Sebelumnya... Roo Bi yang sedang serius menulis proposalnya, tidak terlalu menanggapi omongan Roo Na. Roo Na marah, ia menutup laptop Roo Bi dengan kasar dan menatap tajam Roo Bi. Roo Bi jelas kaget dengan perilaku Roo Na. āJangan mengabaikanku ketika aku sedang bicara. Apa kau benar-benar kakakku? Apa yang sudah kau lakukan untukku sebagai seorang kakak! Siapa kau beraninya mengabaikanku!ā Roo Bi terkejut, Jeong Roo Na... āKurasa aku pantas mendapatkannya karena aku pecundang yang menyedihkan. Lupakan saja aku! Miliki kehidupanmu yang hebat itu!ā Roo Na lalu pergi dan Roo Bi bergegas menyusul Roo Na. Mereka bicara di kafe. Roo Bi membawakan Roo Na segelas minuman. Roo Bi meminta Roo Na bercerita. Tapi Roo Na diam saja. Roo Bi pun mengerti dan tidak memaksa Roo Na bercerita. āAku hamil.ā Ucap Roo Na. Roo Bi pun terkejut. āKau terkejut, kan? Kau diam-diam mengejekku, kan? Kau mengharapkan hal ini, kan?ā tuduh Roo Na. āBagaimana bisa kau mengata...