• Sinopsis Wonderful World Episode 1-16

    Kim Nam Joo dan Cha Eun Woo memiliki rasa sakit yang sama akibat kehilangan seseorang yang sangat berharga bagi mereka.

  • Duis non justo nec auge

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

The Promise Ep 48 Part 1

Sebelumnya...


 "Nice shoot!" teriak Se Gwang saat Na Yeon memukul bolanya.

Na Yeon membuka kacamatanya dan mendekati orang tua Do Hee serta Se Gwang.

Sung Joo : Kau memiliki hari yang baik hari ini. Pukulanmu sangat bagus.

Na Yeon : Bola golf seperti bola baseball bagiku.

Se Gwang : Keahlian adalah satu hal tapi ayunannya sangat cantik.

Dong Jin mengajak Na Yeon makan. Tapi Na Yeon masih ingin main. Sung Joo pun berkata kalau ia sudah lapar dan mulai berhalusinasi. Na Yeon setuju mereka makan dulu tapi ia bilang ia lah yang akan memilih makanannya.


Ternyata Na Yeon mengajak mereka makan iga bakar di restoran Sung Joo.

Sung Joo : Ibu bilang kita harus makan sesuatu yang spesial, kenapa kau memilih restoran ibu?

Na Yeon : Aku paling suka ini dan aku selalu makan ini bersama orang-orang yang kusayang.

Se Gwang : Terima kasih sudah sangat mencintaiku.

Na Yeon : Benar, iga bakar terasa lebih nikmat berkat dirimu.


Dong Jin : Se Gwang-ssi, tolong jaga Do Hee kami dengan baik. Ini permintaan khususku.

Se Gwang : Tentu saja, aku bahkan tidak akan tidur mulai sekarang.

Mereka tertawa.


Sung Joo kemudian tanya, Na Yeon mau melakukan apa lagi setelah ini. Apa Na Yeon mau perawatan ke salon.

Na Yeon berkata, tutornya sudah menunggu jadi ia harus pergi.

Sung Joo : Kenapa kau bekerja begitu keras?


Se Gwang : Nona Do Hee mungkin menikmatinya. Dia direktur keuangan di Baekdo. Kadang2 aku mendengarkanya dan mulai mengerti. Tapi itu aneh.

Sung Joo terkejut, Direktur Baekdo?

Dong Jin tanya, berapa lama Na Yeon akan belajar?

Na Yeon : Tidak terlalu lama. Ini hari ke-49.


Young Sook, Hwi Kyung, Yoo Kyung, Kyung Wan, Se Jin, Tae Joon dan beberapa dewan direksi sedang mendoakan Pimpinan Park di kuil.

Young Sook masih menangis.

Tapi di belakang, Yoo Kyung dan Kyung Wan malah mencemaskan soal wasiat.


Tibalah pembacaan surat wasiat.

Pengacara Go mengatakan, bahwa Hwi Kyung harus menjadi Pimpinan AP Foods. Jika Hwi Kyung berhasil menyelamatkan AP Foods dari kebangkrutan, semua sahamku di Baekdo Group akan kuberikan pada Hwi Kyung dan dia akan bertanggung jawab pada perusahaan sebagai pemegang saham terbesar tapi....


Kyung Wan terkejut mendengarnya. Sementara Yoo Kyung dan Se Jin tampak kesal.


Pengacara lalu melanjutkan, jika Hwi Kyung gagal menyelamatkan AP Foods, maka Hwi Kyung akan kehilangan haknya di Baekdo dan sampai Hwi Kyung berhasil menyelamatkan AP Foods, Kyung Wan lah yang akan menggantikan posisinya.

Yoo Kyung, Se Jin dan Tae Joon senang mendengarnya.

Sementara Young Sook mendapatkan tanah di Gyeonggi yang sebelumnya dimiliki Baekdo.


Dan rumah yang ditinggali Pimpinan Park bersama Young Sook dan Hwi Kyung diberikan kepada Yoo Kyung.

Sontak, Young Sook kesal mendengarnya dan Yoo Kyung tersenyum puas.


Yoo Kyung keluar dengan wajah bahagia.

Yoo Kyung : Dia tidak memberiku apa-apa saat masih hidup tapi memberiku semuanya saat sudah tidak ada. Dia sukses mengejutkan semua orang.

Kyung Wan : Ini masih 49 hari. Tidak baik bagimu untuk terus tersenyum.

Yoo Kyung : Aku tahu. Karena kau Pimpinan Baekdo, jadi aku akan mendengarkanmu.


Se Jin : Chukkae appa, aku pikir ayahku benar-benar orang kepercayaan kakek.

Tae Jin : Selamat, Pimpinan.

Kyung Wan : Ini hanya sampai Hwi Kyung mengambil alih. Aku pimpinan sementara.

Yoo Kyung tak yakin Hwi Kyung mampu menyelamatkan AP Foods. Se Jin penasaran kenapa kakeknya melakukan itu pada Hwi Kyung. Yoo Kyung berkata, itu karena Pimpinan Park tahu Hwi Kyung tidak mumpuni. Pimpinan Park mengajak mereka pergi.


Yoo Kyung menatap rumah ayahnya.

"Aku kembali, Bu. Ibu mungkin sudah bertemu ayah disana. Jadi tolong maafkan dia dan aku akan menyiksa Young Sook lebih banyak untukmu." batin Yoo Kyung.


Hwi Kyung menemui ibunya di kamar. Ia menenangkan ibunya dengan mengatakan, bahwa ia yakin sang ayah sudah memikirkan masak-masak sebelum menuliskan wasiat itu.

Young Sook : Kau tahu kenapa aku tidak mau memanggilmu? Karena aku tidak mau membicarakan penyakit ayahmu di depanmu. Kedua karena aku tidak mau terlihat serakah di depanmu. Jadi tinggalkan aku.

Hwi Kyung pun pergi.

Young Sook menangis.


Hwi Kyung berterima kasih pada pengacara ayahnya. Pengacara Go berkata, ia juga tidak percaya saat Pimpinan Park mengatakan wasiat itu padanya. Ia juga mengaku, sudah protes pada Pimpinan Park sebelum Pimpinan Park meninggal.

Pengacara lalu beranjak pergi.


Hwi Kyung lalu terduduk lemas di sofa.

Ia lantas menatap foto ayahnya dengan wajah kecewa dan tidak mengerti kenapa ayahnya melakukan itu padanya.


Sekarang, Kyung Wan berbicara di studio tentang pelantikannya menjadi Pimpinan Baekdo yang baru.

Kyung Wan : Dalam kesempatan ini, aku ingin berterima kasih kepada mendiang Pimpinan Park Man Jae, juga dewan direksi dan seluruh Keluarga Baekdo karena sudah memberiku kesempatan ini....


Ribuan karyawan menonton itu di lobi, tak terkecuali Yoo Kyung dan Se Jin. Yoo Kyung berkata pada Se Jin, kalau ia sejak dulu ingin melakukan hal seperti itu, menonton Kyung Wan di hadapan ribuan karyawan.


Tae Joon datang dan mengajak Se Jin menonton di ruangannya tapi Se Jin ingin menonton disitu.


Kyung Wan berjanji akan melakukan yang terbaik untuk perusaaan.

Hwi Kyung menonton siaran itu di ruangannya dengan wajah tak nyaman.


Kyung Wan mengajak karyawannya untuk saling percaya satu sama lain dan melakukan yang terbaik bersama.

Seluruh karyawan bertepuk tangan.


Rekan2 Tae Joon juga bertepuk tangan.


Na Yeon muncul di lantai dua Baekdo dan menatap Tae Joon, Se Jin dan Yoo Kyung.


Yoo Kyung menatap Se Jin. Se Jin tanya, kenapa sang ibu menatapnya begitu.

Yoo Kyung : Kau tahu kan siapa yang akan duduk di kursi itu selanjutnya?

Se Jin : Apa maksud ibu? Ini hari pertama ayah dan juga ada Paman Hwi Kyung disana.

Tae Joon melihat Yoo Kyung menggenggam tangan Se Jin.

Yoo Kyung menegaskan, kalau Pimpinan Baekdo selanjutnya adalah Se Jin, bukan yang lain.

Se Jin : Aku mengerti, aku putri ibu.


Kyung Wan masuk ke ruangannya dan mendapat ucapan selamat dari anak, istri dan menantunya.

Kyung Wan mengajak mereka makan untuk merayakannya.

Yoo Kyung berkata, mereka bisa memanfaatkan seseorang yang tidak melakukan apa-apa.


Young Sook yang masih berbaring kesal dihubungi Yoo Kyung. Yoo Kyung menghubunginya hanya untuk menyuruhnya menyiapkan makan malam yang special. Yoo Kyung berkata, itulah yang harusnya dilakukan seorang ibu di hari special seperti itu. Setelah menyuruh Young Sook seperti itu, Yoo Kyung memutus panggilannya.

Sontak Young Sook marah.

Bersambung ke part 2........

The Promise Ep 47 Part 2

Sebelumnya...


Kyung Wan yang baru selesai mandi, menyuruh Yoo Kyung mandi. Yoo Kyung masih mencemaskan wasiat ayahnya. Ia tak mengerti kenapa sang ayah tidak mau wasiatnya dibacakan sebelum 49 hari kematiannya. Ia penasaran apa yang ditulis sang ayah disurat wasiatnya.

Kyung Wan meminta Yoo Kyung berhenti memikirkan wasiat. Kyung Wan berkata, Pimpinan Park mungkin ingin memberikan waktu untuk mereka bersiap-siap.

Yoo Kyung kemudian curiga ayahnya memberikan semua saham pada Hwi Kyung. Takut Hwi Kyung yang mendapat harta warisan, Yoo Kyung pun meminta suaminya untuk mengambil hati dewan direksi.

Kyung Wan : Jika dia menuliskan itu, itulah yang diinginkannya. Juga jika dia ingin memberikannya pada satu2nya anak lelakinya, bagaimana kita bisa menghentikan naluri kebapakannya?

Yoo Kyung : Anak laki2 satu2nya apa! Dia hanya anak istri kedua!


Hwi Kyung masuk ke kamar orangg tuanya, membawakan dua cangkir teh tapi begitu masuk, ia melihat ibunya tertidur di kursi roda ayahnya sambil memeluk sweater ayahnya. Hwi Kyung mendekati sang ibu dan mengambil sweater yang dirajut ibunya untuk ayahnya tapi belum sempat dipakai ayahnya.

Mata Hwi Kyung tampak berkaca-kaca. Ia berusaha menahan agar air matanya tidak sampai keluar.

Hwi Kyung lalu meletakkan sweater itu di kursi, lalu mengambil selimut dan menyelimuti ibunya.


Sekarang, Hwi Kyung sudah berada di kamarnya. Ia menatap cincin yang digunakannya untuk mengikat Do Hee dan teringat kesalahpahamannya pada Na Yeon.


Na Yeon : Aku bisa melihat kesalahpahamanmu pada Baek Do Hee tidak pernah berubah. Aku tidak ingat apapun, jadi aku tidak bisa membela diriku...


Ia juga ingat kata-kata Do Hee yang mengaku bersyukur pada mantan istri Hwi Kyung karena sudah meninggalkan pria sempurna seperti Hwi Kyung.


Lalu ia ingat kata2 Do Hee yang mengaku pekerjaan lebih penting dari hubungan mereka. Do Hee juga mengatakan, lupa siapa dirinya karena sibuk berkencan dengan Hwi Kyung.


Terakhir ia ingat saat Do Hee mengembalikan cincin itu padanya dan mengaku tidak akan kembali padanya.


Hwi Kyung terluka.

*Heran nii gw disini, si Do Hee ngubah tatanan rambutnya sehari sebelum dia dan Na Yeon kecelakaan, seolah2 dia udah tahu klo besok dia dan Na Yeon bakalan celaka, terus dia meninggal dan Na Yeon gantiin posisi dia. Dia kayak mau mempermudah jalan Na Yeon.


Esoknya, Na Yeon dan Sung Joo bersiap-siap ke rumah sakit. Se Gwang membukakan pintu untuk Sung Joo. Na Yeon masuk sendiri. Begitu mobil melaju, Eun Bong pun muncul menatap kediaman Do Hee.

Sung Joo melihat Eun Bong dari kaca spion. Ia langsung cemas sampai menggigit bibirnya. Sung Joo lantas menyuruh Se Gwan menurunkannya.

*Yoo Kyung dan Sung Joo ini 11 12, sama2 monster... menurut kalian gimana?


Sung Joo kesal saat Eun Bong mengaku datang untuk menemui Na Yeon. Eun Bong pun meminta Sung Joo tidak cemas, karena ia datang bukan untuk meminta sesuatu pada Na Yeon. Eun Bong lantas mengaku, ia datan karena merindukan Na Yeon.

Sung Joo pun memberitahu Eun Bong bahwa Na Yeon hilang ingatan. Eun Bong kaget, apa?

Sung Joo : Jadi jangan lakukan apapun yang membuat dia marah.


Sung Joo lantas berdiri. Eun Bong pun memberitahu kalau Na Yeon bukan adik kandungnya. Na Yeon datang ke rumah mereka setelah ibunya meninggal saat ia berumur 12 tahun. Eun Bong lalu tanya apa Do Hee punya saudara kembar.

Sung Joo menegaskan kalau ia yang melahirkan Do Hee dan tidak mungkin ia tidak tahu kalau ia melahirkan putri kembar. Sung Joo lantas mengusir Eun Bong dan berharap mereka tidak lagi bertemu.

Eun Bong pun merasa ada yang aneh.


Na Yeon ke RS, menemui dokternya Do Hee. Dokter Do Hee berkata, Sung Joo menelponnya dan ia tidak mengatakan apapun sesuai permintaan Do Hee.

Dokter lantas menyuruh Na Yeon mengatakan yang sebenarnya.

Na Yeon tanya, apa penyakitnya parah. Sontak dokter heran.


Di jalan, Na Yeon memikirkan kata-kata dokter tentang tumor ganas yang bersarang di jantung Do Hee dan tidak bisa disembuhkan lewat obat-obatan atau kemoterapi dan hidup Do Hee hanya tinggal 6 bulan.


Na Yeon lalu mengingat saat ia berusaha menyelamatkan Do Hee dari kebakaran di RS. Saat itu, Do Hee berkata, ia akan tetap meninggal.


Na Yeon lantas menangis. Ia menutupi wajahnya dengan tangannya lantaran tak mau Se Gwang melihatnya menangis.

Se Gwang menatap Na Yeon.

"Kau merasa tidak enak badan?"

"Se Gwang-ssi, aku benar-benar ingin ke suatu tempat."

"Jika ibumu tahu, aku bisa dipecat."

"Ini terakhir kali. Aku tidak akan begini lagi."


Tae Joon ada di rumah abu Do Hee dan Na Yeon.

Tae Joon : Lee Na Yeon, tidak seharusnya kau mengambil Sae Byeol. Aku pikir, hidup akan menjadi lebih sulit. Tolong jaga Sae Byeol.

Tae Joon lantas meletakkan boneka beruang berwarna pink favorit Sae Byeol di dalam lemari dan mengambil foto Sae Byeol.

Ia lalu beranjak pergi.


Tepat setelah Tae Joon pergi, Na Yeon datang.

Na Yeon : Do Hee-ya, kenapa tidak bilang kau sakit? Kenapa kau menderita sendirian? Apakah itu alasanmu memutuskan Park Hwi Kyung? Mianhae, aku membaca buku harianmu.


Lalu flashback, saat Na Yeon membaca buku harian Do Hee.

Dia membuat Ular Putih kehilangan hasrat untuk investigasi. Siapa pria itu? Tapi perasaanku tidak pernah jelas. Aku hanya maju dan mengikuti kata hatiku..


Kemudian diperlihatkan pertemuan pertama Do Hee dan Hwi Kyung.


Setelah itu, diperlihatkan saat Do Hee tiba2 menemui  Hwi Kyung di kantor dan mengaku tidak mau kehilangan Hwi Kyung.


"Aku hanya memikirkan wanita bernama Baek Do Hee. Aku akan menunggunya meskipun dia tidak datang, merindukannya meskipun tidak melihatnya, dan tersenyum sepertinya. Itulah yang kuketahui tentangnya."

Do Hee terharu mendengarnya.

Flashback end...


Na Yeon : Park Hwi Kyung-ssi, dia pikir kau yang merilis cerita itu. Itu bukan kau, kan? Kau tidak akan melakukan hal seperti itu pada pria yang kau cintai. Aku akan membersihkan namamu. Tapi aku akan hidup sebagai Baek Do Hee. Ani, harus. Aku harus melakukan sesuatu. Tolong bantu aku.


Di restoran, Mal Sook mengupas bawang sambil mendengarkan lagu. Wajahnya masih terlihat murung. Joong Dae lalu datang meletakkan satu siung bawang dimana ia melukis wajah Sae Byeol disana. Mal Sook langsung tersenyum melihatnya dan berterima kasih pada Joong Dae.

Joong Dae : Lihat, kau lebih cantik saat tersenyum. Saat tersenyum, kau jauh lebih cantik.

Mal Sook : Berhentilah menggodaku.

Joong Dae : Apa maksudmu? Kau benar2 cantik. Jika kau memakai make up, kedua putrimu kalah cantik darimu.

Mal Sook : Aku tertawa berkat dirimu. Kupikir, sudah lama aku tidak tertawa.


Man Jung sedang melayani customernya ketika ayahnya Se Gwang datang. Ayah Se Gwang memberinya bunga. Man Jung marah dan memukuli ayah Se Gwang dengan bunga itu.


Sekarang kita ke Se Gwang yang sedang mengajari Na Yeon.

Se Gwang : Se Gwang-ssi, maukah kau melakukan sesuatu untukku? Mianhae. Kau tidak pernah mengatakan hal seperti itu.

Na Yeon : Lalu apa yang kulakukan?

Se Gwang : Molla. Lakukan sesuai kataku. Aku akan melindungimu. Itulah yang kau katakan.

Na Yeon : Se Gwang-ssi, tolong aku. Bantu aku memulihkan ingatanku.... ani, bantu aku menjadi Baek Do Hee yang dulu meskipun ingatanku tidak akan pernah kembali.


Diluar, Sung Joo membawakan 4 cangkir teh. Ia lalu memanggil Se Gwang dan Na Yeon.

Dong Jin tanya ingatan Na Yeon. Sung Joo bilang masih belum ada perkembangan. Dong Jin kemudian menanyakan tentang Na Yeon yang pergi menemui dokter.

Sung Joo : Aku cemas dia pergi sendiri jadi aku menghubungi dokter lebih dulu. Dokter bilang dia baik2 saja. Tidak ada yang serius.


Na Yeon dan Se Gwang keluar. Se Gwang pamit, ia bilang ada urusan penting.

Se Gwang pun pergi.


Na Yeon kemudian duduk. Ia berkata, ingatannya kembali atau tidak, ia tidak akan kembali menjadi reporter.

Dong Jin dan Sung Joo senang mendengarnya.

Dong Jin lalu tanya soal pernikahan. Na Yeon bilang, ia dan Hwi Kyung sama2 membutuhkan waktu.

Na Yeon lantas meminta sesuatu. Ia mau sekolah manajemen. Dong Jin pun kaget.


Se Jin sudah tidur. Tae Joon sedang menatap foto Sae Byeol.


Se Jin tiba2 terbangun dan melihat Tae Joon.


Na Yeon sibuk mempelajari semua hal yang berhubungan dengan Do Hee.


Ia juga melihat album foto Do Hee.


49 hari kemudian....

Na Yeon sudah berubah.

Ia kini sedang bermain golf bersama orang tua Do Hee dan Se Gwang.

Bersambung..............