Sebelumnya... Esoknya, ketika sarapan, Bibi Chorim meletakkan kimchi lobak di mangkuk Roo Na. Tapi Roo Na yang sedang hamil itu, langsung mual mencium bau kimchi. Ia pun berlari ke kamar mandi. Sementara Bibi Chorim terheran-heran melihat sikap Roo Na. Roo Bi setuju dengan Bibi Chorim, kalau kimchi itu rasanya lezat. Bibi Chorim pun merasa, Roo Na tidak sehat karena terlalu lelah bekerja. Ia menyuruh Gilja untuk lebih memperhatikan Roo Na. Gilja tidak setuju dengan kata-kata Bibi Chorim. āApanya yang lelah? Yang dia lakukan hanyalah berkumpul dengan teman laki-lakinya dan minum minuman keras.ā Jawab Gilja. Gilja lantas beralih ke Roo Bi. Ia menyuruh Roo Bi berkencan. Roo Bi pun berkata, ia tidak punya waktu untuk pergi berkencan karena sibuk bekerja. āBekerja keras itu baik, tapi kau juga harus menikah. Gadis seusiamu seharusnya sudah punya 2 atau 3 anak.ā Jawab Gilja. āIbumu benar. Lihat aku. Saat aku seusiamu, aku seperti kuncup mawar segar. Semua pria yang...