Saturday, May 18, 2019

Different Dreams Ep 7-8 Part 1

Sebelumnya...


Malam itu, sebuah kereta melaju dengan kecepatan tinggi. Di pintu kereta, Won Bong mengarahkan pistolnya pada seorang pria yang bergelantungan di tepi kereta. Tak lama kemudian, Won Bong  menarik pelatuknya. Pria itu jatuh seketika.


-Different Dreams, Episode 7 Bom Waktu-


Anak buah Wol Sung mengarahkan pistol mereka pada Won Bong yang mereka dudukkan di kursi. Won Bong tiba2 mengangkat tangannya. Wol Sung pun terkejut, sekaligus bingung melihatnya. Won Bong menghitung mundur. Saat hitungannya selesai, terdengar sebuah letusan tembakan yang mengenai cangkir teh Wol Sung. Cangkir itu langsung jatuh terpelanting ke bawah. Wol Sung terkejut.

Won Bong : Korps Pahlawan saat ini tidak bisa berkutik  melawan Cheongbang.


Won Bong lalu berdiri. Anak buah Wol Sung pun bersikap waspada. Won Bong menatap tajam Wol Sung.

Won Bong : Mereka mungkin akan menghilang tanpa jejak. Namun, ada satu orang yang bisa membunuh pemimpin musuh mereka. Itulah yang dilakukan Korps Pahlawan.

Wol Sung tertawa.


Sementara itu, yang menumpahkan peluru itu adalah Nam Ok.

Nam Ok mengeluh kedinginan. Setelah itu, ia merasa ada yang membicarakannya di belakang, lalu berkata kelaparan.


Sekarang, Won Bong dan Young Jin dalam perjalanan bersama Jin Soo. Jin Soo memberitahu keduanya, kalau mereka menemukan peralatan komunikasi di tempat Young Sung.

Jin Soo : Itu untuk keperluan militer.

Young Jin : Kau yakin itu untuk mengawasiku?

Jin Soo : Awalnya kami pikir itu wajar. Seorang ayah yang mencemaskan putrinya dari kejauhan. Lalu, kami memeriksa identitas Ma Young Sung.  Dan kami mengetahui dia mata-mata yang andal. Bahkan Biro Urusan Pengadilan dari Kantor Gubernur Joseon merekrutnya. Kami menemukan buku catatan yang membuktikan hal itu. Aku bisa memberikannya kepadamu jika kau mau.

Young Jin : Kenapa Biro Urusan Pengadilan mengincarku?

Jin Soo : Mereka mengubah strategi mereka. Daripada berurusan dengan tingkat rendah, mereka berusaha memutuskan sumber dana. Dan mereka menduga Yoo Tae Joon dalangnya.

Young Jin : Seperti yang aku bilang, aku tidak tahu keberadaan Tae Joon. Dan aku tidak ingin tahu.


Won Bong : Jaksa yang datang menemuimu, bisakah kita memercayainya?

Young Jin tidak menjawab dan hanya menghela nafas saja.


Jin Soo mengantarkan Won Bong dan Young Jin ke penginapan Young Sung. Jin Soo menyuruh Young Jin menghubungi Hiroshi.

Jin Soo : Bilang padanya kau bebas dan aman. Dan temukan Jaksa Fukuda. Sisanya kuserahkan padamu, Young Jin-ssi.

Young Jin : Kau ingin aku berbohong?

Jin Soo : Itu pilihanmu.


Young Jin mengobati luka Won Bong. Tapi Won Bong terus saja menjauhkan wajahnya dari Young Jin.

"Jangan bergerak." pinta Young Jin. Tapi Won Bong tetap saja bandel.

Young Jin kesal, ia meraih dagu Won Bong untuk menatapnya, agar ia bisa mengobati luka Won Bong.


Won Bong memegang tangan Young Jin. Ia berkata, Seung Jin bersama mereka sekarang dan jika Young Jin menemui Seung Jin, Seung Jin, akan memberitahu dimana Tae Joon.

Young Jin : Aku juga menanyakan keberadaan Tae Joon. Dia tidak akan memberitahumu.

Young Jin kemudian bertanya, apakah mereka sungguh  membutuhkan kemerdekaan Joseon? Jika Jepang menarik diri dari Joseon, akankah Joseon bebas dari invasi imperialis negara Barat?

Won Bong mencengkram erat tangan Young Jin.

Won Bong : Imperialis melenyapkan budaya asli koloninya dan berusaha mempertahankan kekuasaan. Jika tidak dihentikan, kita akan menjadi pangkalan logistik mereka dan akhirnya hancur. Aku tidak akan membiarkan keturunan kita hidup sebagai budak imperialis di tanah terpencil tanpa budaya dan bahasa.

"Aku punya satu syarat." jawab Young Jin, membuat Won Bong kaget.


Nam Ok dan Seung Jin sedang makan di penginapan mereka ketika Won Bong datang. Nam Ok mengkhawatirkan wajah Won Bong yang terluka. Won Bong melirik Seung Jin. Nam Ok mengatakan, ia sudah menyuruh Seung Jin pergi sebelum mereka pergi menyelamatkan Young Jin, tapi saat ia kembali, Seung Jin masih belum pergi dan terus mengerek kelaparan padanya.

Seung Jin tanya keadaan Young Jin.

Won Bong pun berkata, bahwa Young Jin sudah pulang.


Won Bong kemudian duduk. Sikap Seung Jin langsung berubah 180 derajat setelah tahu, pria yang duduk di depannya memang Kim Won Bong.

Won Bong : Kau sungguh tidak berniat memberitahuku?

Seung Jin ragu, itu...

Nam Ok : Katakan kepada kami.

Seung Jin : Tapi... aku tidak bisa melakukan itu.

Nam Ok kesal, Dasar berengsek. Jangan makan lagi.

Won Bong : Bagaimana dengan ini? Lee Young Jin pergi sendiri dengan menerjang bahaya.

Seung Jin kaget, apa?


Paginya, Hiroshi dihubungi Young Jin. Ia lega Young Jin baik2 aja.

Young Jin : Tentang Nona Ma, ayah tahu siapa dia?

Hiroshi : Ayah mau seseorang membantumu di Shanghai. Ayah tidak memberitahumu lebih awal karena takut kau akan merasa tertekan.

Young Jin : Dia ditembak dan mati di depan mataku. Orang-orang di sini memberitahuku bahwa Biro Urusan Pengadilan memanfaatkan dia untuk terus mengawasiku. Kesalahpahaman tentang Cheongbang sudah terselesaikan. Ayah tidak perlu mencemaskan aku di sini. Aku tutup teleponnya.


Hiroshi kesal.

"Oda, si keparat itu. Nona Ma tewas. Dia bekerja dengan Oda."

"Masih ada kabar buruk lagi. Direktur rumah sakit memilih Jenderal Shimakawa dari Jepang sebagai penggantinya." jawab Maru.


Young Jin duduk sendiri di sebuah kafe. Ia menunggu seseorang.

Tak lama kemudian, Fukuda datang. Ia berlari ke lantai atas dengan terburu2 dan menemui Young Jin.

Fukuda lega Young tidak apa-apa. Ia lalu minta maaf. Ia menyebut, itu salahnya. Ia berkata, ia ceroboh karena tidak berhati2, padahal tau banyak orang mengawasinya tapi ia malah datang menemui Young Jin.

Young Jin : Pertama, mereka bertanya apa aku membantumu. Tentu saja, aku bilang tidak. Tapi setelah beberapa saat mereka memberitahuku sesuatu yang aneh. Bahwa Biro Urusan Pengadilan Pemerintahan Joseon sedang mengawasiku. Untuk melihat apa aku bersekongkol dengan Yoo Tae Joon dan membantunya dalam perlawanan bersenjata.

Fukuda tidak percaya.

"Itu konyol."

"Kau bisa memeriksanya. Itu perintah dari Direktur Oda. Apa kau tahu soal itu? Apa kau juga mencurigaiku? Kau mencoba memanfaatkanku untuk menemukan Yoo Tae Joon?"

"Young Jin-ssi..."

"Apa itu alasannya kau bersikap baik padaku?"

Fukuda terdiam.


Sekarang, Young Jin berjalan menyusuri jalanan.

Fukuda masih di kafe tadi. Ia terdiam.


Young Jin balik ke penginapannya. Sampai disana, ia menemukan Won Bong sedang berdiri menunggunya.

Young Jin : Kau tahu restoran yang menjual makanan Joseon?

Won Bong sedikit tersenyum mendengarnya.

*Nah loh, sy jadi dugeun-dugeun liat Young Jin-Won Bong. Baru kali ini sy nonton drama, suka sama kedua leadnya. Young Jin-Fukuda, Young Jin-Won Bong, Miki-Fukuda, mereka cocok... Jadi bingung mau masuk tim mana.

Bersambung ke part 2......

Friday, May 17, 2019

Unknown Woman Ep 22 Part 2

Sebelumnya...


Yeo Ri berhasil gaes... abis ini dia bakal muncul di depan Ji Won..

Ga Ya merajuk. Ia merengek, mau ikut Ma Ya berkemah. Ji Won berusaha membujuk Ga Ya, tapi Ga Ya tetap kekeuh mau ikut Ma Ya ke Inggris. Ga Ya berteriak, tidak mau berpisah dari Ma Ya. Ga Ya lalu pergi ke kamarnya sambil menangis.

Hae Joo bertanya2, darimana Ga Ya mendapatkan sifat keras kepalanya itu.

Ji Won : Siapa lagi? Dia mirip dirimu.

Ma Ya : Aku akan bicara dengannya.


Ma Ya pun membujuk Ga Ya. Ia berjanji, akan sering menulis surat dan menelpon Ga Ya nanti. Ma Ya juga bilang, mereka bisa video call-an tiap hari.

Ga Ya : Benarkah? Kau akan menelepon setiap hari? Janji?

Ma Ya berjanji.

Ga Ya : Ga Ya adalah Ma Ya.

Ma Ya : Ma Ya adalah Ga Ya.

Ga Ya dan Ma Ya : Kita adalah satu!

Barulah Ga Ya tersenyum.


Usai membaca proposal Do Young, Mal Nyeon berkata, Do Young salah menilainya jika berpikir ia akan terbujuk dengan perubahan kecil yang dibuat Do Young.

Do Young : Maafkan aku, jika aku membuatmu tersinggung. Aku ingin membuat komplek pusat perbelanjaan besar dan resor untuk menjadikan Korea sebagai pusat wisata Asia. Itu impian dan rencanaku. Jika kau mau bekerja sama sedikit dan membantuku...

Mal Nyeon : Kau pikir aku membeli lahan itu untuk membantumu mewujudkan impianmu? Aku tidak akan menjual lahan itu. Jadi, berhentilah menggangguku.

Mal Nyeon menutup proposal Do Young dan meletakkannya kembali di meja.


Ia mau pergi tapi kemudian ia pura2 kaget saat membaca nama perusahaan Do Young yang ada di proposal.

Mal Nyeon : Tunggu. Apa nama perusahaanmu?

Do Young : Wid. Grup Wid.

Mal Nyeon : Seharusnya kau memberi tahu lebih awal. Putriku baru saja bekerja di sana hari ini. Yoon Seol. Dia seorang pengacara.

Do Young kaget, Yoon Seol?

Mal Nyeon : Dia mungkin putriku, tapi dia selalu sangat pandai sejak kecil. Dia sekolah di luar negeri sejak SMA. Tapi tidak pernah gagal mendapatkan beasiswa penuh. Begitu dia lulus kuliah, semua perusahaan besar ingin mempekerjakan dia. Tapi dia bersikeras ke Korea dan melakukan ujian untuk menjadi pengacara. Dia berkata ingin melayani Korea.


Ponsel Mal Nyeon berdering. Tentu saja, itu cuma pura2 karena Mal Nyeon sudah menyetel ponselnya sebelumnya.

Mal Nyeon : Sudah kubilang aku tidak akan menjual lahan itu. Kenapa semua orang mengincar lahanku?

Mal Nyeon menutup teleponnya.

Mal Nyeon : Karena putriku bekerja di sana, aku tidak bisa diam saja. Ini akan menjadi canggung.


Yeo Ri marah pas Moo Yeol bilang kontrak kerja nya dibatalkan. Yeo Ri tanya, apa salahnya.

Moo Yeol : Sudah kubilang wajahmu akan menyebabkan kekacauan di dalam keluargaku. Itu yang dikhawatirkan ayah mertuaku.

Yeo Ri : Kenapa aku diperlakukan tidak adil hanya karena aku mirip seseorang? Begitu aku mendapatkan kabar itu, aku memberikan praktik dan kantorku kepada orang lain.

Moo Yeol minta maaf.

Yeo Ri : Membatalkan kontrak kerja secara sepihak dianggap sebagai pemecatan. Menurut pasal 28 UU Ketenagakerjaan, aku akan mengajukan tuntutan atas pemecatan secara tidak adil. Aku akan tahu apakah pantas bagi pemilik perusahaan untuk memecat seseorang yang mirip mantan kekasih menantunya. Kita lihat bagaimana reaksi publik terhadap hal ini.

Moo Yeol kaget. Yeo Ri lantas beranjak pergi.


Do Young kembali ke ruangannya dan memikirkan kata2 Mal Nyeon yang akan mempertimbangkan menjual lahannya pada Wid demi Yeo Ri.

Lalu, Do Young meminta seketarisnya memanggil Moo Yeol.


Moo Yeol mengejar Yeo Ri ke parkiran, tepat saat Yeo Ri mau pergi.


Moo Yeol membawa Yeo Ri ke ruangan Do Young. Do Young minta maaf pada Yeo Ri atas sikapnya tadi.

Yeo Ri : Yang penting adalah kedepannya karena aku harus bekerja dengan baik dan tidak mengecewakan Anda.

Do Young : Aku suka sikap itu. Kuharap kita bisa bekerja sama dengan baik.

Do Young dan Yeo Ri berjabat tangan.


Mal Nyeon ke restoran. Begitu ia datang, Tuan Yoon langsung tanya soal Yeo Ri.

Mal Nyeon : Tenanglah. Sudah kutangani. Jadi, sebentar lagi dia menelepon. Kita memang sangat pintar membeli lahan itu tahun lalu untuk resor saat mendengar Pimpinan Koo menginginkannya.

Tak lama, pesan dari Yeo Ri diterima Mal Nyeon. Yeo Ri mengabarkan, kalau ia diterima di Wid.

Sontak, Mal Nyeon dan Tuan Yoon senang. Mereka langsung berpelukan.

Para pengunjung menatap mereka dengan wajah penasaran.

Untuk merayakan diterimanya Yeo Ri di Wid, Tuan Yoon pun memutuskan memberikan ayam gratis pada pengunjungnya.


Oliver memecat Yeol Mae. Ia bilang, ia tidak bisa mempekerjakan Yeol Mae lagi.

Yeol Mae protes. Ia bilang, cuma disana ia bisa melihat Do Chi dan mencari tahu soal Yeo Ri.

Oliver meminta maaf dan berkata, tetap tidak bisa menerima Yeol Mae.

Oliver lalu memberikan Yeol Mae uang sebagai tanda maafnya.

Yeol Mae tidak mau menerimanya dan tidak mau pergi. Ia bahkan, sampai duduk njeplak di lantai. Oliver menghela nafas melihatnya.


Ponsel Oliver kemudian berdering. Pesan dari Yeo Ri, yang memberitahunya kalau ia diterima di Wid. Senyum Oliver pun mengembang.


Moo Yeol dan Do Young pulang bersama. Ji Won yang menunggu di pintu bersama Hae Joo dan Do Chi, terkesan melihatnya.

Do Chi menyapa sang kakak. Ia bilang, ia pulang.

Do Young : Aku turut senang. Kau satu-satunya keluarga yang kumiliki. Nikmatilah masakan kakak iparmu sampai kau menikah.


Do Chi lalu menatap Moo Yeol.

Do Chi : Baiklah. Kita akan tinggal bersama sekarang, jadi, kuharap kita akur. Mari lupakan masa lalu dan saling mengakrabkan diri.

Moo Yeol : Kau anggota senior keluarga ini, jadi, aku tidak punya pilihan.

Ji Won : Kalian sudah makan? Aku akan siapkan meja sekarang.

Hae Joo pun melarang ibunya dan langsung menggandeng Moo Yeol.

Hae Joo : Ma Ya akan berangkat ke Inggris besok. Jadi, keluarga kami akan makan di luar.

Do Chi : Bukankah Seol mulai bekerja hari ini? Apa semua berjalan lancar? Dia menyelamatkan Kakak, jadi, kau akan bersikap baik kepadanya, bukan?

Do Young gugup, walaupun dia menyelamatkanku, dia hanya perlu bekerja dengan baik. Itu yang penting.


Ji Won menyusul Do Young ke kamar dan menanyakan Yeo Ri

Do Young : Semua karyawan baru sama. Karyawan hanyalah karyawan. Jika kau terlalu dekat dengannya, akan menjadi masalah. Jangan terlalu bersemangat.


Do Chi ke kamarnya dan agak kesal kakaknya tidak berterima kasih pada Yeo Ri. Karena itu, ia berpikir untuk berterima kasih atas nama sang kakak.


Do Chi pun pergi. Ia ke outlet Wid dan membeli beberapa pakaian baru untuk Yeo Ri.


Yeo Ri yang baru pulang, terkejut mendapat kejutan dari orang tua Seol.

Orang tua Seol menyiapkan kue untuknya.

Tuan Yoon berkata, itu kue untuk merayakan keberhasilan Yeo Ri bergabung dengan Wid.

Yeo Ri : Ini semua berkat kalian. Ini masih terlalu dini.

Mal Nyeon : Kita semua mempertaruhkan nyawa untuk ini. Jadi, kita harus menghancurkan mereka untuk selamanya.

Yeo Ri lalu meniup lilinnya.

Mal Nyeon lalu memberitahu, ada paket yang datang untuk Yeo Ri.


Yeo Ri lalu melihat 4 paper bag di atas meja. Ia memeriksanya. Isinya beberapa baju.

Yeo Ri kemudian menemukan kartu pesan disana.

Do Chi : Selamat, aku ingin melihatmu mengenakan baju ini. Do Chi"


Yeo Ri pun bergegas ke kamarnya dan menghubungi Do Chi.

Do Chi : Orang tuaku mendirikan Grup Wid. Aku mungkin tidak terlibat secara langsung. Tapi aku sangat mencintai perusahaan itu. Baju ini adalah suap untuk memintamu bekerja keras. Selain itu, terima kasih kau telah menyelamatkan kakakku.

Do Chi lalu menyudahi pembicaraan mereka agar Yeo Ri bisa tidur lebih awal.

Yeo Ri jadi tidak enak pada Do Chi.


Paginya, Ji Won berencana menghubungi Yeo Ri. Ia ingin memastikan bahwa Yeo R memang ada di pihaknya.


Ji Won lalu menghubungi Yeo Ri.

Ji Won : Aku akan langsung saja. Aku ingin mentraktirmu makan siang. Aku juga ingin berterima kasih secara langsung kepadamu.  Apa yang kau suka?

Yeo Ri kaget, maaf?

Ji Won : Kau tidak akan menolak ajakanku lagi, bukan?

Yeo Ri : Tidak, Bu. Tapi orang dari perusahaan akan melihat kita. Jika aku menemui Anda sendirian, orang akan curiga.

Ji Won : Aku terkesan. Kau tahu kau harus waspada. Aku suka itu. Jika kau khawatir kita bertemu di luar, bagaimana jika kau kemari?


Yeo Ri : Ke rumah Anda?

Ji Won : Kau bisa datang saat makan siang dan makan di sini. Sampai bertemu siang ini. Akan kukirim alamatnya melalui SMS.

Ji Won memutuskan panggilannya.

Yeo Ri kaget, tapi ia memutuskan untuk datang.


Mal Nyeon masuk ke kamar Yeo Ri. Ia tanya, kenapa Yeo Ri  tidak memakai baju yang dikirim Do Chi?

Yeo Ri : Dia tidak merahasiakan apa pun dariku. Tapi aku terus membohonginya dan itu membuatku tidak enak.

Mal Nyeon : Putuskan perasaanmu terhadap dia. Entah kau akui semuanya dan memintanya menjatuhkan kakak dan kakak iparnya yang jahat, atau menjadikan dia musuhmu. Jangan setengah-setengah. Kau tahu itu sangat berbahaya. Kau sudah memulainya, jadi, ayo maju. Jangan mundur. Hanya masalah waktu sampai dia mengetahui semua tentangmu.

Yeo Ri mengerti.

"Aku akan segera memutuskan posisiku terkait dengannya."


Moo Yeol senyum2 sendiri mikirin kata2 Yeo Ri yang mengaku, dirinya lah yang pertama kali dipikirkan Yeo Ri saat diterima bekerja di Wid.

Moo Yeol lalu memakai cologne dan beranjak keluar.

Begitu Moo Yeol keluar, Hae Joo keluar dari kamar mandi.

Ia terkejut saat mencium bau cologne. Tapi ia tidak curiga.


Lalu, Hae Joo turun ke bawah bersama Ma Ya dan bertemu Ji Won.

Hae Joo mencium wangi masakan.

Hae Jo : Ibu memasak? Apa nanti ada tamu?

Ji Won : Ibu mengundang seseorang makan siang. Sepertinya Bibi Ahn sudah mulai memasak.

Lalu Ji Won bicara pada Ma Ya.

"Jangan sampai terluka. Jangan terlalu sering menelepon Ga Ya dan membuat dia ingin berkemah lagi, mengerti?"

"Baiklah, aku akan segera pulang."

Lalu, Hae Joo pun pergi membawa Ma Ya.


Setelah Hae Joo pergi, ponsel Ji Won berdering. Telepon dari Do Young yang mengaku, meninggalkan dokumennya dan meminta Ji Won mengantarnya.


Sekarang, Ji Won sudah di Wid. Ia sedang menunggu lift. Tak lama, pintu lift terbuka dan Ji Won langsung masuk.

Yeo Ri tiba2 datang dan masuk ke lift.

"Lantai berapa?" tanya Ji Won tanpa melihat wajah Yeo Ri.

"Tolong lantai lima." jawab Yeo Ri.

Kali ini, ia mengenali suara Yeo Ri. Ia menoleh dan terkejut melihat Yeo Ri. Sementara Yeo Ri bersikap seolah2 mereka tidak saling kenal.

Pintu lift terbuka. Yeo Ri pun buru-buru keluar dan pergi.


Ji Won mengejar Yeo Ri. Tapi ia lari ke arah yang berlawanan dari Yeo Ri. Langkahnya terhenti saat ia melewati lorong tempat Yeo Ri dan Moo Yeol ciuman.

Ji Won ingat kata2 Hae Joo yang bilang melihat Moo Yeol dan Yeo Ri ciuman disana.


Ji Won marah dan langsung ke ruangan Moo Yeol tapi Moo Yeol tidak ada di tempat. Seketaris Moo Yeol mengatakan, Moo Yeol sedang rapat. Saat mau pergi, Ji Won melihat patung monyet hadiah darinya ada di meja Yeo Ri. Ya, Yeo Ri seruangan dengan Moo Yeol. Ji Won kesal.


Lalu Ji Won ke ruangan Do Young. Seketaris Kim mengatakan hal yang sama.


Yeo Ri ke toko bunga. Ia memesan buket seratus tangkai bunga kuning.


Dalam perjalanan, Ji Won berusaha menghubungi Hae Joo tapi tidak dijawab.


Begitu sampai di rumah, ia langsung teriak2 memanggil Hae Joo. Pembantu menghampirinya, mengatakan kalau dia ada tamu.

Ji Won menoleh dan mendapati Yeo Ri duduk di sofa, membelakanginya.

Ji Won mendekat. Yeo Ri berdiri dan menatap Ji Won. Sontak Ji Won kaget.

Yeo Ri : Omo, bukankah tadi kita bertemu di lift? Maaf, aku tidak mengenali Anda tadi. Halo, aku Yoon Seol.


Bersambung................