Tuesday, July 16, 2019

Watcher Ep 3 Part 3

Sebelumnya...


Tae Joo memasukkan Hyo Jung ke mobilnya.

Tae Joo : Nanti kuhubungi setelah situasi tenang. Percayalah dan tunggu aku.

Setelah menutup pintu mobilnya, Hyo Jung berbisik pada Jae Sik, minta Jae Sik mengawasi Hyo Jung dengan ketat supaya tidak bisa menggunakan telepon.

Jae Sik : Itu keahlianku.


Setelah Jae Sik pergi, Young Koon keluar dan mendekati Tae Joo.

Tae Joo pun berkata, bahwa ia memindahkan Hyo Jung ke sanatorium yang ia tahu.

Tae Joo : Mereka menangani pecandu. Mustahil dia bisa kabur. Jadi jangan cemas.

Tapi yang dicemaskan Young Koon rupanya bukanlah Hyo Jung tapi Tae Joo.

Young Koon : Jika mereka gagal menemukan Hyo Jung, siapa yang akan mereka datangi?


Young Koon mengantarkan Tae Joo. Hari sudah mulai malam.

Young Koon berkata, mobil yang ia bawa sekarang untuk mengantar Tae Joo adalah mobil dinas.

Young Koon : Katanya mobilku tidak bisa diremburs. Aku dipinjami ini untuk sementara.

Tae Joo : Kau tidak perlu mengantarku. Aku terbiasa dengan situasi semacam ini. Aku juga bersenjata.

Young Koon lantas mengaku dengan hati2 kalau ia sudah tahu apa yang terjadi dengan Tae Joo. Ia bilang, ia membaca kasus Tae Joo dan ingin membantu Tae Joo.

Tae Joo : Gomawoyo.


Young Koon : Tanpamu, dulu aku tidak akan bisa membantu diam-diam. Jika dia mati, aku akan sebatang kara. Aku pasti akan menyesal. Dan pada akhirnya, mungkin aku tidak bisa mengatakan apa pun.

Tae Joo : Kau ingat semuanya?

Young Koon : Sedikit. Aku bertengkar dengan ibuku, tapi tidak ingat penyebabnya. Padahal bukan hal besar. Seharusnya aku meminta maaf.

Tae Joo : Hari itu masih terngiang-ngiang. Kukira jika berhenti menjadi jaksa, aku bisa melupakannya. Ternyata aku salah.


Young Koon mengantar Tae Joo ke kantor Tae Joo.

Tae Joo minta Young Koon menunggunya sebentar. Young Koon mengerti.

Tae Joo lalu masuk ke ruangannya.


Young Koon melihat2 piagam penghargaan Tae Joo sebagai pengacara terbaik yang dipajang di dinding.

Tak lama kemudian, Young Koon mendengar suara berisik.


Young Koon kaget dan langsung melihat sekelilingnya.

Ponselnya kemudian berdering, telepon dari Chi Gwang.

Chi Gwang : Aku memeriksa riwayat panggilan Lee Hyo Jung. Dia sering bertelepon dengan nomor di ponsel sekali pakai. Dan ponsel itu sering berada di sekitar kantor Pengacara Han. Semua aman?


Mendengar itu, Young Koon langsung menatap ke ruangan Tae Joo yang pintunya sedikit terbuka.

Curiga terjadi sesuatu, Young Koon pun melepas jaketnya dan menyembunyikan gelas yang ada di meja dibalik jaketnya.

Young Koon lalu menyuruh Chi Gwang menyusulnya ke kantor Tae Joo. Setelah itu, Young Koon memutus panggilannya dan masuk ke ruangan Tae Joo.


Sampai disana, Young Koon melihat dua orang pria. Satu orang pria sedang menyandera Tae Joo dengan pisau. Dan satunya lagi berdiri di pojokan.

Young Koon : Siapa kau?

"Aku Kim." ucap pria yang menyandera Tae Joo.

Pria bernama Kim itu lantas menanyakan Hyo Jung.


Young Koon melihat Tae Joo ketakutan.

Pak Kim lalu mengarahkan pisaunya ke Tae Joo.


Tae Joo yang ketakutan, tak menjawab. Ia menggenggam jari2nya sekuat tenaga.

Kim : Bu Han? Bu Han?

Tae Joo berusaha sekuat mungkin meredam traumanya.

Lantas setelah itu, ia menatap Pak Kim dengan tatapan nanar dan berkata, Pak Kim harus membayar mahal jika mau mendapatkan Hyo Jung.


Young Koon : Kau mendengarnya bukan? Bawa uangnya kemari.

Pak Kim : Jika perutmu ditusuk, ususmu akan terburai dari lubangnya perlahan. Dan kau bisa mendengar suaranya.

Young Koon : Aku tidak peduli. Sebaiknya kalian pergi saja.


Pak Kim ngasih kode ke anak buahnya yang berdiri di pojokan. Seketika, anak buah Pak Kim menyerang Young Koon tapi Young Koon berhasil melemparnya.

Young Koon kemudian bertarung dengan Pak Kim, tapi Pak Kim berhasil menusuk perut Young Koon dengan pisaunya.

Tae Joo yang melihat itu, berusaha melawan. Ia mengambil senjata kejut dari tasnya dan menyuruh kedua pria itu pergi.

Tae Joo : Biar kuulangi. Jika menginginkannya, bawa uangnya kemari.

Pak Kim : Ayolah, tujuanmu bukan uang, bukan?


Pak Kim lalu meletakkan ponselnya di sofa dan menyuruh Tae Joo menjawab teleponnya nanti.


Setelah Pak Kim pergi, Tae Joo langsung menekan luka Young Koon dengan saputangannya.

Syukurnya, luka Young Koon tidak terlalu dalam lantaran gelas yang disembunyikannya dibalik jaketnya tadi. Ia menggunakan gelas itu untuk melindungi perutnya. Gelas itu bahkan sampai pecah yang artinya, jika bukan karena gelas itu, Young Koon akan menderita luka tusukan yang sangat dalam.

Young Koon menyuruh Tae Joo menghubungi Chi Gwang. Young Koon bilang, Chi Gwang sedang di jalan menuju kesana sekarang.


Chi Gwang dan Seo Yoon tiba di lobby gedung kantor Tae Joo.

Ponsel Chi Gwang berdering, telepon dari Tae Joo.

Tae Joo : Kami aman. Jangan tangkap orang yang sedang keluar. Jika mereka ditangkap, Lee Dong Yoon tidak akan bisa ditangkap.

Terpaksalah Chi Gwang membiarkan dua pria yang dilihatnya itu pergi.


Setelah itu, ia dan Soo Yeon bergegas ke atas.

Tae Joo menyuruh Chi Gwang dan Soo Yeon membawa Young Koon ke RS. Setelah itu, Tae Joo bergegas pergi.

Soo Yeon : Mau kemana?

Young Koon : Mencari dalangnya.

Bersambung ke part 4..

Monday, July 15, 2019

Watcher Ep 3 Part 2

Sebelumnya...


Jaksa Lee dan beberapa pengawal mendampingi CEO Shin yang sepertinya hendak dibawa ke ruang operasi.


Jaksa Lee kemudian melihat Tae Joo di lantai bawah, yang masih bicara di telepon, sambil melambaikan tangan padanya.

Jaksa Lee pun menarik napas kesal.


Usai menerima telepon dari Tae Joo, Young Koon langsung pergi.

Tak lama setelah Young Koon pergi, Chi Gwang kembali. Saat hendak menuju mejanya, Chi Gwang melihat layar komputer Soo Yeon.

Chi Gwang : Ada apa?

Soo Yeon : Kasus korupsi yang disebutkan Bu Han. Mulanya kupikir dia aneh, tapi setelah mengenalnya, ternyata dia sangat bersemangat.

Chi Gwang langsung melihat ke layar komputer Soo Yeon.

Di layar komputer, terpampang 3 data Hae Ryong, CEO Shin dan Jaksa Lee.

Chi Gwang : Di mana Young Koon?

Soo Yeon : Ke tempat Bu Han untuk membantunya.

Chi Gwang terkejut.

Soo Yeon : Anda tidak dikabari? Mungkin dia sibuk. Haruskah kita hentikan penyelidikannya?

Chi Gwang : Selidiki terus.


Chi Gwang kembali ke mejanya dan menghubungi seseorang, mungkin Tae Joo atau Young Koon.

Chi Gwang : Pelaku penjualan organ itu masih di sana, bukan?


Young Koon tiba di RS dan lansung menghampiri Tae Joo dan Jae Sik yang menunggunya di lobbi. Setelah itu, mereka langsung pergi.

Tae Joo : Seperti kataku, barang buktinya tidak kuat. Jika kita masuk, bisa dipermasalahkan.

Young Koon : Astaga, itu bisa gawat. Bagaimana ini? Ginjalnya tidak bisa dicabut setelah operasi tuntas. Mereka seperti tokoh penting. Kita tangkap sekarang.

Tae Joo : Bagaimana cara masuk kamar operasinya? Lee Hyo Jung masih di Bangsal VIP.

Young Koon : Baiklah.

Young Koon langsung pergi.


Tae Joo terheran2 melihat Young Koon.

Tae Joo lalu menyuruh Jae Sik menemani Young Koon.

Tae Joo : Polisi biasanya berpasangan. Ikuti dia.

Young Koon : Apa aku terkesan seperti partnernya?

Tae Joo pun mencopot kacamata Jae Sik dan mengacak2 rambut Jae Sik. Lalu ia mengambil paper bag di tangan Jae Sik.

Tae Joo : Kini kau terkesan seperti temannya.

Jae Sik tak punya pilihan selain menuruti Tae Joo.


Setelah Jae Sik pergi, Tae Joo menghubungi Chi Gwang.

Tae Joo : Pak Do, aku mencium adanya kasus korupsi besar.

"Ayo bertemu saja." jawab Chi Gwang sambil berbisik.

Rupanya Chi Gwang sedang menginterogasi Pak Yang dan Pak Lee, si broker organ dan pengontrol operasi, yang ditangkap Hae Ryong tadi.

"Mereka menyingkirkan semua sindikat saingan kecuali satu. Kejaksaan melindungi Kim!" ucap Pak Yang.

Chi Gwang menyuruh Pak Yang diam dan bergegas pergi.

Chi Gwang : Siapa yang akan bersaksi? Aku harus kemana?


Suster yang ikut bertugas dalam operasi cangkok ginjal itu, menemui Hyo Jung.

Suster : Banyak tes yang harus dijalani karena ini operasi ketiga untuk suamimu. Setelah ada persetujuan final, kau dipindahkan ke kamar operasi.

Suster lalu memberikan salep pada Hyo Jung.

Suster : Oleskan ini ke tubuhmu.  Keluarlah setelah salepnya kering.

Hyo Jung : Salep merah ini biasanya dioleskan saat operasi, bukan?

Suster : Nanti akan dioleskan lagi di kamar operasi. Fungsinya meminimalkan risiko infeksi. Tolong oleskan merata.

Hyo Jung mengerti dan segera turun dari ranjangnya.

Tapi kemudian ia tanya lagi ke suster, bisakah ia hidup normal hanya dengan satu ginjal.

Suster : Tentu saja. Kau hanya perlu menjaga gaya hidupmu.


Hyo Jung pun bergegas ke kamar mandi. Tapi saat tiba di depan pintu kamar mandi, Young Koon dan Jae Sik menerobos masuk.

Young Koon menunjukkan kartu pengenalnya pada Hyo Jung.

Hyo Jung yang kesal polisi terlibat, mau kabur lewat kamar mandi tapi Young Koon langsung bertindak cepat dengan menutup pintu kamar mandinya.

Young Koon lantas membawa Hyo Jung keluar.

Suster tadi mengikuti mereka.


Para pengawal CEO Shin mencegat mereka saat Young Koon hendak membawa Hyo Jung pergi.

Young Koon : Ada informasi bahwa operasi ini perdagangan organ dengan dokumen palsu.

"Omong kosong macam apa itu? Ada surat perintah?" tanya seketaris CEO Shin.

"Kasus darurat tidak butuh surat perintah. Apa hubungan kalian dengan Lee Hyo Jung?" jawab Young Koon.


Tae Joo muncul dari balik pintu darurat. Ia berbisik, memanggil Jae Sik. Jae Sik pun langsung menyusupkan Hyo Jung ke pintu darurat.


Young Koon masih adu bacot dengan seketaris CEO Shin.

Young Koon : Kalian tidak seperti keluarganya. Bisakah aku mengecek catatan kriminal kalian?

"Entah petunjuk macam apa yang kau cari, tapi kau akan menyesal nanti!" ancam si seketaris.


Sementara itu, Tae Joo memberikan paper bag yang tadi ditenteng Jae Sik ke Hyo Jung.

Hyo Jung : Apa mereka suruhanmu?

Tae Joo : Semacam itu.

Hyo Jung : Sandiwaranya bagus. Kukira mereka polisi asli.

Tae Joo : Ikuti aku.

Hyo Jung mengambil topi dari dalam paper bag dan bergegas mengikuti Tae Joon.


Young Koon masih debat dengan si seketaris.

Young Koon : Jika sepi, pasti kalian sudah menusukku. Siapa namamu?

Si seketaris lantas terkejut Hyo Jung menghilang.

Young Koon langsung berakting, menuduh si seketaris dan para pengawal melarikan Hyo Jung.

Young Koon lalu pura2 membentak Jae Sik.

Young Koon : Petugas Hong, kau idiot! Kenapa tidak mencegah mereka!  Hentikan mereka. Cepat!


Young Koon menarik Jae Sik dan mendorong Jae Sik ke si seketaris dan para pengawal CEO Shin.

Jae Sik : Aku Petugas Hong,

Seketaris : Minggir!

Young Koon pun ikut membantu Jae Sik menghalangi mereka mengejar Hyo Jung.


Tae Joo bergegas membawa Hyo Jung pergi dengan mobilnya.

Tanpa ia sadari, kamera CCTV merekamnya melarikan Hyo Jung.


Di perjalanan, Tae Joo tanya, berapa harga ginjal Hyo Jung.

Hyo Jung kaget Tae Joo sudah tahu.

Hyo Jung terpaksa menjawabnya, kalau ia hanya menanyakan harganya pada awalnya tapi Pak Kim ingin ia diperiksa.

Tae Joo : Pak Kim?

Hyo Jung : Kau kenal dia?

Tae Joo : Tidak. Dia pelaku perdagangan organ?

Hyo Jung : Dia menakutkan. Tadinya aku tidak mau, tapi kesepakatannya meyakinkan.

Tae Joo : Kapan kau bertemu Lee Dong Yoon?

Hyo Jung : Di rumah sakit. Tapi dia pura-pura tidak mengenalku.


Flashback, saat Hyo Jung datang pertama kali ke rumah sakit, menemui CEO Shin yang akan menerima ginjalnya. Disana, dia bertemu Jaksa Lee tapi Jaksa Lee pura2 tidak mengenalinya.

Flashback end...


Tae Joo menghentikan mobilnya di belakang gedung2 tinggi.

Hyo Jung : Lee Dong Yoon dan Pak Kim tergila-gila uang. Mereka bisa membunuhku. Makanya aku teringat kepadamu. Mungkin kau bisa melindungiku dan menawar harga untukku. Akan kulebihkan pelunasan tunggakannya dan kubayar mahal.

Tae Joo diam saja.


Tak lama kemudian, sebuah mobil putih datang dan Chi Gwang turun dari mobil itu.

Tae Joo langsung turun dari mobil dan menyuruh Hyo Jung menunggunya sebentar.

Chi Gwang : Apakah Kim dalangnya?

Tae Joo : Ya. kau sudah menyelidikinya, ya? Padahal aku memikirkan cara meyakinkanmu tadi.

Chi Gwang : Bukan aku yang harus kau cemaskan, tapi para petinggi. Ada kegaduhan mengenai hilangnya Hyo Jung. Pak Shin memegang kendali kejaksaan dan kepolisian. Bagaimana? Dia sudah bersaksi Lee Dong Yoon ikut mengatur perdagangan organ itu?

Tae Joo : Bisa kutanyakan.

Chi Gwang : Kalau begitu, tanyakan.

Chi Gwang beranjak pergi.


Setelah Chi Gwang pergi, Tae Joo balik ke mobilnya.

Hyo Jung : Siapa dia? Terlihat tua, tapi dia tampan.

Tae Joo : Dia polisi.

Hyo Jung kaget, jadi, orang-orang yang tadi juga polisi?

Tae Joo : Ya. Mau bertemu mereka? Sebentar lagi kalian bertemu.

Hyo Jung terdiam.


Hyo Jung sedang diinterogasi Soo Yeon. Soo Yeon membaca catatan kriminal Hyo Jung.

Soo Yeon : Jadi kau mengenal Pengacara Han dari suatu perkara? Menanam ganja? Induk semang menyuruhmu menanamnya sebagai ganti uang sewa, jadi, kau kira itu anggrek? Kau menjalani masa percobaan 18 bulan dan didenda 35 dolar.

Hyo Jung : Tidak, aku menanamnya demi uang. Pengacara Han menyuruhku berkata begitu agar tidak dipenjara.

Soo Yeon : Jadi, kau tahu kaitan Jaksa Lee dan pedagang organ, lalu meminta bantuan Pengacara Han...

Hyo Jung :  Tidak. Aku diseret. Jika aku tidak dibebaskan, kuadukan kalian ke divisi inspeksi internal. Apa polisi berhak mendesak dan menahan korban?

Soo Yeon tersenyum kesal mendengarnya.

Soo Yeon : Lee Hyo Jung-ssi, kami dari divisi inspeksi.

Hyo Jung terdiam.


Soo Yeon menutup catatan kriminal Hyo Jung dan beranjak keluar.

Diluar, dia melihat Young Koong yang lagi melihat Hyo Jung.

Soo Yeon mendekati Young Koon.

Soo Yeon : Kau mendengarnya, bukan? Dia tidak kooperatif. Padahal dia yang meminta bantuan lebih dahulu.

Young Koon : Akan kucoba.

Soo Yeon : Sebelumnya kau memicu masalah saat meminta waktu lima menit.

Young Koon : Aku sudah berubah. Tidak seperti sebelumnya.

Soo Yeon : Terserahlah. Dia saksi, jangan terlalu keras terhadapnya. Paham?

Young Koon mengambil catatan kriminal Hyo Jung dari tangan Soo Yeon dan masuk ke dalam.


Sampai di dalam, dia menyuruh Soo Yeon siap2 untuk pergi.

Hyo Jung senang, aku boleh pergi? Kita sudah selesai?

Young Koon : Tidak, kau akan ke rutan. Lakukan sekarang jika mau menelepon dan simpan barangmu di brankas. Jika hilang, bukan tanggung jawab kami.

Young Koon beranjak ke pintu. Hyo Jung minta penjelasan apa salahnya sampai dia harus dipenjara.


Young Koon pun mendekati Hyo Jung.

Young Koon : Rutan, bukan penjara. Kau ditahan beberapa hari. Setelah surat penangkapan turun, kau akan dipenjara.

Hyo Jung : Pengacara Han menyuruhmu menggertakku? Dia bilang aku akan takut mendengar penjara? Aku ini korban.

Young Koon : Kau kriminal, bukan korban. Kau akan dituduh melanggar hukum mengenai transplantasi organ atau memeras penerima ginjal. Itu tidak penting bagi kami. Kau akan dipenjara karena pernah menjalani masa percobaan.

Young Koon lantas duduk.

Young Koon : Belum pernah dipenjara, ya? Di sana sangat menakutkan. Apa kata keluargamu nanti jika tahu kau kriminal?

Diluar, Soo Yeon stress melihat cara Young Koon menginterogasi.


Sementara itu, Chi Gwang dan Tae Joo menghadap Jin Woo.

Chi Gwang bilang,  CEO Shin pernah terlibat dalam kasus penipuan investasi, penyeludupan mata uang asing dan pencucian uang tapi tidak pernah didakwa.

Chi Gwang : Dia dikenal sebagai broker istimewa.

Jin Woo : Aku tahu. Banyak telepon masuk. Mereka menuntutku memecatmu.


Komisaris Yeom masuk dan mengaku, ia lebih banyak menerima telepon.

Telepon Komisaris Yeom berbunyi lagi.

Komisaris Yeom : Astaga, aku ditelpon lagi.

Jin Woo langsung memarahi Chi Gwang.


Tae Joo angkat bicara, kalau CEO Shin menyuap Jaksa Lee.

Komisaris Yeom duduk dan berkata, buktinya tidak cukup dan akan sulit membuktikannya.

Chi Gwang : Transplantasinya diatur oleh Kim, pedagang organ. Jaksa Lee melindungi Sindikat Kim untuk meloloskan bedahnya. Ini bukan sekedar kasus suap.

Komisaris Yeom terdiam.

Jin Woo : Menurutmu mereka akan diam saja? Tersebar kabar bahwa kita melarikan Lee Hyo Jung.

Tae Joo : Pak, Lee Hyo Jung keluar sendiri dari rumah sakit.

Chi Gwang menambahkan, tidak ada bukti mereka melarikannya.

Tae Joo : Akan kubuat Lee Hyo Jung bersaksi, lalu aku akan mencari Kim.

Komisaris Yeom : Baiklah. Akhiri investasi resmi, lalu kerjakan.


Komisaris Yeom minta Jin Woo mengurusnya, sambil memainkan ponselnya.

Jin Woo : Aku?

Komisaris Yeom menjawab telepon seseorang.

"Ya, sudah kuperiksa. Mereka tidak tahu lokasi gadis itu. Haruskah aku mencarinya?"

Lalu Komisaris Yeom pergi.

Tae Joo tersenyum puas.


Jin Woo : Kalian sudah puas?


Sambil berjalan menuju ruangan mereka, Tae Joo berterima kasih pada Chi Gwang karena sudah membantunya.

Chi Gwang : Tidak perlu berterima kasih. Sudah tugasku. Kau lah yang kini wajib membantuku.

Tae Joo : Sepakat, tapi siapa itu Kim?

Chi Gwang : Dia pedagang organ yang licik. Dia memancing orang keluar negeri untuk operasi, lalu mencuri uang dan organ mereka untuk dijual.


Dan memang benar, Jaksa Lee terlibat dalam perdagangan organ itu.

Seorang pria dibawa Pak Kim ke sebuah klinik yang diluarnya tampak seperti rumah biasa.

Begitu pria itu masuk, Pak Kim langsung membekapnya dengan kain yang sudah dibubuhi obat bius.

Setelah pria itu pingsan, Pak Kim langsung melakukan operasi bersama temannya. Jaksa Lee menyaksikan operasi itu.


Kembali ke Chi Gwang dan Tae Joo.

Tae Joo gak habis pikir.

Tae Joo : Belum2 kita sudah mendapatkan kasus yang pelik.

Tae Joo berjalan duluan menuju ruangan mereka.

Chi Gwang memanggil Tae Joo.

Chi Gwang : Kau ada dendam pribadi dalam kasus ini?


Tae Joo : Benar. Aku benci Lee Dong Yoon. Dia tidak pantas menjadi jaksa. Tidak bolehkah merasa begitu selama investigasi?

Chi Gwang pun berjalan mendekati Tae Joo. Ia menatap cemas Tae Joo.

Chi Gwang : Perasaan pribadi bisa mengacaukan investigasi. Itulah yang kukhawatirkan.

Tae Joo : Kau pasti juga mengurus kasus ini karena kepentingan pribadi.

Chi Gwang : Tidak. Aku hanya menjalankan tugasku, sedangkan kau tidak.

Tae Joo : Jika kau khawatir, awasi saja aku agar tidak merusak investigasi. Aku pun akan mengawasimu.

Tae Joo lantas masuk duluan ke ruangan mereka.


Soo Yeon masih melihat Young Koon menginvestigasi Hyo Jung.

Tae Joo dan Chi Gwang datang.

Chi Gwang :Dia sudah bersaksi?

Soo Yeon : Kim Young Goon sedang mengusahakannya...


Young Koon sedang menakut-nakuti Hyo Jung. Ia bilang, Hyo Jung akan dijebloskan ke Sel Jatanras, selnya para pembunuh dan pembuang mayat.

Young Koon : Disana kau dianggap manis.

Hyo Jung mulai takut.

Young Koon : Kau tahu pintu kamar mandi di penjara transparan? Pintunya akrilik bening untuk berjaga-jaga dari segala hal. Semua orang bisa melihatnya. Jadi, pembunuhan, pemerkosaan, atau bunuh diri bisa dicegah.

Young Koon membuang catatan kriminal Hyo Jung ke lantai.

Young Koon : Kau akan tahu sisi terjahat manusia di penjara. Kau tidak tahu rasanya terpuruk sebelum merasakan bui.


Diluar, Soo Yeon membahas cara Young Koon menginvestigasi.

Chi Gwang membenarkan. Ia bilang, pengakuan akibat pemaksaan itu tidak sah.

Soo Yeon : Bukan itu maksudku. Detektif tidak boleh berbuat begitu.

Chi Gwang mau masuk, tapi Tae Joo menghentikannya. Tae Joo bilang, karena Hyo Jung kliennya jadi ia yang akan ke dalam membujuk Hyo Jung.


Tae Joo masuk ke dalam dan sedikit memarahi Young Koon. Ia lalu menyuruh Young Koon pergi. Young Koon mau protes tapi Tae Joo langsung mengkodenya lewat tatapan mata. Young Koon mengerti dan langsung keluar.

Hyo Jung : Pengacara Han, ada apa ini? Kukira kau akan membantuku. Kalian memakai taktik "polisi jahat, polisi baik"? Dia bertugas menggertakku dan kau bertugas menenangkanku?Kalian pikir aku akan terkecoh?

Tae Joo : Lantas? Apa rencanamu? Aku tahu ketakutanmu. Kau takut ini hanya akan membantu polisi, tidak dibayar, dan seumur hidup berusaha bersembunyi dari Kim. Ya, aku maklum. Tapi kami harus menangkap Lee Dong Yoon dan Kim agar mereka tidak berulah lagi. Keselamatanmu juga akan terjamin. Mereka tidak tertarik dengan transplantasi CEO Shin. Setelah situasi mereda, akan kubantu menawar harga.


Hyo Jung : Sebelumnya kau tidak seperti ini. Katamu jangan memercayai polisi.

Tae Joo : Lee Hyo Jung-ssi, agar negosiasi berhasil, kau harus berpihak. Percayalah. Sebelumnya kita menang, bukan?


Tae Joo lantas mendekati Hyo Jung dan memijit2 bahu Hyo Jung.

Tae Joo : Pikirkan masak-masak pihak yang kau pilih. Jangan cemas dan berpihaklah.

Hyo Jung mulai luluh.


Diluar, Soo Yeon dan Young Koon senang melihatnya. Tae Joo keluar dan tanya, apa mereka sudah memeriksa formulir donasi organ. Soo Yeon bilang sudah.

Soo Yeon : Tapi semuanya sah. Lima saksi bersaksi keduanya sudah menikah. Bahkan mereka sudah menyewa tempat untuk menikah setelah operasi.


Chi Gwang, Tae Joo, Young Koon dan Soo Yeon beranjak keluar.

Chi Gwang : Lee Hyo Jung pernah dipidana tiga kali. Karena ini, kesaksiannya saja tidak cukup. Selain itu, kita butuh barang bukti lain yang kredibel.

Chi Gwang memberikan berkas Hyo Jung pada Tae Joo.


Ponsel Tae Joo berdering.

Tae Joo senang.

Tae Joo : Barang buktinya meneleponku.

Tae Joo memperlihat ponselnya pada ketiga rekannya.

Yang lain langsung berkumpul. Tae Joo meletakkan ponselnya di meja dan me-loudspeaker suaranya agar yang lain bisa dengar.


Jaksa Lee sendiri sedang melihat rekaman CCTV Tae Joo yang melarikan Hyo Jung saat ia menghubungi Tae Joo.

Jaksa Lee : Kau melarikannya?

Tae Joo : Maksudmu?


Jaksa Lee : Kau pasti paham. Jadi, bagaimana? Apa kata Hyo Jung? Dia mau uang? Dia takut?

Tae Joo : Aku tidak paham apa maksudmu. Jika kau yakin, tuntut saja aku. Kita bisa mengobrol di pengadilan. Dong Yoon, akan kuhubungi setelah situasinya tepat. Jangan buru-buru dan bersabarlah.

Tae Joo memutus panggilannya. Jaksa Lee kesal.


Chi Gwang tanya rencana mereka selanjutnya.

Tae Joo :Buat dia menunggu, lalu kita hubungi dia.

Soo Yeon : Bagaimana jika dia merelakan Hyo Jung dan mencari donor lain?

Chi Gwang : Ini operasi ketiga Shin Oh Sung. Donornya harus Hyo Jung yang cocok 100 persen dengannya. Untuk cangkok ginjal, ginjal aslinya tidak diangkat. Karena operasinya gagal dua kali, berarti ginjalnya ada empat.

Young Koon : Bagaimana kau tahu?

Chi Gwang : Aku pernah hampir menangkapnya. Tapi dia lolos dengan dalih dioperasi.

Young Koon : Apa dia punya keluarga?

Soo Yeon langsung mencari datanya.

Soo Yeon : Dia punya seorang putra, tapi selama ini di luar negeri.

Young Koon : Anak durhaka.

Chi Gwang : Han Sonsaengnim, ayopergoki dia saat menerima pembayaran.

Tae Joo : Jika berhasil, kita tidak perlu mencari bukti lain.


Young Koon : Tapi, di mana kita menyembunyikan Lee Hyo Jung? Mana bisa tidur di situ? Juga tidak bisa ditahan.

Mereka lantas melihat ke arah Hyo Jung yang berusaha menguping pembicaraan mereka.

Hyo Jung kesal karena tidak bisa menguping.

Bersambung ke part 3....