Wednesday, February 19, 2020

Graceful Family Ep 16 Part 4 (Last Epi)

Sebelumnya...


Seok Hee datang menjenguk Cheol Hee. Seok Hee menatap lirih Cheol Hee.

Seok Hee : Saat aku masih kecil, aku penasaran kapan ayah akan pulang. Aku mau kita ke laga bisbol saat ayah datang atau ke taman hiburan. Aku bersemangat memikirkan kemungkinannya. Tapi, ayah selalu sibuk. Ayah selalu mengecewakanku. Meski demikian, ayah sangat berharga bagiku karena ayah adalah ayahku. Setelah pergi ke Amerika, aku membenci ayah. Karena kupikir ayah meninggalkanku. Aku tidak bisa memaafkan Ayah. Karena ayah tidak pernah memberiku kesempatan untuk melakukannya.</i> Sampai jumpa, ayah. Bahkan setelah semua ini, ayah adalah satu-satunya ayah yang kukenal dalam hidupku. Adikmu, Seok Hee, akan pergi ke Amerika. Tapi, kali ini, aku yang memilih untuk melakukannya.


Bu Jung masuk.

Seok Hee minta Bu Jung menjaga Cheol Hee.

Bu Jung : Jangan khawatir, Nona Seok Hee. Keluargamu kuanggap keluargaku juga.


Wan Joon yang duduk di lantai penjara, menatap sinar matahari dari celah-celah jendela.

Wan Joon lalu teringat kata2 Seok Hee tentang hadiah dari Wan Soo.

Seok Hee : Kau harus membukanya.

Wan Joon ingat saat Wan Soo bilang sudah menemukan saputangannya ketika mereka sarapan terakhir kali.

Wan Joon membuka hadiah dari Wan Soo.

Tangis Wan Joon pecah menatap sepasang anting dari Wan Soo.


Young Seo juga menangis membuka hadiah dari Wan Soo.

Sebuah lukisan, lukisan dirinya yang digambar Wan Soo saat kecil.

Young Seo kemudian menatap tulisan yang ada di belakang lukisan itu.

"Untuk Ibu yang paling kusayangi di dunia ini. Jaga dirimu, Ibu"

Tangis Young Seo semakin pecah.

Young Seo : Wan Soo, putraku. Maafkan ibu, maafkan ibu.

Beberapa tahun kemudian......


Boo Ki merayakan ulang tahun Gwang Mi di sebuah kafe.

Gwang Mi : Kau tidak membawa yang lain?

Boo Ki : Tidak.

Gwang Mi : Kau hanya mentraktirku kudapan di restoran ini pada hari ulang tahunku?

Boo Ki : Aku memilih tempat ini karena kau menyukainya. Ini. Ukuran besar.

Gwang Mi : Kau benar. Aku suka yang ukuran besar. Aku suka sepatu ukuran besar, tas besar, gaji besar, dan gorengan besar seperti ini.

Boo Ki : Apa berita selanjutnya?

Gwang Mi : Bagaimana dengan ini? Presiden Universitas A menyuap perusahaan untuk merekrut putrinya.

Boo Ki : Reporter lain sudah meliput itu. Itu sudah kuno. Jadilah profesional dan berusahalah lebih keras.


Gwang Mi : Kau menceramahiku di hari ulang tahunku? Itu kolot. Kau menyebalkan.

Boo Ki : Kolot? Gwang Mi, apa kau pernah ditampar dengan cumi-cumi goreng besar?

Gwang Mi : Apa kau pernah ditusuk garpu tteokbokki?

Boo Ki : Apa hidungmu pernah ditindik tusukan bakso ikan?

Gwang Mi : Apa ususmu pernah ditusuk sambil makan sosis darah?

Boo Ki : Aku melupakan ponselku. Kartu kreditku ada di sana.

Gwang Mi :  Lalu siapa yang akan membayar?

Boo Ki : Kau.

Gwang Mi : Apa kau gila? Kau membuatku datang sejauh ini hanya untuk membayar? Untuk apa aku menemuimu selarut ini? Beraninya kau melakukan ini kepadaku!


Boo Ki lalu mengangkat kakinya dan mengambil amplop dibalik kaus kakinya.

Boo Ki : Selamat ulang tahun. Aku serius.

Boo Ki memberikan amplop itu ke Gwang Mi.

Boo Ki : Aku menaruh sedikit di sini. Tidak ada amplop ulang tahun, jadi, kumasukkan itu ke amplop pernikahan. Maaf. Itu jumlahnya banyak. Sulit untuk menghitungnya.

Gwang Mi : Tapi, ini sangat tipis.

Boo Ki : Itu cek. Selamat ulang tahun.


Di kantor polisi, Detektif Oh mengeluh karena seseorang datang begitu lama.

Tak lama, Yoon Do yang ditunggu-tunggunya itu pun datang.

Yoon Do menatap kliennya, seorang gadis.

Yoon Do : Apa kau meminta pengacara?

Gadis itu menoleh. Yoon Do terkejut.

Seok Hee : Kejutan!

Yoon Do : Mo Seok Hee!


Detektif Oh : Dalam perjalanan dari bandara, dia berkelahi dengan pengemudi lain.

Yoon Do : Lagi. Kau keterlaluan.

Seok Hee : Kudengar kau menolak tawaran TOP dan semua perusahaan lain. Dan sekarang kau bekerja sebagai pembela umum? Kau menyedihkan.


Yoon Do dan Seok Hee berjalan menyusuri jalan.

Seok Hee : Aku berkuliah hukum di Amerika Serikat. Tapi, aku tidak bisa lulus ujian pengacara. Hukum pasti bukan keahlianku.

Yoon Do : Jadi, sekarang apa yang akan kau lakukan?

Seok Hee : MC Grup memperbarui statusnya setiap tahun, kau tahu itu?

Yoon Do : Ya, itu bagus.

Seok Hee : Bisnis harus diserahkan ke pebisnis profesional. Berkat itu, aku menghasilkan banyak uang.

Yoon Do : Sungguh?

Seok Hee : Aku akan berinvestasi padamu.

Yoon Do : Apa?


Seok Hee : Mungkin itu bukan investasi, tapi proposal? Bagaimana kalau Firma Hukum Heo Yoon Do? Tapi, ada syaratnya.

Yoon Do : Apa itu?

Seok Hee : Aku mau menjadi manajer kantornya. Kita masih satu tim, 'kan?

Yoon Do : Sepakat!


Seok Hee lalu mencium Yoon Do.

Setelah itu, mereka kembali berjalan sambil bergandengan tangan.

EPILOG :


Je Kook akhirnya menghirup udara bebas. Ia bebas!


Pak Yoon, Kyung A, Joo Young dan Pak Kwon datang menjemputnya.

Je Kook : Hari yang indah untuk berkendara.


Pak Yoon memberikan Je Kook kacamata.

Mereka kemudian beranjak pergi.


TAMAT!!

Puas endingnya...

Graceful Family Ep 16 Part 3 (Last Epi)

Sebelumnya...


Tae Hyung menginterogasi Je Kook dengan wajah puas.

Tae Hyung : Kau melakukan berbagai kejahatan.

Tae Hyung menunjukkann daftar kejahatan yang diperbuat Je Kook.

Je Kook : Memerintahkan pembunuhan Pimpinan Senior Mo Wang Pyo. Akan sulit untuk membuktikan itu. Menghalangi keadilan, tuduhan palsu, dan penipuan. Menurutmu, kau mampu memenjarakanku?

Tae Hyung : Biar hakim yang memutuskan.


Persidangan Je Kook dimulai.

Tae Hyung : Mo Wan Soo mengaku bahwa dia adalah pelaku sebenarnya pada kasus pembunuhan di tahun 2004 yang melibatkan pembantunya. Namun sayangnya, kita tidak bisa menuntutnya karena pelaku telah meninggal dunia. Orang yang telah menempatkan wanita yang tidak bersalah di balik jeruji selama 15 tahun....


Tae Hyung menatap Je Kook yang duduk di kursi terdakwa.

Tae Hyung : ...adalah orang yang mengacaukan TKP dan menyembunyikan buktinya. Orang itu tidak lain adalah terdakwa, Han Je Kook.

Je Kook : Semua tuduhan ini berdasarkan asumsi.

Hakim tanya, apa Tae Hyung yakin dengan semua itu?


Tae Hyung mengajukan saksi.

Saksi pertama adalah detektif yang bertanggung jawab atas investigasi kasus pembunuhan Nyonya Ahn.

Tae Hyung : Terungkap bahwa ada  bukti yang ditinggalkan dan penyelidikan yang tidak dilakukan dengan benar. Kenapa anda melakukannya?

"Saat itu... saya melihat Direktur Han memberikan sejumlah uang kepada Kepala Polisi saat itu."

"Apa anda juga menerima uang?"

"Ya."


Tae Hyung lantas mengambil barang bukti pembunuhan.

Tae Hyung : Saat investigasi pembunuhan oleh pembantu pada tahun 2004, ini bukti yang ditemukan di TKP. Terdakwa menyembunyikan bukti ini selama 15 tahun. Jika terdakwa tidak menyembunyikan bukti dan meyakinkan pembunuhnya untuk menyerahkan diri, maka dia akan dihukum atas kejahatannya, dan saat ini dia pasti akan menjalani hidup baru. Dan tentu saja, tidak ada yang akan dijebak. Aku menambahkan ini sebagai bukti.


Tae Hyung juga memanggil saksi yang akan menyatakan bahwa Je Kook membunuh Wang Pyo. Dia adalah, Dokter Kim/Lee? (Sy lupa namanya).

"Sebelum Pimpinan Senior Mo Wang Pyo meninggal, apa yang terdakwa perintahkan kepada anda?"

"Saat itu, dia menanyakan kondisi kesehatan Pimpinan Senior Mo."

"Bukankah anda sebagai dokter seharusnya menjaga kerahasiaan antara dokter dan pasien?"

"Saat itu saya tidak punya pilihan selain menjawab."

"Apa anda merasa terancam? Jadi, anda memberitahu makanan yang membahayakan nyawa Pimpinan Senior Mo?

"Saya sudah memperingatkannya agar tidak memberikan makanan tersebut apa pun yang terjadi."

"Terdakwa tahu makanan itu sangat berbahaya, namun terdakwa membuatnya memakan itu. Itu berarti terdakwa bermaksud membunuhnya. Apa bisa disimpulkan seperti itu?

"Ya."


Saksi berikutnya, adalah si Kepala Pelayan.

"Anda memberi perintah kepada juru masak untuk membuat hidangan dengan saus almond pahit, benar bukan?"

"Bukan saya yang memberi perintah itu."

"Lalu, siapa yang memerintahkannya?"

Kepala Pelayan menunjuk Je Kook.


Tae Hyung : Terdakwa, Han Je Kook, memakai kekuasaan atas MC Grup untuk memberi wewenang kepada dirinya sendiri untuk melakukan semua kejahatan selama ini. Saya meminta terdakwa dihukum berat agar kejahatan ini tidak terulang. Sebagai jaksa, saya mengusulkan hukuman lima tahun penjara karena menyembunyikan bukti kasus pembunuhan, tiga tahun penjara atas penyuapan dan menghalangi penyelidikan. Lima tahun penjara karena memerintahkan pembunuhan Mo Wang Pyo, dan dua tahun penjara karena bersekongkol dalam penipuan. Itu tuntutan saya.

Hakim minta Je Kook menyampaikan argumen. Tapi Je Kook bilang dia tidak akan memberikan argumen apapun dan mengakui semua tuduhan yang dialamatkan padanya.


Hakim pun membacakan hukuman untuk Je Kook.

Hakim : Tidak ada cukup bukti bahwa tindakannya menyebabkan kematian mendiang Mo Wang Pyo, jadi, tuduhan terhadapnya karena memerintahkan pembunuhan mendiang Mo Wang Pyo dibatalkan. Namun atas tuduhan menghalangi keadilan, pencemaran nama baik, penipuan dan penghancuran barang bukti, terdakwa dinyatakan bersalah. Namun karena terdakwa menyadari perbuatannya, maka terdakwa didenda 10 juta won karena menghalangi penyelidikan. Denda 15 juta won atas pencemaran nama baik, dan denda 10 juta won atas penipuan. Karena menghancurkan barang bukti dengan cara disembunyikan, seorang warga tidak bersalah dipenjarakan. Dengan demikian, pengadilan menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kepada terdakwa, Han Je Kook.


Tae Hyung dan Je Kook saling bertatapan. Tae Hyung lalu teringat saat dia menginterogasi Je Kook tadi.

Flashback...


Je Kook : Kau bahkan tidak punya bukti pembunuhan 15 tahun yang lalu. Kau tidak bisa menuntutku hanya dengan pengakuan dari Mo Wan Soo. Ditambah lagi, dia sudah meinggal.

Tae Hyung : Han Je Kook, kau bukan lagi direktur berkuasa seperti dulu. Apa kau masih tidak mengerti situasinya?

Je Kook : Aku mengerti, itu sebabnya aku mengatakan ini. Kau ingin memenjarakanku, bukan? Ada satu cara. Aku tidak bisa membiarkanmu merusak citra MC. Dakwa saja diriku. Jangan melibatkan MC sama sekali.

Tae Hyung terkejut.

Je Kook : Kau akan melakukannya atau tidak?

Tae Hyung : Kejahatan yang bisa memenjarakanmu adalah penyembunyian barang bukti. Tapi, barang bukti itu hilang.

Je Kook : Bagaimana jika aku membawakan barang buktinya? Maka, jangan libatkan MC Grup, dan jatuhkan semua kesalahan kepadaku. Kau mengerti?

Flashback end...


Petugas membawa pergi Je Kook.

Yoon Do dan Seok Hee menatap lirih Je Kook. Saat akan dibawa petugas, Je Kook sempat menatap Seok Hee.


Keluar dari ruangan pengadilan, Tae Hyung menatap patung Dewi Themis. Tae Hyung kemudian ingat kata-kata ayahnya.


Kepala Jaksa Joo : Kau harus jadi Jaksa yang sebenarnya.


Yoon Do mendapatkan surat dari pengadilan.

Baik Yoon Do dan Pak Heo sama2 cemas. Tapi, mereka langsung bahagia karena persidangan ulang Im Soon diterima.


Besoknya, Yoon Do duduk di pengadilan mendampingi ibunya sebagai pengacara.

Hakim minta Im Soon menyampaikan argumen penutup, tapi Yoon Do lah yang maju dan berbicara.

Yoon Do : Dahulu ada seorang anak laki-laki. Dia tidak pintar dan tidak berasal dari keluarga kaya. Tapi, dia punya impian. Dia ingin makan tiga kali sehari bersama ibu yang telah membesarkannya sendirian. Dan dia ingin tidur di ranjang yang hangat setiap malam. Dia ingin makan ayam goreng bersama ibunya saat sang ibu menerima gaji. Hanya itu yang dia minta. Namun, tiba-tiba di suatu hari, mimpinya hancur. Karena ibunya tidak berpendidikan dan tidak punya koneksi. Dan juga karena miskin, ibunya dijebak atas pembunuhan.

Yoon Do marah,  bagaimana anak yang kehilangan ibu tercintanya itu, menjalani hidupnya? Alih-alih mendendam, menyalahkan dan membenci dunia, anak itu belajar dengan keras tanpa lelah. Dia tahu untuk meluruskan yang salah, kebencian bukan jawabannya. Dia percaya itu tergantung hati yang mau melakukan hal benar. Yang Mulia, kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan Korea berdiri di sisi mereka yang berkuasa dan atas nama hukum, mereka merenggut 15 tahun kehidupan seorang wanita! Tolong akui kelalaian sistem hukum yang menghancurkan hidup seorang wanita dan putranya. Tolong kembalikan kehidupan mereka yang telah direnggut.


Tangis Im Soon keluar mendengar kata-kata Yoon Do.


Hakim lantas membacakan putusannya.

Hakim : Pengakuan terdakwa, Lim Soon, dipaksakan oleh pihak kejaksaan. Karena pembunuh sebenarnya telah muncul, terdakwa terbukti bebas dari tuduhan. Maka, pengadilan menyatakan bahwa terdakwa, Lim Soon, tidak bersalah.


Semua langsung gembira.

Yoon Do langsung lari, memeluk ibunya. Tangis bahagia keduanya pecah.


Dan pagi itu,, hari2 mereka yang baru dimulai.

Yoon Do menjadi pemimpin TOP dan bekerja dengan anggota barunya.

Yoon Do : Bagaimana menurut pendapat kalian tentang sejarah MC?

"Lalu mulai sekarang, apa peran TOP?"

Yoon Do : Alih-alih tanggung jawab, kita akan menghadapi dunia dengan pemahaman. Kita akan mulai membuat peraturan yang disepakati semua orang. Peraturan akan diciptakan oleh kalian semua yang tiba pertama.


Seok Hee datang. Anggota Yoon Do langsung diam dan memasang wajah serius.

Seok Hee heran, apa ini? Kenapa kalian semua begitu serius? TOP yang baru tidak akan melakukan hal ilegal. Jangan khawatir.

Yoon Do : Kalian boleh pergi.


Seok Hee lantas menatap Yoon Do.

Seok Hee : Pengacara Heo, haruskah  kita mengadakan pesta hari ini?

Yoon Do, pesta?

Yoon Do tertawa.


Malam itu, mereka semua makan malam di rumah Seok Hee.

Seok Hee : Terima kasih sudah menerima undanganku hari ini.


Seok Hee menatap Boo Ki.

Seok Hee : Selamat atas penghargaanmu.

Boo Ki tersenyum dan memegang penghargaannya.

Boo Ki : Aku terus mendapatkan penghargaan, tapi rumahku terlalu kecil untuk menyimpan semuanya. Tempatmu sangat besar, jadi, mungkin akan aku sumbangkan kepadamu.

Semua tertawa.


Seok Hee lalu menatap Detektif Oh.

Seok Hee : Oh, selamat atas promosimu.

Detektif Oh berdiri dan memamerkan seragamnya.

Detektif Oh : Apa ini cocok denganku?


Gwang Mi : Detektif Oh, seragammu sangat bagus!

Yoon Do : Letnan Oh, cocok!


Im Soon berterima kasih pada Seok Hee.

Im Soon : Sudah lama sekali sejak terakhir kita makan bersama. Benar, 'kan?

Seok Hee : Kita sudah lama tidak makan bersama.


Seok Hee lalu menatap semuanya.

Seok Hee : Kalian semua menghadapi bahaya  dengan menjunjung hati nurani dan keadilan. Terima kasih.

Pak Heo : Tapi, aku tidak membantu. Aku hanya ke sini untuk makanannya.

Seok Hee : Tentu saja anda membantu. Anda menyiramkan air itu! Aku yakin pasti belum pernah ada yang melakukan itu kepadanya.

Pak Heo : Oh, insiden air itu. Aku lupa.

Yoon Do : Ditambah lagi, ayah adalah dukungan mental yang menjaga tim.


Na Ri dan Seo Jin datang.

Na Ri : Malam yang indah.

Seo Jin : Noona! Ani, gomo. Khony hak chao.

Na Ri dan Seo Jin membentuk finger heart.

Seok Hee : Welcome! Home sweet home!


Pak Heo senang ketemu Na Ri. Pak Heo lalu menatap Yoon Do. Yoon Do minta ayahnya menjaga sikap.


Na Ri mengarahkan finger heart nya ke Pak Heo. Pak Heo tambah senang.


Na Ri dan Seo Jin lalu duduk.

Na Ri : Apa ini pesta penyambutanku kembali ke dunia akting?


Pak Heo : Oh..itu... Apa kau akan memainkan peran ratu?

Yoon Do meminta ayahnya tenang.


Na Ri : Aku akan memainkan peran pelayan rumah. Mereka bilang karakter ini penting bagi sebuah kasus pembunuhan. Kuharap kalian menantikannya.

Seok Hee :  Baiklah, mari bersulang.


Boo Ki : Boleh aku membuat saran konyol untuk bersulang? Saat aku bilang "MC", semuanya bisa mengatakan "Picasso"?

Semua heran.

Boo Ki : Atau mungkin tidak?

Gwang Mi : Tidak, mari lakukan.

Mereka bersulang.

Boo Ki : MC!

Semua : Picasso!


Na Ri mengerlingkan matanya ke Pak Heo. Pak Heo tambah panas dingin.

Bersambung ke part 4...