Sebelumnya... Tuan Seo lega begitu melihat Ji An. Ia tersenyum, namun senyumnya seketika lenyap melihat Ji An menjauh saat ia mencoba mendekati Ji An. Ji An berkaca-kaca menatap ayahnya. Tak lama kemudian, Ji An berbalik. Ia mau pergi, tapi Tuan Seo langsung menghentikan langkahnya. Tuan Seo mendekat. Ia lega Ji An masih hidup. Setelah terdiam untuk beberapa saat, Ji An akhirnya berbalik dan menatap ayahnya. Ia diam saja dan teringat saat Tuan Choi memukul ayahnya. āKenapa kau tidak... Kenapa kau tidak menelepon kami? Kau seharusnya mengabari kami.ā ucap Tuan Seo. āMaaf.ā Jawab Ji An dengan wajah tertunduk. āAyah menghubungi, mengirim pesan, dan bahkan meninggalkan pesan suara setiap hari.ā Ucap Tuan Seo. āPonselku hilang.ā Jawab Ji An. āBegitu rupanya. Kau ke mana saja selama ini? Kau di kota ini selama ini?ā tanya Tuan Seo. āAku tidak mau membahasnya.ā Jawab Ji An. āLantas, sekarang kau tinggal di mana? Apa yang kau lakukan di kota ini?ā tanya Tua...