• Sinopsis Wonderful World Episode 1-16

    Kim Nam Joo dan Cha Eun Woo memiliki rasa sakit yang sama akibat kehilangan seseorang yang sangat berharga bagi mereka.

  • Duis non justo nec auge

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

The World Of The Married Ep 13 Part 1

Sebelumnya...


Tae O dan Sun Woo ciuman bercinta di sofa.

Terdengar narasi Sun Woo.

Sun Woo : Apa itu hanya kebiasaan? Ataukah itu tindakan rekonsiliasi yang dipicu rasa kasihan? Apa itu permintaan maaf karena saling membenci dan menyakiti? Apa itu bentuk penyesalan atas keputusan sebelumnya? Atau itu kepasrahan terhadap hasrat impulsif karena kesepian?


Setelah melakukan itu, Tae O membasuh mukanya di kamar mandi.

Ia lalu terdiam menatap cermin.


Sementara Sun Woo meletakkan dua gelas bekas mereka minum wine ke ke tempat cucian piring.

Ia kemudian terdiam mengingat yang barusan ia lakukan dengan Tae O.


Tae O keluar dari kamar mandi. Saat mau keluar dari kamar yang dulu ia tempati dengan Sun Woo, Tae O mengalihkan pandangannya ke ranjang mereka. Ia terdiam, menatap ranjang mereka.


Sun Woo hendak mengambil botol wine dari atas meja. Namun ia lagi2 terdiam menatap jas Tae O yang tergantung di kursi.


Tae O kemudian turun. Mereka langsung canggung.

Sun Woo : Kau harus pergi.


Tae O memasang jas dan mantelnya.

Sun Woo membelakangi Tae O.

Saat mau pergi, ia minta Sun Woo tidak terburu-buru meninggalkan Gosan.

Tae O : Maksudku pikirkan baik-baik sebelum memutuskan. Cari tempat yang memperlakukanmu dengan layak sesuai tawaranmu. Jangan terburu- buru dan menerima lebih sedikit dari yang seharusnya.

Sun Woo berbalik menatap Tae O. Tae O juga menatap Sun Woo.


Tae O kemudian pergi.

Seseorang tampak berdiri di depan rumah Sun Woo. *Nugu?


Tae O sudah tiba di rumahnya. Ia berdiri di tengah-tengah rumah memikirkan yang ia dan Sun Woo lakukan tadi.

Lalu kemudian dia mendengar suara tangisan Jenny.


Jenny menangis. Da Kyung mencoba menenangkan Jenny.

Tae O datang.

Tae O : Ada apa? Kau masih bangun?

Da Kyung : Tiba-tiba Jenny demam.


Tae O kaget dan langsung mendekati Jenny.

Tae O : Separah apa?

Da Kyung : Aku sudah memberinya obat, tapi demamnya tidak mau turun. Kenapa kau tidak menjawab? Kau pergi ke mana?

Tae O langsung tegang.

Tae O : Aku minum bersama Je Hyuk. Maaf. Aku tidak mendengarnya. Ayo ke rumah sakit besok pagi.

Da Kyung : Aku akan mengambil kompres.

Da Kyung pergi.


Tae O mengusap-ngusap punggung Jenny. Dia juga minta maaf ke Jenny.

Tae O kemudian teringat kata2 Sun Woo tadi setelah mereka bercinta.

Flashback...


Sun Woo : Mari lupakan kejadian ini. Hapus dari ingatanmu. Aku akan melakukan hal yang sama. Itu kesalahan bagi kita berdua. Itu tidak boleh terjadi lagi.

Tae O : Benar. Aku merasakan hal yang sama.


Tae O dan Sun Woo saling bertatapan.

Flashback end...


Sun Woo membereskan rumahnya yang berantakan karena mereka bercinta tadi.


Usai beberes, Sun Woo terduduk di lantai dan resah memikirkan semuanya.


Paginya, Sun Woo menghubungi Dokter Ma. Sun Woo minta maaf karena tiba-tiba meminta bantuan Dokter Ma seperti itu.

Dokter Ma sendiri ada di tempat prakteknya yang sekaligus menjadi tempat tinggalnya.

Dokter Ma : Jangan meminta maaf. Tapi ini mendadak. Boleh aku tahu alasannya? Apa ada masalah?


Sun Woo turun ke bawah.

Sun Woo : Tidak. Aku hanya muak dengan Gosan. Lalu? Apa menurutmu, akan ada posisi untukku?

Dokter Ma : Aku yakin ada banyak tempat yang akan menginginkanmu. Beri aku sedikit waktu. Aku akan menghubungi beberapa orang. Apa ada tempat yang kau pikirkan?

Sun Woo : Di mana saja boleh, asal bukan Gosan.

Dokter Ma : Baiklah. Aku akan menunggu teleponmu.


Sun Woo lalu terdiam melihat koper Joon Young yang lupa dibawa Tae O.


Joon Young sendiri ketiduran di warnet. Sepertinya yang berdiri di depan rumah Sun Woo tadi malam adalah Joon Young. Hal itu terlihat dari jaket mereka yang sama.


Joon Young terbangun setelah teringat saat melihat ibunya terkapar berlumur darah habis dihajar Tae O.


Joon Young lalu melihat pemilik warnet dimarahi polisi patroli.

"Kau tidak boleh membiarkan anak di bawah umur sendirian saat malam." ucap polisi.


Joon Young mengambil jaketnya yang ia gantung di kursi dan bergegas pergi.

Polisi dan pemilik warnet melihatnya pergi.


Joon Young kaget melihat hari sudah pagi. Ia pun bergegas pergi sambil memakai jaketnya dan berpapasan dengan Hae Kang yang mau ke sekolah.

Joon Young tak melihat Hae Kang.

Hae Kang kaget melihat Joon Young keluar dari warnet.


Da Kyung yang sudah rapi, menghampiri Tae O yang melamun di ruang kerja. Tae O juga sudah rapi.

Da Kyung  : Kau tidak bekerja?

Tae O seperti orang bingung, apa?

Da Kyung : Jenny harus ke rumah sakit dan Joon Young harus ke sekolah.

Tae O : Ya, benar. Kau sudah siap?

Da Kyung : Ya.

Tae O : Bagaimana dengan Joon Young?


Tae O ke kamar Joon Young tapi Joon Young tak ada di kamarnya.

Tae O bingung. Da Kyung juga kaget Joon Young gak ada.

Joon Young pulang.

Tae O : Dari mana saja kau?

Joon Young : Aku keluar rumah tadi.

Tae O : Kau akan terlambat. Cepatlah bersiap. Mari naik mobil ayah hari ini.

Joon Young melewati mereka dan masuk ke kamar.


Tae O dan Da Kyung mengantarkan Joon Young ke sekolah.

Joon Young mau turun tapi Da Kyung memanggilnya.

Da Kyung : Joon Young-ah, kau merokok?

Joon Young kaget dengan pertanyaan Da Kyung.

Joon Young : Tidak.

Da Kyung : Baiklah. Aku senang kau tidak merokok. Aku percaya padamu.

Joon Young turun. Da Kyung tahu Joon Young berbohong.


Tae O : Kenapa kau tiba-tiba menanyakan itu kepadanya?

Da Kyung : Aku bisa menciumnya. Kau menciumnya, bukan?

Tae O : Kau bahkan tidak yakin. Apa kau harus tanya sebelum dia bersekolah?

Da Kyung : Aku walinya. Dia bahkan tidak memberi tahu kita ke mana dia pergi pagi-pagi sekali. Tentu saja, aku harus bertanya saat bisa menciumnya.


Sun Woo sedang sibuk memeriksa pasiennya. Pasiennya kali ini bocah perempuan.

Sun Woo : Kapan dia meminum pereda demamnya?

"Dua jam yang lalu. Suhunya melampaui 38 derajat Celsius semalam." jawab ibu si bocah.

"Astaga. Pastikan agar tidak berkembang menjadi pneumonia. Jaga rumahmu tetap lembap." ucap Sun Woo, lalu pasiennya pergi.


Sun Woo kemudian meng-update laporannya.


Setelah itu, dia melihat foto Joon Young dan mengirimi Joon Young pesan.

Sun Woo : Joon Young-ah, ini sedang musim flu. Hati-hati jangan sampai terkena flu. Sebentar lagi kau libur, bukan? Apa kau tidak akan mengunjungi ibu?


Joon Young sendiri lagi di perpustakaan. Dia ketiduran di meja.

Hae Kang melihat Joon Young. Tapi dia diam saja dan pergi dengan teman-temannya.


Sun Woo menatap foto-foto Joon Young. Awalnya ia tersenyum, tapi kemudian ia menangis.


Sun Woo lalu meletakkan ponselnya di meja dan menenangkan dirinya.


Tapi tiba2 ponselnya berdering. Telepon dari Tae O.

Sun Woo : Ada apa?

Tae O : Kau sudah sampai di tempat kerja?

Sun Woo : Apa kau menelepon untuk menanyakan itu?

Tae O : Tidak. Aku hanya bertanya karena penasaran. Joon Young tidak merokok, bukan?

Sun Woo : Apa maksudmu? Apa kau tidak tahu berapa usianya? Aku akan tahu jika dia merokok.

Tae O : Benar. Menurutku juga begitu. Aku hanya menelepon untuk memastikan, jadi, jangan khawatir. Baik, kembalilah bekerja.


Mata-mata keluarga Yeo masuk ke ruangan Tae O dan minta tanda tangan.

Tae O langsung mengakhiri pembicaraannya dengan Sun Woo menandatangani laporannya.


Sun Woo diberitahu perawat An bahwa pekerjaan Sun Woo hari ini sudah selesai.

Sun Woo : Kerja bagus, Perawat An.


Ponsel Sun Woo berdering lagi. Kali ini pesan dari Dokter Ma.

Dokter Ma : Ada lowongan di Busan. Bagaimana menurutmu? Aku melampirkan persyaratannya secara terpisah. Bacalah dan beri tahu aku.


Sun Woo menghubungi Tae O. Tae O sendiri lagi di toko bunga.

Tae O : Busan? Tidak, aku hanya berpikir itu agak terlalu jauh.

Sun Woo : Persyaratannya tidak buruk. Selagi membahas itu, biarkan aku bertemu dengan Joon Young. Liburannya dimulai besok, jadi, kurasa tidak apa-apa kami bertemu. Dia tidak menjawab teleponku atau menelepon balik.

Tae O : Baiklah. Aku akan bicara dengannya. Mari jadwalkan untuk besok.

Sun Woo : Baiklah. Sampai nanti.

Tae O : Omong-omong, jika Joon Young tidak menyukainya, apa kau akan mempertimbangkan lagi? Maksudku, niatmu pergi ke Busan.

Sun Woo : Tentu saja. Pendapatnya adalah hal terpenting bagiku.


Da Kyung memajang bunga yang diberikan Tae O. Ia senang dikasih bunga.

Da Kyung : Sudah lama sejak kau membelikanku bunga.

Tae O : Setiap kali Jenny sakit, kau selalu kesulitan. Aku merasa bersalah dan bersyukur.

Da Kyung : Apa pun alasannya, ini membuatku bahagia.

Tae O : Dia bermain dengan baik.

Da Kyung : Aku senang sakitnya tidak terlalu parah. Dia masih harus minum obat selama satu minggu. Kau pasti lapar. Aku akan membuat makan malam.


Tae O : Apa Joon Young belum pulang?

Da Kyung : Dia menelepon dan bilang akan makan malam dengan teman-temannya.

Tae O : Tentang perkataanmu tadi pagi. Joon Young tidak merokok. Kurasa kau keliru. Dia terkadang pemarah, tapi dia tidak akan melakukan hal buruk.

Da Kyung : Aku yakin dia tidak merokok jika dia bilang begitu. Bahkan jika dia merokok, kita bisa bicara dengannya. Dia sedang melalui masa pubertas.


Da Kyung lalu ke dapur, menyiapkan makan malam dengan pembantu.

Tae O main lagi dengan Jenny.


Joon Young di warnet, lagi main game tapi Joon Young nampak kesal.

Joon Young yang kesal, beranjak pergi. Dia berjalan melewati Hae Kang begitu saja.


Sementara si pemilik warnet lagi sibuk.


Saat mau pergi, Joon Young mengambil sebuah cemilan dan pergi tanpa membayar.

Hae Kang kaget melihatnya.


Joon Young mau masuk kamarnya ketika Tae O keluar dari kamar dan melihatnya.

Tae O : Kau pulang terlambat.

Joon Young : Aku berkumpul dengan teman-temanku.

Tae O : Ayah dengar kau libur mulai besok. Ayo temui ibumu besok malam. Ayah rasa ada yang ingin dia katakan kepadamu.

Joon Young : Tentang apa?

Tae O : Ayah rasa ibumu berencana pergi ke luar kota, tapi dia ingin membahasnya denganmu.


Da Kyung yang sedang bermain dengan Jenny, terkejut mendengar Sun Woo mau pergi.


Joon Young duduk di kasurnya, dan makan cemilan yang tadi ia curi tapi ia makan sambil menangis.


Sementara Sun Woo yang lagi membaca buku, di SMS Tae O.

Tae O : Aku akan membawa Joon Young ke rumahmu besok malam.


Sun Woo terdiam membacanya. Tak lama kemudian, ia kembali melanjutkan bacaannya.


Ye Rim lagi makan sama Je Hyuk, tapi dia tidak bersemangat menyantap makan malamnya.

Ye Rim lalu memegangi perutnya yang terasa sakit.


Je Hyuk melihat Ye Rim.

Je Hyuk : Ada apa? Apa rasanya tidak enak? Aku hanya mengikuti resepnya.

Ye Rim : Tidak, tidak seburuk itu.

Je Hyuk : Apa itu pakaian baru? Cantik sekali. Cocok untukmu. Kau selalu cantik memakai warna itu.


Mendengar Je Hyuk mengomentari baju yang dipakainya, Ye Rim pun langsung meletakkan sendoknya.

Ye Rim : Sudah terlambat. Maksudku, sudah terlambat bagi kita. Aku membeli ini tiga tahun lalu. Kau ingin aku melakukan apa denganmu? Aku tidak mau membodohi diriku sendiri. Mari hentikan, ya?


Je Hyuk : Aku tahu ini sudah terlambat. Aku melewatkan banyak kesempatan untuk menyelesaikan masalah. Tapi aku tidak ingin mengakhirinya seperti ini. Kita menikah dan bercerai. Tapi kita tidak pernah berkencan. Kita menikah karena orang tua kita berpikir kita akan cocok. Jadi, kita melewatkan semuanya dan tidak sempat saling mengenal. Di sanalah letak kesalahannya. Aku tahu ini bukan urutan yang tepat, tapi aku ingin melakukan semua yang tidak pernah kulakukan denganmu. Kita selalu bisa mengakhirinya setelah mencoba semuanya. Ya?

Ye Rim : Aku tidak tahu kau bisa begitu manja.

Je Hyuk : Apa itu menyebalkan?

Ye Rim : Aku tidak tertarik dengan ini.


Ye Rim berdiri.

Je Hyuk : Aku selalu berpikir tugasku adalah menghasilkan uang untukmu. Aku tidak pernah berbenah atau memasak untukmu. Aku tidak tahu ini sebelumnya, tapi akhirnya aku menyadari sesuatu. Semua hal yang kau lakukan untuk mengurusku tanpa kusadari adalah hal yang membuat pernikahan kita tetap utuh. Sungguh, aku tidak menganggap ini permainan. Aku tidak tahu karena aku tidak peduli dan bodoh. Sekarang, aku ingin melakukan hal-hal yang tidak pernah kulakukan untukmu selama ini. Kau hanya perlu menerima apa yang kuberikan. Anggap saja aku membayar semua jasamu selama ini.


Besoknya Ye Rim meriksakan diri ke dokter. Myung Sook melakukan USG pada Ye Rim.

Setelah itu, Ye Rim curhat pada Myung Sook soal Je Hyuk.

Myung Sook : Kenapa khawatir? Kau tidak akan rugi.


Myung Sook lalu kembali ke kursinya.

Ye Rim duduk di ranjang.

Myung Sook : Kenapa? Kau tidak tertarik?

Ye Rim : Entahlah. Tiba-tiba dia sangat berbeda, jadi, itu agak menakutkan. Aku khawatir aku akan membuang waktuku. Itulah yang kurasakan.

Myung Sook : Kurasa kau masih menyukainya. Sudah jelas bagaimana akhirnya. Kau harus mencoba semua yang kau inginkan sebelum mati. Dengan begitu, kau tidak akan menyesal. Bagaimana jika kau percaya padanya kali ini? Kurasa akhirnya dia jera.


Ye Rim : Bagaimana kondisiku? Tahun lalu, aku baik-baik saja.

Myung Sook : Kau bilang rasanya seperti kram, bukan? Sepertinya fibroid. Kurasa kau tidak perlu biopsi.

Ye Rim khawatir.

Myung Sook : Ini bukan masalah serius. Ini hal yang lazim di usia kita.

Ye Rim : Kupikir karena stres, tapi kurasa aku tidak begitu sehat. Aku mulai depresi. Aku merasa sudah makin tua.

Myung Sook : Tidak ada yang bisa mengalahkan waktu. Mari lihat perkembangannya setelah kau minum obat. Jika tidak membesar, kau bisa membiarkannya.

Ye Rim : Sudah hampir waktunya makan siang, bukan?


Sun Woo baru selesai memeriksa pasiennya ketika Ye Rim dan Myung Sook datang.

Sun Woo terkejut Ye Rim datang.

Sun Woo : Apa yang membawamu kemari?

Myung Sook : Dia datang untuk menemuimu. Konsultasi pagimu sudah selesai, bukan?

Ye Rim : Ayo makan siang bersama. Ada yang ingin kubicarakan.

Sun Woo : Dilihat dari ekspresimu, sepertinya itu kabar baik. Aku senang kau di sini. Aku juga mau katakan sesuatu kepada kalian.


Ye Rim : Kau sudah memutuskan?

Sun Woo : Kurang lebih begitu.

Myung Sook : Kenapa aku tidak tahu ini soal apa? Apa kau juga mengencani seseorang? Apa kau punya pacar?

Sun Woo : Astaga, kau payah sekali. Ayo. Akan kuberi tahu setelah kita sampai di sana.


Tapi rencana makan siang mereka ambyaaar gara2 Sun Woo ditelepon wali kelasnya Joon Young.


Tae O juga dihubungi wali kelas Joon Young. Dia langsung pergi. Semua karyawannya menatapnya heran karena pergi buru-buru.


Sun Woo minta tolong Myung Sook menjelaskan ke Dokter Kong kenapa dia pergi.

Sun Woo : Direktur tidak ada, jadi, aku tidak sempat bilang.

Myung Sook : Akan kujelaskan kepadanya. Jangan khawatir. Jaga Joon Young dengan baik.

Sun Woo pun pergi.


Sun Woo tiba di sekolah Joon Young.

Tak lama, Tae O juga tiba.

Mereka berjalan bersama menuju ke sekolah.

Narasi Sun Woo terdengar.

Sun Woo : Kami sudah bercerai. Tapi jika menyangkut anak, kami selalu diminta datang bersama. Kenapa? Berapa lama ikatan antara suami istri bertahan?

Adegan selanjutnya mengandung bawang guys...


Sun Woo dan Tae O bicara dengan Kepala Sekolah dan Wali Kelas Joon Young.

"Kudengar kalian bercerai. Boleh aku bertanya Joon Young tinggal dengan siapa?" tanya Kepala Sekolah.

Sun Woo dan Tae O langsung merasa tak nyaman.

"Maaf jika aku membuat kalian tidak nyaman. Tapi aku ingin melihat situasi Joon Young secara objektif." ucap Kepala Sekolah.

"Saat ini, dia tinggal denganku." jawab Tae O.

"Kudengar dia bertengkar dengan Hae Kang. Apa dia terluka parah?" tanya Sun Woo.

"Joon Young hanya mendapat beberapa luka goresan. Tapi kondisi Hae Kang jauh lebih buruk. Jadi, orang tuanya membawanya pulang. Dilihat dari kondisinya, kami pikir Joon Young mungkin memukulinya." jawab Kepala Sekolah.


Sun Woo dan Tae O kaget.

Tae O : Apa maksudmu? Kau yakin soal itu?

Sun Woo : Kami mau bicara dengan Joon Young.


Wali Kelas : Menurut anak-anak, Joon Young memukulnya lebih dahulu. Itu terjadi di lapangan basket setelah pulang sekolah. Banyak anak menyaksikan kejadian itu. Beberapa anak bahkan merekam video.

Sun Woo : Bisakah kami bertemu dengan Joon Young?


Sun Woo dan Tae O pun menemui Joon Young di ruangan lain.

Dengan wajah kesal, Joon Young mengaku kalau dia yang mukul Hae Kang duluan.

Sun Woo tanya alasan Joon Young memukul Hae Kang.

Sun Woo : Ibu yakin kau punya alasan.

Joon Young diam.

Tae O marah, apa kau tidak akan memberi tahu kami? Kau harus memberi tahu kami apa yang terjadi, Joon Young-ah!


Sun Woo menatap Tae O. Ia mengkode Tae O agar tidak memarahi Joon Young dulu.

Tae O : Apa Hae Kang menjelek-jelekkan ibumu lagi? Apa karena itu kau memukulnya?

Sun Woo : Katakan. Dia bilang apa?

Joon Young : Aku mencuri sekantong keripik di kafe internet. Dan Hae Kang melihat itu. Dia bilang akan memberi tahu semua orang. Jadi, aku bilang silakan saja.

Flashback...


Hae Kang berusaha menasihati Joong Young.

Hae Kang : Sebenarnya kau apa? Sampah? Jalanilah hidup yang layak.

Joon Young yang tidak terima, memukuli Hae Kang.

Bukan hanya memukul, Joon Young juga menendang Hae Kang.

Flashback end...


Joon Young : Si berengsek itu berusaha menceramahiku dan itu menyebalkan.

Sun Woo sulit percaya mendengar pengakuan Joon Young.

Sun Woo : Sepertinya ibu salah dengar. Kau mencuri apa?

Tae O : Baik, anggaplah kau memukul Hae Kang karena marah. Tapi kenapa kau mencuri? Kenapa kau melakukan hal seperti itu?

Joon Young : Itu hanya kesalahan. Kalian juga membuat kesalahan. Benar, bukan?

Tae O : Bagaimanapun juga, perbuatanmu salah. Kau tahu harus memperbaikinya sebelum terlambat, bukan?


Joon Young : Bagaimana cara memperbaiki kesalahan yang sudah terjadi?

Joon Young membelalakkan matanya menatap Sun Woo.

Joon Young : Bukankah itu sudah terlambat?


Tae O : Kau harus meminta maaf dengan tulus dan meminta maaf kepada Hae Kang dan pemilik kafe internet itu.

Sun Woo : Mari kita berusaha tenang dan melakukannya satu per satu. Kepala Sekolah bilang mereka ingin mengadakan sidang kekerasan di sekolah. Bukankah kita harus bertemu dengan orang tua Hae Kang lebih dahulu?

Joon Young : Kenapa semua mudah sekali bagi kalian berdua?


Joon Young menatap Sun Woo dan Tae O secara bergantian.

Joon Young : Apa minta maaf menjadikan perbuatanku bisa dimaafkan? Apakah seperti itu bagi orang dewasa?


Tae O : Joon Young-ah, kenapa kau bicara seperti itu? Kita harus mencegah sidang kekerasan di sekolah diadakan.

Joon Young : Biarkan mereka menggelar sidang itu. Itu tidak penting.

Tae O : Lee Joon Young!

Joon Young : Aku tidak akan bersekolah di sini. Aku akan keluar! Masalah selesai!
Joon Young berdiri.

Sun Woo : Kenapa sikapmu seperti itu? Bagaimana bisa kau bilang akan keluar dari sekolah?

Joon Young cuek dan pergi.


Sekarang mereka di parkiran, berdiri di depan mobil Sun Woo.

Tae O : Kami tidak menyuruhmu meminta maaf apa pun yang terjadi. Mari bicara dahulu tentang alasanmu melakukannya, dan apa yang ingin kau lakukan ke depannya. Ayo ke rumah ibu dan bicara.

Joon Young : Kenapa aku harus ke sana? Ayah boleh pergi jika mau.

Sun Woo : Kau tidak mau ke rumah ibu?

Joon Young : Tidak. Tidak ada lagi yang ingin kukatakan kepada ibu.


Joon Young merogoh saku Tae O, mengambil kunci mobil dan pergi ke mobil Tae O.


Sun Woo : Kenapa kau bertanya apakah dia merokok? Aku hanya mengabaikannya saat itu, tapi apa terjadi sesuatu?

Tae O : Sebenarnya, Da Kyung bilang dia mencium bau rokok di tubuhnya.

Sun Woo : Itu mungkin karena dia ke kafe internet. Bau rokok akan menempel jika kita cukup lama di sana. Mungkin dia tidak merasa nyaman di rumahmu. Dia tidak melakukan ini saat tinggal denganku. Hal terburuk yang dia lakukan hanya membolos les. Dia tampak seperti anak yang sangat berbeda sekarang.

Tae O marah.

Tae O : Maksudmu dia mengalami masalah setelah tinggal denganku? Aku bertanya apa terjadi sesuatu yang tidak kuketahui. Bagaimana aku tahu jika dia tidak mau bicara?


Joon Young di mobil Tae O, kesal melihat ayah dan ibunya berdebat lagi.


Ponsel Tae O berdering. Sebuah pesan masuk.

Sun Woo : Ada apa?

Tae O : Ini Do Chul. Hae Kang ada di rumah sakit. Mereka akan mengambil rekam medisnya dan meminta sidang kekerasan di sekolah diadakan.

Sun Woo : Apa yang harus kita lakukan?


Di rumah, Da Kyung menerima telepon dari ibunya Hae Kang.

Da Kyung : Tentu saja aku harus tahu. Bagaimana keadaan Hae Kang? Kau pasti takut. Omong-omong, terima kasih sudah meneleponku, Bu.


Tak lama, Tae O dan Joon Young pulang. Da Kyung menatap Joon Young.

Da Kyung : Kau pulang terlambat.

Joon Young menatap Da Kyung dengan kesal, lalu pergi ke kamarnya.


Tae O : Aku memarahinya karena berkelahi dengan teman, itu alasannya.

Da Kyung : Kudengar dia memukul Hae Kang.

Tae O : Aku harus menemui orang tuanya dan bicara dengan mereka. Jangan khawatir. Aku akan menanganinya.


Da Kyung : Kau turun tangan dan berbaikan dengan mereka tidak akan menyelesaikan masalah. Menghindari sidang kekerasan di sekolah tidak cukup. Bagaimana mengenai dia yang sudah mencuri? Apa dia bahkan menyesali perbuatannya dan mengaku salah?

Tae O : Lalu? Apa yang ingin kau lakukan? Kau ingin menghukumnya?

Da Kyung : Aku yakin sekarang akan menyakitkan, tapi lebih baik bagi Joon Young jika dia menerima hukuman. Kau setuju, bukan? Dia sedang melalui masa pubertas.

Tae O : Semua orang membuat kesalahan seperti itu di usianya. Dia tidak melakukan kejahatan serius. Aku berusaha membuatnya sadar. Dia makin membaik.


Da Kyung :  pikir ini hanya kenakalan remaja?

Tae O : Selama hal seperti ini tidak terjadi lagi, bukan?

Da Kyung terdiam mendengar kata-kata Tae O.


Tae O masuk ke ruang kerjanya dan menenangkan diri.

*Si Da Kyung mau jadi pahlawan kesiangan. Jangan2 entar dia yg menghentikan sidang kekerasan sekolah.


Sun Woo ke rumah sakit, berniat menjenguk Hae Kang tapi ibunya Hae Kang malah memelototinya.

"Apa gunanya jika kau melihatnya?" tanya ibu Hae Kang.

"Aku ingin minta maaf kepadanya dahulu. Dan kepadamu juga. Maafkan aku." jawab Sun Woo.

"Kau pasti berpikir itu hanya perkelahian antara anak-anak yang bisa diabaikan orang dewasa." ucap ibunya Hae Kang.

"Aku akan segera membawa Joon Young untuk meminta maaf. Kupikir sudah sepantasnya aku meminta maaf lebih dahulu. Maafkan aku." jawab Sun Woo.


Ibu Hae Kang merasa diatas angin sekarang.

Ibu Hae Kang : Kau pikir aku memanfaatkan situasi dengan anak-anak untuk alasan pribadi? Kau menganggapku apa?

Sun Woo : Bukan itu maksudku. Anakku melakukan kesalahan besar dan Hae Kang terluka. Aku tahu tidak ada yang bisa meringankan semua ini, tapi aku akan membayar biaya rumah sakit dan uang kompensasi sebanyak yang kau mau. Itu sudah sepantasnya.

Ibu Hae Kang : pikir aku pengemis? Aku sangat kesal.

Sun Woo : Mereka akrab sejak kecil. Entah bagaimana ini bisa terjadi. Ini membuatku sedih. Bu. Tolong maafkan Joon Young. Ini tidak akan pernah terjadi lagi. Kau tahu dia tidak seperti itu.

Ibu Hae Kang : Dia tidak seperti itu? Tentu. Ada orang tua yang mengira mereka mengenal anak-anak mereka. Apa dia memberitahumu kenapa dia memukul anakku? Putraku mengkhawatirkan putramu dan memberinya nasihat. Itu sebabnya dia memukul putraku.

Sun Woo : Ya aku sudah mendengar hal itu. Ini salahku. Aku salah mendidiknya.


Ibu Hae Kang menertawakan Sun Woo.

Ibu Hae Kang : Seolah-olah mendidiknya akan berpengaruh. Kau tidak mengira ini kali pertama dia mencuri, bukan? Kudengar barang-barang terus menghilang di kelas. Apa kau tahu tentang itu? Kau dokter, jadi, kau pasti tahu. Kleptomania membutuhkan perawatan. Bukankah kau seharusnya membawanya ke rumah sakit?


Sun Woo mulai sewot : Apa kau punya bukti?

Ibu Hae Kang : Semua anak di kelas mencurigai Joon Young. Sebenarnya, dari yang kulihat, kurasa mereka yakin dia pelakunya. Bagaimana kau bisa tahu sangat sedikit tentang anakmu, Dokter Ji?

Sun Woo : Aku minta maaf karena dia memukul Hae Kang, tapi jangan menuduhnya atas hal yang tidak dia lakukan. Kami juga tidak akan membiarkan itu terjadi.


Ibu Hae Kang : Jika tidak? Apa yang akan kau lakukan? Kau datang untuk meminta maaf dan kini malah mengancamku? Jangan bermimpi untuk berdamai. Kita akan mengikuti arahan Komite Kekerasan Sekolah, jadi, kau dan putramu sebaiknya bersiap.

Sun Woo terdiam. Ibu Hae Kang beranjak pergi.

Bersambung ke part 2....

Ini ibunya Hae Kang punya masalah hidup apa sih ama Sun Woo?