• Sinopsis Wonderful World Episode 1-16

    Kim Nam Joo dan Cha Eun Woo memiliki rasa sakit yang sama akibat kehilangan seseorang yang sangat berharga bagi mereka.

  • Duis non justo nec auge

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

The Great Show Ep 3 Part 1

Sebelumnya...


Dae Han sedang membetulkan pintu kamar anak2 yang dirusak kedua preman tadi. Sambil sesekali ia melirik Soo Hyun yang syok berat tahu Dae Han adalah ayah Da Jung.

"Sampah yang mengusir kalian usai melihat bagaimana kalian hidup adalah Wi Dae Han?" tanya Soo Hyun sekali lagi ke Da Jung.

"Aku tidak mengusirnya. Aku datang untuk mengurus mereka." jawab Dae Han.

"Aku tidak tahu dan sangat bodoh." ucap Soo Hyun.

"Maafkan aku." ucap Da Jung ke Soo Hyun.

"Kenapa kau meminta maaf? Si pembohong tidak tahu malu itu yang seharusnya meminta maaf." jawab Soo Hyun.

"Aku tidak akan berada di sini jika tidak tahu malu." ucap Dae Han.


Soo Hyun lantas mendekati Dae Han. Ia tambah panas.

Soo Hyun : Kau sebut itu alasan? Kau monster. Dia anakmu. Teganya kau...  khususnya orang yang kehilangan ibu dan mengurus adik-adiknya. Bagaimana bisa kau mengusirnya?

Dae Han : Itu sebabnya aku di sini. Menjadi manusia yang baik. Aku akan menerima dan membesarkan Da Jung dan saudara-saudaranya.


Tak : Seperti kami mau tinggal dengan anda saja.


Dae Han lalu mendekati Da Jung.

Dae Han : Bawa adik-adikmu. Mari hidup bersama mulai sekarang.

Da Jung : Kenapa anda tiba-tiba berubah pikiran? Anda sudah mendapatkan hasil tes DNA?

Dae Han : Ya.


Soo Hyun makin kaget.

Soo Hyun : Kau sudah menjalani tes DNA?


Dae Han : Cukup. Dengar. Sejujurnya, kurasa aku belum pantas dipanggil ayahmu. Aku akan mencoba menjadi wali legalmu. Aku tidak tahu sebaik apa aku nanti, tapi tetap saja.

Da Jung : Terima kasih untuk hari ini. Ini sudah larut. Sebaiknya anda pulang. Aku akan bicara dengan saudara-saudaraku apa kami akan pindah ke rumah anda.

Dae Han : Apa yang harus dibahas...

Da Jung : Anda mengusir kami sekali. Apa yang bisa menjamin anda tidak melakukannya lagi?


Sekarang, Dae Han dan Soo Hyun sudah di perjalanan pulang. Soo Hyun yang lagi panas, enggan bicara dengan Dae Han. Dae Han menatap Soo Hyun dan menyuruhnya bicara.

Dae Han : Kaubisa mengutukku.

Soo Hyun : Ini menyesakkan. Itu sebabnya aku tidak bicara. Agar kau bisa mati sesak.


Da Jung mondar mandir memikirkan tawaran Dae Han. Da Jung lantas menatap Tae Poong dan Song Yi yang sedang asyik menggambar. Da Jung kemudian duduk.

Da Jung : Siapa mau tinggal dengan Pak Wi? Angkat tangan.

Da Jung, Tae Poong dan Song Yi mengangkat tangan mereka, tapi tidak dengan Tak. Da Jung fikir, Tak takut diusir lagi. Da Jung menenangkan Tak. Ia bilang, Dae Han sudah berjanji di depan Soo Hyun.


Tak : Dia ayah kakak, bukan ayahku.

Da Jung : Bukankah kau adik kakak? Jika dia ayah kakak, dia juga ayahmu.

Tak : Tinggallah bersamanya. Aku akan hidup sendiri.


Tak kemudian berdiri. Ia mau pergi tapi Da Jung menghentikannya dan menatapnya tegas.

Da Jung : Kakak kepala keluarga ini karena ibu dan ayah sudah tiada.

Tak : Yang benar saja.

Da Jung : Mari kita pindah dengan Pak Wi. Setelah kita hidup bersama...

Tak beranjak pergi.


Da Jung berteriak kesal.


Tak main game di warnet. Tapi kemudian, jarinya berhenti memencet2 keyboard dan wajahnya berubah kesal. Ya! Ia teringat kata2 Dae Han pada Da Jung, sebelum mereka keluar dari rumah Dae Han.


Ternyata Tak sempat menguping pembicaraan Dae Han dan Da Jung.

Dae Han : Meski aku ayah kandungmu, aku sama sekali tidak berhubungan dengan adik-adikmu. Aku tidak punya kewajiban menampung mereka.

Itulah yang membuat Tak menolak tinggal dengan Dae Han.


Dae Han duduk di depan akuariumnya dan bicara sendiri.

Dae Han : Aku melakukan hal yang benar, bukan? Bagiku dan bagi mereka. Ini pilihan terbaik.

-Episode 3, Harga Sebuah Keluarga-


Joon Ho pulang ke rumah dan melihat ayahnya sedang memberi makan anjing mereka.

Joon Ho mendekat.

Joon Ho : Bukankah sudah terlalu larut untuk memberinya makan?

Kyung Hoon : Dia tidak peduli dengan waktunya. Dia makan setiap kali kau menyuapinya. Publik terkadang sama sepertinya. Mereka mengambil apa pun yang kita berikan. Itu sebabnya populisme sangat berbahaya.

Joon Ho : Bukankah lebih berbahaya menganggap orang sebagai hewan yang tidak bijaksana?

Kyung Hoon : Ya, begitulah caramu harus berbicara. Itu yang disukai rakyat.


Joon Ho : Aku selalu bertanya-tanya. Kenapa ayah terjun ke dunia politik?

Kyung Hoon : Apa inti pertanyaanmu?

Joon Ho : Orang-orang, abu, dan aku... keterlibatan ayah dalam politik tidak membuat siapa pun bahagia.

Kyung Hoon : Bahagia. Orang mengoceh soal itu karena mereka tidak kelaparan. Karena orang seperti ayah adalah politisi yang baik, negara ini menjadi kenyang dan hangat.

Joon Ho : Ibu sudah pulang?

Kyung Hoon : Belum. Entah ke mana dia selalu pergi.

Joon Ho : Karena ibu tidak ada di sini, bagaimana jika bertarung antar pria?

Kyung Hoon : Kedengarannya bagus.


Dae Han dan Bong Joo bicara di tepi Sungai Han.

Bong Joo : Apa rencanamu dengan mengasuh anak-anak?

Dae Han : Aku akan memanfaatkan media. Aku jadi ayah dengan menerima anak yang bisa dibilang yatim piatu. Media akan menyukainya.

Bong Joo : Dia bukan putri kandungmu. Dia orang asing secara legal dan biologis. Orang-orang akan berpikir itu aneh, bukannya mengharukan.

Dae Han : Itu risiko yang harus kuambil. Dan kau tahu aku tidak bisa kembali sampai kehilangan citra durhaka.

Bong Joo : Tetap saja, ini tidak benar. Nyawa anak-anak dipertaruhkan.

Dae Han : Aku tidak melakukan ini hanya untukku. Anak-anak membutuhkan wali legal.

Bong Joo : Bagaimana jika ayah mereka yang hilang kembali?

Dae Han : Bahkan lebih baik. Aku akan membersihkan citraku dan bisa menyerahkan anak-anak kepada ayah mereka.


Bong Joo : Haruskah kau bertindak sejauh ini?

Dae Han : Aku menjadi sopir pengganti hari ini dan kliennya adalah Kang Joon Ho.

Bong Joo : Apa? Sungguh?

Dae Han : Dan aku mengalami kecelakaan saat mengemudikan mobilnya.

Bong Joo : Ini jauh lebih buruk daripada saat pria itu memuntahimu.

Dae Han : Mungkin aku akan mati di tempat karena dipermalukan. Harga diriku begitu tinggi, sampai aku amat tersiksa,

Dae Han lalu teringat kata2 Joon Ho.

Joon Ho : Aku tahu aku bisa melakukannya lebih baik darimu. Politik.


Bong Joo :  Itu benar. Mungkin dia akan sukses.

Mendengar itu, Dae Han sewot.

Dae Han : Apa itu tadi? Kalau begitu, jadilah ajudannya. Berandal. Kau mau nomor teleponnya?

Bong Joo : Tidak. Kami punya pandangan politik yang berbeda.

Dae Han : Lalu?

Bong Joo : Apa maksudmu lalu?

Dae Han : Bagaimana bisa aku diam saja setelah mendengar itu? Aku akan memberinya pelajaran. Aku tidak tahu soal hal lain, tapi aku menolak membiarkannya bergabung dengan Majelis Nasional.


Joon Ho bermain mahjong dengan ayahnya.

Joon Ho : Sesuatu yang menarik terjadi hari ini. Aku memanggil sopir pengganti dan Wi Dae Han muncul.

Kyung Hoon : Benarkah?

Joon Ho : Tapi dia mengatakan hal aneh.

Kyung Hoon : Apa katanya?

Wajah Joon Ho mulai berubah serius.

Joon Ho : Saat kami SMA, toko ibunya hampir diusir karena ayah.

Kyung Hoon : Kebohongan apa yang mustahil diucap orang yang menelantarkan ayahnya? Ada banyak hal seperti itu dalam politik. Berbohong dan menyebarkannya seolah-olah itu kebenaran. Tidak bijak jika mengabaikan kebohongan seperti itu.


Joon Ho : Ayah benar, tapi aku tidak bisa mengabaikannya. Aku tidak akan mencalonkan diri.

Kyung Hoon : Apa maksudmu?


Joon Ho pun menatap sang ayah.

Joon Ho : Kurasa politik menghancurkan orang-orang.


Dae Han dan Bong Joo masih bicara di depan Sungai Han.

Bong Joo tanya bagaimana cara Dae Han membesarkan anak2.

Bong Joo : Jika kau menerima anak-anak dan memanfaatkan media, kau mungkin bisa membersihkan citramu. Tapi bagaimana kau bisa membesarkan empat anak? Kau tidak punya tabungan. Kau berutang ratusan ribu dolar. Separuh rumahmu dihipotekkan.

Dae Han : Aku akan berutang lebih banyak. Ditambah lagi, itu bukan utang. Itu investasi. Ya. Investasi.


Dae Han pergi ke bank, mengajukan pinjaman tapi pinjamannya ditolak karena ia sudah meminjam sebanyak 200 ribu dolar.

Dae Han : Kalau begitu, boleh aku minta kredit?

"Apa pekerjaan anda?"

"Kau tidak mengenalku? Anggota Dewan termuda, Wi Dae Han."

"Anda anggota dewan?"

"Aku dahulu anggota dewan."

"Bagaimana dengan sekarang?"

"Aku mantan anggota dewan."

"Anda tidak melakukan hal lain?"

"Tentu saja. Aku memberi kuliah di mana-mana dan aku sedang menulis buku. Aku juga menjadi sopir pengganti di malam hari."

"Jadi, Anda tidak punya pekerjaan tetap?"

"Aku sudah menjadi sopir pengganti secara konsisten selama setahun."

Permintaan Dae Han ditolak.


Dae Han lantas mengecek saldo ATMnya.

Hanya ada 2.487 dolar. Dae Han pun stress.

Dae Han lantas dihubungi Da Jung.

Bersambung ke part 2....

The Promise Ep 80 Part 2

Sebelumnya....


Yoo Kyung dan Direktur Choi ketemuan di restoran private.

Yoo Kyung : Menjalankan wasiat?

Dir. Choi : Ya, beberapa direktur yang dekat denan mantan pimpinan membahas itu. Mayoritas dewan direksi bilang Bakdo mendapat keuntungan dari AP Food.

Yoo Kyung : Bahkan jika suamiku, Se Jin, dan aku mengumpulkan semua bagian kami, kita tidak bisa menghentikan Hwi Kyung?

Dir. Choi : Satu-satunya solusi adalah memperoleh lebih banyak saham. Aku menemukan ada investor yang memiliki 3% saham Baekdo.

Yoo Kyung : Siapa itu?

Dir. Choi : Aku pikir dia adalah investor individu yang tidak ada hubungannya dengan Baekdo. Tapi dia menggunakan nama nama alias jadi aku tidak bisa mendapat informasinya.

Yoo Kyung : Cari tahu siapa dia. Jika kita bisa membuatnya berada di pihak kita, aku akan memohon padanya jika diperlukan. Dan, aku juga butuh uang. Bisaka aku meminjam dari perusahaan.

Dir. Choi : Aku ingin mencari caranya tapi Pak Jang sangat ketat dalam mengelola dana jadi itu akan beresiko.


Dir. Choi lalu memberikan Yoo Kyung sebuah kartu nama. Tertulis disana, Mitra GI, Kim Yoon Min.

Yoo Kyung : Apa ini? Apa kau mau aku meminjam dari pemberi pinjaman pribadi?

Dir. Choi : Dia bukan pemberi pinjaman pribadi biasa. Dia memilih beberapa yang bisa dipercaya dan meminjamkan mereka uang. Dia dikenal sebagai pria terhormat jadi kau bisa memberi tahu ku kapan kau membutuhkannya.


Di sisi lain, Sung Joo sedang bicara dengan seseorang di telepon.

"Aku tidak akan membantu. Yang aku lakukan hanyalah mengikuti perintah. Ya, akan kutanyakan, tapi jangan terlalu berharap."

*Dua emak2 sedang bertarung..... dan bentar lagi, ayah kandung Se Jin muncul.


Hwi Kyung datang ke rumah abu Do Hee. Dia menyesal karena tidak mengenali Do Hee.

Hwi Kyung : Apa kau cemburu?


Lalu Hwi Kyung ingat saat Do Hee berteriak padanya, kalau ia cemburu.


Hwi Kyung juga ingat saat Do Hee bilang tak mau kehilangannya.


Terakhir, Hwi Kyung ingat saat Do Hee memberinya bola kristal musik.


Tangis Hwi Kyung keluar.

Hwi Kyung : Aku rasa, Lee Na Yeon memanfaatkanku untuk balas dendamnya. Tapi anehnya, aku tidak bisa membencinya. Aku justru takut kalau dia akan meninggalkanku nantinya. Maaf karena aku jatuh cinta padanya.

Hwi Kyung lantas meletakkan bola kristal musik itu di dalam lemari abu Do Hee.

*Omo, Hwi Kyung udah jatuh cinta sama Na Yeon gaes...


Habis dari rumah abu Do Hee, Hwi Kyung mengunjungi restoran Mal Sook.

Joong Dae : Kau disini karena menu baru? Kudengar reaksinya bagus.

Hwi Kyung : Reaksi sempurna.

Hwi Kyung lalu memberikan bunga yang dibawanya ke Mal Sook. Ia bilang, ia membeli bunga itu dalam perjalanan ke restoran.

Mal Sook terkejut diberi bunga.

Mal Sook : Aku ini wanita tua yang bau ayam, jadi kenapa kau memberiku bunga?

Hwi Kyung : Ingat apa yang kau katakan? Lee Na Yeon memberimu bunga setiap waktu saat dia masih hidup.

Joong Dae pun menyuruh Mal Sook mengambil bunganya.

Mal Sook tersenyum, lalu mengambil bunga dari Hwi Kyung.

Mal Sook lantas menyuruh Hwi Kyung. Ia bilang, ia akan membuatkan Hwi Kyung teh tapi Hwi Kyung minta dimasakin sesuatu.


Hwi Kyung menatap foto Na Yeon dan Sae Byeol. Ia di rumah Na Yeon sekarang. Tak lama, Mal Sook keluar dari dapur sembari membawa panci rebusan dan ia terkejut saat melihat Hwi Kyung menatap foto Na Yeon.


Mal Sook : Maaf aku tidak punya banyak lauk. Ini kubuatkan rebusan tempe.

Hwi Kyung pun mengembalikan foto Na Yeon ke meja dan mulai makan. Sembari makan, Hwi Kyung minta Mal Sook agar sering berkunjung ke rumahnya.

Mal Sook : Dengan senang hati tapi aku tidak ingin membuat Baek Do Hee tidak nyaman.

Hwi Kyung : Datanglah setiap kali kau merindukan putrimu. Aku yakin Do Hee akan mengerti.


Di toko, Pak Heo sibuk menghibur pelanggan mereka dengan nyanyiannya. (Sy skip ya)


Se Gwang mengajak Geum Bong pindah ke rumahnya. Geum Bong sedikit keberatan karena ia malas berurusan dengan Man Jung.

Se Gwang pun minta Geum Bong mempercayainya.

Se Gwang dan Geum Bong lalu mesra2an.


Man Jung kemudian pulang dan terkejut melihat Se Gwang dan Geum Bong sedang membongkar pakaian mereka dari dalam koper.

Se Gwang pun bilang, kalau mereka akan tinggal disana.

Man Jung tak setuju.

Geum Bong bilang mereka tak punya tujuan.

Man Jung : Itu masalahmu. Keluar dari tempatku!

Se Gwang : Kau tidak dengar! Dia bilang kami tidak punya tempat tujuan!

Man Jung : Lalu bagaimana denganku?

Geum Bong menyuruh Man Jung pindah ke rumahnya. Man Jung menolak dan berusaha mengusir mereka. Tak mau diusir, Se Gwang memegang kasur erat2 dan Geum Bong memegang meja agar Man Jung tak bisa menarik mereka.


Di dapur, Na Yeon sedang menguleni adonan. Ia mau membuat kalguksu. Tapi saat tengah mengulen adonan, Young Sook tiba2 saja membubuhkan tepung ke hidungnya.

Na Yeon : Ibu, kau kira aku tidak punya tangan?

Na Yeon membuka sarung tangannya dan membalas Young Sook. Young Sook langsung menghindar. Na Yeon mengejar Young Sook. Keduanya saling kejar2an sambil tertawa.


Hwi Kyung kemudian pulang dan tersenyum melihat Na Yeon yang begitu bahagia bersama ibunya.

"Tidak apa-apa kalau kau bukan Baek Do Hee. Yang aku inginkan adalah kau. Hanya kau." batin Hwi Kyung.


Tae Joon pulang. Ajumma  Lee memberitahunya kalau Se Jin belum pulang.

Tae Joon : Aku tahu.


Tae Joon lalu mendengar suara tawa di dapur. Ia masuk ke dapur dan terdiam melihat Na Yeon sedang makan bersama Hwi Kyung dan Young Sook.

Hwi Kyung : Duduklah. Do Hee membuat kalguksu

"Tidak apa-apa, makanlah dulu." jawab Tae Joon sembari menatap Na Yeon.


Tae Joon lantas naik ke atas, menuju kamarnya.

Na Yeon menyusul Tae Joon ke kamar, membawakan kalguksu.

Na Yeon : Kemana Se Jin?

Tae Joon : Dia pergi ke spa dengan ibunya.

Na Yeon : Makanlah. Kau menyukai kalguksu. Aku pikir kau akan lebih nyaman makan disini.


Na Yeon mau keluar tapi Tae Joon memanggilnya, membuat ia berhenti melangkah. Na Yeon menatap Tae Joon.

"Aku merindukanmu. Aku pikir, sekarang aku sadar bagaimana bahagianya aku dulu." batin Tae Joon.

Karena Tae Joon tidak bicara apapun, Na Yeon pun menyuruh Tae Joon meninggalkan piring kosongnya di depan pintu agar ia bisa mengambilnya nanti. Na Yeon lalu keluar.


Sekarang Na Yeon di dapur. Ia sedang minum obat pencernaannya. Tak lama kemudian, Eun Bong menghubunginya.


Na Yeon dan Eun Bong ketemuan di kafe. Na Yeon terkejut mendengar cerita Eun Bong tentang Hwi Kyung yang menanyakan kenapa Na Yeon bisa berada di rumah sakit itu saat kebakaran terjadi. Na Yeon pun cemas. Melihat reaksi Na Yeon, Eun Bong pun tanya, apa Na Yeon mencintai Hwi Kyung.

Na Yeon : Bukan seperti itu.

Eun Bong : Aku pikir, dia benar-benar mencintaimu. Jauh lebih dari yang aku kira. Park Hwi Kyung bukan tipe pria yang akan mencampakkanmu, bahkan jika dia tahu kau Na Yeon.


Eun Bong lantas pindah ke dekat Na Yeon.

Eun Bong : Na Yeon-ah, berbahagialah dengan Hwi Kyung. Hentikan balas dendammu. Kalian berdua akan terluka.

Na Yeon : Tidak. Aku akan segera meninggalkannya. Kami tidak bisa bersama. Tidak bisa.

Eun Bong : Maksudmu apa?

Na Yeon : Sesuatu telah terjadi yang seharusnya tidak pernah terjadi.


Kyung Wan minum2 di warung tenda. Lalu ia teringat reaksi Young Sook tadi yang marah padanya saat ia menanyakan apa Na Yeon beneran putrinya.


Eun Bong masuk kamarnya dan duduk di kursinya dengan wajah syok. Ia memikirkan pengakuan Na Yeon tadi. Na Yeon mengaku, bahwa ia adalah putri kandung Kyung Wan.

Na Yeon : Jang Se Jin dan aku punya ayah yang sama. Apakah kau mengerti? Jang Kyung Wan akan pergi menemuimu jadi lakukan seperti yang kuminta.

Eun Bong tidak percaya kalau Na Yeon adalah putri Kyung Wan.


Besoknya, Kyung Wan mengajak Eun Bong bertemu di kafe. Kyung Wan berkata, ingin melihat barang2 Na Yeon.

Eun Bong : Untuk apa?


Sekarang, Kyung Wan sudah berada di ruangannya dan sedang membuka kiriman barang2 Na Yeon dari Eun Bong.

Eun Bong bilang, tadinya ia ingin membuang barang2 Na Yeon tapi ibunya menyimpan barang2 itu diam2.


Di dalamnya, Kyung Wan menemukan sisir, sikat gigi, foto2 Na Yeon dan Sae Byeol serta beberapa buku.

Namun ada satu buku yang didalamnya terselip sesuatu.

Kyung Wan membukanya dan melihat saputangan bermotif bunga dan ada nama Na Yeon disana.

Lalu Kyung Wan membuka lacinya dan mengambil bukunya. Ia membuka buku itu dan melihat saputangannya yang bermotif sama.

Kyung Wan pun semakin curiga kalau Na Yeon adalah putrinya.


Bersambung....

Next ep, terbongkar sudah gaes... Kyung Wan terpukul saat tahu Na Yeon adalah putri kandungnya....