Sunday, June 30, 2019

Dan, Only Love Ep 4 Part 3

Sebelumnya...


Dan duduk sendirian di minimarket.

Dan : Mi instan memang lezat.

Dan mulai menyantap mi nya.

Dan : Enak sekali.

Cewek kasir minimarket berbadan bulat, keluar dari minimarket dan menepuk2 punggung Dan yang lagi asyik makan mi.

Dan menoleh dan menatap cewek itu. Lalu cewek itu berubah jadi Hoo.

Ya, cewek itu memang Hoo yang sedang menyamar.

Melihat Hoo, Dan pun tersedak.

Dan : Kau berencana memakai semua jenis rompi?

Hoo : Ini karena tempat-tempat yang kau kunjungi. Kenapa kau tidak pergi ke tempat yang bagus? Mi instan bukan satu-satunya makanan.


Hoo duduk disamping Dan.

Dan : Kalau begitu, berilah aku lebih banyak uang.

Hoo : Bukankah kau tidak punya uang?

Dan : Aku menemukan uang seakan berkat dari surga.

Hoo : Kau menyimpannya sendiri?

Dan : Sunbae, kita adalah malaikat. Tentu aku memberikannya kepada polisi. Aku ingin meminjam 30 dolar dari detektif, tapi dia memberiku karena merasa kasihan. Dia orang baik.

Hoo : Lalu kau kemari dengan uang itu?

Dan : Aku ingin melihat... manusia.


Hoo bingung. Dan menatap lurus ke depan. Hoo pun melihat apa yang dilihat Dan.

Banyak orang sedang bermain dan duduk2 di depan Sungai.

Dan juga melihat pasangan kekasih yang lagi suap2an di sebelahnya.

Dan : Mungkin Yeon Seo tidak pernah melakukan itu, bukan?


Hoo mengambil mi Dan. Kirain dia mau makan mi itu.

Taunya dia mau nyuapin Dan, meniru pasangan kekasih itu.

*Ngakak....


Paginya, Yeon Seo memasak. Ia berniat menggoreng telur tapi tidak tahu cara mecahin telurnya dan menggorengnya.

Tak lama, Bu Jung datang dan berniat membantu Yeon Seo.

Yeon Seo kesal : Kubilang pindahlah kemari!

Bu Jung : Kau bisa meminta Kim Dan kemari.

Yeon Seo : Aku tidak mau mendengar namanya.

Bu Jung mematikan kompor dan menyuruh Yeon Seo ikut dengannya.

Bu Jung bilang ada orang yang harus Yeon Seo temui.


Bu Jung membawa Yeon Seo ke ruang tengah.

Bu Jung berkata, karena itulah ia datang terlambat hari ini.

Yeon Seo menatap gadis yang dibawa Bu Jung.

Yeon Seo : Nugu?

Yeon Seo lalu mencium wangi tubuh gadis itu.

Yeon Seo : Si lavender?

"Namaku Gi Bo Ra." jawab gadis itu.

Yeon Seo menatap Bu Jung, minta penjelasan.

Bu Jung : Aku mengutus dia pergi ke teater balet setelah kau mendadak memecatnya.

Yeon Seo : Atas keputusanmu?

Bu Jung : Semacam penugasan kembali. Beberapa hari yang lalu, dia melihat sesuatu.

Flashback...


Si lavender sedang membersihkan meja di dekat ruangan Bu Choi.

Tak lama, ia melihat staff keamanan Yeon Seo keluar dari dalam ruangan Bu Choi dan memegang amplop yang isinya uang.

Flashback end...


Sekarang, Yeon Seo, Bu Jung dan si lavender duduk di ruang tengah.

Bu Jung : Entah apakah mantan manajer keamanan yang dengan sengaja menyebabkan kecelakaan itu, tapi aku yakin dia bekerja sebagai mata-mata mereka. Aku ragu Kim Dan bisa tidur karena ketidakadilan ini.

Yeon Seo : Lantas, kenapa? Kenapa dia...

Bu Jung : Aku pasti benar. Jatuh cinta pada pandangan pertama. Kau akan menyuruh dia kembali, bukan?

Yeon Seo : Tidak. Untuk apa? Aku tidak butuh dia.

Bu Jung gemes dengan keras kepalanya Yeon Seo.


Yeon Seo ke gereja Dan.

Bu Jung : Alamatnya di gereja Katolik. Tentu, aku tahu kau tidak akan mengunjungi dia.


Gureum mengajak Yeon Seo ke taman.

Yeon Seo kaget Gureum membawanya ke taman itu. Ia ingat taman itu.

Yeon Seo : Tidak mungkin.  Dia kemari setelah diusir? Kenapa dia kemari? Apa karena ini tempat pertemuan pertama kami?

Yeon Seo kemudian melihat seseorang yang tidur di bangku taman, berselimut koran.

Sosok tersebut bangun dan koran yang menutupi tubuhnya seketika jatuh saat ia bangun.

Yeon Seo pun terpana melihat Dan.


Dan melihat Yeon Seo.

Yeon Seo langsung berbalik.

Dan : Lee Yeon Seo!


Dan dan Yeon Seo duduk di bangku taman.

Yeon Seo menaikkan gaji Dan dua kali lipat, ditambah bonus 100 persen supaya Dan mau balik kerja sama dia.

Dan tersenyum dan terus menatap Yeon Seo.

Yeon Seo yang gengsinya gede pun berdalih, kalau ia mau Dan kembali karena tahu Dan tidak punya tujuan.

Yeon Seo : Kau akan mati kedinginan jika tidur di sini. Jika kau mati, aku tahu kau akan menghantui mimpiku.

*Dia kan emang hantu.... Gk tau aja si Yeon Seo...

Yeon Seo pun akhirnya mengaku kalau dia harus sudah bisa berjalan tanpa tongkat sebelum pekan depan.

Yeon Seo : Aku harus berjalan apa pun yang terjadi. Jadi aku membutuhkanmu.

Dan :  Karena konferensi pers itu?

Yeon Seo : Bagaimana kau tahu?


Dan pun menunjukkan artikel Yeon Seo di selimut korannya.

Yeon Seo pun sewot karena Dan sudah tahu tapi dia segera kembali ke rumahnya.

Dan : Aku berniat pergi ke sana. Kau sangat membutuhkan aku.

Yeon Seo : Kau sangat menyebalkan.

Dan : Aku tidak butuh gaji dua kali lipat dan bonus 100 persen, tapi aku punya syarat.


Pak Geum heran melihat Bu Choi yang kelewat happy malam itu. Bu Choi pun berkata, dalam beberapa hari, ia tidak akan lagi menjadi Direktur Umum sementara.

Pak Geum : Surat itu untuk perpanjangan surat kuasa. Bukankah jabatan kita tetap sementara?

Bu Choi : Harus berapa kali kukatakan? Manusia harus lebih pintar daripada hewan. Ji Kang Woo sudah menyiapkan situasinya dan aku hanya perlu mengendalikan. Penglihatannya baru saja kembali dan sekarang ingin menari balet lagi? Apa pun yang terjadi, dia tidak akan bisa melakukannya. Kita akan mengadakan konferensi pers itu dan merilis artikel berita yang mengeklaim Yeon Seo akan hadir. Saat semua orang menantikan dia... Kejutan! Dia tidak akan pernah hadir.

Pak Geum : Kau akan memakai kesempatan itu untuk mengambil alih yayasan?

Bu Choi : Benar!


Kang Woo sedang mengawasi penarinya latihan.

Lalu ia teringat Yeon Seo dan meraih ponselnya.

Kang Woo melihat pesan2nya yang tidak dibalas Yeon Seo.

Ia mau menulis pesan lagi tapi tidak jadi.


Salah seorang penari meminta izin untuk menjemput anaknya di tempat penitipan anak.

Kang Woo : Pergilah.

Penari itu berterima kasih tapi ia langsung berhenti melangkah saat Kang Woo berkata, 'selamanya'

Kang Woo lantas menyuruh penarinya yang lain memulai tarian kelompok.

Si penari yang ingin menjemput anaknya pun diam saja.

Kang Woo marah.

"Kau membangkang? Kenapa tidak pergi? Kau bilang harus pergi."

"Tidak perlu." jawab penari itu.

"Napas dan keseimbanganmu tidak stabil dan kau tidak fokus. Kau masih merasa menari?" tanya Kang Woo.


Kang Wo lalu memanggil Seo Ji.

Seo Ji : Ya?

Kang Woo : Kau bisa menggantikan dia menghadiri konferensi pers.

"Kalau begitu, aku akan menjadi penari pengganti." jawab penari itu.

Kang Woo : Atas izin siapa? Aku tidak akan mengizinkanmu!

Kang Woo lalu menatap semua penarinya.

Kang Woo : Mulai dari awal. Jangan sampai bermalas-malasan. Fokuslah pada setiap otot dalam tubuh kalian. Musik!


Selesai latihan, Kang Woo yang hendak pulang, disamperin Ni Na. Ni Na mengajak Kang Woo makan malam.


Saat makan malam, Ni Na membicarakan penari yang mau menjemput anaknya tadi.

Ni Na : Jung Won Eonni baru kembali enam bulan setelah melahirkan. Dia menangis setiap hari karena berusaha mengembalikan bentuk badannya.

Kang Woo : Lantas?

Ni Na : Seharusnya tegur saja aku. Semua ini salahku. Andai tidak mengunggah video itu dan berfoto bersama Yeon Seo, pasti konferensi pers itu tidak perlu diadakan.

Kang Woo : Maksudmu aku merisak orang yang tidak bersalah hanya karena konferensi pers Yeon Seo? Mungkin karena selama ini dia hanya solois, tapi Jung Won tidak kompak dengan penari lain. Saat Lee Yeon Seo kembali, aku ingin menampilkan dia dengan tim yang sempurna. Aku tidak butuh foto dua orang itu.

Ni Na : Yeon Seo akan datang. Sekuat apa pun menyangkal, dia tidak akan merelakan balet.

Kang Woo : Bagaimana kau bisa yakin?

Yeon Seo : Setiap kali memarahi timnya, dia bilang bakat kami adalah pemberian dari surga. Dia menyuruh kami menari secara totalitas agar tidak mempermalukan orang-orang yang tidak bisa berada di sana. Itulah yang selalu dikatakan oleh guru balet kami sejak kami masih kecil. Dia dididik dengan baik sejak awal. Yeon Seo akan kembali dengan percaya diri. Saat waktu itu tiba, aku akan bertarung dengan baik.

Kang Woo : Kalau begitu, fokuslah. Kau tidak punya waktu untuk fokus pada orang lain.

Yeon Seo : Benar. Entah kenapa pikiranku terus teralihkan.

Kang Woo : Kau masih jauh dari bersikap egois.


Di rumahnya, Kang Woo menatap foto Yeon Seo yang ada di pohon keluarga Fantasia.

Lalu Kang Woo ingat saat Yeon Seo bilang, bahwa Yeon Seo yang dulu sudah mati.

Setelah itu, Kang Woo melihat video seorang wanita yang tengah menari.

"Kau akan terus mengguruiku? Di dunia ini, aku yang paling tahu betapa kacaunya aku." ucap wanita di video.

"Terkadang, kau harus memaksa dirimu agar bisa melangkah lebih jauh." jawab Kang Woo.

"Saat kau mengalami kesulitan, sebenarnya yang kau butuhkan adalah sepotong cokelat manis, bukan cambukan keras." ucap wanita di video lagi.


Kang Woo lantas menghubungi seseorang.

Kang Woo : Halo, aku Ji Kang Woo.


Paginya, Dan menunjukkan ke Yeon Seo jejak2 kaki yang sudah ia buat.

Yeon Seo tanya, apa itu.

Dan : Aku akan mengajarimu cara melangkah. Kau tahu langkah balita? Mereka melangkah perlahan.

Yeon Seo : Cara ini sudah terbukti efektif?

Dan : Belum.

Yeon Seo : Heol.

Dan : Tetap saja, mari mencobanya. Kau menyombong kepadanya. Aku tidak akan mempermalukanmu.


Yeon Seo pun mulai berjalan, setapak demi setapak, dipegangi Dan.


Lalu setelah itu, Yeon Seo latihan jalan di taman belakang.

Saat lagi jalan, Yeon Seo jatuh. Yeon Seo minta Dan membantunya berdiri tapi Dan ingin Yeon Seo bangun sendiri.


Dan sekarang, Dan mengajak Yeon Seo latihan jalan di taman.

Dan berlari ke depan Yeon Seo dan menyuruh Yeon Seo mendekat padanya.

Yeon Seo tampak cemas.

Dan pun mendekati Yeon Seo. Ia memegang wajah Yeon Seo dan berusaha meyakinkan Yeon Seo.

Dan : Lihat aku saja. Bayangkan hanya ada kita berdua di dunia ini.

Dan pun kembali menjauhi Yeon Seo. Ia menyuruh Yeon Seo mulai berjalan.

Yeon Seo  pun cemas, ia takut Dan jatuh cinta padanya.


Yeon Seo mulai berjalan tapi dia langsung jatuh.

Dan pun langsung membantu Yeon Seo.

Yeon Seo : Tadi kau tidak membantuku.

Dan : Di sini berbahaya.

Dan lalu melihat tahi lalat di lutut Yeon Seo.

Yeon Seo yang gugup, langsung menjauhkan tubuh Dan darinya.

Dan lantas membantu Yeon Seo berdiri tapi dia malah jatuh dan menimpa Yeon Seo.

Dan dan Yeon Seo saling bertatapan.

Seorang bocah perempuan muncul dan mengatakan mereka berciuman.

Yeon Seo pun langsung memarahi bocah itu. Si bocah ngambek. Dia membuang mukanya dan langsung pergi.


Yeon Seo lalu menatap Dan.

Yeon Seo : Menjauhlah dariku. Jangan membuatku malu dengan mengutarakan pikiranmu.

Dan : Aku punya permintaan.

Yeon Seo : Secepat ini?


Yeon Seo ingat saat Dan meminta Yeon Seo mengabulkan 3 permintaannya pas mereka ketemu di taman.

Dan : Kau harus mengabulkannya tanpa membantah.

Yeon Seo : Bagaimana jika kau meminta seluruh harta atau nyawaku?

Dan : Kau menganggapku apa? Permintaanku akan menguntungkan bagimu. Kau mau melakukannya atau tidak?

Flashback end...


Dan pun berkata, permintaan pertamanya adalah berdoa.

Yeon Seo heran, berdoa?

Dan mengangguk.

Bersambung ke part 4....

Different Dreams Ep 31-32 Part 4

Sebelumnya..


Fukuda sudah kembali ke kantornya sekarang.

Dia berdiri di depan jendelanya.

Teleponnya berdering. Cukup lama Fukuda membiarkan teleponnya berdering, sebelum akhirnya ia menjawabnya.

"Ini dari Jepang. Kau sudah terima?" tanya pria di seberang sana.

Fukuda terkejut, ibu?


Fukuda lantas menemui Oda.

Oda sedang membaca telegram tentang ayah Fukuda yang tewas dibunuh. *Omo...

Oda : Bagaimana pemakamannya?

Fukuda : Kakakku dan adikku yang mengurusnya.

Oda : Kau harus pergi. Aku akan memberimu cuti beberapa hari.

Fukuda : Aku tidak akan pergi. Aku harus tetap disini dan mengungkap siapa di belakang semua ini.


Oda terkejut. Lalu ia pun pindah duduk, ke depan Fukuda.

Fukuda : Kapten Ando dari Divisi Satu Militer memimpin petugas Fraksi Imperial.

Oda : Ya memang benar bahwa mereka menentang kabinet. Kau mencurigai Hiroshi? Kau berpikir dia yang memerintahkan pembunuhan?

Fukuda : Aku akan menginterogasinya.

Oda : Bagaimana bisa kau menginterogasinya? Dia komandan sekarang.


Fukuda lantas memberikan bukti bahwa Young Jin adalah mata2 KPG.

Fukuda : Dokumen ini ditemukan di perwakila KPG. Ini adalah bukti siapa mata2 KPG.

Oda : Tunggu. Kau mau bilang mata2 KPG berhubungan dengannya?

Fukuda mengangguk.

Oda kaget dan langsung membaca catatan itu.

*Woaah, ini kalo bener Hiroshi yg ngebunuh ayah Fukuda, berarti ada harapan nii Fukuda membelot dan mendukung Young Jin.. secara orang tua mereka sama2 dihabisi Hiroshi kan...


Fukuda udah balik lagi ke kantornya.

Matsuura melapor, kalau mereka tidak akan bisa memanfaatkan Nyonya Yoo.

Matsuura : Dia licik seperti rubah. Daripada berbicara tentang Murai, dia akan bergabung dengan Hiroshi sebagai gantinya. Kami hanya akan menggunakannya sebagai umpan.

Fukuda : Kasus Hiroshi tidak akan dibawa ke pengadilan militer kecuali kita menggulung dia dengan erat.

Matsuura : Apa yang dikatakan Direktur Oda?

Fukuda : Dia ingin berhati-hati.

Matsuura : Jadi dia takut dan ragu-ragu.


Fukuda : Kita menentang lawan yang tangguh.

Matsuura : Apakah anda baik-baik saja dengan semua ini? Dengan Hiroshi, maksudku.

Fukuda : Aku akui bahwa aku menghambat penyelidikan karena perasaan pribadiku. Ayah dan saudara politisiku... telah menentang Militerisasi Jepang. Aku juga. Kita harus menghentikan Hiroshi. Kau dan tim harus hati-hati juga. Apapun bisa terjadi jika kau tidak dalam peringatan tertinggi.

Fukuda : Kau belum bertemu dengan Hiroshi ... sejak kau kembali dari Shanghai, kan?

Fukuda : Aku dalam perjalanan ke dia selanjutnya. Tolong siapkan perawatanku.

Fukuda beranjak pergi.

*Intinya, jgn sampe Fukuda membenci Young Jin karena curiga Hiroshi membunuh ayahnya.


Maru mengantarkan Hiroshi ke sebuah tempat.

Lalu Hiroshi melihat luka di pelipisnya Maru.

Hiroshi tanya, darimana luka itu.

Maru bilang, luka itu di dapatnya saat ia berolahraga.

Hiroshi : Kau harusnya hati-hati.

Maru : Komandan, saat kau punya waktu, aku ingin memberitahumu sesuatu.

Hiroshi : Baiklah.


Hiroshi masuk ke dalam. Di dalam, Fukuda sudah menunggunya.

Hiroshi : Bagaimana luka tembaknya?

Fukuda : Peluru itu dihapus dengan bersih, jadi aku baik-baik saja.

Hiroshi : Aku pikir kau akan datang menemuiku segera setelah kau kembali.

Fukuda : Yah, aku terluka, dan aku juga menerima berita tentang ayahku. Aku bertemu Young Jin. Dia bersama Kim Goo. Perburuan dan penyelidikan sekarang akan dipublikasikan.

Hiroshi : Aku pikir aku sudah memperingatkanmu. Mereka yang tahu tentang Young Jin ...

Fukuda : Para detektif melihatnya di Shanghai juga. Juga, dokumen ... dari KPG markas komunikasi memiliki bukti yang menunjukkan ... siapa Young Jin.

Hiroshi : Apa artinya ini?


Fukuda : Apakah kau punya sesuatu untuk dikatakan  tentang pembunuhan ayahku?

Hiroshi : Jangan bilang kau berpikir bahwa aku yang memerintahkannya.

Fukuda : Itu yang ingin aku buktikan.

Hiroshi : Kau ingin melanggar janjimu?

Fukuda : Aku bukan boneka yang bisa kau permainkan. Aku buta sesaat. Tapi aku senang akhirnya aku menyadarinya.

Hiroshi lantas berdiri. Ia mau pergi tapi Matsuura dan beberapa polisi datang.


Fukuda berdiri dan menatap Hiroshi.

Fukuda : Sehubungan dengan putri angkatmu, tindakan pengkhianatan Lee Young Jin, kami memintamu untuk ikut dengan kami.

Hiroshi : Apakah kau  baik baik-baik saja.dengan orang-orang ini sekarat?

Fukud : Direktur Oda sedang menunggumu.

Matsuura : Untuk menjaga identitas putrimu, kau  harus berurusan dengan Komisaris Kenta dan Direktur Oda. Kau bahkan mungkin sudah membayar gubernur juga.


Hiroshi dibawa pergi. Maru kaget dan mau melindungi Hiroshi tapi dihalangi polisi.

Hiroshi lalu minta izin Fukuda mengambil tasnya. Fukuda mengizinkan.

Maru pun langsung membuka pintu mobil dan mengambilkan tas Hiroshi.

Setelah itu, Hiroshi dibawa pergi.


Hiroshi minta Oda cepat menginterogasinya karena ia harus pulang beberapa jam lagi.

Oda : Ingat ketika aku mengatakan bahwa suatu hari nanti dia akan menjatuhkanmu?

Hiroshi : Kau juga mengatakan memotong bunga ketika mulai berkecambah.

Oda : Betul. Tetapi sekarang inilah yang terjadi padamu. Apa kau punya ide bagaimana kau akan dituntut?

Oda lalu membacakan kejahatan Hiroshi.

Oda : Bersembunyi dan berada di liga dengan mata-mata Lee Young Jin. Penculikan dan pembunuhan Jenderal Murai ... serta pembuangan tubuhnya. Urutan pembunuhan ... pada mantan Menteri Luar Negeri, anggota majelis Fukuda.  Dalang di balik keracunan ... dari mantan direktur PT Rumah Sakit Umum Pemerintah. Saya takut 48 jam tidak akan cukup untuk menginterogasimu.

Hiroshi : Apakah kau punya bukti? atau saksi untuk mendukungnya?

Oda : Apakah kau pikir kami tidak siap?


Hiroshi : Oda, apa kau tahu bagaimana kau  bisa diperbaiki? Meskipun keturunamu dilemparkan ke jalan, kau akan beralih ke jalan lain dan mengikutinya. Kau sudah seperti itu sejak sekolah.

Oda : Cukup dengan omong kosongmu!  Garis hidup yang busuk? Itu kau, teman.

Hiroshi tertawa.


Sementara Fukuda dan Matsuura menginterogas Ishida.

Fukuda : Jika kau bersaksi, Biro Urusan Yudisial akan memberikan perlindungan.

Ishida : Sama seperti mantan Direktur Hiroshi, aku bertugas di militer. Kau menyuruhku menjadi informan.

Matsuura : Bahkan tanpa kesaksianmu,  Hiroshi akan dituntut. Kami hanya butuh kesaksian tambahan. tentang mantan kematian direktur rumah sakit  untuk membuat Hiroshi pergi untuk selamanya.

Fukuda : Apakah kau yakin bahwa suatu zat ditemukan ... dalam botol anggur?

Matsuura : Ini kesempatan untuk menyingkirkan Lee Young Jin juga. Apakah kau tidak punya dendam terhadap mereka berdua?


Hiroshi mulai bicara soal pembunuhan.

Hiroshi : Murai, Fukuda Dakeo, dan Sato Hiyoshi. Pembunuhan ketiganya atau urutan pembunuhan mereka? Selama perang, ratusan orang mati karena perintah yang aku berikan. Kau mau membuang2 waktuku sekarang untuk hal seperti ini?

Oda : Tapi kita tidak berperang sekarang.

Hiroshi : Terlepas dari segalanya yang telah kukatakan, kau masih belum punya rasa realitas. Dari Manchuria ke Shanghai, perang sudah dimulai. Sementara itu, kau membuat musuh dari ... panglima
Angkatan Pendudukan Joseon. Apakah kau yakin bisa mengatasinya?

Oda terdiam.


Ishida memberikan laporan soal racun di botol anggur yang digunakan Hiroshi untuk membunuh mantan direktur.

Ishida berkata, ia berbohong karena takut mati.

Fukuda : Jangan ragu kali ini. Jika perlu, kami akan memintamu untuk bersaksi di pengadilan.


Maru dan beberapa polisi militer datang menjemput Hiroshi.


Hiroshi menunjukkan dokumen aset Oda.

Hiroshi : Tepat setelah Tentara Kwantung menduduki Manchuria, kau membeli real estat di AS. Aku mengonfirmasi bahwa kau menyewa broker untuk mencoba dan membantumu membelot. Menggunakan pendidikan anakmu sebagai alasan, kau mengungsikan  istrimu ke AS. AS menduduki Filipina yang berarti musuh Jepang. Apakah kau  bersiap untuk bertemu lengan musuh?

Oda : Ini adalah kesalahpahaman!

Hiroshi : Intel yang kau berikan ke konsul AS diduga juga untuk menjadi tentang tentara kita. Orang yang seharusnya berada di  pengadilan militer ... bukan aku tapi kau.

Oda : Ini sudah diatur!


Tak lama, Maru datang menjemput Hiroshi.

Hiroshi berdiri.

Hiroshi : Aku akan menjadi orang yang membuat Young Jin membayar perbuatannya. Jangan sentuh dia.

Hiroshi beranjak pergi.


Diluar, dia bertemu Fukuda dan Matsuura yang baru saja datang.

Hiroshi : Fukuda, sepertinya ini adalah akhir untuk kita.

Hiroshi pergi. Fukuda menatap tajam kepergian Hiroshi.


Bersambung....