• Sinopsis Wonderful World Episode 1-16

    Kim Nam Joo dan Cha Eun Woo memiliki rasa sakit yang sama akibat kehilangan seseorang yang sangat berharga bagi mereka.

  • Duis non justo nec auge

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

The Promise Ep 31 Part 2

Sebelumnya...


Eun Bong yang mabuk, masuk ke kamarnya saat ia masih ngekos di rumah Joong Dae.

Eun Bong langsung naik ke tempat tidur dan tidak menyadari ada Joong Dae yang tidur di kasurnya.

Joong Dae sendiri yang tidurnya kelewat nyenyak juga tidak sadar ada orang lain yang tidur di sebelahnya.

Joong Dae kemudian memeluk Eun Bong.


Bersamaan dengan itu, Mal Sook terbangun dari mimpi buruknya. Ia heran kenapa ia bisa mimpi Eun Bong dicekik bajak laut.

Mal Sook lantas menghubungi Eun Bong. Tapi ponsel Eun Bong mati. Cemas, Mal Sook pun keluar dari kamarnya.


Diluar, Mal Sook bertemu Na Yeon yang baru pulang belanja.

Na Yeon : Eomma, kau mau kemana sepagi ini?

Mal Sook melihat belanjaan Na Yeon.

Mal Sook : Kenapa belanjaanmu sangat banyak?

Na Yeon : Oh, aku harus memasak untuk pesta ulang tahun saat makan siang. Tapi ibu mau kau kemana?


Mal Sook pun menunjukkan alamat rumah kos Eun Bong.

Mal Sook : Aku mau mencari Eun Bong.

Mal Sook lalu pergi dengan terburu-buru.

Na Yeon heran, eomma! Eomma!


Na Yeon menghubungi Eun Bong. Ia cemas kalau Eun Bong semalam mabuk dan tidur di flat Joong Dae.


Joong Dae yang belum sadar sepenuhnya, merasa terganggu dengan bunyi ponsel Eun Bong. Ia lantas menyuruh Eun Bong menjawabnya.

Eun Bong yang juga belum sadar pun menjawab teleponnya.

"Aku mabuk dan akan pulang telat ke rumah." ucap Eun Bong.

Setelah itu, Eun Bong mau tidur lagi tapi kemudian ia tersentak saat menyadari ada orang lain di kasurnya.

Eun Bong menoleh dan langsung teriak begitu melihat Joong Dae.

Teriakan Eun Bong sontak membuat Joong Dae terbangun. Joong Dae juga kaget melihat Eun Bong.

Eun Bong : Kenapa kau membawaku kesini!

Joong Dae : Lihat siapa yang bicara. Kau ada dimana?


Sadar dirinya di flat Joong Dae, Eun Bong pun dengan entengnya berkata, kalau ia akan pindah lagi ke flat itu.

Joong Dae lalu menutupi tubuhnya dengan selimut.

"Apa yang kau lihat! Kau lihat semuanya!"

Sontak, jahilnya Eun Bong kumat. Ia pun langsung mengisengi Joong Dae dengan menarik-narik selimut Joong Dae.

Joong Dae : Kau harus bertanggung jawab! Aku tidak pernah tidur dengan wanita lain selain ibuku!

Keributan itu pun terhenti saat terdengar bunyi bel.

Mereka panic dan langsung mengenakan pakaian mereka.

Eun Bong sempat salah pakai. Ia malah memakai celananya Joong Dae.

Joong Dae kesal dan langsung menarik celananya.

Mereka lantas keluar dari kamar dan berdiri di depan pintu.

Terdengar suara Mal Sook yang memanggil2 Eun Bong. Mereka tidak menjawab.


Tae Joon menyerahkan surat pengunduran dirinya pada Kyung Wan.

Sontak Kyung Wan marah dan tidak menerimanya.

Kyung Wan : Kau pengecut atau picik? Jika semudah itu untuk lari, tidak seharusnya kau memulainya.

Tae Joon : Maaf.

Kyung Wan : Kang Tae Joon, yang harus kau lindungi adalah Se Jin, bukan harga dirimu.


Tae Joon : Itulah kenapa aku melakukan ini. Aku tidak mau Se Jin menderita karena aku.

Kyung Wan : Seberapa keras kau berjuang untuk Se Jin?

Kyung Wan merobek surat pengunduran diri Tae Joon.

Kyung Wan : Akan kuterima itu jika Se Jin menginginkannya. Pergilah.


Tae Joon kembali ke ruangannya dan melihat ponselnya berbunyi.

Telepon dari Yoo Kyung yang menyuruhnya datang ke kafe dekat kantor saat makan siang.

Yoo Kyung : Jangan katakan pada Se Jin. Jangan datang dengan tangan kosong. Pastikan kau membawa kesadaranmu dan kesopananmu.


Di rumahnya, Man Jung sedang membuat daftar barang2 mahal yang akan dimintanya pada keluarga Se Jin.

Tak lama kemudian, ia sadar dan heran sendiri karena tidak ada kabar dari Se Jin setelah pertemuan keluarga waktu itu.

Man Jung lantas menghubungi Se Jin dan mengajak Se Jin bertemu. Se Jin mengajak Man Jung bertemu di kantornya karena ia mau melihat Tae Joon.

Man Jung setuju.


Usai bicara dengan Se Jin, Man Jung dapat kunjungan dari Se Gwang. Se Gwang membawakan Man Jung mi Ojang-dong.


Sambil makan mi, Man Jung bertanya, kenapa Se Gwang pergi begitu saja dari rumahnya tempo hari.

Se Gwang pun berkata, itulah kenapa ia datang mengunjungi Man Jung sekarang karena mau merasa tidak enak.

Man Jung : Apa pekerjaanmu?

Se Gwang : Aku mengemudi, mengerjakan tugas dan hal lain juga.

Man Jung : Orang tuamu masih ada?

Se Gwang : Seperti itulah. Kau tidak punya suami?

Man Jung : Setiap kali aku menikah, mereka mati, selingkuh atau membuat masalah. Hidup sendiri adalah yang terbaik.

Man Jung lantas menanyakan nama Se Gwang.

Se Gwang : Heo Se... Pal. Heo Se Pal.

Man Jung pun berkata, nama Se Gwang mirip dengan anaknya.

Se Gwang lantas meminjam uang Man Jung.


Yoo Kyung dan Tae Joon bertemu di kafe. Singkat cerita, Yoo Kyung menyuruh Tae Joon melepaskan Se Jin. Yoo Kyung berkata, bahwa Se Jin tidak mau mendengarnya dan mengancamnya. Yoo Kyung bilang, bahwa Se Jin tidak mau melepaskan Tae Joon.

"Jadi kau harus meninggalkannya terlebih dahulu." ucap Yoo Kyung.

Tae Joon pun bangkit dari duduknya dan berlutut pada Yoo Kyung. Ia meminta maaf karena sudah membohongi Yoo Kyung.

Tae Joon lantas meminta diberi kesempatan.

"Aku ingin mendapatkan maaf darimu dan mulai lagi dari awal. Aku akan membalasmu seumur hidupku. Aku akan membalas Se Jin... dan anak itu... untuk semua dosaku."


"Anak? Beraninya kau menggunakan anak sebagai alasan. Itukah sebabnya kau membuang anakmu yang masih 5 tahun?"

"Benar, aku pria brengsek yang membuang anaknya. Karena itu aku ingin lebih melindungi bayi Se Jin. Tolong bantu Se Jin melindungi bayinya."

"Baiklah. Akan kulindungi bayi Se Jin. Jika kau ingin melindungi bayi itu, tinggalkan Se Jin. Jika kau berusaha meyakinkan Se Jin, aku tidak akan

menjamin keselamatan bayinya."

"Baiklah, aku akan mundur."


Yoo Kyung lantas melemparkan uang pada Tae Joon dan meminta Tae Joon merahasiakan hal itu sampai mati.

Tae Joon memungut amplop berisi uang itu dengan mata berkaca-kaca.


Tanpa ia sadari, Se Jin duduk di belakangnya.

Se Jin kesal.

Tae Joon lantas beranjak pergi.

Se Jin juga pergi.


Setelah Se Jin pergi, Man Jung datang. Man Jung pun bingung harus bagaimana karena Se Jin sudah pergi.


Se Jin memberikan dua tiket penerbanan ke Boston pada Tae Joon.

Tapi Tae Joon menyuruh Se Jin pergi sendirian dan merobek tiketnya.

Tae Joon menyuruh Se Jin meninggalkannya. Tae Joon bilang, Se Jin akan menjadi sampah bila bersama sampah seperti dirinya.

Tae Joon lantas menyuruh Se Jin pulang.


Se Jin memeluk Tae Joon.

Tae Joon melepaskan pelukan Se Jin dan menyuruh Se Jin pulang.

"Aku lebih kuat dari yang kau pikirkan. Aku akan mengembalikan semuanya. Tunggu dan lihatlah." jawab Se Jin, lalu pergi.


Di mobilnya, Se Jin menghubungi reporter.


Besoknya, beredar di internet soal pengakuan Se Jin yang hamil anak Tae Joon.


Sontak, rekan2 Tae Joon kaget membacanya.


Kyung Wan dan Tae Joon juga kaget.


Di kamarnya, Na Yeon resah memikirkan masalahnya.


Yoo Kyung kaget saat dapat laporan dari Young Sook soal artikel Se Jin.


Yoo Kyung marah.


Se Jin memutuskan pindah ke apartemen Tae Joon.

Se Jin bilang, jika ia tidak pindah, ia takut akan membenci ibunya.

Yoo Kyung pun tak punya pilihan lain lagi selain mengizinkan Se Jin menikah dengan Tae Joon.

Yoo Kyung mengatakannya sambil menangis. Sontak Se Jin langsung menoleh dan menatap ibunya.


Bersambung...............

The Promise Ep 31 Part 1

Sebelumnya...


Akhirnya sy bisa lanjut yg ini juga... kangen berat mau ngelanjut drama ini....

Se Jin menyiram Na Yeon dengan air. Dia marah karena sang ibu yang sudah tahu hubungan Na Yeon dan Tae Joon. Dia mengira Na Yeon sengaja memberitahu ibunya untuk  menggagalkan pernikahannya dengan Tae Joon.

"Selamat datang kembali. Aku akhirnya melihat dirimu 20 tahun yang lalu. Kau kembali ke dirimu yang sebenarnya sekarang, Jang Se Jin." jawab Na Yeon sembari tersenyum.

"Benarkah? Haruskah kita akan kembali ke 20 tahun yang lalu?" tanya Se Jin.

"Jangan berusaha terlalu keras. Tidak perlu. Aku sudah melupakannya dan akan melepaskannya. Ini masalah keluargamu sekarang. Jangan melibatkanku lagi." jawab Na Yeon.

"Kau lah orang yang masuk dalam masalah kami! Sejak ibuku mengunjungimu, dia berubah pikiran dan melarang kami menikah!" ucap Se Jin.

"Aku tidak tahu bagaimana ibumu tahu, tapi ibumu akan tahu pada akhirnya. Apa kau berpikir kebohonganmu akan bertahan lama? Dulu aku juga percaya beberapa hal akan bertahan lama, tetapi tidak." jawab Na Yeon.

"Tidak. Aku tidak sama sepertimu. Hanya karena kita menyukai pria yang sama, bukan berarti kita sama. Aku sama sekali tidak menyukaimu." ucap Se Jin.

"Kuharap juga begitu." jawab Na Yeon.


"Kau tidak akan bisa mengalahkanku, tidak peduli seberapa keras kau mencoba. Kenapa kau tidak menyadari itu!"

"Bagaimana kau akan mengalahkanku? Aku ingin tahu."

"Satu-satunya senjatamu adalah Sae Byeol. Jika aku mau, aku bisa....

Na Yeon menyiram Se Jin.

Na Yeon : Bagaimana gadis pintar sepertimu bisa berakhir seperti ini? Jangan buang-buang waktumu untukku. Pergi dan yakinkanlah ibumu.

Na Yeon beranjak pergi.


Tae Joon pergi ke restoran bibinya, namun tidak masuk dan hanya berdiri di depan.

Tae Joon lantas teringat saat dirinya tadi dipermalukan oleh Yoo Kyung.

Tae Joon melangkah pergi, tapi tiba-tiba saja ia teringat kata-kata bibinya dulu, kalau ia tidak akan pernah bisa sampai kemana pun meski ia berusaha keras karena ia hanyalah seekor ikan di kubangan.

Tae Joon marah. Ia mengepalkan tangannya, kemudian beranjak pergi.


Se Jin menghubungi Tae Joon. Tae Joon yang kini sudah berada di apartemennya, mengabaikan telepon Se Jin.

Se Jin lantas masuk dan terkejut melihat Tae Joon ada di dalam.

Se Jin : Tae Joon-ah, kenapa kau tidak membuka pintu atau menjawab teleponku?

Tae Joon menyuruh Se Jin pulang.

Tae Joon : Kita sama-sama lelah hari ini. Kita akan bicara besok.

Se Jin : Kita harus bicara sekarang. Ayo kembali ke Amerika. Kita bisa hidup disana, hanya kita berdua. Kita tidak perlu izin ibuku. Aku tidak butuh apapun. Ayo hidup bersama, hanya kita.

Tae Joon : Akan kuantar kau pulang.

Se Jin : Aku sedang bicara, jawab aku!

Tae Joon : Se Jin-ah, tenangkan diri kita. Kita bicara besok. Kuantar kau pulang.


Tae Joon berjalan ke pintu. Se Jin memeluknya.

Se Jin menangis.

"Aku tidak bisa melepaskanmu. Lakukan sesuai kataku."


Tae Joon menatap Se Jin.

"Akan kupertimbangkan." jawab Tae Joon sembari menghapus tangis Se Jin.

Tae Joon lalu memeluk Se Jin.


Yoo Kyung duduk di dapur. Ia minum-minum sendirian.

Kyung Wan kemudian datang dan menyuruh Yoo Kyung berhenti minum.

Tapi Yoo Kyung tidak mau dan berkata bahwa Kyeong Wan lebih buruk.

"Kau orang dewasa! Kau seorang ayah! Bagaimana bisa kau berkomplot dengan mereka dan menyebabkan kekacauan ini?"

Yoo Kyung ingin minum lagi. Kyung Wan pun mengambil botol minum


Yoo Kyung dan membuang isinya.

Yoo Kyung beranjak ke lemari dan mengambil minum lagi.

Kyung Wan berusaha merebutnya.

Yoo Kyung yang kesal akhirnya membanting botol itu.


Kyung Wan kaget, yeobo...

Yoo Kyung : Se Jin segalanya bagiku. Bagaimana bisa kau menyuruh Se Jin menikahi pria macam itu!

Kyung Wan : Tae Joon tidak tahu soal anak itu. Se Jin tahu Tae Joon punya pacar tapi dia tetap memilihnya.

Yoo Kyung : Tapi wanita itu Na Yeon! Semuanya harusnya berakhir 20 tahun yang lalu. Kenapa kau membawanya lagi! Kenapa!

Kyung Wan : Lalu apalagi yang bisa kita lakukan? Sudah terlambat, apa yang bisa kita lakukan! Se Jin tidak akan menyerah. Sebagaimana dulu kau keras kepala menentang orang tuamu, Se Jin tidak akan menyerah.


Kyung Wan beranjak pergi.

Yoo Kyung menangis karena kesal.


Na Yeon masuk ke kamarnya dan berusaha kuat menahan air matanya.

Sebuah pesan masuk ke ponselnya. Pesan dari Sung Joo yang meminta nomor rekeningnya. Sung Joo berkata, akan tetap membayar Na Yeon meskipun Na Yeon batal memasak untuk keluarganya.

Na Yeon membalas, aku baik-baik saja. Tidak perlu cemas.

Sung Joo mengirimkan Na Yeon pesan lagi.

Sung Joo : Baiklah kalau kau bersikeras tapi jangan menelponku atau menggangguku lagi untuk masalah ini.

Sontak Na Yeon heran dan bertanya-tanya apa ia melakukan kesalahan.


Sementara Sung Joo heran bagaimana ia dan Na Yeon bisa bertemu lagi.

Do Hee tiba-tiba datang, membuatnya kaget. Ia pun marah pada Do Hee karena muncul tiba-tiba seperti itu dan membuatnya kaget.


Do Hee lantas komplain. Ia kesal karena sang ibu membatalkan makan malam mereka.

Sung Joo beralasan, kalau ia tidak enak badan dan berjanji akan menebus kesalahannya dengan memasak  untuk ulang tahun Do Hee.

Do Hee kecewa. Ia mengaku ingin bertemu dengan koki wanitanya.

Sung Joo terkejut.

"Wae? Kau mengenalnya?"

"Dia adik dari reporter yang kukenal. Tapi dia membenciku dan tidak mau bertemu denganku." jawab Do Hee lalu masuk ke kamarnya.

Sung Joo cemas dan berdoa agar Do Hee tidak pernah bertemu Na Yeon dan reporter itu.


Young Sook sedang menyulam saat Pimpinan Park terbangun.

Pimpinan Park bertanya, apa yang sedang dibuat Young Seok.

Young Sook : Rompi musim semimu.

Pimpinan Park menghela nafas dan bertanya sudah berapa lama.

Young Sook : Apanya?

Pimpinan Park : Sejak kau datang padaku.

Young Seok : Kenapa kau bertanya? Hwi Kyung sudah 37 tahun, jadi sudah 37 tahun.

Pimpinan Tae : Waktu berlalu begitu cepat. Artinya kita sudah hidup bersama hampir 40 tahun tapi rasanya baru kemarin, kita bertemu dan memiliki Hwi Kyung. Aku tidak tahu kenapa aku menjalani kehidupan yang begitu sibuk. Bagaimana pun juga hidup tetap sama. Kita seharusnya lebih banyak bersenang-senang, hanya kita berdua.


Young Sook : Kenapa bicara begitu? Aku masih bersenang-senang sampai sekarang. Di usiaku yang sekarang, aku bisa melihat wajah suamiku sepanjang hari yang tidak bisa kulihat sebelumnya karena kau sibuk dan aku menjadi bos di depan suamiku.

Pimpinan Park : Aku memalukan.

Young Sook : Ada apa denganmu?

Pimpinan Park : Ketika kau hidup denganku, kau selalu diperlakukan seperti wanita simpanan yang menghancurkan istriku yang setia. Kalau bukan karena orang tua ini, kau akan bertemu pria yang baik dan memiliki kehidupan yang baik.

Young Sook : Ada apa denganmu? Berhentilah bicara. Aku tidak mau mendengarnya.

Young Sook yang tidak mau mendengar hal semacam itu lagi, akhirnya keluar dari kamarnya.


Se Jin pulang dan langsung disuruh istirahat oleh ayahnya.

Se Jin lantas meminta ayahnya untuk tetap di sisinya. Se Jin mengaku, jika sang ayah tidak mendukungnya, ia tidak punya tempat lagi untuk bernapas.

Kyung Wan : Jangan pikirkan apapun dan istirahatlah.


Se Jin masuk kamarnya. Ia menghidupkan lampunya dan kaget mendapati sang ibu sudah duduk di kamarnya. Se Jin mengajak ibunya bicara besok.

Yoo Kyung pun menyuruh Se Jin membuka hati untuk pria lain.

Se Jin : Aku iri pada ibu. Semuanya tampak mudah bagi ibu.

Yoo Kyung : Benar. Mudah lebih baik. Itu lebih baik dari menahan api dan perlahan-lahan terbakar sampai mati. Mungkin sulit sekarang tetapi lebih baik untuk menghentikannya dengan mudah.

Se Jin : Siapa yang terbakar sampai mati?

Yoo Kyung : Na Yeon-ie. Na Yeon-ie ddal. Sepanjang mereka masih hidup, kau tidak akan pernah bahagia. Mereka akan mengikutimu kemana pun kau pergi dan mencekikmu. Bagaimana bisa aku diam saja melihat hal itu terjadi? Aku menolaknya.


Se Jin : Georeom agi? Bagaimana anakku!

Yoo Kyung : Kau ingin anakmu memiliki ayah seperti itu? Bagiku, putriku lebih berharga!

Se Jin : Anakku lebih berharga bagiku daripada ibu. Anakku lebih berharga bagiku daripada aku! Aku tidak akan menyerah. Tidak untuk anaku atau Tae Joon!

Yoo Kyung : Baiklah, kita lihat siapa yang akan menang.

Se Jin : Lakukan apapun yang ibu inginkan jika ibu mau membunuhku. Jika anak ini mati aku juga akan mati!

Yoo Kyung menangis lalu pergi dari kamar Se Jin.


Se Jin menangis.

Yoo Kyung terduduk lemas di depan kamar Se Jin.

Ibu dan anak itu sama2 menangis.


Kyung Wan datang dan melihat istrinya menangis.

Bersambung ke part 2..............

*Jgn bilang si Kyung Wan mau nyalahin Na Yeon lagi....