ingin gila rasanya. Aku tidak bisa menjawab jadi aku hanya bisa tersenyum. Aku sangat malu." jawab Yoo Ra.

Nyonya Jo tertawa, ia senang Pimpinan Ha mempertimbangkan Yoo Ra untuk menjadi menantunya.

Yoo Ra lalu menanyakan pendapat neneknya soal Yoon Jae.

"Kecuali soal ibunya yang meninggalkannya saat ia masih kecil, tidak ada yang perlu dikritik darinya." jawab nenek.


Di ruang makan, Tuan Choi yang sedang makan bersama istri dan anak tirinya, mendengar tawa Nyonya Jo dan Yoo Ra.

Tuan Choi berkata, mereka seperti anak-anak kalau sedang tertawa.

Nyonya Han mengaku, senang mendengar tawa mereka.

Tuan Choi lalu menyuruh Soo Ae makan yang banyak dan memuji Soo Ae karena tidak pilih-pilih makanan.

"Anakku tidak pernah pilih-pilih soal makanan. Mereka bisa makan bahkan hanya dengan kimchi saja jadi aku tidak pernah memiliki masalah soal itu." jawab Nyonya Han.

"Soo Ae-ya, makanlah dagingnya." suruh Tuan Choi.

Mendengar itu, Soo Ae langsung berdiri dan berterima kasih pada mereka.


Sekarang, Yoo Ra sudah berada di mejanya. Ia kesal menemukan nama Yeon Hwa di daftar kandidat yang diterima bekerja di J.


Tak lama kemudian, Yoon Jae datang. Ia langsung menyuruh Yoo Ra mencari apartemen dekat kantor yang bagus.

"Soal perabotan dan peralatannya, pilihlah sesuai seleramu." ucap Yoon Jae.

Yoo Ra awalnya bingung, tapi tak lama ia ingat saat dirinya mengatakan pada Yoon Jae bahwa ia ingin pindah karena tak bisa hidup seatap dengan Nyonya Han. Yoo Ra salah paham. Ia pikir, apartemen itu untuk dirinya.


Yoo Ra makin salah paham ketika Yoon Jae keluar dari ruangannya dan mendengar kata-kata Yoon Jae pada Pimpinan Ha.

Yoon Jae mengaku, akan memperkenalkan seseorang yang ia sukai dan orang itu karyawan J.

Yoon Jae mengatakan itu sambil menatap Yoo Ra.

Usai bicara dengan sang ayah, Yoon Jae menyuruh Yoo Ra mencari apartemen. Ia meminta Yoo Ra tidak mencemaskan soal harganya karena ia yang akan membayarnya.

Sontak, Yoo Ra kesenangan.


Yoon Jae pergi menjemput Yeon Hwa dan mengaku akan memperkenalkan Yeon Hwa pada seseorang.


Sementara Yoo Ra sedang memilih-milih beberapa perabot. Ia membeli barang couple.


Yoon Jae membawa Yeon Hwa ke hadapan orang tuanya dan mengakui bahwa Yeon Hwa lah gadis yang akan dinikahinya.

Melihat penampilan Yeon Hwa, Nyonya Jang sontak terkejut.


Yoo Ra sedang melihat-lihat apartemennya.

"Aku ambil yang ini." ucapnya dengan wajah penuh senyuman.


Yeon Hwa mengatakan pada orang tua Yoon Jae bahwa ia tak bisa menikah dengan Yoon Jae.

"Orang yang kukencani adalah anak sulung dari keluarga miskin. Tapi aku menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya saat wawancara tahap akhir kemarin." ucap Yeon Hwa.

Mendengar itu, Yoon Jae pun berkata akan mundur dari posisinya sebagai Presdir J.

Pimpinan Ha langsung marah. Saking marahnya, ia langsung pergi begitu saja.


Yoon Jae lalu membawa Yeon Hwa ke Sungai Han.

"Saat aku berusia 13 tahun, ibuku tiba-tiba menghilang di suatu pagi. Setelah itu, ibu tiriku datang. Aku menyalahkan ayahku, membenci ibuku dan tidak percaya pada ibu tiriku. Aku merasakan banyak hal buruk di masa remajaku. Bagaimana mengkhawatirkan ayahku dan membuat ibu tiriku pergi. Semakin kulakukan itu, ayahku makin dekat dengan wanita itu. Setelah aku pergi ke universitas, aku tidak pernah merasa malu menyembunyikan identitasku. Sejak aku tidak mempercayai orang lain dan tidak percaya dunia ini, jadi berbohong tidak bisa dihindari. Tapi setelah jatuh cinta padamu, aku mulai merasa malu. Aku merasa malu untuk yang pertama kalinya. Jadi aku ingin menunjukkan semua yang aku miliki padamu. Tapi... aku tidak bisa melakukan itu. Sejak aku hanya tahu bagaimana menyalahkan, membenci dan berpura-pura. Aku tidak pernah belajar bagaimana mengendalikan perasaanku. Kenyataannya... aku takut jika aku mengendalikan semuanya, kau akan menghilang sama seperti ibuku. Aku takut."


Yoon Jae lalu menatap Yeon Hwa dan meminta Yeon Hwa memberikannya kesempatan.


Yoo Ra sedang menata apartemen yang baru saja dibelinya.

Ia meletakkan piyama couple di kasur.


Gelas couple di meja.

Sendal couple di dekat pintu.


Ponsel Yoo Ra berdering. Telepon dari Nyonya Jang. Yoo Ra pun menjawabnya dengan penuh semangat.

Nyonya Jang yang ada di hotel, meminta Yoo Ra mencarikannya data-data Yeon Hwa.


Tak lama, Kang Wook datang dan Nyonya Jang langsung menggandengnya begitu selesai bicara dengan

Yoo Ra. Ia mengajak Kang Wook makan malam.


Yoo Ra bertanya-tanya, kenapa Nyonya Jang meminta data Yeon Hwa.


Setibanya di rumah, Yoon Jae langsung menyerahkan surat pengunduran dirinya pada sang ayah.


Yoon Hee tiba di rumah dan langsung disambut ayahnya.

"Kau habis berkencan juga?"

Yoon Hee mengiyakan.

"Bawa dia kemari dan kenalkan pada ayah."

"Aku akan membawanya kemari."


Yoon Hee lalu menemui Yoon Jae dan bertanya kapan ia bisa berkenalan dengan calon kakak iparnya tapi Yoon Jae malah membahas soal produk anti kerut mereka.

"Ini di rumah, Sajangnim." jawab Yoon Hee.

"Aku percaya seleramu. Dia pasti orang yang baik. Aku menunggumu memperkenalkan dia padaku." ucap Yoon Hee lagi, lalu beranjak pergi.


Yeon Hwa sudah sampai di depan rumahnya. Tapi ia tak langsung masuk dan memikirkan kata-kata Yoon Jae tadi.

Salju kemudian turun dan Yeon Hwa mendongak, menatap langit.


Di kantor, Yoo Ra memberitahu Yoon Jae kalau apartemen yang diminta Yoon Jae sudah siap.

Yoon Jae lantas menanyakan desainer perhiasan dan meminta Yoo Ra membuatkan janji untuknya.

"Kau tahu lamaran seperti apa yang disukai wanita?" tanya Yoon Jae.

Mendengar pertanyaan Yoon Jae, Yoo Ra yang salah paham, tak bisa mengatakan apa-apa.

Yoon Jae lalu meminta Yoo Ra melupakan pertanyaannya itu dan masuk ke ruangannya.

Begitu Yoon Jae pergi, Yoo Ra langsung menarik napasnya.

"Aku sangat gugup." ucapnya.

Tak lama kemudian, ia teringat permintaan Nyonya Jang.


Di butik, Nyonya Jang sedang bicara di telepon dengan Kang Wook.

Selesai bicara, dia memberikan kiss pada Kang Wook dan menyudahi pembicaraannya.


Nyonya Jang kemudian mematut dirinya di cermin dan terkejut melihat sosok Yoo Ra.

Ia berbalik dan Yoo Ra langsung menyerahkan dokumen Yeon Hwa.

Nyonya Jang pun langsung mencibir Yeon Hwa begitu membaca datanya.


Yoo Ra yang penasaran pun langsung bertanya ada apa dengan Yeon Hwa tapi Nyonya Jang malah menatapnya tajam, membuatnya terkejut.

Bersambung........

Prolog :


Nyonya Jang menatap tajam Yoo Ra. Ia berkata, karena Yoo Ra adalah seketaris Yoon Jae jadi Yoo Ra hanya perlu melakukan tugas sebagai seorang seketaris.

"Maafkan aku. Jika kau membutuhkan sesuatu, bisa hubungi aku kapan saja."

"Kau boleh pergi."

"Samonim, maukah kau menjadi teman belanjaku?" tanya Yoo Ra.


Sementara itu, Yeon Hwa ada di rumah Yoon Jae. Pimpinan Ha lah yang menyuruhnya datang.