• Sinopsis Wonderful World Episode 1-16

    Kim Nam Joo dan Cha Eun Woo memiliki rasa sakit yang sama akibat kehilangan seseorang yang sangat berharga bagi mereka.

  • Duis non justo nec auge

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

The Game : Towards Zero Ep 14 Part 2

Sebelumnya...


Do Kyung menyalakan lilin di depan cermin. Kemudian, ia mengambil artikel tentang dirinya yang tewas gantung diri dan membakarnya.


Sementara Tae Pyeong diam2 keluar dari rumah Do Kyung. Ia membuka pintu pelan2.

Tae Pyeong masuk ke mobilnya dan menarik napas lega karena tidak ketahuan Do Kyung.


Tae Pyeong lalu menyalakan laptopnya dan mengawasi Do Kyung.

Tae Pyeong melihat Do Kyung menuangkan makanan kaleng ke piring anjing. Lalu Do Kyung membuka pintu yang tadi ditemukan Tae Pyeong dan masuk ke sana membawa makanan itu.


Joon Young hendak pulang. Ia menoleh, kalau2 Tae Pyeong memang menungguinya seperti terakhir kali. Joon Young lalu tersenyum sendiri dan kembali berjalan.

Tapi tiba2 Tae Pyeong datang menjemputnya.


Tae Pyeong membawa Joon Young ke atap.

Tae Pyeong : Apakah tidak masalah menyeretmu kesini saat kau butuh istirahat?

Joon Young : Kau bilang tempat ini membuatmu bisa beristirahat. Kau sudah membodohiku.

Keduanya tertawa.

Joon Young lalu bertanya, kenapa tempat itu membuat Tae Pyeong nyaman.

Tae Pyeong : Kau bisa pergi dari sini kalau kau mau. Saku melihat pesawat, itu mengingatkanku pada orang tuaku di Amerika.


Joon Young : Kenapa kau datang ke Korea?

Tae Pyeong : Aku kesini karena kudengar ada orang yang bisa melihat kematian seperti aku. Benar. Saat kau datang kerumahku dulu, kau juga bertemu dengannya.

Joon Young kaget, dia juga bisa....

Tae Pyeong : Iya. Sebelum kehilangan penglihatannya, dia bisa melihatnya dan aku akhirnya tinggal disini.

Tae Pyeong lalu tanya, jika ia minta Joon Young pergi bersamanya, apa Joon Young mau?

Tae Pyeong : Aku memikirkan sebuah tempat yang bebas dari orang jahat... dan dimana aku tidak akan melihat kematian sepertinya bagus. Aaat aku melihatmu, itulah yang kupikirkan dari waktu ke waktu.

Joon Young tertegun mendengarnya.


Tae Pyeong lalu memberikan Joon Young sebuah kotak.

Joon Young : Apa ini?

Tae Pyeong : Ini kalung dengan pelacak. Aku memegang kalung ini saat mati. Kapanpun aku melihat diriku dicermin, aku selalu melihat kalung itu. Kau tidak tahu betapa terkejutnya aku saat melihatnya ditoko. Kupikir lebih baik jika aku tidak membelinya. tapi aku akhirnya membelinya. Kupikir aku pada akhirnya akan mati tanpa memberikannya padamu. Aku memikirkan hal bodoh
seperti itu beberapa kali sehari. Simpanlah untukku agar kalung itu tidak pernah kembali padaku.


Sekarang, Joon Young kembali ke kantornya dan sedang menatap kalung pemberian Tae Pyeong.





Tae Pyeong yang sudah berada di rumahnya, melihat lukisan pantainya.



Tae Pyeong lantas duduk di tempat tidurnya dan kembali mengecek aktivitas Do Kyung.


Do Kyung duduk sendirian sambil menatap sebuah foto. Foto ia bersama ayah dan ibunya, tapi foto ayahnya sudah sobek. Sorot mata Do Kyung tampak sedih sambil memegangi foto ayahnya.


Paginya, Do Kyung ada di gereja. Ia mendoakan abu ayahnya yang sudah dikremasi semalam.


Tangis Ji Won dan Joon Hee pecah saat melihat jasad Mi Jin di kremasi.


Di belakang, Joon Young cs menunggui mereka.

Para reporter sudah berkumpul diluar.

Joon Hee lalu memberitahu Ji Won bahwa Jo Pil Doo bukan orang yang membunuh Mi Jin.

Ji Won kaget.


Joon Hee lalu berlutut dan berjanji pada Ji Won akan mencari dan membunuh bajingan yang membunuh Mi Jin.


Dong Woo mendekati Joon Hee dan berkata, mereka harus membawa Ji Won.

Joon Young mendekat dan memborgol tangan Ji Won.

Setibanya diluar, Bong Soo langsung melindungi Ji Won dari jepretan kamera.


Ponsel Do Kyung berbunyi saat ia keluar dari gereja.

Telepon dari Tae Pyeong.

Do Kyung : Kau masih mengikuti sandiwaramu.

Tae Pyeong : Apa yang kau inginkan?

Do Kyung : ku yakin kau tahu keinginanku.

Tae Pyeong : Bukankah kau sudah tahu jika aku tidak punya niat untuk melakukannya?

Do Kyung : Jadi kau berencana menyelesaikannya sampai akhir?

Tae Pyeong : Bagaimana kalau benar?


Do Kyung terkejut melihat Tae Pyeong sudah berdiri di depannya.

Tae Pyeong : Apakah kau yakin bisa mengatasinya? Apakah pembalasanmu layak untuk membuang semuanya? Aku tahu kau ingin hidup. Bukankah itu alasannya kau membuat identitas baru? Jika kau berhenti sekarang, kau bisa hidup sebagai Goo Do Kyung.


Do Kyung mendekati Tae Pyeong dan menatapnya tajam.

Do Kyung : Itu mungkin saja. Tapi apa yang terjadi pada keberanianmu yang mengoceh mengenai... aku yang akan melompat didepan polisi?

Tae Pyeong : Aku bisa mengubah kematian seseorang. Sepanjang ada keinginan, kau juga bisa mengubah kematianmu. Ayahmu juga tidak mau kau menjadi pembunuh.

Do Kyung : Kau pasti sudah lupa. aku sudah membunuh.

Do Kyung pergi.


Joon Young cs melakukan rekonstruksi pembunuhan Jo Pil Doo dengan Bong Soo sebagai modelnya.

Ji Won sendiri masih syok saat tahu bahwa bukan Jo Pil Doo yang membunuh putrinya.


Joon Hee menangis melihat Ji Won.

In Kyu dan Ye Ji ada di sana, mengambil gambar Ji Won.


Selesai rekonstruksi, Joon Young cs langsung membawa Ji Won pergi.

Joon Hee menatap Ji Won dengan tatapan lirih.


Sementara itu, berita rekontruksi pembunuhan Jo Pil Doo langsung jadi berita hangat.

Di sebuah restoran, orang2 yang menonton itu mengaku senang Jo Pil Doo mati.


Do Kyung juga ada di restoran itu. Ia makan dengan lahap, sambil menahan kesedihannya.


Tae Pyeong balik ke rumah Do Kyung.

Ia memeriksa dinding sekitaran rumah Do Kyung.


Setelah itu, ia masuk ke rumah Do Kyung dan mencoba membuka gembok angka pintu menuju ruang bawah tanah di rumah Do Kyung. Setelah beberapa kali mencoba, Tae Pyeong akhirnya berhasil membukanya dengan memasukkan sandi di pintu rumah Do Kyung sebagai kodenya.


Begitu membuka pintunya, Tae Pyeong menemukan sebuah tangga.

Tae Pyeong masuk ke dalam dan menggunakan cahaya ponselnya sebagai penerang.


Namun tiba2, seseorang membuatnya terkejut sampai ia terpeleset dan jatuh.

Tae Pyeong pun mengarahkan cahaya ponselnya ke sosok di depannya.

Sosok di depannya yang terkurung di dalam sebuah kandang besar, adalah seorang pria yang tampak kumuh.


Tae Pyeong terhenyak melihat pria di depannya. Ia mengenali pria itu sebagai Kim Hyung Soo yang membunuh Min A di rumah sakit 20 tahun lalu.

Bersambung....

The Game : Towards Zero Ep 14 Part 1

Sebelumnya...


Joon Young, Dong Woo, Kang Jae dan Bong Soo bicara diluar. Joon Young minta maaf karena tidak memberitahu mereka sebelumnya.

Dong Woo : Tidak apa-apa. Dia sudah seperti ayahmu sendiri. Aku mengerti.

Kang Jae tanya, mereka harus bagaimana? Masa mereka harus lepas tangan soal kasus itu.

Dong Woo : Aku akan bergabung dengannya. Hal yang paling utama adalah menangkap pelakunya. Terserah. aku akan melakukan pendekatan sederhana.

Joon Young : Aku juga akan bergabung dengannya.

Kang Jae : Aku juga.


Dong Woo lalu menatap Bong Soo.

Bong Soo : Jika kalian semua mengatakannya lebih dulu, kelihatannya aku seperti dipaksa untuk bergabung diluar kehendakku.

Dong Woo : Kelihatannya kau tidak mau. Aku akan mencari orang lain.


Joon Young tertawa mendengarnya.

Dong Woo pergi. Joon Young mengikutinya.


Kang Jae menepuk bahu Bong Soo.

Kang Jae : Terima kasih atas kerja kerasmu.

Kang Jae masuk ke dalam.


Bong Soo : Kang Jae, aku sangat ingin bergabung.

Bong Soo mau masuk, tapi pintunya ditutup Kang Jae. *Astaga, pada usil banget sama Bong Soo.


Sekarang, mereka semua menghadap Woo Hyun.

Dong Woo : Kami semua rasakan hal yang sama, jadi jangan merasa terbebani. Kami akan menyelesaikan kasus Mi Jin sampai akhir.

Woo Hyun senang dan mengucapkan terima kasih.

Dong Woo tanya rencana Woo Hyun.

Woo Hyun bilang dia akan meminta maaf pada Do Kyung lebih dulu.

Woo Hyun : Aku tidak yakin jika dia akan menerima permintaan maafku, tapi aku harus meminta maaf dengan tulus untuk membuka pikirannya. Aku berencana untuk membuatnya mengaku. Jika aku merekam percakapanku, itu bisa digunakan sebagai bukti sah. Aku berencana meminta maaf dengan tulus untuk mendapatkan kebenaran darinya.


Tae Pyeong yang masih mengawasi rumah Do Kyung, menatap foto lukisan sebuah pantai di ponselnya. Pantai tempat ia berjalan tertatih di hari tuanya sebelum jatuh dan meninggal.


Tiba2, telepon dari Joon Young masuk.

Joon Young minta maaf karena menelpon Tae Pyeong larut malam. Joon Young lalu tanya Tae Pyeong dimana.

Tae Pyeong berbohong, bilang dia di rumah.

Joon Young : Kau bukan ditempat parkir lagi, kan?

Tae Pyeong : Tidak.

Joon Young : Bukankah kau datang kerumah sakit karena ingin mengatakan sesuatu?

Tae Pyeong : Kau sudah mengetahuinya sekarang bahwa Goo Do Kyung adalah Jo Hyun Woo. Aku kesana untuk memberitahumu hal itu. Sepertinya Pak Baek mensponsori Jo Hyun Woo sejak dia berada di panti asuhan. Jadi...

Joon Young : Kau tidak perlu menjelaskannya.


Tae Pyeong : Joon Young-ssi, jangan terlalu tertekan.

Joon Young : emuanya akan baik-baik saja. Benar begitu, kan?

Tae Pyeong : Kau adalah detektif paling keren diantara semua detektif yang kukenal.

Joon Young tertawa.

Tae Pyeong : Aku akan menelponmu lagi.

Joon Young : Baik.


Tae Pyeong lalu kembali mengawasi rumah Do Kyung.


Tae Pyeong masih mengawasi rumah Do Kyung sampai pagi. Begitu melihat Do Kyung pergi, Tae Pyeong langsung menyusup ke rumah Do Kyung.

Tae Pyeong memperhatikan sekeliling rumah Do Kyung. Setelah itu, ia membuka tasnya dan mengeluarkan beberapa kamera CCTV.

Lalu Tae Pyeong memasang kamera CCTV nya dimana-mana.

Di bawah meja, di dekat pendingin ruangan, di atas tumpukan-tumpukan kaleng makanan di dalam lemari, di langit-langit dan terakhir di dekat lukisan.


Tae Pyeong lalu melihat artikel tentang Hyun Woo yang tewas gantung diri di depan cermin.

Tae Pyeong lalu berjalan mundur.

Kamera menyorot kakinya yang menginjak karpet.

Tae Pyeong merasakan sesuatu dibalik karpet. Ia lantas menyibak karpet dan menemukan sebuah pintu yang dikunci dengan gembok.


Tiba2, Tae Pyeong mendengar suara pintu. Sontak, dia kembali menutup pintu di lantai dengan karpet dan sembunyi dibawah tangga.


Diluar, Do Kyung bersama Woo Hyun. Do Kyung tanya alasan Woo Hyun mendatanginya. Woo Hyun bilang ia mau bicara.

Do Kyung : Ini sebuah kejutan. aku tidak berpikir kau akan mengunjungiku secara langsung.

Do Kyung menyuruh Woo Hyun masuk.

Do Kyung masuk duluan. Ia turun dari tangga dan melewati Tae Pyeong begitu saja.


Woo Hyun berkata, akan lebih bicara di rumah Do Kyung daripada di kantor.

Do Kyung duduk di kursinya.

Sementara Woo Hyun berlutut. Woo Hyun lalu mengakui semuanya.


Diluar, Bong Soo, Dong Woo dan Joon Young mendengarkan pembicaraan Woo Hyun dan Do Kyung yang sudah mereka sadap.

Woo Hyun : Ayahmu bukan pelakunya. Aku orang yang memalsukan buktinya untuk membuatnya seperti pelakunya. Aku kehilangan akal setelah kehilangan temanku.

Anehnya, Do Kyung menatap tajam pas ke arah kamera, seolah dia tahu Woo Hyun cs tengah menjebaknya.

Woo Hyun : Hasilnya mengatakan bahwa DNA-nya tidak cocok tapi aku tidak mempercayainya. Kami menemukan DNA ayahmu dan mayat itu dimanapun dia bekerja. Jadi aku menukar rambut pelakunya dengan milik ayahmu. Aku harusnya mengakui kesalahanku dan mengoreksi diri saat kau menelponku 3 tahun yang lalu. Aku benar-benar menyesal. Kau mungkin tidak mempercayaiku, tapi aku pergi menemui Kim Hyung Soo setelah menerima telponmu. Jika dia benar-benar pembunuhnya, dia harus membayar kesalahannya.


Do Kyung mulai marah.

Woo Hyun : Saat aku pergi kesana dia sudah lama pergi. Aku mengatakan yang sejujurnya. Tolong percayalah padaku.

Do Kyung : Baiklah. Aku mempercayaimu tapi kenapa kau tiba-tiba mengakui semua ini?

Woo Hyun : Mari kita akhiri disini, Hyun Woo-ya. Jika kau ingin aku meminta maaf didepan umum, aku akan melakukannya. Aku akan mengumumkannya keseluruh negeri bahwa ayahmu tidak membunuh para gadis itu. jadi, mari kita hentikan sampai disini, Hyun Woo-ya. Setidaknya, lakukan ini untuk Mi Jin yang tidak berdosa.


Do Kyung lalu berdiri dan berlutut di depan Woo Hyun.

Do Kyung : Kau benar. Gadis malang itu. Kenapa dia harus mati! Apakah kau tahu alasan pembunuh itu membunuhnya!!

Do Kyung mengambil kamera CCTV dari badan Woo Hyun. Woo Hyun dan tim nya terkejut.

Do Kyung lalu menatap tajam ke arah kamera dan berbicara pada Joon Young.

Do Kyung : Apakah ini maksudmu saat kau bilang akan membenarkan setiap kesalahan agar semua orang bisa diperlakukan dengan adil? Apakah begitu!


Woo Hyun : Hyun Woo-ya...

Do Kyung : Tapi kau tidak akan bisa menangkap pembunuhnya. Aku sudah mengkremasinya.


Bong Soo melepas headphone nya dan tanya apa maksud Do Kyung.

Joon Young : Dia membicarakan tentang mayat Jo Pil Doo.

Kang Jae : Kita tidak bisa melakukan tes DNA pada mayat yang dikremasi.


Do Kyung merusak kamera CCTV itu dan meletakkannya di tangan Woo Hyun.

Do Kyung : Itulah sebabnya kau harusnya meminta maaf 20 tahun yang lalu!

Do Kyung lalu beranjak ke atas, melewati Tae Pyeong yang diam saja.


Kang Jae dan Joon Young berlari ke kamar mayat. Mereka mengecek mayat Jo Pil Doo.

Joon Young lalu menghubungi Bong Soo.

Joon Young : Aku yakin dia menukar mayat yang tidak diklaim dengan mayat Jo Pil Doo. Mayatnya sudah membusuk, jadi mereka memindahkannya ke krematorium. Kita harus memeriksanya.

Bong Soo : Kau benar. Itulah sebabnya mereka sangat terkejut. Mereka pikir mayatnya akan membusuk.


Dong Woo juga mendapat kabar dari Bong Soo bahwa mayat Jo Pil Doo sudah dikremasi tadi pagi.

Dong Woo : Baiklah, kau bisa pulang sekarang.


Dong Woo lantas pergi menemuni Woo Hyun dan menyerahkan laporannya.

Dong Woo : Pisau yang dianalisis NFS mengandung darah Jo Pil Doo.

Woo Hyun : Tapi faktanya itu punya Kim Hyung Soo, bukannya Jo Pil Doo.

Dong Woo : Kau benar. Aku yakin Goo Do Kyung mengambil tindakan sebelumnya. Tapi jika dia bisa menempelkan darahnya dipisau itu, mungkin saja Kim Hyung Soo masih hidup.

Bersambung ke part 2....