• Sinopsis Wonderful World Episode 1-16

    Kim Nam Joo dan Cha Eun Woo memiliki rasa sakit yang sama akibat kehilangan seseorang yang sangat berharga bagi mereka.

  • Duis non justo nec auge

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

Blessing Of The Sea Ep 8 Part 3

Sebelumnya..


Young In tiba di rumahnya bersama Pil Doo.

Young In tanya, apa Pil Doo tahu Poong Do salah satu pengisi acara itu?

Pil Doo : Jika aku tahu, apa aku akan kesana?


Jae Ran dan Gwi Nyeo masuk. Gwi Nyeo terus menatap ponselnya.

Jae Ran : Tampaknya Poong Do tahu ibu akan kesana. Dia menyebabkan masalah pada saat yang tepat.

Gwi Nyeo : Tidak!  Kini Poong Do kata yang paling dicari di internet.

Jae Ran : Ma Poong Do, dia benar-benar luar biasa.


Young In tambah sewot.

Young In : Kita akan bertindak sebagai perusahaan. Tutup mulut orang-orang. Pastikan ini tidak merusak reputasi perusahaan.

Young In masuk ke kamarnya.


Pil Doo menelpon seseorang sembari masuk ke ruangan kerja.

Pil Doo : Cari tahu siapa dalang konser ini. Cari tahu bagaimana Ma Poong Do bisa menjadi salah satu penampil.


Hak Kyu yang mau pulang, melihat lampu di kebun kaca berkedip2.

Hak Kyu bertanya2, apa Chung Yi belum pulang?

Hak Kyu pun bergegas menyusul Chung Yi.


Tapi dia dikagetin sama Poong Do yang tiba-tiba muncul.

Hak Kyu : Sedang apa kau di sini?

Poong Do : Apa masih banyak orang di luar?

Hak Kyu : Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi banyak reporter di luar.

Poong Do : Maafkan aku tapi bolehkah aku meminjam ponselmu?


Hak Kyu minjemin ponselnya. Poong Do mau menghubungi Ryan, tapi dia lupa nomornya.

Hak Kyu yang sadar Poong Do gak ingat nomor telepon yang mau dihubungi, menyuruh Poong Do berpikir lagi karena

Poong Do masih muda tapi tetap aja Poong Do gak ingat.

Hak Kyu pun mengambil lagi ponselnya.

Poong Do masih berusaha mengingat-ingat.

Poong Do : 010....


Hak Kyu sewot, astaga! Kau akan di sini semalaman mengatakan 010?

Poong Do : Maaf, tapi aku juga punya keluarga.

Hak Kyu mau pergi tapi Poong Do minta tolong dengan muka memelas.

Hak Kyu pun keluar, sambil mendorong gerobak yang isinya tumpukan jerami dan berjalan melewati para reporter itu.


Sementara Ji Na tiba di sebuah gang, sambil membaca artikel Chung Yi dan Poong Do di ponselnya.

Ji Na : Bukankahkah ini Chung Yi?

Ji Na kesal melihatnya.


Ji Na lalu tak sengaja menatap sebuah lampu jalan di gang itu. Lampu jalan itu seketika mengingatkannya pada Shi Joon.


Di selnya, Shi Joon duduk di lantai dengan wajah kesal melihat seorang tahanan dibully tahanan lainnya.


Pria berkacamata yang dibully, minta pria bertubuh besar yang membully nya mengembalikan inhaler nya. Tapi pria yang ngebully gak mau mengembalikan inhaler itu. Akhirnya si pria berkacamata yang sudah tidak tahan lagi, merebut paksa inhaler itu tapi saat mau memakainya, ia malah didorong dan tangannya diinjak oleh si pembully.

Kesal, Shi Joon menolong pria berkacamata itu. Ia memukul pria bertubuh besar dengan alkitab.


Pria bertubuh besar tidak terima dan mencengkram Shi Joon. Shi Joon balas mendorong pria itu.

Pria itu kemudian mengeluarkan pisau dan berniat menusuk Shi Joon, tapi Shi Joon menahan pisau itu dengan tangannya, hingga tangannya berdarah.


Pria berkacamata yang melihat itu langsung berteriak memanggil penjaga.


Hak Kyu sudah tiba di gang dekat rumahnya. Hak Kyu yang sudah tidak sanggup lagi mendorong gerobak itu, akhirnya berhenti dan menyuruh Poong Do keluar.

Poong Do pun keluar dari balik tumpukan jerami itu.


Hak Kyu : Aku tidak tahu kisahmu, tapi jangan melakukan hal buruk. Kau masih muda.

Poong Do : Bukan seperti itu. Ini hanya salah paham.

Hak Kyu mau pergi tapi Poong Do menahannya.

Poong Do beralasan, dompetnya tertinggal entah dimana dan minta Hak Kyu minjemin dia duit buat ongkos taksi.


Hak Kyu sewot tapi akhirnya dia mengeluarkan dompetnya. Tapi Hak Kyu cuma punya dua lembar saja. Hak Kyu pun menyuruhnya menunggu sebentar dan pergi.


Hak Kyu sampai di rumahnya. Deok Hee keluar kamar membawa ponsel.

Deok Hee : Kenapa larut sekali? Kau bertemu dengan Chung Yi? Apa yang dia lakukan sampai membuat kekacauan, lalu menghilang?

Hak Kyu : Kekacauan macam apa?

Deok Hee : Lihat ini. Wajahnya ada di internet.

Deok Hee nunjukin artikel Chung Yi di internet.

Hak Kyu langsung sewot.

Hak Kyu : Beraninya bedebah ini menyentuh Chung Yi? Tunggu. Si bodoh itu.

Hak Kyu langsung pergi.


Sementara Chung Yi lagi sudah berada di gang rumahnya bersama Hun Jung, Woo Yang dan anak-anak.

Hun Jung : Kau bertemu dengan dia lagi seperti ini setelah delapan tahun? Bukankah itu takdir?

Chung Yi : Hei. Itu bukan takdir. Itu karma yang sangat buruk.


Woo Yang melihat Poong Do di depan mereka.

Yang lain menoleh ke Poong Do. Tiba2 Hak Kyu datang dan mencengkram Poong Do. Mereka kaget.

Hak Kyu marah, beraninya kau menyentuh putriku! Aku akan membunuhmu.

Poong Do bingung : Kau tidak perlu meminjamiku uang. Lepaskan aku. Kenapa kau melakukan ini?


Hak Kyu meninju muka Poong Do dengan jidatnya.

Poong Do langsung jatuh.


Chung Yi kaget dan langsung menghampiri Hak Kyu.

Hak Kyu kesakitan sambil memegangi wajahnya.


Poong Do melihat darah di tangannya. Ia mendongak menatap Hak Kyu.


Chung Yi dan Hak Kyu kaget melihat hidung Poong Do berdarah.


Poong Do lebih kaget lagi melihat Chung Yi.


Bersambung....

The World Of The Married Ep 11

Sebelumnya....


In Kyu berlutut di depan Hyun Seo yang wajahnya sudah babak belur. Mereka ada di atap sebuah gedung.

In Kyu bilang, jika mereka tidak pernah bertemu Sun Woo, hidup mereka tidak akan hancur.

In Kyu lantas mengajak Hyun Seo ikut dengannya, pergi dari Gosan, setelah ia mendapatkan uang dari Tae O.

In Kyu : Mari kita pergi ke tempat dimana tidak ada yang mengenali kita dan mulai lagi dari awal, oke?

Hyun Seo menolak.


In Kyu tak rela putus dari Hyun Seo. Ia mencoba meyakinkan Hyun Seo, bahwa ia akan berubah dan tidak akan menyakiti Hyun Seo lagi

In Kyu : Jangan tinggalkan aku. Kau tidak bisa meninggalkanku

Hyun Seo : Tidak ada harapan untuk kita. Bahkan jika kita memenangkan lotre, kita masih tidak memiliki harapan. Jika aku tinggal bersamamu, hidupku akan selalu berantakan, sama seperti hari ini. Jadi tolong, berhentilah.


In Kyu menangis.

In Kyu : Tidak mau. Hyun Seo-ya.

In Kyu memegang kedua lengan Hyun Seo.

Hyun Seo menepis tangan In Kyu. Dia lalu berdiri, mengambil tasnya dan beranjak pergi.


In Kyu menangis sambil memanggil nama Hyun Seo.

Kamera lalu menyorot tato di pergelangan tangan In Kyu.

Kamera juga menyorot syal Sun Woo yang jatuh di lantai dan tertiup angin.


Sun Woo yang menemukan koper Hyun Seo, langsung menghubungi Sun Woo.

Hyun Seo sendiri sedang berlari menuruni tangga saat ponselnya berdering.

Hyun Seo tak bisa menjawab panggilan Sun Woo karena dia mendengar suara langkah.


Hyun Seo lantas turun ke bawah dan bersembunyi disana.

Tapi, ia kemudian terkejut melihat sepasang kaki pria yang mengenakan sepatu berwarna hitam menghampirinya.


Sun Woo kembali dalam stasiun dan terus mencoba menghubungi Hyun Seo.

Saat itulah, seseorang jatuh dari atap. Seisi stasiun langsung heboh.


Kamera menyorot darah yang keluar dari tubuh seseorang yang jatuh itu, juga sebuah tangan yang memegang syal Sun Woo.


Sepasang kaki pria bersepatu hitam yang tadi mendekati Hyun Seo, keluar dari atap gedung dan menuruni tangga.


Sun Woo yang masih mencoba menghubungi Hyun Seo, melihat beberapa polisi berlarian.


Sun Woo mencoba mencari tahu apa yang terjadi.

Ia syok saat melihat syalnya yang berlumur darah dan jenazah yang dimasukkan ke ambulance.


Yoon Ki tiba-tiba datang dan mengajak Sun Woo pergi. Sun Woo tak mau, ia mau memastikan jenazah itu Hyun Seo atau bukan.

"Itu laki-laki. Bukan orang yang kau cari. Tidak ada gunanya tinggal di sini, jadi ayo pergi." ucap Yoon Ki dengan wajah serius.


Kamera menyorot jenazah itu. Tangannya terkulai lemas ke bawah. Sebuah tangan yang memiliki tato di pergelangan tangannya. *In Kyu yang meninggal.


Tae O kembali ke rumahnya tapi ia tak langsung turun dari mobil.

Tae O mematikan mesin mobilnya dengan tangan gemetaran.

Lalu dia mengusap wajahnya dan terlihat noda darah di kerah bagian dalam kemejanya. *Hah? Tae O yang bunuh In Kyu?


Da Kyung belum tidur, dia sedang menunggu Tae O.

Da Kyung kemudian menatap jam di ponselnya.

Sudah jam 1 pagi. Tanggal dan hari juga tertulis di layar ponselnya. Hari itu, Hari Jumat, tanggal 3 Januari.


Da Kyung lalu mendengar suara pintu dibuka.

Da Kyung bergegas turun dan memakai mantelnya.


Dia mendengar suara dari dalam kamar mandi.

Da Kyung membuka pintu kamar mandi dan melihat leher Tae O berdarah.

Da Kyung kaget, kau terluka?

Tae O : Bukan apa-apa.


Tae O gugup, langsung keluar dari kamar mandi beranjak ke atas.

Da Kyung kebingungan menatap Tae O.


Tae O masuk ke kamarnya dan terus masuk ke kamar mandi. Tak lupa ia mengunci pintu kamar mandi.

Tae O lantas melihat kembali luka di lehernya.

Lalu kemudian dia melihat cincin pernikahannya tidak ada di jarinya.


Tae O ingat, saat tadi dia menyerang Hyun Seo. Dia curiga cincinnya terjatuh saat Hyun Seo mendorongnya.

Memang benar. Cincin itu jatuh saat itu.


Da Kyung masuk ke kamar dan menatap ke arah kamar mandi dengan ekspresi curiga.


Paginya, sambil menunggu rotinya matang, Sun Woo mikirin kejadian semalam.

Sun Woo lantas dikejutkan dengan bunyi mesin pemanggang rotinya.

Joon Young turun.


Joon Young : Ibu, apakah kau mendengar? Seseorang meninggal di Stasiun Gosan tadi malam.

Sun Woo : Siapa bilang?

Joon Young : Ada di berita. Semua orang tergila-gila di media sosial.


Sun Woo yang gugup, tidak menanggapi kata-kata Joon Young dan menyuruh Joon cepat makan.

Tapi Joon Young terus membahas kejadian itu.

Joon Young : Tetapi jika kau pergi jauh ke stasiun kereta, harusnya kau melompat ke rel. Bukankah aneh bagaimana mereka melompat dari atap?

Sun Woo : Bukankah kau mengatakan kau ujian bahasa Inggris hari ini?

Joon Young : Orang-orang berpikir itu bukan bunuh diri. Bagaimana menurutmu?

Sun Woo : Kau harus fokus kali ini.

Sun Woo duduk dan mulai sarapan dengan Joon Young.


Ye Rim yang tengah memakan rotinya sambil berdiri di dapur terkejut membaca artikel di ponselnya. Artikel itu tentang seorang pria yang tewas di Stasiun Gosan semalam.

"Seseorang jatuh dari Stasiun Gosan dan meninggal. Dia meninggal di jantung kota..."


Ye Rim menatap ke meja makan dan baru sadar kalau dia hanya sendiri sekarang.

Je Hyuk sendiri tidur di kantornya.


Da Kyung sedang berdandan. Ponsel Tae O berdering. Da Kyung berniat menjawabnya karena Tae O sedang mandi, tapi bunyinya keburu mati.

Da Kyung kemudian melangkah pergi tapi ponsel Tae O bunyi lagi. Da Kyung menoleh dan menatap ke ponsel Tae O.


Sun Woo mengetuk pintu ruangan Yoon Ki. Ia mengajak Yoon Ki bicara. Yoon Ki menyuruhnya masuk.


Tae O lagi memasang dasinya saat Da Kyung tanya, dimana dia semalam.

Tae O bilang dia di kantor.

Da Kyung : Dengan siapa?

Tae O : Sendiri.

Da Kyung :  Kapan kau meninggalkan kantor?

Tae O : Aku tidak yakin. Sekitar jam setengah satu pagi.

Da Kyung langsung terdiam dengan wajah kecewa karena tahu Tae O bohong padanya.


Ia ingat kata-kata pria suruhannya kalau Tae O meninggalkan kantor sekitar pukul setengah sebelas malam.

"Itu waktu yang dicatat pada sistem keamanan kita dan tidak ada catatan tentang dia kembali."

Flashback end...


Tae O tanya, kenapa Da Kyung nanyain itu.

Da Kyung : Kudengar seseorang meninggal di Stasiun Gosan tadi malam. Kudengar dia Park In Kyu.

Tae O kaget, bagaimana kau tahu itu?


Adegan beralih ke Sun Woo yang sedang mendengarkan penjelasan Yoon Ki.

Flashback..


Tae O keluar dari kantor sambil marah2 di telpon sama In Kyu. Setelah mematikan teleponnya, Tae O pun berkata akan membunuh In Kyu.

Yoon Ki ternyata hanya lewat di depan kantor Tae O. Ia berhenti karena melihat Tae O.


Yoon Ki mengikuti Tae O sampai ke stasiun.


Tak lama setelah Tae O masuk ke stasiun, In Kyu jatuh dari atap.

Yoon Ki melihat In Kyu jatuh.

Flashback end...


Yoon Ki : Tetapi aku mendengar seseorang jatuh dan meninggal. Dan di situlah aku melihatmu.

Sun Woo tak percaya.

Sun Woo : Kau ada di sana pada waktu kematian dan kau hanya kebetulan melihatku?

Yoon Ki mengiyakan kalau semua itu hanya kebetulan.


Tae O tanya ke Da Kyung, bagaimana Da Kyung tahu In Kyu yang meninggal.

Da Kyung diam saja.

Tae O : Kutanya bagaimana kau tahu itu dia!


Yoon Ki menjelaskan ke Sun Woo kalau dia melihat In Kyu jatuh.

Yoon Ki : Dia orangnya, yang kau laporkan membobol rumahmu dan memerasmu. Aku berpikir, tidak baik bagimu berada di tempat kejadian.

Sun Woo langsung tegang dan tanya apa Yoon Ki pikir dia yang mendorong In Kyu.

Yoon Ki : Tidak, tapi polisi tahu kau dan In Kyu punya hubungan yang tidak baik. Aku pikir sesuatu yang merepotkan mungkin terjadi nanti. Itu sebabnya aku membawamu pergi.

Sun Woo : Kau berpikir sejauh ini. Kau benar-benar pemikir cepat.


Yoon Ki : Aku cenderung seperti itu.

Sun Woo : Apa hanya itu?

Yoon Ki : Apa kau punya pertanyaan lain?


Ponsel Sun Woo berbunyi, telepon dari nomor tak dikenal.

Sun Woo menjawabnya, halo?

Tapi tak ada jawaban.

Sun Woo : Halo?


Ternyata itu Hyun Seo. Hyun Seo nelpon Sun Woo dari telepon umum.

Hyun Seo mengaku sangat menyesal dan merasa sudah merusak semuanya.

Sun Woo kaget tahu Hyun Seo yang nelpon.


Dia pun langsung beranjak keluar.

Sun Woo : Dimana kau saat ini? Apa yang terjadi?

Hyun Seo : Bukan aku. Bukan aku Dokter Ji. Dia muncul entah dari mana.

Sun Woo : Dia? Siapa?


Da Kyung memberitahu Tae O, kalau tadi polisi menghubungi Tae O dan ingin menanyai Tae O sebagai saksi karena Tae O adalah orang terakhir yang dihubungi In Kyu semalam.

Da Kyung tanya, apa itu benar.

Tae O terkejut.


Sambil menangis, Hyun Seo bilang kalau pria itu adalah Tae O.

Sun Woo syok.


Adegan berpindah pada Tae O dan Da Kyung. Tae O syok polisi mencarinya.


Sun Woo membeku. Dia syok tahu Tae O yang membunuh In Kyu.


Sekarang, Tae O sudah ada di ruangannya. Ia termenung saat akan menandatangani dokumennya, sementara karyawannya menunggu ia menandatangani dokumen itu di depannya.

Tae O akhirnya tersadar dan langsung membubuhkan tanda tangannya.

Karyawannya lalu pergi usai mengambil dokumen yang sudah ditandatangani Tae O.


Tae O kembali termenung. Pria suruhan Da Kyung terus menatapnya dari luar.


Da Kyung lagi mikirin kata-kata Sun Woo soal si taek kuceng aka Tae O yang ngikutin Sun Woo.


Lalu Da Kyung ingat saat nemuin ponsel Tae O yang isinya foto-foto Sun Woo.


Terakhir dia ingat pas Tae O bilang lagi berusaha nyingkirin Sun Woo dari hidup mereka.


Semetara Myung Sook yang lagi duduk minum teh di pantry sama Sun Woo, bilang ke Sun Woo kalau harusnya Sun Woo gak mundur semudah itu dari posisi sebagai Direktur Muda.

Sementara Sun Woo lagi mikirin Tae O yang kemungkinan besar terlibat dalam kematian In Kyu.

Myung Sook juga bilang, kalau Sun Woo tidak punya apa-apa, harusnya enggak bertingkah.

Myung Sook : Tentu harga dirimu sangat tinggi. Hanya orang lain yang mendapat manfaat dari apa yang kau lakukan.

Sun Woo : Jadi kau mau bilang aku salah menceraikannya?


Myung Sook : Apa maksudmu. Aku sedang berbicara tentang posisimu. Aku mendengar Kim Yoon Ki menolak tawaran itu. Itu disajikan kepadanya di atas piring perak. Apakah kau tahu tentang mengapa dia menolak?

Sun Woo : Jika kau sangat penasaran, tanyakan langsung pada Dokter Kong. Katakan saja kau menginginkan posisi itu.

Sun Woo nerima telepon dari Ye Rim dan pergi.


Ye Rim sendiri lagi berjalan menuju ruangan Je Hyuk. Ye Rim tanya, apa Sun Woo punya waktu untuk mengobrol.

Sun Woo bilang kalau dia lagi sibuk sekarang.

Ye Rim berhenti tepat di depan ruangan Je Hyuk dan kasih tahu Sun Woo kalau polisi menanyainya.

Flashback...


Seorang detektif menunjukkan foto In Kyu pada Ye Rim.

"Ingat pria yang masuk ke rumah Ji Sun Woo? Apakah itu dia? Kaulah yang menelepon polisi."

Ye Rim bilang dia tak yakin karena suasananya gelap waktu itu.


Lalu detektif nunjukin foto syal Sun Woo yang berlumuran darah In Kyu.

Sontak Ye Rim kaget dan ingat itu syal Sun Woo.

Flashback end...


Sun Woo masuk ruangannya dan kaget melihat sosok yang berdiri di depannya.

Ye Rim tanya ke Sun Woo dia harus ngapain. Apa harus dia berbohong pada polisi.

Sun Woo bilang ke Ye Rim kalau dia harus meriksa pasien dan langsung nutup teleponnya.


Je Hyuk muncul dari ruangan sebelah.

Je Hyuk tanya Ye Rim bilang apa ke polisi.

Ye Rim : Jangan tanya. Itu bukan urusanmu.


Ye Rim masuk ke ruangan Je Hyuk yang langsung disusul oleh Je Hyuk.

Ye Rim nyodorin surat cerai ke Je Hyuk.

Je Hyuk meletakkan cap nya ke atas tinta, lalu dia menatap Ye Rim dan berharap Ye Rim berubah pikiran tapi Ye Rim diam saja dengan wajah dingin.

Je Hyuk ngetukin capnya berkali2 ke tinta tapi tetap saja Ye Rimnya diam.


Kesal, Je Hyuk pun membubuhkan capnya.

Je Hyuk : Aku bahkan tidak berpikir untuk menyewa seorang pengacara.

Ye Rim : Jangan membuatnya terdengar seperti kau sedang membantuku. Aku lah orangnya yang memberikan apa yang kau inginkan. Aku akan membiarkanmu pergi  jadi kau bisa hidup sesukamu.


Ye Rim dan Je Hyuk rebutan surat cerai itu.

Je Hyuk : Bagaimana jika ini bukan yang aku inginkan? Lalu bisakah aku merobek ini? Aku  tidak berpikir aku bisa hidup tanpamu.

Ye Rim gak percaya dan mengambil surat cerainya lalu menyimpannya di tas.

Ye Rim : tidak perlu merasa menyesal.

Je Hyuk : Aku benar-benar serius. Saya kira kau tidak percaya padaku.

Ye Rim : Pastikan kau datang ke pengadilan.


Je Hyuk : Apa yang kau katakan kepada polisi? Apa yang terjadi?

Ye Rim : Ini bukan tentang diriku. Ini tentang Sun Woo.


Ternyata itu polisi, polisi nunjukin foto syal Sun Woo yang berdarah.

Sun Woo : Ini milikku. Aku memberikannya kepada Min Hyun Seo.

Polisi berusaha 'membaca' Sun Woo, sambil bertanya kenapa In Kyu menggenggam syal Sun Woo saat meregang nyawa.

Sun Woo : Aku tidak tahu. Aku juga ingin tahu sendiri.

Polisi : Kapan kau terakhir bertemu Min Hyun Seo?

Sun Woo : Itu di Stasiun Gosan. Dia sedang menuju ke rumah seorang teman, dan aku mengucapkan selamat tinggal padanya di sana. Saat itulah aku memberinya syal.

Polisi : Kau akan segera diselidiki sebagai saksi.

Sun Woo : Tentu saja. Aku akan sepenuhnya bekerja sama. Hubungi aku jika kau memiliki pertanyaan lain.


Rumah sakit pun heboh gegara ada polisi datang nyariin Sun Woo.


Dokter Kong lewat dan sempat papasan sama polisi yang tadi nanya-nanyain Sun Woo.

Dokter Kong tanya ke Myung Sook ada apa.

Myung Sook bilang, ada polisi yang datang.

Myung Sook : Sepertinya yang meninggal semalam di Gosan kenalannya Dokter Ji.

Dokter Kong kesal.

Dokter Kong : Kenapa dia selalu membawa masalah ke rumah sakit?

Dokter Kong mau pergi tapi Myung Sook ngajak dia bicara.


Dokter Kong gerah Myung Sook nanyain posisi Direktur Muda terus.

Myung Sook : Berdasarkan pengalaman dan tingkat kontribusi saya selama bertahun-tahun, aku pikir aku lebih dari memenuhi syarat. Aku benar-benar bekerja keras, Pak.

Dokter Kong : Aku tahu kau bekerja keras.

Myung Sook : Maka kau harus memberiku kesempatan.

Dokter Kong : Aku ingin memberimu kesempatan. Tapi kau masih sendiri. Kenapa kau begitu ambisius ketika kau bahkan tidak punya keluarga untuk diberi makan?

Myung Sook sewot, Dokter Kim juga lajang!


Dokter Kong kembali ke mejanya.

Dokter Kong : Pria dan wanita berbeda.

Myung Sook : Jadi tidak apa-apa untuk seorang pria tetapi tidak baik bagi wanita untuk menjadi ambisius? Aku tidak serakah. Aku hanya berusaha untuk bertahan hidup.

Dokter Kong : Sul, dengarkan aku.Rumah sakit sudah berantakan karena Dokter Ji. Jangan tambahkan lagi! Aku tidak suka melihat caramu bersikap seorang. Kau bertindak seolah-olah kau hanya peduli pada diri sendiri. Wanita selalu menyebabkan masalah. Ya ampun.

Myung Sook : Kau benar. Aku seorang wanita. Dan aku sendiri. Tetapi aku bekerja sama kerasnya dengan yang lain, jika tidak lebih. Karena aku tidak punya anak yang bisa aku andalkan setelah aku pensiun, dan aku tidak punya suami untuk melindungiku. Dan aku tidak percaya kau memperlakukan Sun Woo seperti ini. Kau sudah menurunkannya sehingga kau bisa mendapatkan sumbangan itu. Tapi sekarang, kau bahkan memperlakukannya seperti gangguan? Mengapa? Apakah kau pikir dia semacam penjahat karena seorang detektif datang menemuinya?

Dokter Kong : Tidak, aku tidak pernah menyebutnya penjahat.

Sun Woo : Setiap kali sesuatu terjadi di rumah sakit dia maju ke depan dan mengurus semuanya. Tapi sekarang, kau pikir dia hanya pembuat onar? Mengapa? Apakah karena dia lajang?


Dokter Kong : Dokter Sul, kenapa kau berlebihan sekali?

Myung Sook : Kalau begitu katakan padaku mengapa kau berpikir wanita adalah pembuat onar dan mengapa kau berpikir itu masalah bagi wanita untuk melajang.

Dokter Kong gak tahu harus ngomong apalagi ke Myung Sook. Dia kalah debat. LOL LOL


Myung Sook keluar dari ruangan Dokter Kong dan masuk ke ruangan Sun Woo.

Myung Sook : Hei, kita tidak punya masa depan di rumah sakit ini. Kenapa kau bercerai?

Myung Sook pergi. Sun Woo cuma bengong Myung Sook marah2.


Hyun Seo ada di sauna, lagi makai fasilitas internet yang disediakan oleh pihak sauna.

Dia mencari artikel soal kecelakaan di stasiun Gosan semalam.

Lalu Hyun Seo mau menuliskan nama In Kyu di kolom pencarian, tapi gak jadi dan ia menuliskan 'kematian di stasiun Gosan' sebagai kata kuncinya.


Di artikel itu dituliskan ada kemungkinan In Kyu dibunuh.

Hyun Seo resah.


Dua pria yang juga pengunjung sauna datang. Hyun Seo langsung menutup artikelnya dan pergi.



Hyo Jung lagi main-main sama Jenny. Lalu dia melihat Da Kyung masih duduk di ruang tamu.

Hyo Jung : Kenapa kau masih duduk di sana? Bersiaplah untuk pergi ke pertemuan itu.

Da Kyung : Kau bisa pergi tanpaku hari ini.

Hyo Jung : Hei, ingat pria yang meninggal di Stasiun Gosan? Istri Pak Cha mengatakan kepada semua orang untuk datang dan mengatakan bahwa dia tahu sesuatu.

Da Kyung :  Apa yang dia tahu?

Hyo Jung : Bagaimana aku tahu? Ayo pergi dan dengar apa itu.


Da Kyung ngeliat pembantunya turun dari lantai atas.

Lalu dia ingat leher Tae O yang terluka.


Da Kyung langsung ke atas dan merebut keranjang cucian dari pembantunya.

Da Kyung : Biar aku yang melakukannya.


Da Kyung lalu masuk ke kamar cucian dan membongkar isi keranjang. Dia nyari2 kemeja Tae O.

Da Kyung terkejut melihat noda darah di kemeja Tae O.


Lalu dia memeriksa jas Tae O dan menemukan karcis parkir Stasiun Gosan disana.


Da Kyung ingat pas Tae O bilang dia di kantor semalam.

Lalu dia ingat saat polisi nanya jam berapa Tae O pulang tadi malam.


Terakhir dia ingat sama In Kyu yang kasih tahu dia dan Tae O kalau Sun Woo gunain Hyun Seo buat mematai mereka dan In Kyu yang beranjak pergi dari rumah mereka.


Da Kyung syok.

Diluar, Hyo Jung manggilin Da Kyung.

Da Kyung nangis.


Tae O yang resah, beranjak keluar dari ruangannya dan pergi.

Pria suruhan Da Kyung menatapnya.


Sementara Joon Young sedang membereskan barang2nya karena kelas sudah selesai.

Teman Joon Young teriak, ada berita besar. Tapi pas Joon Young lewat, dia langsung berhenti bicara dan nyuruh teman-teman yang lain melihat sendiri.


Joon Young mau pergi tapi Hae Kang ngasih tahu dia berita besar itu.

Hae Kang : Aku mendengar polisi pergi untuk menanyai ibumu.

Joon Young kaget.

Teman-teman yang lain menegur Hae Kang, tapi Hae Kang bilang Joon Young harus tahu karena itu ibunya.

Joon Young : Kenapa?

Hae Kang : Pembunuhan stasiun Gosan. Kudengar yang mati adalah kekasih ibumu.


Seisi kelas langsung heboh dan ngatain Sun Woo.

No Eul ngebela Joon Young.

No Eul : Tidak semua orang yang ditanyai bersalah. Dia mungkin pasien ibu Joon Young. Terkadang mereka meminta detail saat menyelidiki suatu kasus.

Joon Young diam saja melihat No Eul membelanya.


No Eul melabrak Hae Kang.

No Eul : Berbicara tanpa tahu detailnya adalah sikap yang bodoh!


Joon Young pergi. No Eul ikutan pergi.

Seisi kelas heboh lagi. Mereka bertanya-tanya, apa Joon Young dan No Eul pacaran.

Hae Kang yang naksir No Eul, kesal dan langsung pergi.


Di halte, Joon Young mau nelpon ibunya tapi gak jadi.

Tae O kemudian datang.


Ibu2 rempong nan nyebelin mulai berkumpul ngebicarain Sun Woo. Hyo Jung tanya ke istri Pak Cha, apa hubungan Sun Woo dengan pria yang meninggal di Gosan.

Istri Pak Cha : Seorang janda dan pria yang lebih muda. Bukankah sudah jelas?


Ye Rim, Myung Sook dan istri Pak Choi kesal mendengarnya.

Myung Sook : Jangan bilang kau percaya rumor yang tidak berdasar.

Istri Dokter Kong : Mengapa itu tidak berdasar? Barang-barang Dokter Ji ditemukan di tempat kejadian.

Hyo Jung semangat, betulkah? Apakah Ji Sun Woo membunuhnya?


Ye Rim gondok.

Ye Rim : Bagaimana kau tahu bahwa?

Istri Pak Cha : Suamiku melihatnya. Sayangnya, putra kami Hae Kang dekat dengan putranya. Jadi kita harus tetap mendapat informasi. Ye Rim, kau tidak punya anak, jadi kau tidak mengerti bagaimana perasaan kita.


Istri Pak Choi : Istri Politisi harus berhati-hati, gosip jahat di atas segalanya. Istri seorang politisi tidak boleh seenaknya berbicara seenaknya.

Istri Pak Cha : Aku tidak mengatakan mengintip di tempat lain. Itu karena aku percaya semua orang di asosiasi kita.


Hyo Jung : Tentu saja. Kita harus tahu. Semua orang di sini terlibat dengan Ji Sun Woo. Selanjutnya, dia adalah anggota.

Istri Dokter Kong : Jika kami tidak dapat bertukar informasi selama waktu yang begitu penting, asosiasi akan menjadi tidak berarti.


Myung Sook : Pada kenyataannya, itu hanya kabar angin.

Istri Dokter Kong :  Ada apa denganmu hari ini? Kau terus melewati batas. Bukankah sebaiknya kau kembali ke rumah sakit, Dokter Sul?

Myung Sook : Aku mengatur jam di mana aku melihat pasienku, Bu. Aku cukup tinggi untuk melakukan itu.

Istri Pak Choi menatap Myung Sook dengan wajah senang.


Ye Rim yang juga udah muak, ngasih tahu semuanya kalau besok ia akan pengadilan dan perceraiannya akan selesai bulan depan.

Istri Pak Cha : Betulkah? Kau seharusnya membuatnya takut dan mengakhirinya. Kau bahkan tidak punya anak. Kau akan sendirian.

Istri Dokter Kong : Menyerahlah dan kembali padanya.

Ye Rim : Itu bukan tindakan untuk menakuti dia. Aku sungguh akan bercerai. Jika kau bertanya mengapa aku bercerai, aku akan memberi tahumu kapan pun kau mau. Jadi tolong jangan berimajinasi kemana-mana.


Ye Rim kemudian berdiri.

Ye Rim : Aku akan pergi sekarang. Kau dapat berbicara tentangku dengan bebas.

Setelah Ye Rim pergi, Myung Sook ikutan pergi.


Istri Pak Choi senang :  Aku kira grup ini juga hampir selesai.


Myung Sook mengejar Ye Rim.

Ye Rim : Jika kau coba menghentikanku, jangan repot-repot.

Myung Sook : Kenapa aku harus menghentikanmu? Itu sangat katarsis. Kau hebat.

Ye Rim tersenyum. Myung Sook mengajaknya minum.


Joon Young makan dengan lahap sama ayahnya. Sang ayah nanyain ibunya.

Tae O : Apakah dia pergi bekerja hari ini?

Joon Young : Tentu saja dia melakukannya.

Tae O : Jam berapa dia pulang tadi malam? Apakah dia pulang terlambat?

Joon Young : Kenapa kau terus bertanya?

Tae O : Tentu saja aku harus bertanya. Aku perlu tahu apakah dia melakukan pekerjaan dengan baik atau tidak membesarkanmu.


Joon Young langsung kehilangan selera makannya..

Tae O : Apa yang salah? Joon Young-ah.


Joon Young meledak.

Joon Young : Mengapa kau bercerai? Mengapa kau kembali? Kau lah masalahnya! Kaulah yang menipu dan meninggalkan kami! Kaulah yang menikah sesuka hati! Kaulah yang salah! Urus masalahmu sendiri. Berhenti menggangguku!


Joon Young pergi.

Tae O terdiam.

*I love you naaaak! Akhirnya ni bocah mulai muak ama bapaknya.


Sun Woo yang mau masuk mobilnya, dihubungi Yoon Ki tapi Sun Woo tak menjawab.


Yoon Ki yang ternyata ada di depan Sun Woo, hanya tersenyum melihat Sun Woo mengabaikan panggilannya.


Yoon Ki mau pergi tapi dia kemudian melihat seseorang mengikuti mobi Sun Woo.


Sun Woo tak sadar diikuti pria suruhan Da Kyung.


Sun Woo kemudian membelokkan mobilnya.

Pria itu juga ikut berbelok tapi mobil Yoon Ki tiba2 datang dan menghentikannya.

Pria itu kesal dan melabrak Yoon Ki.

Yoon Ki : Aku beberapa kali melihatmu dengan Pimpinan Yeo. Apa yang coba kau lakukan? Kenapa kau mengikuti Ji Sun Woo.

Pria itu pura2 gak tahu apa maksud Yoon Ki.


Yoon Ki mulai kesal.

Yoon Ki : Ini menarik. Apa kejadian itu ada hubungannya dengan Pimpinan Yeo?

*Pak Psikiater kek nya suka beneran ama Bu Dokter.


Sun Woo pergi ke sebuah kabin di tengah hutan untuk bertemu Hyun Seo. Mereka duduk di lantai. Hyun Seo cerita, kalau In Kyu mengancam Tae O juga meminta uang.

Flashback...


Memang benar, Tae O lah yang mendatangi Hyun Seo dibawah tangga. Tae O mencengkram Hyun Seo dan tanya dimana In Kyu. Tapi Hyun Seo yang masih kaget dan ketakutan, diam saja. Tae O tambah marah.

Tae O : Dimana Park In Kyu. Aku akan membunuhnya, jadi cepat katakan di mana dia!

Hyun Seo : Lepaskan aku!

Flashback end...


Hyun Seo bilang, dia terpaksa ngasih tahu In Kyu ada di atap karena takut.

Flashback..


Setelah tahu In Kyu di atap, Tae O langsung ke atap.


Hyun Seo ketakutan.


Kamera lalu menyorot cincin pernikahan Tae O yang jatuh usai mencengkram Hyun Seo.

Flashback end...


Hyun Seo berkata, dia tak pernah mengira Tae O benar-benar akan membunuh In Kyu.

Flashback...


In Kyu jatuh dari atap tak lama setelah Tae O menyusul In Kyu.

Flashback end...


Hyun Seo yakin Tae O yang membunuh In Kyu.

Sun Woo tak yakin. Sun Woo bilang, Hyun Seo tidak melihat sendiri Tae O mendorong In Kyu.


Hyun Seo nangis dan berkeras itu Tae O.

Sun Woo : Tapi apa orang-orang akan percaya padamu?

Hyun Seo : Aku tahu. Aku tidak punya uang atau koneksi, jadi siapa yang akan mempercayaiku? Itu sebabnya aku lari. Aku berlari seperti pengecut. Polisi pasti mencariku juga. Jika mereka tahu aku bersamanya sampai saat terakhir, apa yang akan terjadi padaku?

Sun Woo : Kau akan dirugikan karena kau bertengkar dengannya.

Hyun Seo : Bukan aku. Itu Lee Tae O.

Sun Woo : Tae O memiliki Pimpinan Yeo di belakangnya. Dia akan mencoba menghentikan Tae O setidaknya demi putrinya. Akan lebih baik untuk tidak mengambil tindakan gegabah.


Hyun Seo mendekati Sun Woo dan menunjukkan cincin Tae O.

Hyun Seo : Orang tidak akan percaya padaku tapi mereka akan mempercayaimu.


Hyun Seo lalu memberikan cincin itu ke Sun Woo.

Hyun Seo bilang, dia mau Sun Woo yang menjaga cincin itu karena dia percaya pada Sun Woo.


Hyun Seo menatap Sun Woo penuh harap.

Hyun Seo : Kau akan membantuku bukan?

Sun Woo : Sampai aku memanggilmu tetap di sini dan jangan biarkan orang melihatmu. Kau mempercayaiku, bukan?


Tangis Hyun Seo deras lagi.

Sun Woo menghapus tangis Hyun Seo.


Sun Woo pulang dan ngeliat Tae O di depan rumahnya.

Tae O langsung nyamperin Sun Woo dengan muka panic.

Sun Woo tanya Tae O mau ngapain ke rumah dia. Tae O bilang mau makan malam dengan Joon Young.

Tae O lalu tanya kenapa Sun Woo pulang terlambat.

Tae O bilang dia dihubungi polisi dan polisi menanyainya.

Tae O : Kau ada di Stasiun Gosan kemarin, kan? Aku melihatmu.

Sontak lah Sun Woo kaget denger Tae O ngomong gitu.

Flashback...


Tae O keluar dari pintu darurat dan ngeliat Sun Woo.

Saat itu, posisi Sun Woo sedang berusaha menghubungi Hyun Seo.

Flashback end...


Sun Woo : Kenapa? Kau sedang mencoba menjebakku sebagai pembunuh sekarang?

Tae O : Jaga ucapanmu! Kau ibunya Joon Young!

Sun Woo : Aku senang kau mengatakan itu. Aku ibunya Joon Young dan kau ayahnya! Jadi jujurlah padaku. Park In Kyu, kau yang melakukannya, kan? Seseorang melihatmu pergi ke atap.

Tae O : Siapa bilang? Jangan bilang Min Hyun Seo mengatakan itu. Apakah kalian berdua bekerja sama untuk menjebakku?

Sun Woo : Mengapa aku melakukan itu?

Tae O : Karena kau yang melakukannya. Kau membunuh Park In Kyu. Apakah aku salah?


Sun Woo : Kaulah yang pergi ke atap setelah menakuti Hyun Seo. Setelah itu, Park In Kyu jatuh.

Tae O : Dia sudah di tanah ketika aku pergi ke sana. Entah Min Hyun Seo membunuhnya atau kau membunuhnya bersamanya.

Sun Woo : Menurutmu itu masuk akal?

Tae O : Kau mau bilang aku salah?

Sun Woo : Kau salah!

Tae O : Bisakah kau bersumpah atas nama Joon Young?

Sun Woo : Jangan buat Joon Young terlibat dalam hal ini. Aku tidak pantas mendapatkan ini karena aku tidak melakukan kesalahan.

Tae O : Bukan aku juga. Memang benar aku pergi ke sana dengan geram, tapi bukan aku yang melakukannya. Oke?

Sun Woo : Oke.


Tae O : Tak satu pun dari kita yang melakukannya. Oke? Itu pasti Min Hyun Seo, kalau begitu. Anggap saja dia yang melakukannya.

Sun Woo : Kau gila? Apa kau mau mengorbankan gadis malang itu agar kau bisa lolos dari situasi ini? Kau mau menjebaknya sebagai pembunuh?

Tae O : Kau tidak mengerti?


Tiba2, sebuah mobil berhenti di depan rumah Ye Rim. Myung Sook turun dari mobil dalam keadaan mabuk berat.

Myung Sook bilang kalau dia senang bertemu Tae O.


Tae O berbisik, minta Sun Woo memikirkan yang terbaik untuk Joon Young.

Myung Sook mendekati Tae O sambil ngomel-ngomel, nagih janji Tae O yang mau ngasih dia posisi Direktur Muda.

Ye Rim mengejar Myung Sook. Ye Rim setengah mabuk.

Tae O pergi.


Myung Sook langsung membuka sepatunya dan mau melempar Tae O tapi bukan melempar dengan benar, dia malah nyampakin sepatu dan tasnya ke sembarang arah. Ye Rim tertawa dan bilang Myung Sook sangat imut.


Myung Sook dan Ye Rim mendekati Sun Woo.

Myung Sook : Kenapa dia ada di sini? Apakah dia datang ke sini untuk membuatmu gelisah lagi?


Sun Woo di rumah Ye Rim, nelpon Joon Young. Sun Woo bilang, dia harus mengobrolkan sesuatu dengan temannya.

Joon Young yang berdiri di depan jendela di depan kamarnya, terlihat kecewa.

Sun Woo : Apa kau punya banyak pekerjaan rumah? Kau mau aku membuatkanmu cemilan?


Joon Young masuk ke kamarnya dan bilang kalau dia tidak butuh.

Sun Woo : Apa makan malammu dengan ayah menyenangkan?

Joon Young : Iya.

Sun Woo : Tidurlah lebih awal jika kau lelah. Jangan khawatir. Aku akan mencari tahu.

Selesai bicara, Joon Young membanting ponselnya ke meja.

*Naak mau kamu apaan sih? Mak mu belum pulang, elunya sewot. Mak mu pulang cepet, lu nya sewot juga.


Myung Sook minta Sun Woo membiarkan Joon Young.

Myung Sook : Dia di kelas delapan. Biarkan saja dia. Tidak ada gunanya khawatir tentang dia. Dia hanya akan berpikir kau mengomel.

Ye Rim : Dia benar, Sun Woo-ya.. Datang ke sini dan minum.


Sun Woo mendekat dan tanya kenapa mereka mabuk-mabukan.

Myung Sook : Kami tidak lagi menjadi bagian dari asosiasi wanita. Jadi, kami minum untuk merayakan.

Sun Woo : Apa yang baru saja kau katakan?

Myung Sook : Dia akan bercerai.


Sun Woo kaget dan langsung menatap Ye Rim.

Ye Rim sok kuat.

Ye Rim : Kami berdua menandatangani surat-surat itu. Dan kam akan pergi ke gedung pengadilan besok. Pernikahan kami akhirnya akan berakhir dalam sebulan.

Sun Woo terus menatap Ye Rim. Dia tahu Ye Rim terluka.

Ye Rim : Jangan lihat aku seperti itu. Aku sangat senang sekarang.


Ye Rim akhirnya nangis.

Myung Sook : Kenapa kau menangis! Bahkan Sun Woo berusaha keras untuk bertahan di sana.

Ye Rim : Aku terkejut dengan betapa mudahnya itu. Ini sangat sia-sia. Yang perlu aku lakukan hanyalah menandatangani selembar kertas. Kenapa aku menyiksa diriku dengan berusaha melindungi pernikahan ini? Apakah pernikahan tidak berarti? Maksudku, tidak ada yang tersisa. Pernikahanku sudah berakhir, dan aku sendirian sekarang. Apakah tidak ada gunanya menikah?


Sun Woo terdiam.

Myung Sook : Betapa hebatnya jika kau bisa melupakan seseorang dengan mudah. Kuatkan dirimu.

Sun Woo : Mengakhiri hubungan tidak akan semudah yang kau pikirkan. Setidaknya begitulah denganku.


Myung Sook : Apapun kasusnya, aku sangat senang kalian lajang sekarang.

Myung Sook menatap Ye Rim.

Myung Sook : Kau berhenti menangis dan kau...

Myung Sook menatap Sun Woo.


Myung Sook : Jangan sampai kalah. Dan bagiku, aku akan terus menjadi keren.

Myung Sook duduk di lantai dan mulai berpose.

Sontak, Sun Woo dan Ye Rim ketawa melihatnya.

Mereka lalu bersulang.


Kemudian, Myung Sook meminta Sun Woo hati-hati.

Myung Sook : Orang mengira kaulah yang membunuh pria itu di Stasiun Gosan.

Ye Rim pun menatap Sun Woo. Sun Woo cuek dan meminum wine nya.

Myung Sook : Kapan kau peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain? Berpura-pura lah seperti kau tidak melakukannya bahkan jika kau melakukannya. Dan kau harus menjadi Direktur Muda lagi! Dapatkan semua yang kau inginkan dan jadilan seorang ratu! Kita yang terbaik.


Sun Woo pulang dan mendapati Joon Young masih bangun.

Sun Woo memegang tangan Joon Young.

Joon Young : Kau tahu pria yang meninggal di Stasiun Gosan, kan?

Sun Woo : Siapa yang memberitahumu itu?

Joon Young : Kudengar ada polisi yang menemuimu. Teman-temanku memberi tahuku di sekolah.

Sun Woo : Dia adalah pasienku. Itu sebabnya seorang polisi datang menemuiku.

Joon Young : Kau tidak membunuhnya, kan?

Sun Woo : Tentu saja tidak.


Joon Young : Lalu mengapa orang mencurigaimu?

Sun Woo : Mereka bosan. Mereka hanya orang-orang yang senang berbicara di belakang orang. Aku yakin kau juga punya beberapa teman seperti itu.

Joon Young : Tapi kebanyakan tentang orang yang sama. Mengapa kau tidak bisa menjalani kehidupan yang nyaman? Mengapa kau tidak bisa normal seperti ibu lainnya? Dan bagaimana dengan aku? Kenapa aku harus hidup seperti ini? Aku bahkan tidak melakukan kesalahan. Aku tidak pernah menyuruhmu bercerai. Aku tidak pernah menyuruh ayah menikah lagi?  Aku tidak pernah menginginkan itu.

Sun Woo : Ini semua untukmu dan ayahmu.


Sun Woo memegang pipi dan tangan Joon Young.

Joon Young yang kecewa pada ibunya, melepaskan pegangan ibunya dan beranjak ke kamarnya.

Sun Woo tambah terluka.

Sun Woo : Dia baru saja datang untuk melihat Joon Young.


Da Kyung lagi main golf sama ayahnya.

Usai memukul bola, caddy mengambil stik Da Kyung dan pergi.


Da Kyung jalan dengan ayahnya.

Pimpinan Yeo : Rasanya seperti kau mulai dari nol lagi.

Da Kyung : Aku tidak banyak berlatih karena Jenny.

Pimpinan Yeo : Aku akan mengganggumu untuk bermain begitu cuaca membaik.

Da Kyung : Aku suka itu. Kau sebaiknya menepati janjimu.

Pimpinan Yeo : Kau baik-baik saja dengan Tae O?

Da Kyung : Setiap kali kau menanyakan itu, aku merasa seperti sedang menunggu nilaiku.

Pimpinan Yeo : Benarkah? Maafkan aku.

Da Kyung : Hal-hal tidak selalu bisa menjadi hebat. Aku akhirnya menyadari itu setelah aku menikah. Aku tidak tahu itu sebelumnya.


Pimpinan Yeo : Kau bisa putus dengannya kapan pun kau mau. Aku akan menjagamu dan Jenny.

Da Kyung : Aku tahu kau masih tidak menyukai Tae O. Aku tahu itu. Aku ingin bertanggung jawab atas pilihan yang kubuat. Aku tidak ingin ayah dan ibu kesulitan karena pernikahanku.  Seorang ayah berarti segalanya bagi seorang anak perempuan. Dan Jenny harus punya ayah. Kau mengerti maksudku, bukan?

Pimpinan Yeo : Tidak.

Mereka tertawa. Pimpinan Yeo ngajak Da Kyung main lagi.


Ye Rim yang baru saja bangun, turun ke bawah. Dia mengambil remote TV, tapi terkejut melihat ada orang di sofanya.

Ternyata itu Je Hyuk yang tertidur di sofa.


Kesal, Ye Rim meraih ponselnya dan mendekati Je Hyuk. Dia lantas membunyikan alarmnya dan mengarahkan ponselnya ke Je Hyuk.

Je Hyuk pun langsung bangun.

Ye Rim : Jam berapa ini? Kau gila? Kenapa tidur disini.

Je Hyuk : Aku pasti memberitahu alamat yang salah ke pengemudi.

Ye Rim beranjak pergi.


Je Hyuk menyusul Ye Rim dan minta dibikinin sup hangover.

Ye Rim membuka kulkas dan mengambil jus.

Ye Rim menuangkan jusnya ke gelas.

Ye Rim : Aku senang tidak harus memasak pagi-pagi. Berhentilah bicara omong kosong dan minum saja air putih.


Tapi Je Hyuk ngambil jusnya Ye Rim. Ye Rim melotot.

Je Hyuk menjelaskan ke Ye Rim, kalau ia tidak tahu tidur di rumah Ye Rim.

Je Hyuk : Tapi aku tidur nyenyak semalam.

Ye Rim : Bukankah kau harus pergi bekerja?

Je Hyuk minum jusnya.


Je Hyuk : Tapi aku harus mampir ke kantor Ji Sun Woo dulu.

Ye Rim : Kenapa?


Jadilah pagi itu, Je Hyuk dan Ye Rim ke rumah sakit nemuin Sun Woo.

Je Hyuk : Salah satu teman sekolahku adalah seorang polisi. Ini bukan yurisdiksinya. Dia bekerja di tempat lain. Bagaimanapun, aku minum dengannya sampai larut malam dan menemukan sesuatu. Ini sangat aneh.

Sun Woo : Aneh? Bagaimana?

Je Hyuk : Stasiun Gosan memiliki kamera di semua tempat. Tapi server sedang diperiksa hari itu, jadi mereka tidak punya rekaman. Dari siang hingga tengah malam. Selama 12 jam penuh.

Sun Woo : Dari semua hari, itu ketika mereka melakukan inspeksi?

Je Hyuk : Tidak. Itu karena kesalahan yang tiba-tiba. Itu tidak dijadwalkan. Itu sebabnya polisi tidak bisa menyimpulkan itu bunuh diri. Karena sepertinya mencurigakan.


Ye Rim curiga itu ulah Pimpinan Yeo. Je Hyuk tak yakin, tapi Ye Rim yakin.

Ye Rim : Terus terang, di kota kecil seperti ini seseorang dengan wewenangnya dapat melakukan banyak hal. Kau tahu itu. Untuk Pimpinan Yeo, akan sangat mudah untuk mengendalikan Kepala Polisi dan menghindari surat perintah. Apakah kau tidak setuju?


Dan ya, Ye Rim memang benar.

Pria mata-mata keluarga Pimpinan Yeo, memberikan rekaman asli Stasiun Gosan ke Pimpinan Yeo.

"Ini asli Tidak ada salinan."

"Kau dan aku harus merahasiakan ini sampai mati. Bagaimana dengan Da Kyung?"

"Dia tidak banyak bicara setelah bertanya jam berapa Pak Lee meninggalkan kantor."

"Dia tidak pernah bisa mengetahuinya. Kita harus mengubur ini setenang mungkin. Mengerti?"


"Apakah anda pikir mengubur itu yang terbaik untuknya?"

Pimpinan Yeo tak menjawab dan hanya menatapnya.

"Maaf, Pak."

"Tidak tidak. Kau tidak sepenuhnya salah. Mari kita putuskan mana yang terbaik setelah menonton ini."

"Apa yang harus kita lakukan tentang Ji Sun Woo?"


Adegan berpindah pada Sun Woo yang sedang memegang cincin Tae O sambil memikirkan kejadian itu.


Di kabin, Hyun Seo gelisah nungguin telepon dari Sun Woo.


Yoon Ki juga sedang memikirkan kejadian di Gosan.

Yoon Ki lantas meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.


Sementara Tae O lagi makan siang dengan Da Kyung, tapi Da Kyung terlihat pucat.

Tae O juga tampak tidak nyaman.

Da Kyung : Apa ada yang salah? Apa ada yang kau pikirkan?

Tae O : Tidak. kau tidak perlu khawatir.

Da Kyung : Kau memiliki sesuatu hal yang seharusnya aku tidak perlu tahu.

Tae O : Kepalaku berputar karena Park In Kyu.

Da Kyung kayak mau nangis.

Da Kyung : Kenapa? Kau bilang tidak ada hubungannya dengan itu.


Tae O : Aku mungkin harus membawa Joon Young.

Da Kyung : Kau sangat jahat. "Tidak. Tidak mungkin. Sebaiknya tidak." Apakah kau tahu apa yang aku katakan pada diri sendiri berkali-kali dalam sehari untuk bertahan? Tetapi yang kau bicarakan hanyalah Joon Young!

Tae O : Apa yang kau bicarakan?

Da Kyung : Di mana cincin kawinmu? Apa kau memutuskan tidak memakainya lagi?  Apa noda darah di bajumu? Mengapa kau di Stasiun Gosan malam itu? Katakan padaku. Apa yang terjadi di Stasiun Gosan malam itu?

Tae O terdiam. Da Kyung akhirnya nangis dan beranjak pergi.


Tae O nyusul Da Kyung.

Tae O : Aku mengerti kenapa kau seperti ini, tapi itu bukan aku. Aku tidak melakukannya. Ya, aku berada di Stasiun Gosan

pada waktu itu. Tapi aku bahkan tidak melihat orang itu. Pada saat aku sampai di sana, dia sudah di tanah.

Da Kyung : Pergi dan beri tahu polisi itu.

Tae O : Tidak ada gunanya.  Ji Sun Woo ada di sana.

Da Kyung : Apa maksudmu? Kau mau bilang dia membunuhnya?

Tae O : Aku tidak tahu pasti. Namun, aku curiga. Entah Min Hyun Seo yang melakukannya atau mereka melakukannya bersama. Kemudian mereka mengirim aku ke atap untuk menjebakku.

Da Kyung : Mengapa kau tidak memberi tahu polisi?


Tae O : Dia adalah ibu Joon Young! Bagaimana aku bisa menjadikan ibu putraku seorang pembunuh?

Da Kyung : Apa kau akan melindungi pembunuh karena dia adalah ibunya Joon Young?

Tae O : Ayo bawa Joon Young pulang dulu.  Maaf aku tidak bisa jujur denganmu karena aku tidak ingin kau khawatir. Tapi itu benar-benar bukan aku. Tolong percayalah padaku, Da Kyung.

Da Kyung : Buat aku percaya padamu.


Hyun Seo nunggu Sun Woo di depan rumah sakit. Pas Sun Woo keluar, dia gak nyamperin Sun Woo. Sun Woo yang gak sadar ada Hyun Seo disana, berjalan melewati Hyun Seo.


Yoon Ki dan Pimpinan Yeo sedang ada di restoran.

Yoon Ki : Mengapa kau mengikuti Ji Sun Woo?

Pimpinan Yeo : Apa yang kau lakukan Dokter Kim?

Yoon Ki : Aku melihat Lee Tae O malam itu.

Flashback...


Yoon Ki ke stasiun, mencari Tae O usai kejadian In Kyu jatuh dari atap. Yoon Ki kemudian melihat Tae O.

Flashback end...


Yoon Ki : Aku harap kau tidak akan mengacaukan Sun Woo hanya untuk menutupi kejahatan menantumu. Jika itu yang kau rencanakan, aku harus memberitahu semua orang apa yang aku lihat juga.


Sun Woo tiba di restoran. Hyun Seo mengikutinya.


Pimpinan Yeo : Apa yang ingin kau katakan?

Yoon Ki tak menjawab dan menyuruh seseorang diluar.


Sun Woo kemudian masuk.

Pimpinan Yeo kaget melihat Sun Woo.


Hyun Seo mencoba mencari tahu Sun Woo mau ketemu sama siapa. Ia kaget melihat Sun Woo ketemuan sama Pimpinan Yeo.

Hyun Seo salah paham. Hyun Seo yang salah paham, kemudian pergi.


"Apakah kau ingin menjebakku sebagai pembunuh?" tanya Sun Woo sambil makan.

"Jika kita melihat keadaan dan saksi, Tae O lebih dirugikan daripada aku." ucap Sun Woo lagi.

"Sebenarnya koneksiku di Gosan sangat sedikit. Aku bukan orang yang cukup kuat untuk memanipulasi kasus. Mengapa aku melakukan itu?" jawab Pimpinan Yeo.

"Kenapa ya tidak ada rekaman keamanan sejak hari itu?" tanya Sun Woo.

"Aku bukan dari polisi. Bagaimana aku tahu tentang itu?" jawab Pimpinan Yeo.


"Maka kita hanya akan periksa rekaman keamanan stasiun mulai hari berikutnya untuk melihat siapa yang mengambil rekaman itu. Mereka pasti memiliki catatannya."

Pimpinan Yeo kaget menatap Sun Woo.


Tae O yang hendak pulang malah didatangi polisi. Polisi minta Tae O ikut dengannya.


Pimpinan Yeo tanya, Sun Woo mau apa.

Sun Woo : Baik Tae O dan aku seharusnya tidak menjadi pembunuh. Karena Park In Kyu bunuh diri.


Yoon Ki kaget tahu In Kyu bunuh diri.


Ponsel Sun Woo berdering, telepon dari Sun Woo.

Hyun Seo : Aku di kantor polisi. Maaf aku membuatmu pergi ke tempat seperti itu. Aku memutuskan untuk tidak menjadi gangguan bagimu lagi. Mulai dari sekarang, aku akan mengurus masalahku sendiri.

Sun Woo kaget.


Tae O menghubungi Da Kyung.

Da Kyung yang lagi nidurin Jenny memilih tidak menjawab panggilan Tae O.


Tae O juga nelpon Pimpinan Yeo tapi teleponnya di-reject.

Pimpinan Yeo menatap Sun Woo.

"Sepertinya ada masalah dengan rencanamu, Dokter Ji." ucap Pimpinan Yeo.


Sun Woo tak menjawab dan hanya menatap tajam Pimpinan Yeo.

Bersambung.....