Sunday, September 30, 2018

Hide and Seek Ep 9 Part 2

Sebelumnya...


Bu Kim langsung mengajak Chae Rin bertemu.

Chae Rin terkejut melihat jari Bu Kim yang terluka. Ia ingin melihatnya, tapi Bu Kim langsung menjauhkan tangannya dari Chae Rin.

Bu Kim lantas bertanya apa rencana Chae Rin.

Chae Rin bingung dengan maksud Bu Kim.

"Kau tahu apa yang kubicarakan." jawab Bu Kim.

"Jika tidak ada yang mau kau bicarakan, aku akan pergi. Aku harus menghadiri kelas memasak. Semua orang mengira aku ada di sana. Aku harus pergi sebelum terlambat. " ucap Chae Rin.


Tapi saat hendak pergi, ia mendapat telepon dari Pak Ahn yang memberitahunya soal rumor itu.

Chae Rin pun langsung beranjak pergi. Ia memberitahu Bu Kim soal rumor tidak berdasar yang menimpa produk mereka.

"Kau menantu Taesan. Tidak perlu campur tangan untuk urusan keluarga. Abaikan saja. Mereka pikir kau sedang berada di kelas memasak. Pergilah ke sana. Seharusnya begitu." suruh Bu Kim.

"Seharusnya? Aku harus mengabaikan ayahku dan membiarkan dia berjuang sendirian? Aku tidak bisa." jawab Chae Rin.


Chae Rin kemudian pergi tapi Bu Kim memegang tangannya.

"Terlepas dari kehadiranmu,  pada akhirnya itu akan menjadi milik Nona Soo A. Meski kau berusaha mati-matian, melindungi perusahaan dan semuanya, dia akan kembali." ucap Bu Kim.

"Kau pikir dia akan kembali?" tanya Chae Rin.

"Menurutmu tidak?" jawab Bu Kim.

"Aku pergi." ucap Chae Rin.

*Bingung sy, ini si Chae Rin kenapa terus-terusan dapat tekanan disana sini ya.. Dari Nyonya Na, terus Nyonya Park juga mulai mengabaikan dia, belum lagi tekanan dari Yeon Joo, terus dari Bu Kim yang bolak balik ingetin dia kalau dia cuma pengganti, ditambah dari Taesan Group yang mau ngerebut perusahaan dia. Kasihan Chae Rin. Dia berjuang sendirian, tapi gak dihargai.


Chae Rin langsung ke kantor ayahnya.

Sang ayah mengaku tidak enak karena terus mengganggu Chae Rin yang sudah menikah dengan masalah perusahaan.

Chae Rin bertanya, apakah sang ayah sudah menemui wartawan dan bagaimana hasil analisis produk mereka.

"Jangan terlalu cemas. Ayah sudah mencoba semua tindakan."

"Tapi kita tidak bisa menunggu dan hanya melihat keadaan." jawab Chae Rin.


Tak lama kemudian, Presdir Min dihubungi pihak bank yang membatalkan pinjaman Presdir Min karena rumor itu.

Sontak, Presdir Min dan Chae Rin sama-sama kaget.

Presdir Min menjelaskan bahwa mereka sudah memilih lokasi pabrik dan meningkatkan jalur produksi.

Tapi Bank Daehan malah memutus telepon begitu saja.

"Mereka membatalkan pinjaman?" tanya Chae Rin.

Presdir Min mengangguk.

"Eottoke, Appa?" tanya Chae Rin.


Eun Hyuk sedang di jalan, menyupiri Jae Sang.

Jae Sang sendiri lagi teleponan sama So Ra.

"So Ra-ya, cepat lakukan yang kuminta tadi." pinta Jae Sang.

Tiba-tiba, Jae Sang pun sewot.

"Akun apa lagi. Dana gelap..." ia pun langsung berhenti bicara saat menyadari ada Eun Hyuk di depannya.

"Kapan aku marah padamu. Tidurlah sebentar lagi dan pikirkan lagi." ucap Jae Sang.

Jae Sang lantas menutup teleponnya.


Usai bicara dengan So Ra, Jae Sang menyuruh Eun Hyuk ke kelas memasak.

Sontak, Eun Hyuk kaget. Ia pun berusaha mencegah Jae Sang ke sana dengan alasan tidak sopan datang tanpa pemberitahuan.

"Berbohong lah yang tidak sopan! Jangan-jangan dia ada di tempat lain."

"Tidak mungkin." jawab Eun Hyuk.

"Kalau begitu turuti perintahku!" ucap Jae Sang.


Di lampu merah, Eun Hyuk mengirimi pesan pada seseorang.

Curiga, Jae Sang pun langsung merebut ponsel Eun Hyuk dan membaca pesan yang dikirimkan Jae Sang.

Aku akan segera berangkat dan menemuimu sekarang.

Tulis Eun Hyuk.

"Komunikasi kalian ternyata sangat lancar. Aku sudah curiga." ucap Jae Sang.

"Kurasa anda salah paham." jawab Eun Hyuk.

"Aku salah paham katamu?" tanya Jae Sang.


Jae Sang pun berusaha membuktikan kecurigaannya dengan menghubungi nomor yang menerima pesan Eun Hyuk.

"Hei, Min Chae Rin! Kau dimana!" teriak Jae Sang begitu teleponnya dijawab.

"Nuguseyo?" tanya suara pria di seberang sana.

Jae Sang pun kaget.

"Siapa kau?" tanya Jae Sang.

"Namaku Hwang Kyung Sik. Kenapa kau bicara sekasar itu?" jawab seorang pria yang duduk di bangku taman.


Jae Sang pun langsung menutup teleponnya.

Eun Hyuk memberitahu Jae Sang bahwa Kyung Sik adalah temannya.

"Kami berencana bertemu setelah aku mengantar anda." ucap Eun Hyuk.

Tapi Jae Sang tetap saja curiga.


Eun Hyuk dan Jae Sang tiba di kelas memasak.

Tapi Jae Sang tidak menemukan Chae Rin di sana.

Para istri yang mengikuti kelas memasak juga mengaku belum melihat Chae Rin hari itu.

Mendengar itu, Jae Sang marah dan langsung mencengkram kerah Eun Hyuk.

Jae Sang pun membuat keributan. Ia bahkan berniat memukul Eun Hyuk.

Tepat saat itu, Chae Rin datang.

Jae Sang pun kaget, bagaimana kau bisa ada di sini?

Ia lalu melihat Chae Rin yang memakai apron dan memegang mangkuk berisi sayuran.

"Apa yang kau lakukan? Kau disini untuk mempermalukanku?" tanya Chae Rin.

Jae Sang pun mati kutu! LOL LOL


Eun Hyuk dan Chae Rin saling melirik. Eun Hyuk tersenyum pada Chae Rin.


Malam harinya...

Chae Rin masuk ke kamar dengan wajah kesal.

Disusul kemudian dengan Jae Sang.

Chae Rin meminta penjelasan Jae Sang yang membuat keributan di kelas memasak tadi.

"Jangan-jangan kau cemburu buta." ucap Chae Rin.

"Jaga mulutmu! Aku tidak cemburu!" jawab Jae Sang.

"Kenapa bicara sekeras itu padahal kau salah. Kau tidak mempercayai istrimu dan datang ke kelas memasak, lalu membuat kekacauan besar." ucap Chae Rin.


Jae Sang pun mendekati Chae Rin. Ia menatap Chae Rin curiga.

"Kau masih curiga?" tanya Chae Rin.

"Bukan begitu. Jelas ada sesuatu yang mencurigakan." jawab Jae Sang.

Tak bisa membuktikan kecurigaannya, Jae Sang bingung sendiri dan memilih pergi keluar kamar.


Chae Rin menghela napas.

Ia teringat saat menerima telepon dari Kyung Sik.

"Aku temannya Eun Hyuk. Dia bilang kau harus segera pergi ke kelas memasak. Dia bilang Pak Moon akan segera ke sana. Dia bilang kau akan mengerti dengan apa yang kubicarakan."


Sampai di kelas memasak,  Chae Rin melihat mobil Jae Sang yang sudah terparkir di sana.



Ia pun langsung memutar otaknya, lalu memutuskan memanjat pagar belakang kelas memasak.

Tepat saat itu, seorang pelayan lewat. Chae Rin pun langsung meminjam apron si pelayan dan mengambil mangkuk sayuran dari tangan si pelayan.

Flashback end...



Chae Rin lalu mengambil ponselnya.

Ia menelpon Eun Hyuk dan mengucapkan terima kasih.

Eun Hyuk sendiri lagi minum dengan temannya. Ia senang mendengar ucapan terima kasih Chae Rin.

"Siapa itu? Kau bersikap manis padanya." tanya Kyung Sik.

"Terima kasih atas bantuanmu." jawab Eun Hyuk.

"Jika kau ingin berterima kasih, perlihatkan pacarmu. Aku ingin tahu siapa dia hingga membuat Cha Eun Hyuk tersenyum." ucap Kyung Sik.

"Nanti. Ngomong-ngomong, kau sudah mencari yang kuminta?" tanya Eun Hyuk.


Bu Kim memberitahu Nyonya Na tentang rumor yang dituduhkan pada produk mereka.

Tak lama kemudian, mereka mendengar suara Presdir Min pulang.

Presdir Min langsung menemui Nyonya Na.

Nyonya Na memarahi Presdir Min. Ia bahkan menyebut Presdir Min payah.

"Tidak bisakah kau menjaga perusahaan tanpa merusaknya dan memberikannya pada Soo A saat dia kembali?"

Nyonya Na terus mengomel.


Presdir Min langsung ke kamar. Ia mengaku pada Nyonya Park, bahwa ia pulang hanya untuk mengganti baju.

Nyonya Park pun berterima kasih pada suaminya karena telah mengurus semuanya.

"Jika kau tidak ada, aku pasti yang akan mengurus urusan melelahkan itu." ucap Nyonya Park.

"Tapi ibumu pasti kesal karena tidak bisa mewariskan perusahaan padamu." jawab Presdir Min.

"Kau membenci ibuku?" tanya Nyonya Park.

"Kau mau aku jujur atau mendengar sesuatu yang bagus?" jawab Presdir Min.

"Lupakan saja. Aku sudah tahu jawabannya." ucap Nyonya Park.


Di kamarnya, Nyonya Na berkata sekali musuh tetaplah musuh.

"Dia menjadi Presdir setelah merayu ibunya Soo A. Dia bahkan tidak cukup baik untuk jabatan itu. Sekarang aku harus bagaimana? Haruskah aku menemui Pimpinan Moon dan meminta bantuan?"


Pimpinan Moon lagi mendengar kata-kata motivasinya.

"Ada lubang hitam yang menghisap uang di dunia. Aku magnet terkuat yang menarik uang. Aku akan menghabiskan sejumlah kecil uang tapi itu akan tumbuh menjadi sebesar Taesan dan kembali padaku."

"Benar. Itu harus terjadi. Itu harus tumbuh menjadi sebesar Taesan." ucap Pimpinan Moon.

"Uang menghujaniku seperti longsoran salju."


Jae Sang menemani Chae Rin menemui ayahnya.

Chae Rin minta izin untuk pergi sementara membantu keluarganya yang lagi dalam masalah.

"Aku sudah mendengar soal rumor itu. Bukankah orang tuamu sedikit terlalu serakah? Dia melanjutkan proyek terlalu besar untuk perusahaannya. Dari situlah rumor itu berasal. Katakan pada orang tuamu untuk berhenti mengejar uang. Tidak ada yang lebih dangkal dari itu. Saat dibutuhkan, kau harus pergi membantu orang tuamu. Tentu saja. Pergilah bantu ayahmu. Aku mengkhawatirkannya." ucap Pimpinan Moon.

"Kau khawatir?" tanya Chae Rin.


"Aku selalu mengkhawatirkan perusahaan keluargamu." jawab Pimpinan Moon.

"Terima kasih sudah mengizinkanku." ucap Chae Rin.

"Kau satu-satunya putri kandung orang tuamu. Satu-satunya." ucap Pimpinan Moon.

"Kenapa tiba-tiba ayah mengatakan itu?" tanya Chae Rin.

"Bukankah itu benar?" tanya Pimpinan Moon.

Chae Rin pun terdiam.

Bersambung ke part 3......

Curiga Pimpinan Moon udah tahu Chae Rin bukan putri kandung Presdir Min dan Nyonya Park. Feeling sy, dia udah tau sejak awal, sebelum Jae Sang dan Chae Rin menikah.

Dan perjanjian yang dibuat Nyonya Na sebelum Jae Sang dan Chae Rin menikah kek nya ada hubungannya dengan Chae Rin yang bukan putri kandung Presdir Min. Kurasa, Pimpinan Moon  meminta kompensasi jika keluarga Min membohonginya dalam perjanjian itu.

Makepacific dalam bahaya kalau begitu.

Tapi si Nyonya Na masih arogan ya...

Kalau emang gk suka ama Presdir Min dan Chae Rin, yo wes toh, urus perusahaanmu sendiri...

Hide and Seek Ep 9 Part 1

Sebelumnya...


Chae Rin syok membaca hasil tes DNA dari sikat gigi orang tuanya dan sampel rambut yang ia berikan.

Ia tidak percaya kalau Soo A masih hidup.

Lalu, ia bertanya-tanya apa yang harus ia lakukan jika sang ibu tahu.


Tak lama kemudian, sang ibu datang, membuatnya terkejut. Ia bahkan sampai menjatuhkan dokumen itu saking terkejutnya.

Dari kejauhan, Yeon Joo melihat dokumen yang dijatuhkan Chae Rin.

"Sedang apa kau disini? Apa yang kau baca?" tanya Nyonya Park.


Nyonya Park lantas ingin mengambil dokumen Chae Rin yang jatuh.

Tapi Chae Rin buru-buru menutupi hasil tes itu dengan tangannya sebelum sang ibu membacanya.

Chae Rin beralasan, itu dokumen perusahaan.

Ia pun buru-buru memasukkan dokumen itu ke dalam amplop.

"Berikan padaku." pinta Nyonya Park.

"Ini bukan apa-apa." jawab Chae Rin.

"Apa aku tidak boleh mengetahui isi dokumen itu?" tanya Nyonya Park.


Nyonya Park lantas merebut dokumen itu.

Ia membaca tulisan "Lembaga Penelitian Hansung" di sudut kiri amplop.

"Apa ini? Apa yang mereka kirimkan padamu?" tanya Nyonya Park.

 Chae Rin pun bingung harus menjawab apa.


Tepat saat Nyonya Park membuka dokumennya, Yeon Joo datang menghampiri mereka.

Chae Rin sontak terkejut melihat Yeon Joo.

 "Apa yang kau lakukan disini, Ha Yeon Joo-ssi?"

"Aku yang mengajaknya keluar. Rasanya sepi dan membosankan jika keluar sendiri." jawab Nyonya Park.


Nyonya Park lantas mengambilkan hasil tes DNA itu pada Chae Rin.

Ia lalu mengajak Yeon Joo masuk.

Tapi baru selangkah, Nyonya Park balik lagi menatap Chae Rin. Ia meminta Chae Rin ikut dengan mereka karena ada sesuatu yang mau ia bicarakan.

*Disini sy ngerasa Chae Rin itu kayak orang asing di mata Nyonya Park. Poor Chae Rin.



Nyonya Park menyuruh Yeon Joo memesan makanan.

"Kau tidak perlu khawatir soal harganya." ucap Nyonya Park.

"Bagaimana aku tidak khawatir? Seleraku disesuaikan dengan jumlah uang yang kumiliki." jawab Yeon Joo.

"Sekarang tidak perlu begitu lagi. Terutama saat kau bersamaku. Kau ingin makan apa?" ucap Nyonya Park.

"Ada sesuatu yang ingin kumakan tapi anda tidak bisa memakannya di tempat mewah seperti ini. Aku ingin mi kimchi mentimun. Bisa ditemukan di pasar tradisional di lingkunganku." jawab Yeon Joo.


"Mi kimchi mentimun? Aku juga menyukainya. Hanya itu makanan yang aku makan saat mengandung Soo A. Karena mual, aku bahkan tidak bisa meneguk seteguk air pun tapi aku bisa makan hidangan itu." ucap Nyonya Park.

"Tidak semua orang tahu kelezatannya." jawab Yeon Joo.

Chae Rin hanya bisa diam memandangi mereka dengan tatapan cemburu.

Ponsel Yeon Joo tiba-tiba berdering. Telepon dari sang ibu.

Yeon Joo pun pamit untuk menjawab teleponnya.


Tapi saat berjalan, ia menyenggol tas dan dokumen Chae Rin hingga jatuh ke lantai.

Yeon Joo pun mau mengambil tas dan dokumen Chae Rin tapi Chae Rin buru-buru mengambil miliknya.

Entah Yeon Joo sengaja menyenggolnya atau tidak.


Setelah Yeon Joo pergi, Nyonya Park pun membahas soal Soo A.

Nyonya Park menagih janji Chae Rin untuk menemukan Soo A.

 "Bagaimana caramu melakukannya? Aku sudah melakukan segalanya selama 20 tahun. Aku tahu kau hanya mengatakan itu untuk menenangkanku karena aku mengamuk. Bukan hanya kau yang menderita ketika mengenakan pakaian Soo A dan pura-pura menjadi dirinya. Itu juga sulit bagiku. Setengah diriku percaya bahwa itu Soo A. Tapi setengahnya lagi hanya pura-pura percaya. Aku tahu akulah penyebabnya." ucap Nyonya Park.

"Ibu banyak berubah. Apa Ha Yeon Joo yang membuat ibu seperti ini?" tanya Chae Rin sedih.

"Kurasa aku belum sedekat itu dengannya. Tapi aku ingin tahu lebih banyak tentangnya mulai sekarang. Aku ingin tahu siapa dia." jawab Nyonya Park.

"Kenapa ibu sangat menyukainya?" tanya Chae Rin.

"Entah bagaimana menjelaskannya. Aku hanya merasa seperti itu." jawab Nyonya Park.


Di toilet, Yeon Joo mengaku pada ibunya bahwa ia makan siang dengan baik.

Yeon Joo lalu bertanya kenapa sang ibu mendadak khawatir soal makan siangnya.

Nyonya Do beralasan, bahwa dirinya hanya tak ingin Yeon Joo menunda makan.

"Kita tidak perlu memikirkan apapun ketika merasa kenyang." jawab Nyonya Do.

"Memikirkan hal apa?" tanya Yeon Joo.

"Kau tahu maksud ibu. Ibu tidak ingin kau terlalu memikirkannya sampai melukai tubuh dan jiwamu. Jika kau memikirkannya nanti, semua itu bukan apa-apa. Ibu hanya khawatir kau tertekan. Aga, Yeon Joo-ya, jangan terlalu dipikirkan. Pikirkan saja dirimu sendiri." jawab Nyonya Do.

"Orang itu, aku sudah melupakannya. Aku akan makan dengan baik jadi jangan mengkhawatirkanku." ucap Yeon Joo.


Chae Rin datang dan Yeon Joo langsung menyudahi pembicarannya dengan sang ibu.

"Katakan, apa yang kau inginkan? Aku akan melakukannya untukmu mewakili ibuku. Kau mau uang?" tanya Chae Rin.

"Apa alasanmu mencoba memisahkanku darinya? Kau takut aku mengatakan sesuatu yang buruk tentangmu padanya? Kurasa kau hanya ingin menunjukkan aspek baik dirimu. Misalnya kau anak yang baik yang tidak pernah menyakiti siapa pun." jawab Yeon Joo.

Yeon Joo pun menatap tajam Chae Rin.

Chae Rin menjelaskan, bahwa ia tidak pernah merebut suami Yeon Joo.

"Meski aku melakukannya, bukan begini caranya untuk membalas dendam." ucap Chae Rin.


"Berhenti bersikap arogan. Jika aku berasal dari keluarga kaya sepertimu, dia tidak akan meninggalkanku." jawab Yeon Joo.

"Kau pikir dia seperti itu? Kenapa kau memperlakukan dirimu seperti itu? Kau seharusnya berpikir ada masalah apa di antara kalian. Bukankah seharusnya itu pikiran pertamamu? " ucap Chae Rin.

"Tidak ada masalah di antara kami. Dia yang mengejarku. Dia yang lebih dulu jatuh cinta padaku dan menyatakanya padaku. Dia yang melamarku. Dia yang memohon kepadaku untuk hidup bersamanya. Dia yang memohon kepadaku untuk menikah dengannya." jawab Yeon Joo.


"Jika pikiran itu menghiburmu, terus lah lakukan. Tapi jika kau mendekati orang tuaku karena kekanak-kanakan ingin membalas dendam dan bertindak seperti sebelumnya aku tidak akan tinggal diam. Kau menumpahkan anggur di bajuku. Kau berlutut padahal tidak ada yang memintamu. Kau memprovokasi ibuku dengan mengenakan pakaian Soo A. Jika kau melakukannya lagi, aku akan memecatmu dari kantor." ucap Chae Rin.

"Apa yang bisa kau lakukan? Aku sudah berhenti. Ibumu menyuruhku berhenti. Dia memintaku menjadi seketaris pribadinya. Dia akan mencarikan posisi yang lebih baik lagi." jawab Yeon Joo.

"Kau pikir ibuku benar-benar percaya hanya kau berpakaian seperti Soo A? Apapun itu, ibu tidak pernah mengira orang lain sebagai Soo A. Dia pura-pura tertipu, tidak berarti itu nyata. Jadi sadarlah, kau hanya akan menjadi penggantinya. Pada akhirnya kau hanya akan menjadi yang palsu." ucap Chae Rin.


Chae Rin lantas hendak pergi, tapi Yeon Joo menghentikannya.

"Apa sebelumnya kau pengganti dia? Itu kisahmu, kan?" tanya Yeon Joo.

Yeon Joo lantas tersenyum licik.


"Dia bilang dia tenang saat melihatku. Aku memeluknya dan dia bahkan menangis. Dia bilang dia tidak pernah lupa rasanya berada di pelukanku. Bukankah ini cukup baginya untuk mengira bahwa aku adalah Min Soo A." ucap Yeon Joo sambil menatap tajam Chae Rin.

Yeon Joo pun beranjak pergi.

Chae Rin terluka.


Chae Rin menyusul Yeon Joo keluar.

Tepat saat itu, Nyonya Park dan Yeon Joo sudah mau pergi.

Chae Rin menatap kesal Yeon Joo.

Nyonya Park berkata, bahwa mereka akan pergi makan mi kimchi mentimun.

"Akan aneh jika memintamu ikut dengan kami karena kau alergi mentimun." ucap Nyonya Park.

"Tentu saja tidak bisa. Rasanya menyiksa jika makan sesuatu yang tidak bisa kita makan." jawab Yeon Joo.


Yeon Joo juga memuji Chae Rin sebagai putri yang baik.

Yeon Joo mengaku bahwa tadi Chae Rin menyuruhnya untuk mulai memperhatikan Nyonya Park dari sekarang.

Yeon Joo kemudian mengajak Nyonya Park pergi. Ia berkata, mereka harus mengantri jika tidak segera memesan tempat.

Setelah mereka pergi, Chae Rin langsung menghubungi kantornya dan meminta dibawakan dokumen pribadi Yeon Joo.


Di ruangannya, Presdir Min sedang membaca artikel tentang kosmetiknya yang mengandung zat berbahaya.

Do Hoon pun berkata, mereka tidak bisa menyelesaikan masalah itu dalam dua hari karena beritanya sudah menyebar.

Presdir Min pun kesal berita itu dirilis tanpa memeriksa fakta.

Do Hoon berkata, bahwa tim hukum mereka sedang mengurus hal itu tapi ia khawatir kalau artikel lain akan kembali muncul.

Presdir Min pun resah. Presdir Min lalu bertanya, apa yang mau Do Hoon katakan tentang Nyonya Park.

Do Hoon teringat kata-kata Nyonya Park yang menyuruhnya mengurus pembatalan adopsi Chae Rin setelah Soo A kembali dan Nyonya Park juga ingin mencopot jabatan Presdir Min.

"Akan kukatakan nanti setelah masalah ini selesai." jawab Do Hoon.


Presdir Min pun langsung menggelar rapat darurat guna membahas rumor tidak berdasar itu.

Seketaris Ahn pun mengkhawatirkan kontrak Tiongkok yang baru mereka dapatkan.

"Kita telah menarik perhatian untuk menunjukkan K-Beauty, tapi sepertinya kontrak akan lepas begitu saja dan kita tidak akan mendapatkan apa-apa." ucap Seketaris Ahn.

"Produk sudah dikirimkan ke Balai Keamanan Pangan dan Obat untuk analisis komponen. Kita akan dapat artikel sanggahan setelah analisisnya selesai." jawab Presdir Min.

"Pelanggan tidak peduli artikel itu berdasarkan pada fakta atau tidak. " ucap Seketaris Ahn.

"Mereka menggunakan tabloid pasar saham. Aku tidak yakin ini sekedar pembuatan pembenci. Kurasa ini tindakan yang disengaja." jawab salah satu dewan direksi.

Presdir Min pun bertanya-tanya, siapa dalang dibalik semua itu.


Pimpinan Moon senang dengan kesulitan yang dialami keluarga Chae Rin.

Ia berharap, rumor yang mereka sebarkan bisa menghancurkan saham Makepacific.


Tiba-tiba, Jae Sang memegang tangan ayahnya. Ia berjanji akan melakukan apapun untuk sang ayah.

Pimpinan Moon pun menyuruh Jae Sang melepaskan tangannya.

Jae Sang sewot.

"Tidak lama lagi, ayah akan berpikir, 'Itu baru anakku'. Aku akan melakukan sesuatu yang luar biasa. Ayah tunggu saja. Ayah akan berkata, 'Aigoo, aku mempercayai orang lain tanpa mempercayai seseorang yang seharusnya kupercaya." ucap Jae Sang sambil berdiri.

Jae Sang lalu beranjak pergi.

"Seperti orang bodoh saja. Kuharap dia tidak melakukan sesuatu yang bodoh." ucap Pimpinan Moon.


Diluar, Jae Sang bertemu Eun Hyuk. Mereka membahas Chae Rin.

Jae Sang penasaran apa yang dibuat Chae Rin di kelas memasak hari ini.

Eun Hyuk pun langsung menjawab apa yang dibuat Chae Rin hari ini.

Jae Sang tertawa, kau langsung menjawab. Apa yang akan kau lakukan jika aku tidak menanyaimu hari ini?

Lalu Jae Sang menerima telepon tentang So Ra. Ia pun menyuruh orangnya mengawasi So Ra.


Eun Hyuk mengantarkan Jae Sang ke apartemen So Ra.

Jae Sang yang kesal, langsung masuk ke dalam tanpa menyuruh Eun Hyuk menunggunya seperti biasa.

Setelah Jae Sang masuk, Chae Rin menelponnya. Chae Rin mengajaknya bertemu.


Di dalam, So Ra yang masih pakai baju ala hawaii, sedang melihat barang-barangnya.

Tak lama kemudian, Jae Sang masuk. Ia langsung melabrak So Ra.

"Aloha..." jawab So Ra dengan santainya sambil melambaikan tangan ke Jae Sang.

Jae Sang protes karena So Ra pergi begitu saja tanpa memberitahu dirinya.

"Memangnya aku tidak boleh berlibur sendirian?" jawab So Ra, bikin Jae Sang tambah greget.


Jae Sang lantas duduk di depan So Ra.

"Liburan sangat bagus. Tapi setidaknya kau harus memberitahuku. Apapun itu, kita bicarakan lagi setelah memindahkan akun rahasia Swiss di bawah namaku." ucap Jae Sang sambil memegang tangan So Ra.

"Kau bilang menitipkan dana gelapmu bersamaku membuatmu merasa paling aman. Kau tidak percaya padaku?"

"Aku percaya. Tapi untuk berjaga-jaga, pindahkan lah ke akunku." jawab Jae Sang.


"Aku lelah. Aku sama sekali tidak bisa tidur di pesawat." ucap So Ra sambil menarik tangannya.

So Ra pun beranjak pergi, tapi sebelum pergi ia berkata akan mempertimbangkan soal akun itu.

Jae Sang makin gemes. LOL LOL


Eun Hyuk menemui Chae Rin di depan Sungai Han.

Chae Rin berkata bahwa ia harus segera menemukan pemilik sampel rambut itu.

Chae Rin lalu menyerahkan hasil tes DNA itu. Eun Hyuk terkejut membaca hasilnya.


Sementara itu, si pemilik rambut sedang asyik makan mi kimchi mentimun dengan Nyonya Park.


Kembali ke Chae Rin dan Eun Hyuk yang kini sudah duduk di depan Sungai Han.

"Aku tidak bisa berpura-pura tidak tahu apa-apa. Ini soal Min Soo A." ucap Chae Rin.

"Kau berusaha menemukan gadis malang itu karena dia hidup tanpa cinta orang tuanya atau karena kau ingin membantunya menikmati apa yang tidak bisa dia nikmati sampai sekarang?" tanya Eun Hyuk.

"Aku akan mengurus itu. Temukan saja dia." jawab Chae Rin.

"Kau yakin tidak masalah jika putri yang asli kembali?" tanya Eun Hyuk.


"Nenekku akan meninggalkanmu setelah menemukan dia. Dia juga akan menghapusku dari kartu keluarga. Itulah arti diriku bagi nenekku. Baginya aku tidak pernah menjadi anggota keluarga atau manusia." jawab Chae Rin.

Eun Hyuk pun menghela nafas. Ia kasihan pada Chae Rin.

"Kau kasihan padaku? Kau bilang tidak bisa mengabaikanku karena merasa kasihan padaku. Kau bilang itulah alasanmu mendekatiku. Kalau begitu, carikan Min Soo A untukku. Aku harus menemukannya." ucap Chae Rin.

"Apa yang akan kau lakukan setelah dia ketemu?" tanya Eun Hyuk.

"Hanya kau dan aku yang tahu soal ini." jawab Chae Rin.


"Ada satu lagi." ucap Eun Hyuk.

"Aku tidak akan bertanya atau ingin tahu tentang hubunganmu dengan Jo Pil Doo. Kau tidak sadar, kau selalu gugup setiap kali membicarakan nama itu. Orang itu pasti melakukan sesuatu yang buruk kepadamu. Dia mungkin membuatmu kesakitan atau menderita. Jika Soo A kembali sendirian, aku tidak berencana menghentikannya tapi aku tidak bisa membiarkan Jo Pil Doo mendapatkan keinginannya. Jadi aku harus mengetahuinya sebelum nenek tahu. Aku harus tahu siapa Min Soo A dan dimana keberadaannya." jawab Chae Rin.


Nyonya Park mengajak Yeon Joo masuk ke rumahnya. Ia ingin minum teh dengan Yeon Joo.

Tapi Yeon Joo menolak.

Nyonya Park memaksa. Ia juga bilang, akan meminta ibunya untuk menerima Yeon Joo.

Tapi Yeon Joo tetap saja menolak dan mengaku ingin Nyonya Na menerimanya secara perlahan.

Nyonya Park pun mengerti dan tidak memasak Yeon Joo lagi.


Begitu masuk ke rumah, ia langsung disambut dengan sang ibu yang marah-marah lantaran dirinya pergi bersama Yeon Joo.

Nyonya Na bilang, Nyonya Park itu istri seorang presdir dan tidak pantas pergi dengan orang rendahan seperti Yeon Joo.

Nyonya Park pun memberitahu bahwa Yeon Joo menjadi seketarisnya mulai hari ini.

Nyonya Na marah karena putrinya memutuskan sesuatu tanpa seizinnya.

"Ibu bisa punya Bu Kim, kenapa aku tidak!"

"Kalau ingin seketaris, carilah yang baik dan berkelas." jawab Nyonya Na.

"Yeon Joo orang baik. Dia sangat ramah." bela Nyonya Park.

"Kau tidak sadar? Dia hanya memanfaatkanmu. Dia pikir kau mudah ditipu karena kau mudah bingung. Itulah yang dilakukan orang miskin. Mereka tidak mengenal kata hina. Mereka tidak tahu malu." jawab Nyonya Na.


Nyonya Park pun marah.

"Aku juga bisa menilai orang! Kenapa ibu selalu benar dan aku selalu salah!"

"Kau mau mencari masalah dengan ibumu! Dia memiliki kehidupan yang rendah dan dangkal! Dia memiliki kehidupan yang murahan! Jika ini terlalu berat bagimu, minum obatmu atau bicaralah dengan Dokter Jung."

"Kenapa ibu memperlakukan orang normal seperti pasien!"

"Jangan begini." bujuk Nyonya Na.


Nyonya Na lantas memegang tangan Nyonya Park dan mengajaknya duduk.

Nyonya Park menghempaskan tangan Nyonya Na.

"Sampai sekarang aku menuruti ibu hidup layaknya seorang pasien. Aku tidak akan melakukannya lagi!" jawab Nyonya Park.

Nyonya Park lalu masuk ke kamarnya.


Nyonya Park masuk ke kamar mandi dan terkejut melihat sikat giginya dan sikat gigi suaminya menghilang.

Ia langsung teriak memanggil pembantunya.

Tak lama pembantunya datang.

"Sikat gigiku dan sikat gigi suamiki tidak ada. Kau tidak tahu aku dan suamiku mengenakannya dengan sikat gigi elektrik?"

"Aku tahu. Aku yakin tadi ada di sana. Kemana perginya." jawab si pembantu bingung.

Bu Kim pun datang. Ia langsung teringat Chae Rin yang masuk ke kamar itu diam-diam.

Bersambung ke part 2....