Sebelumnya.... Di episode kali ini, adegan dibuka dengan masa lalu Won Bong dan Nam Ok, saat mereka pertama kali bertemu, di pinggiran Kota Shanghai, 10 tahun lalu. Saat itu, Nam Ok sedang latihan menembak. Tak lama kemudian, Won Bong datang dengan kudanya dan melihat kemahiran Nam Ok menembak. Won Bong lantas turun dari kudanya dan menghampiri Nam Ok. Won Bong : Aku dengar kau pengguna tangan kanan. Nam Ok : Tangan kanan? Jika tangan kananku kram, haruskah aku pasrah dan mati? Nam Ok lalu memamerkan kemampuan menembaknya dengan kedua tangannya. Won Bong : Aku dengar ada penembak dari Joseon yang terkenal di Shanghai. Aku datang untuk menantangnya. Nam Ok : Jadi, ini alasan kedatanganmu. Won Bong : Bagaimana kalau traktir minuman untuk enam peluru? Nam Ok : Untuk 100 liter arak beras. Kau boleh mundur jika takut. Nam Ok pun memberikan pistolnya ke Won Bong. Won Bong menerima pistol Nam Ok dan mulai menembak. Sekarang, Won Bong dan Nam ...