Sebelumnya... "Dua gula dan tanpa krim, ya? Karena dahulu aku selalu menyeduhkanmu kopi, kini aku masih ingat." ucap Jin Woo sembari menyeduhkan kopi untuk Jae Myung. Lalu Jin Woo beranjak ke meja dan meletakkan dua cangkir kopi disana. Jin Woo : Padahal dahulu kau populer. Lihat sekarang. Hidup memang sulit diprediksi. Jae Myung : Situasinya bisa berbalik. Katanya mayat Hyung Koo ditemukan. Jae Myung meminum kopinya. Jin Woo : Ya. Mayat yang masih berpakaian dan jarinya utuh hanya Hyung Koo. Aneh, bukan? Apa karena dia juga polisi? Kau dekat dengan Park Si Young, bukan? Kalian pernah satu tim. Tim Investigasi Korupsi curiga kau dan Park Si Young bersekongkol. Jae Myung : Bukan kau? Jin Woo : Konon manusia bisa berubah. Kau berubah drastis setelah bebas dari lapas. Jae Myung meletakkan cangkir kopinya. Jae Myung : Akan kuserahkan catatannya. Tapi dengan satu syarat. Jin Woo : Semua tuntutanmu sudah kupenuhi. Masih ada lagi? Jae Myung : Pembunuh i...