Sebelumnya... Dongpal dan Chorim duduk di taman, dibawah teriknya sinar matahari. Chorim terus menepuk-nepuk kakinya yang pegal setelah setengah hari berlarian dengan Dongpal. Melihat itu, Dongpal ingin memeriksa kaki Chorim. Tapi Chorim malah mendorong Dongpal karena kesal. Dongpal pun minta maaf. "Maaf? Kau kira maafmu bisa menyelesaikan semuanya! Kau menghancurkan rencana pernikahanku, padahal kau tidak akan melakukan sesuatu untukku! Kau menolakku mentah-mentah!" sewot Chorim. "Itu tidak benar. Kau pikir aku ini apa?" jawab Dongpal. "Kau pikir aku ini apa!" teriak Chorim. Saking kesalnya, Chorim bahkan sampai memukul Dongpal dengan sepatunya. Dongpal pun memeluk Chorim. Ia minta maaf dan berjanji akan memperlakukan Chorim dengan baik mulai sekarang. Tapi Chorim yang masih marah meminta Dongpal melupakan semuanya. Chorim lalu menangis. Dongpal pun melepas pelukannya dan menatap Chorim. "Noonim. Jeong Chorim-ssi, ulji...