Thursday, October 31, 2019

The Promise Ep 102 (Episode Terakhir) Part 2

Sebelumnya...


Na Yeon : Tae Joon-ah, senang bertemu denganmu.

Tae Joon : Aku tahu. Bagaimana kita bisa berada di penerbangan yang sama?

Na Yeon : Perusahaanmu pasti baik, mengirim kau ke Amerika untuk pelatihan.

Tae Joon : Bukan perusahaan yang baik. Kau tahu, aku lah yang baik.

Na Yeon tertawa.


Na Yeon lalu mengulurkan tangannya, mengajak Tae Joon berjabat tangan. Tae Joon menjabat tangan Na Yeon.

Tae Joon : Sampai jumpa lagi.

Tae Joon berajak pergi.

Na Yeon juga pergi tapi langkahnya terhenti karena ponselnya berbunyi. Telepon dari Sung Joo.


Sung Joo yang tengah menyiapkan makan siang, tanya, apa Na Yeon sudah tiba.

Dong Jin kemudian datang dan tanya apa Na Yeon sudah mendarat.

Sung Joo mengangguk.

Sung Joo : Lihatlah Geum Bong dulu. Dia sudah melahirkan. Bayinya kembar.

Na Yeon senang mendengarnya.


Sementara itu, Se Jin muncul di bandara. Ia nampaknya sedang terburu-buru. Se Jin yang tengah berlari tidak sengaja menabrak Tae Joon. Se Jin minta maaf. Tae Joon terkejut melihat Se Jin.

Se Jin : Apakah kau baik-baik saja? Apakah kau terluka?

Tae Joon : Tidak, aku baik-baik saja.

Se Jin : Aku buru-buru. Maaf.


Se Jin beranjak pergi tapi langkahnya berhenti. Merasa mengenali Tae Joon, ia pun berbalik dan memanggil Tae Joon lagi.


Se Jin lalu mendekati Tae Joon.

Se Jin : Apa kita pernah bertemu?

Tae Joon : Mungkin.

Se Jin lalu berputar2, menatap Tae Joon dan senyum sendiri di belakang Tae Joon.


Se Jin : Kau mengenalku, kan?

Tae Joon : Aku mengenalmu dengan baik.

Se Jin : Aku kehilangan ingatan setelah operasi. Maafkan aku.

Tae Joon : Aku tahu.

Se Jin kemudian teringat urusannya. Tapi sebelum pergi, ia memberikan kartu namanya pada Tae Joon dan meminta Tae Joon menghubunginya.

Tae Joon membaca kartu nama Se Jin. Se Jin sekarang, Direktur Pengembangan Strategi di Baekdo.


Na Yeon menunggu jemputannya di bandara. Tak lama, Se Jin datang. Na Yeon terkejut Se Jin yang datang.

Se Jin lantas mencocokkan foto Na Yeon yang dibawanya dengan Na Yeon.

Se Jin : Kau Lee Na Yeon, kan?

Na Yeon : Iya.

Se Jin : Kudengar kau kembar, tapi kalian ternyata benar-benar identik. Aku pergi ke rumah abu Baek Do Hee dengan ayah baru-baru ini. Aku Jang Se Jin. Ayah ada di pedesaan ... dan dia ketinggalan bisnya. Dia memintaku untuk menjemputmu.

Na Yeon : Terima kasih sudah datang.


Se Jin mengambil koper Na Yeon dan mengajak Na Yeon pergi tapi Na Yeon bilang ia sedang menunggu seseorang.

Se Jin : Lalu, bolehkah aku pergi dulu? Permasalahannya adalah, aku bertemu seseorang di sini. Dia terlihat sangat akrab, tapi aku tidak ingat, jadi aku jadi gila karena penasaran.

Na Yeon yang sadar yang dimaksud Se Jin adalah Tae Joon langsung menyuruh Se Jin mengejar Tae Joon sebelum Se Jin kehilangan Tae Joon.

Se Jin mengucapkan terima kasih dan langsung pergi.


Diluar bandara, Tae Joon terkejut melihat Hwi Kyung berdiri disana.

Tae Joon : Paman, kenapa kau disini. Na Yeon mungkin menunggumu.

Hwi Kyung : Benarkah? Terima kasih, Tae Joon.

Hwi Kyung pun bergegas ke dalam.


Tae Joon hendak pergi namun ia menghentikan langkahnya saat mendengar suara Se Jin memanggilnya.

Tae Joon pun berbalik menatap Se Jin dan Se Jin mendekati Tae Joon.

Se Jin : Aku melupakan sesuatu.

Tae Joon : Apa itu?

Se Jin mengulurkan tangannya, mengajak Tae Joon berjabat tangan. Sontak Tae Joon tertawa melihatnya.


Se Jin : Aku Jang Se Jin.

Tae Joon : Aku Kang Tae Joon.


Hwi Kyung mencari2 Na Yeon tapi ia tak bisa menemukan Na Yeon. Tak lama, terdengar suara Na Yeon. Hwi Kyung berbalik menatap Na Yeon. Na Yeon mendekat.

Na Yeon marah karena Hwi Kyung datang terlambat.

Hwi Kyung tersenyum. Ia lantas mengaku, bersyukur mereka dipertemukan lagi di tempat itu.


Hwi Kyung lalu bilang, dulu mereka dipertemukan di tempat itu juga.


Hwi Kyung : Kenapa kita tidak mulai lagi di tempat ini?

Mata Na Yeon seketika berkaca-kaca mendengar kata-kata Hwi Kyung. Na Yeon lalu mengaku merindukan Hwi Kyung.


Hwi Kyung lantas merentangkan tangannya. Tangis Na Yeon akhirnya keluar. Ia lalu tersenyum pada Hwi Kyung dan menghambur ke dalam pelukan Hwi Kyung.


Tamat...

Happy ending gaes.....

Sedikit kecewa karena Se Jin lupa semuanya... Dia gak ingat perbuatan mengerikan yang udah dia lakuin ke Na Yeon. Ini Se Jin sy ngeliatnya, kayak dikasih kesempatan kedua, buat menjadi lebih baik, dengan hilangnya ingatannya.

Ada satu lagi yang tidak terungkap,, yakni Yoo Kyung yang sempat berniat menabrak Yoon Ae, sebelum Yoon Ae ditabrak ayahnya Eun Bong dan Geum Bong.... Karena Yoo Kyung berniat menabrak Yoon Ae, si Yoon Ae kaget,, tapi dia dengan cepat menghindari mobil Yoo Kyung yang mau menabraknya... Itulah alasan kenapa payung Yoo Kyung bisa terlempar ke tengah jalan. Karena Yoon Ae menghindari mobil Yoo Kyung, sampai dia jatuh ke pinggir jalan dan payungnya kecampak ke tengah jalan. Nah pas mau ngambil payungnya di tengah jalan, truk yang dikemudikan ayah Eun Bong dan Geum Bong datang dan menabraknya.... Jadi intinya, emang Yoo Kyung pembunuh Yoon Ae...

Awal nonton ini dan melihat kekejaman Yoo Kyung dan Se Jin ke Na Yeon, sy berharap Yoo Kyung berakhir di penjara dan Se Jin gila.

Kenapa sy pengen Se Jin gila? Se Jin aja udah nyakitin dirinya sejak kecil demi mendapatkan kemaunannya kan.... dan dia tidak bisa hidup kalau harus kehilangan Kyung Wan dan Tae Joon.... dan saat Kyung Wan dan Tae Joon meninggalkan dia, sy pikir dia akan jadi gila.... ternyata tidak...

Tapi sy senang hubungan Kyung Wan dan Na Yeon sudah membaik..... Hal ini terlihat dari Kyung Wan yang memberitahu Hwi Kyung soal kepulangan Na Yeon. Sy berasumsi, Na Yeon yang menghubungi Kyung Wan dan memberitahu Kyung Wan bahwa dia akan pulang.... Ditambah saat Se Jin bilang, kalau dia disuruh Kyung Wan menjemput Na Yeon karena Kyung Wan ketinggalan bus dari pedesaan.... dan lagi, Na Yeon bilang dia menunggu seseorang.... sudah jelas Hwi Kyung yang ditunggu Na Yeon... darimana Na Yeon tahu Hwi Kyung akan datang? Darimana lagi kalau bukan dari Kyung Wan. Mungkin Kyung Wan yang bilang pada Na Yeon, bahwa ia sudah memberitahu Hwi Kyung kepulangan Na Yeon.

Tapi sayang aja, gk ada scene Kyung Wan dan Na Yeon setelah baikan...

Tapi gak terlalu buruk laah endingnya, meski sy mengharapkan Se Jin berakhir gila setelah kehilangan Tae Joon dan Kyung Wan...

Pengen ada season 2....

The Promise Ep 102 (Episode Terakhir) Part 1

Sebelumnya....

Akhirnya sampai juga di episode terakhir.... Setelah setahun ngerjain sinopsis drama ini yang lumayan panjang...  Episode pertama sy kerjakan pada 31 Oktober 2018 dan berakhir hari ini, 31 Oktober 2019... 102 episode bok! Akhirnya tiba juga di episode terakhir pada hari ini... Habis ini sy mau ngelanjut Unknown Woman dulu yg episodenya juga sama kayak ini drama.....


Na Yeon tanya, apa Hwi Kyung datang untuk membujuknya mendonorkan ginjal pada Se Jin.

Hwi Kyung : Aku tahu kau akan melakukannya.

Na Yeon : Kau pria yang baik.

Hwi Kyung : Kau tidak harus melakukannya. Aku tahu ini adalah hal yang tidak bisa kami minta padamu.

Na Yeon : Aku akan melakukannya. Se Jin keponakanmu. Saat memikirkan perbuatan mereka padaku, aku tahu aku tidak harus melakukannya tapi tetap saja aku ingin melakukannya.

Hwi Kyung : Kau akan menyesal.

Na Yeon , kenapa?

Hwi Kyung : Karena.....

Hwi Kyung tak sanggup bicara.


Ya! Ia berniat memberitahu Na Yeon kalau dalang dibalik kecelakaan Na Yeon dan Se Jin adalah Yoo Kyung. Namun belum sempat Hwi Kyung bicara, Na Yeon sudah mendapat telepon dari kantor polisi yang memintanya datang.


Kondisi Se Jin semakin kritis. Dokter langsung datang memeriksanya. Tae Joon, Kyung Wan dan Yoo Kyung cemas melihatnya.

"Tekanan darahnya naik, cepat bawa obatnya." perintah dokter pada perawat.

"Ya, Dokter." jawab perawat.

Tae Joon yang gak tega ngeliat Se Jin begitu, beranjak keluar.


Yoo Kyung menyusul Tae Joon dan meminta Tae Joon mencari Na Yeon.

"Sejin sekarat!" teriaknya. Tae Joon bingung harus bagaimana.


Sementara, di kantor polisi, detektif yg menangani kasus kecelakaan Na Yeon dan Se Jin, menunjukkan rekaman video saat mobil Na Yeon diikuti pria sewaan Yoo Kyung.

Detektif :  Ini dari kamera belakang mobilmu. Seperti yang kau lihat, sejak kau meninggalkan rumah, mobil hitam ini telah mengikutimu.

Na Yeon terkejut, maksudmu ada yang sengaja menyebabkan kecelakaan itu?

Detektif : Dugaanku adalah dia orang suruhan. Aku pikir, kau targetnya tapi si pelaku tidak tahu bahwa orang lain mengendarai mobilmu.


Na Yeon seketika teringat ancaman Yoo Kyung, tentang kado spesial yang akan ia terima.


Na Yeon lantas keluar dari polisi dengan tatapan marah. Hwi Kyung kemudian datang.

Hwi Kyung : Na Yeon-ssi, jangan maafkan Park Yoo Kyung atau Park Hwi Kyung.

Na Yeon beranjak pergi, tanpa menatap atau membalas kata-kata Hwi Kyung.


Dokter mengatakan, mereka tidak punya banyak waktu karena kondisi Se Jin semakin memburuk. Ia meminta mereka menghubungi Na Yeon.


Na Yeon masuk ke sebuah kafe, menemui Yoo Kyung yang sudah menunggunya disana.

Yoo Kyung minta penjelasan kenapa Na Yeon tidak bisa dihubungi.

Na Yeon : Kenapa kau menanyakan putrimu padaku?

Yoo Kyung : Kau tidak peduli? Dia sekarat setiap hari!

Na Yeon : Apa hubungannya denganku?

Yoo Kyung kaget, apa? Kau bertingkah seolah-olah akan menjadi pendonornya tapi kenapa sekarang menolak? Kau mempermainkan hidupnya!


Na Yeon emosi.

Na Yeon : Kau lah yang mempermainkan hidup seseorang! Jeongsin charyeo! Naega wae? Kenapa aku harus memberikan bagian yang berharga dari tubuhku pada putrimu Setiap tetes darahku, setiap sel yang berasal dari Lee Yoon Ae, seseorang yang kau dorong dalam jurang kematian. Apa hakmu memintaku melakukannya!

Yoo Kyung : Bukan aku! Aku tidak membunuh ibumu!


Na Yeon : Tentu. Kau mungkin tidak mengotori tanganmu dengan darahnya, tapi saat ini, tanganmu sudah berlumuran darah. Bagaimana kau menjelaskannya?

Yoo Kyung, apa maksudmu?

Na Yeon : Kau menyewa seseorang untuk mencelakaiku dan menyamarkannya sebagai kecelakaan mobil. Apa aku salah? Ironisnya, malah putrimu yang terluka. Putrimu, Jang Se Jin, jatuh ke dalam perangkap yang kau buat tapi apa? Kau menyalahkanku?


Mendengar itu, Yoo Kyung langsung berlutut dan minta maaf pada Na Yeon.

Yoo Kyung : Kau boleh marah padaku. Tapi jangan pada Se Jin. Kumohon, selamatkan dia.

Na Yeon : Naega wae?

Yoo Kyung : Jangan pandang aku. Pandang Se Jin, tidak. Demi Hwi Kyung, tolong Se Jin. Kumohon.

Na Yeon : Kau tahu seberapa menyedihkannya dirimu sekarang?

Yoo Kyung : Selamatkan Se Jin ku. Kumohon.

Yoo Kyung menangis.

Na Yeon muak melihat tangis Yoo Kyung.

Na Yeon : Tangis itu, kau meneteskannya hanya jika kau membutuhkan sesuatu. Harusnya kau menjadi aktris saja. Tapi maaf. Tangismu tidak bisa mempengaruhiku.


Na Yeon mau pergi. Untuk meluluhkan Na Yeon, Yoo Kyung menceritakan kronologi kematian Yoon Ae.

Yoo Kyung : Aku terlalu takut. Aku takut ayah Se Jin meninggalkanku.

Flashback...


Yoo Kyung berlutut, memohon pada Yoon Ae, agar Yoon Ae keluar dari hidup keluarganya. Ia menawarkan uang juga pada Yoon Ae, agar Yoon Ae pergi jauh.

Flashback end...

Yoo Kyung : Aku bersumpah dan berlutut padanya tapi dia tidak mau mendengarkan. Ketika aku menawarkan uang kepadanya, dia semakin marah. Kecelakaan mobil kebetulan terjadi saat itu.


Yoo Kyung : Iblis berbisik di telingaku. 'Bagus jika Yoon Ae menghilang. Itu nasib Yoon Ae'.

Yoo Kyung :  Itu sebabnya.... anting-antingku ada padanya. Aku akan bertobat dan membayar perbuatanku. Aku berjanji, percayalah padaku. Aku akan bertobat, jadi tolong selamatkan Se Jin.


Na Yeon tidak peduli dan beranjak pergi meninggalkan Yoo Kyung.

Yoo Kyung : Na Yeon-ah! Na Yeon-ah!

Yoo Kyung menangis.


Hujan turun dengan deras. Na Yeon berjalan, menyusuri sepanjang jalan. Tanpa payung. Dengan air mata.


Se Jin sendiri semakin kritis. Napasnya terlihat memburu. Kyung Wan yang menjaga Se Jin, berusaha keras menahan air matanya.


Na Yeon masih berjalan dibawah guyuran hujan deras dengan linangan air mata.


Yoo Kyung masuk ke kamarnya. Ia terduduk di lantai. Dan tangisnya langsung pecah.

Young Sook datang. Young Sook yang penyakitnya juga kian memburuk, mengira Yoo Kyung menangis karena putus dari Pimp. Lee.

Young Sook lantas mendekap Yoo Kyung. Tangis Yoo Kyung semakin kencang dalam dekapan Young Sook.


Besok paginya, Se Jin dan Na Yeon dibawa menuju ruang operasi.

Ya, Na Yeon memutuskan memberikan ginjalnya pada Se Jin.


Yoo Kyung dan Kyung Wan ikut mengantarkan mereka menuju ruang operasi.

Yoo Kyung menatap Se Jin. Kyung Wan menatap Na Yeon.


Tapi tiba2, dua polisi datang menghentikan langkah Yoo Kyung.

Yoo Kyung : Kalian datang lebih cepat dari dugaanku.

Kyung Wan mendekati mereka dan tanya ada apa.

Kepala Detektif menunjukkan surat perintah penangkapan Yoo Kyung.

"Park Yoo Kyung-ssi, kau ditahan karena mempekerjakan seseorang untuk mencelakai Baek Do Hee dan percobaan pembunuhan."

Kyung Wan kaget, Baek Do Hee? Apa yang dia maksud?


Yoo Kyung minta waktu karena putrinya akan dioperasi tapi Kepala Polisi menggeleng. Yoo Kyung mengerti. Anak buah si Kepala Polisi langsung memborgol Yoo Kyung.

Kyung Wan tanya, apa benar Yoo Kyung menyewa pembunuh?

Yoo Kyung : Jangan maafkan aku. Jaga Se Jin.


Na Yeon dan Se Jin mulai masuk ruang operasi.

Sementara Yoo Kyung dijatuhi hukuman 3 tahun penjara karena percobaan pembunuhan terhadap Na Yeon.

5 bulan kemudian....


Seorang wanita ber-high heels putih tampak berjalan menuju suatu tempat. Tangannya memegang sebuket bunga. Wanita itu adalah Se Jin.


Se Jin menemui Kyung Wan yang ada di rumah abu Do Hee.

Se Jin menatap foto Do Hee dan Sae Byeol.

Di guci abu, sudah tertulis nama Do Hee. Foto Do Hee pun sudah terpajang disana.

Se Jin : Baek Do Hee, Lee Sae Byeol. Mereka siapa?

Kyung Wan : Mereka putri dan cucuku.

Se Jin : Kenapa nama belakangnya berbeda?

Kyung Wan : Aku kehilangan dia seja dia kecil dan baru tahu kemudian dia putriku.


Se Jin lantas menatap foto Sae Byeol.

Se Jin : Dia sangat kecil dan imut. Apa yang terjadi dengannya?

Kyung Wan : Kecelakaan.

Se Jin : Pernahkah aku bertemu Sae Byeol sebelumnya?

Kyung Wan : Mungkin.

Kyung Wan : Aku pasti sangat memujanya, bukan?

Kyung Wan hanya tertawa tanpa menjawab.


Se Jin : Ini sangat membuat frustrasi. Kenapa aku tidak bisa mengingat apapun?

Kyung Wan : Mereka mengatakan itu karena kecelakaan. Kau lebih baik seiring waktu.


Sekarang, Kyung Wan dan Se Jin sedang di jalan. Se Jin mencium bau busuk.

Se Jin : Appa, kau tidak mencium bau busuk?

Kyung Wan mencium bau tubuhnya.

Kyung Wan : Aku mandi pagi ini. Apakah aku masih bau?

Se Jin : Kau seorang petani sejati, sejak kau pergi ke pinggiran kota. Turunlh selama akhir pekan. Mari kita bakar daging.

Kyung Wan : Baik.

Se Jin : Katakan padaku jika kau butuh sesuatu.

Kyung Wan : Baik.

Se Jin lalu mengaku merindukan Yoo Kyung. Ia tak habis pikir, bagaimana Yoo Kyung bisa kuliah lagi di AS di usianya yang sudah tua begitu.

Kyung Wan : Ibumu selalu sedikit tamak.

Kyung Wan : Kau benar. Ibuku super serakah.


Hwi Kyung mengunjungi Yoo Kyung di penjara. Yoo Kyung langsung menanyakan Se Jin.

Yoo Kyung : Apakah dia mendapatkan ingatannya kembali?

Hwi Kyung : Mungkin ini yang terbaik. Lebih baik dia tidak ingat sampai kau bebas.  Dia koma selama sebulan setelah operasi.

Yoo Kyung : Aku merindukannya.

Hwi Kyung berkata, karena ia tahu Yoo Kyung merindukan Se Jin, maka ia membawakan foto terbaru Se Jin.

"Dia terlihat sehat. Dia menjadi lebih cantik." ujar Yoo Kyung melihat foto Se Jin.

"Dia jauh lebih baik." jawab Hwi Kyung.


"Bagaimana dengan ayahnya? Apakah dia baik baik saja?" tanya Yoo Kyung.

"Dia bertani." jawab Hwi Kyung.

"Dia selalu berbicara tentang bertani setelah pensiun dan dia benar-benar melakukannya." ucap Yoo Kyung.

Yoo Kyung lantas tanya, apa sudah ada kabar dari Na Yeon.

Hwi Kyung : Kurasa dia tidak akan kembali.  Dia pasti membenci kita.


Yoo Kyung : Aku tidak tahu bagaimana harus menghadapimu.

Hwi Kyung : Kakakku sudah dewasa. Penjara pasti baik untukmu.

Yoo Kyung, apa? Kau sebaiknya pergi.

Hwi Kyung : Jaga dirimu.

Yoo Kyung : Terima kasih. Jaga baik-baik Se Jin.


Yoo Kyung kemudian berdiri tapi kemudian ia bicara lagi. Ia meminta Hwi Kyung mencari Na Yeon. Ia bilang, ingin membalas kebaikan Na Yeon karena sudah mendonorkan ginjal untuk Se Jin.


Hwi Kyung masuk ke ruangannya dan mendapati Kyung Wan sudah disana.

Hwi Kyung : Kapan kau sampai?

Kyung Wan : Baru saja? Kau pergi ke suatu tempat?

Hwi Kyung : Aku pergi menemui Yoo Kyung.

Kyung Wan : Apakah dia baik-baik saja?

Yoo Kyung : Dia bertanya bagaimana kabarmu.


Kyung Wan : Na Yeon berkata dia akan datang.

Yoo Kyung : Dia pulang?

Kyung Wan : Dia tidak menelepon?

Hwi Kyung : Tidak. Kapan dia pulang?

Hwi Kyung : Akhir minggu ini. Pergi ke bandara.

Hwi Kyung : Bagaimana aku bisa?

Kyung Wan : Itu bukan salahmu. Jujurlah dengan perasaanmu. Jangan mencoba membohongi diri sendiri.


Kyung Wan lantas pamit. Ia bilang, harus mengejar busnya.

Hwi Kyung minta Kyung Wan kembali ke Seoul.

Kyung Wan tersenyum, aku akan membiarkan kau mulai bekerja.

Kyung Wan lalu pergi.


Pak Bae sendiri sudah resign dari AP Foods. Sekarang, ia mengelola cabang restoran ayam Mal Sook yang ke-300. *Wow....

Soran dan Pak Ko yang sedang makan disana, protes karena Pak Bae resign dari AP.

Pak Bae : Aku telah memikirkannya semenjak aku masih di AP Foods.

Pak Ko : Pimpinan Park Hwi Kyung sangat terluka. Tapi dia berkata, terima kasih kepadamu karena mau melakukan ini dengan sungguh-sungguh.

Pak Bae : Pimpinan kami, aku selalu berterima kasih kepadanya.


Sementara itu, Se Gwang yang lagi mengurus restoran, terkejut mendengar teriakan kesakitan Geum Bong.

Geum Bong berjalan tertatih2 sambil menahan sakit di perutnya.

Se Gwang minta Geum Bong bertahan.

Geum Bong : Astaga, ini menyakitkan!

Geum Bong lantas menjambak Se Gwang.


Di toko, Man Jung kaget dapat kabar bahwa Geum Bong akan segera melahirkan.

Pak Heo yang lagi ngepel, langsung berhenti ngepel mendengar itu. Mereka pun langsung bergegas ke RS.


Se Gwang yang tak tahan mendengar jeritan kesakitan Geum Bong, menutup telinganya dan berharap bahwa ia saja yang melahirkan.

Man Jung kemudian datang dan menampolnya.

Man Jung : Kenapa kau gemetaran? Apa masalahnya? Tidak bisakah kau tahu dari teriakannya? Masih banyak jalan yang harus ditempuh.


Tak lama, Mal Sook datang. Man Jung rada kesal melihat Mal Sook.

Tak lama terdengar tangisan bayi.

Sontak, mereka semua bahagia. Saat terdengar tangisan bayi yang kedua, mereka langsung bersorak.


Eun Bong dan Joong Dae sedang di jalan, mengejar target mereka. Eun Bong yang memegang kamera menyuruh Joong Dae menyetir lebih cepat.

Ya, mereka sudah kembali menjadi reporter. Mereka bahkan juga menyewa kantor sendiri dan kantor mereka sudah berjalan dua bulan.


Di ruangannya, Hwi Kyung memikirkan kata2 Kyung Wan.

Kyung Wan : Itu bukan salahmu. Jujurlah  dengan perasaanmu. Jangan mencoba membohongi diri sendiri.

Hwi Kyung pun beranjak pergi, ke bandara. Ya, hari itu adalah hari kepulangan Na Yeon dari Amerika.


Hwi Kyung tiba di bandara, ia mencari Na Yeon di depan pintu kedatangan. Tak lama, ia melihat Na Yeon keluar.

Ia tersenyum.

Tapi saat mau menghampiri Na Yeon, langkahnya langsung terhenti. Ia mendengar suara Tae Joon memanggil Na Yeon. Tak lama, ia melihat Na Yeon dan Tae Joon bertemu.


Hwi Kyung langsung kecewa dan melangkah pergi.

Sementara Tae Joon dan Na Yeon sama2 membawa koper.

Bersambung ke part 2...