Dalam arus dangkal, dua pria kekar sedang mempertajam alat pertanian mereka. Tiba-tiba, mereka memandang pria lain dengan ekspresi marah. Pria yang dipandang adalah Heo Im yang sedang mempertajam jarum akupunturnya. "Cuacanya indah sekali." ucap Im. Im lalu mengarahkan jarumnya ke langit. Ia menatap ujung jarumnya sambil tersenyum. "Jarum-jarum ini terasah dengan baik. Jarum besar, kau merasa lebih baik? Tentu saja, aku mengerti perjuanganmu. Bukankah ini menyegarkan? Mereka tampak indah usai dicuci dan disikat. Mari lakukan yang terbaik hari ini. Semua jarum sudah diasah dengan baik hari ini." ocehnya pada jarumnya. Makgae, seorang wanita yang berpakaian seperti laki2 pun datang. Ia bertanya, apa gunanya mengasah jarum2 itu sampai tajam. Ia juga mengomentari penampilan Im yang terlihat kacau. "Astaga, kau mengejutkanku!" jawab Im seraya memercikkan air ke wajah Makgae. "Anda pasti minum banyak semalam, Tabib Kepala." ucap M...