Saturday, November 30, 2019

Graceful Family Ep 7 Part 2

Sebelumnya..


Je Kook dan anggotanya kembali rapat.

Pak Kwon berkata, suksesi Wan Joon adalah project 10 tahun. Pak Kwon lalu tanya, apa yang membuat Cheol Hee berubah pikiran.

Je Kook : Kita harus mengambil langkah berisiko untuk menyelesaikan proyek ini dengan cepat.

Pak Kwon : Anda bilang Pimpinan masih sehat.


Je Kook berdiri.

Je Kook : Ya. Itu hanya obsesi mau melihat sendiri suksesi itu berhasil.

Je Kook lalu tanya sebesar apa keberhasilannya jika Wan Joon menjadi CEO sekarang.

Pak Yoon : Sulit untuk mentransfer saham CEO dan saham Nona Seok Hee langsung ke Pimpinan Mo. Pajaknya terlalu besar.

Kyung A : Dan warisan Nona Seok Hee sudah dikenai pajak. Membayar pajaknya lagi itu...

Pak Yoon : Direktur Mo Wan Joon akan mendapatkan lebih daripada batas yang diperlukan untuk mewarisi. Wan Soo putra tertua, si bungsu Seo Jin, dan Nona Seok Hee tidak akan tinggal diam. Mereka semua akan menuntut saham legal mereka. Akan butuh waktu tahunan untuk menyelesaikannya.

Pak Kwon : Dan juga akan sulit untuk mengatur saham keluarga. Terlebih lagi ibunya Mo Seo Jin, Choi Na Ri, adalah bom waktu.


Yoon Do : Tunggu sebentar. Ibunya Seo Jin adalah...

Kyung A : Kau tidak tahu kalau Choi Na Ri adalah ibunya?

Pak Yoon : Anggota partai yang berkuasa baru-baru ini mengajukan RUU yang direvisi  tentang hukum suksesi yang sedang dievaluasi.

Je Kook : Tentang apa?

Pak Yoon : Peningkatan pajak warisan dan prioritas pasangan. Dalam keadaan saat ini, sulit untuk menyerahkan hak pengelolaan kepada Direktur Mo. Pajaknya saja akan mencapai triliunan.

Je Kook : Meski begitu, kita harus melakukan apa?

Pak Yoon : Kita perlu meminta keluarga untuk menandatangani hak mereka atas warisan secara legal.


Je Kook : Baiklah. Ketua Tim Lee, kau urus Choi Na Ri. Ketua Tim Yoon, kau urus Baek Soo Jin. Ketua Tim Kwon, kau urus Nyonya Ha. Dan Pengacara Heo, kau urus Nona Seok He dan Tuan Muda Wan Soo. Pastikan Nona Seok Hee tidak tahu mengenai suksesi.

Yoon Do : Baik.

Je Kook : Mari urus dulu keluarganya. Lalu kita akan menghalangi undang-undang yang direvisi.

Tim : Baik.

Anggota tim bubar.


Yoon Do masih tidak menyangka Na Ri adalah ibunya Seo Jin.

Tak lama, ponsel Yoon Do berdering. SMS dari Seok Hee yang menyuruh Yoon Do segera datang.


Yoon Do menunggu Seok Hee di depan klub. Tak lama kemudian, Seok Hee datang dengan taksi.

Yoon Do terkejut melihat penampilan mentereng Seok Hee.

Yoon Do : Apa yang kau kenakan?

Seok Hee : Aku penggemar kelab. Aku berpakaian begini agar sesuai.

Yoon Do : Kau tampak lucu!

Seok Hee : Aku sedang bekerja sekarang, jadi, jangan bercanda.

Yoon Do : Tapi kau terlihat lucu...


Seok Hee mengajak Yoon Do masuk, tapi petugas keamanan melarang Yoon Do masuk karena penampilan Yoon Do.

Seok Hee pun keluar lagi. Ia melepaskan dasi dan kancing atas Yoon Do, serta mengacak-ngacak rambut Yoon Do. Barulah Yoon Do diizinkan masuk.


Yoon Do dan Seok Hee bicara di sebuah ruangan. Seok Hee heran ayahnya ingin cepat2 Wan Joon menjadi CEO.

Yoon Do : Direktur Han bilang ini obsesi biasa.

Seok Hee : Obsesi?

Seok Hee tidak percaya itu hanya obsesi biasa.

Seok Hee : Ayahku mengawasi Direktur Han. Untuk persiapan saat dia lebih tua dan lemah. Karena Mo Wan Joon tidak bisa mengatasi Direktur Han sendiri. Aku yakin dia takut dia akan berakhir seperti kakekku.

Yoon Do : Bukan hanya kau tapi seluruh keluarga harus menandatangani pernyataan.

Seok Hee : Apa mereka akan menyetujuinya?


Yoon Do : TOP akan melakukan apa pun untuk membuat mereka melakukannya.

Seok Hee : TOP selalu punya jalan bebas hambatan untuk berkendara. Tidakkah menurutmu kini mereka harus menghadapi beberapa lubang di jalan?

Yoon Do : Apa yang akan kau lakukan?

Seok Hee : Divide and rule.

Yoon Do : Seperti bagaimana negara-negara kuat memerintah koloni selama imperialisme? Mereka menyebabkan perselisihan internal untuk mencegah kemerdekaan. Kau ingin membuat anggota keluarga lainnya memperebutkan warisan. Gunakan satu grup untuk mengontrol yang lain. Kau jauh lebih pintar dari yang terlihat.

Seok Hee : Sekarang kita akhirnya sepaham.


Yoon Do : Tapi jika itu terjadi, mereka akan curiga bahwa aku telah membocorkan informasinya.

Seok Hee : Tapi kita bisa menggunakan kecurigaan Direktur Han untuk keuntungan kita. Direktur Han tidak mudah lengah. Kau harus melewati tesnya cepat atau lambat.

Yoon Do : Permainan mata-mata tampaknya cocok untukmu.

Seok Hee : Aku penggemar berat drama detektif. Jangan lupa. Peranku adalah pewaris yang gila dan kasar. Itulah aku.

Seok Hee lalu mengajak Yoon Do mengunjungi Im Soon akhir pekan ini.

Yoon Do : Ibuku?

Seok Hee : Dia satu-satunya yang bisa menjelaskan tentang kejadian itu. Aku harus sering menemuinya.

Yoon Do : Itu benar, tapi semuanya akan berakhir jika mereka mengetahui tentang kunjungan kita.

Seok Hee : Itu tidak cukup untuk menghentikan kita. Mata-mata tidak bisa melakukan itu.


Besok paginya,, Seok Hee terlambat ke ruang makan. Ia baru datang disaat yang lain sudah mulai makan. Sudah terlambat,, Seok Hee juga mengenakan pakaian olahraga dengan perut terbuka. Seok Hee masuk ke ruang makan sambil menatap ponselnya dengan wajah senang.

Young Seo menatap Seok Hee.

Young Seo : Kau seharusnya datang ke meja makan tepat waktu.

Seok Hee : Aku menemukan artikel yang menarik. Konsesi MC Grup yang indah. Indah sekali hingga aku bisa gila.


Wan Joon : Mo Seok Hee, aku tidak mengharapkan rasa hormatmu. Tapi setidaknya bersikaplah sopan.

Seok Hee : Mereka bilang aku melepaskan hakku untuk ayah. Komentarnya yang gila. Mereka mengatakan bahwa kita adalah contoh yang bagus untuk bisnis keluarga. Ayah pasti senang memiliki Direktur Han yang pintar. Tapi bukankah itu terlalu munafik?


Wan Soo terkejut.

"Hei! Apa kau benar-benar menyerahkan hak manajemenmu?"

"Lebih tepatnya, dipaksa. Benar kan, Ayah?  Sekarang aku tidak punya hak atau saham. Bahkan jika aku ingin berinvestasi dalam filmmu, aku tidak bisa."

"Benarkah? Ayah, apa itu benar?" tanya Wan Soo.


"Kak Wan Soo, apakah itu berarti kau tidak bisa membuat film? Katamu kau akan memberiku peran khusus." ucap Seo Jin.

"Bro, itu tidak penting sekarang. Jadi diamlah." ucap Wan Soo.

Wan Soo lalu minta penjelasan ibunya soal hak manajemen Seok Hee.


Young Seo : Seok Hee, kau menandatanganinya sendiri karena ketidakmampuanmu. Jika kau mengatakan sebaliknya, kau harus pergi ke rumah sakit jiwa.

Seok Hee : Astaga. Kau sekarang mengancam untuk mengurungku di rumah sakit jiwa? Kau menakutkan, Ibu Tiri.

Young Seo kesal, umurmu sekarang sudah lebih dari 30 tahun. Jadi, kau harus menjaga dirimu sendiri. Kapan kau akan berhenti menggunakan uang ayahmu untuk membeli pakaian dalammu?


Young Seo lalu menatap Cheol Hee.

Young Seo : Bagaimana jika kau membantu Seok Hee untuk lebih mandiri?

Seok Hee : Aku mengerti gambaran besarmu yang indah, tapi aku suka berada di sini karena penuh dengan cinta dan kedamaian. Jadi, maaf aku tidak bisa melangkah keluar dari rumah ini.

Cheol Hee : Ibumu tidak salah. Kau harus bergabung dengan kakak iparmu dan mengikuti pelajaran memasak.

Soo Jin : Aku akan senang jika ditemani olehnya.

Seok Hee : Ada apa denganmu? Aku sibuk menyia-nyiakan hidupku.


Pelayan mendekati Seo Jin.

"Tuan Muda Seo Jin, akademi menelepon dan mengatakan hari ini tidak ada pelajaran."

Seo Jin langsung lemas mendengarnya. Melihat ekspresi Seo Jin, Seok Hee pun penasaran.


Di kamarnya, Seok Hee sedang siap2. Tiba2, Seo Jin masuk kamarnya.

Seo Jin : Noona, bisakah kau mengatakan aku menemuimu setelah sekolah? Kelasku dibatalkan.

Seok Hee : Kau butuh alibi?

Seo Jin : Penyihir jahat itu tidak suka aku bertemu ibuku. Tapi, ibu mau aku menyelinap keluar.

Seok Hee : Kau telah berbohong tentang kelas untuk bertemu ibumu?

Seo Jin : Aku tidak melakukannya setiap hari. Hanya sebulan sekali.


Seok Hee : Baiklah, aku akan mengantarmu.

Seok Hee lalu merangkul Seo Jin dan bergegas keluar.


Seok Hee menjemput Seo Jin di sekolah.

Bersambung ke part 3...

Graceful Family Ep 7 Part 1

Sebelumnya..


Episode ini dibuka dengan adegan masa lalu Wang Pyo dan Cheol Hee yang begitu buruk. Awal dimana kebencian Cheol Hee pada Wang Pyo dan Seok Hee bermula.

Wang Pyo memarahi Cheol Hee yang gagal dalam berinvestasi.

Cheol Hee membela diri. Ia berkata, itu adalah rintangan tersembunyi dalam krisis keuangan yang tidak bisa diduga oleh siapa pun.

Cheol Hee : Tidak ada masalah dengan penilaianku...

Wang Pyo : Perang sudah berakhir ketika sang jenderal menyalahkan anak buahnya.


Cheol Hee menggebrak meja ayahnya, ayah!

Wang Pyo : Kau sudah kehilangan dua perusahaan dengan penilaianmu. Aku tidak menilaimu sebagai putraku. Aku hanya melihatmu sebagai seorang eksekutif. Kau boleh pergi.

Cheol Hee pun pergi, meninggalkan ruangan sang ayah dengan wajah kecewa.

Narasi : Sang putra kehilangan kepercayaan ayahnya dan sang ayah merasa dikecewakan oleh putranya.


Wang Pyo lantas membuka lacinya dan mengambil foto Seok Hee.

Wang Pyo : Seok Hee-ya, kau adalah masa depan MC Grup.

Narasi : Keinginan dari seorang ayah yang memimpikan alternatif yang tidak konvensional. Lalu keinginan seorang putra yang tidak bisa menyerahkan kedudukan tertinggi. Di kastil besar ini, ada generasi dengan beragam ambisi.


Wan Joon yang baru bangun dari tidurnya, segera turun dari tempat tidurnya. Ia lalu meneguk segelas air sambil menatap istrinya yang masih terlelap di ranjang satunya.

Narasi : Sang suami harus mempertahankan pernikahan palsu untuk menjadi pewaris MC Grup...


Cheol Hee menyendiri di ruang baca setelah dimarahi sang ayah. Wajahnya terlihat kecewa.


Soo Jin merangkai bunga, di ruang makan, ditemani dua pelayan.

Narasi : Dan sang istri bergantung di sana untuk mendapatkan kebebasan dan cinta sejati.


Wan Joon dan ibunya beranjak menuju ruang makan. Mereka lalu berhenti melangkah sejenak dan Young Seo memakaikan penjepit dasi di dasi Wan Joon.

Narasi : Sang ibu mencoba untuk menguasai MC Grup melalui putranya.


Na Ri masuk ke ruang baca dan mendekati Cheol Hee yang sudah menunggunya disana. Hari itu, adalah hari peringatan kematian ibu kandung Cheol Hee.

Na Ri : Yeobo, berapa lama lagi aku harus disembunyikan?

Narasi : Dan seseorang yang lain mencoba menggunakan cinta pimpinan untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar.


Wan Soo sedang memeriksa naskahnya sambil minum wine.

Wan Soo : Itu dia. Itu semua perbuatan Jeong Sook. Jeong Sook membunuhnya dan membuang jasadnya di sungai.

Tapi kemudian, Wan Soo meralat naskahnya.

Wan Soo : Tidak. Jeong Sook bersama Bu Cheol malam sebelumnya. Dia bersama Bu Cheol, jadi dia tidak mungkin...

Wan Soo kemudian marah. Ia mengambil semua kertas2 naskahnya dan menghamburkannya ke lantai.

Narasi : Aku penasaran bagaimana seniman penuh kreativitas artistik ini mencapai keinginannya. Setiap orang memiliki kebebasan untuk memiliki ambisi, tetapi masa depan keluarga tergantung pada mereka...


Cheol Hee mendongak dan menatap tajam keluar jendela.


Tim TOP berdiri di depan kolam kastil MC.

Narasi : Dan masa depan mereka diciptakan oleh TOP.


Je Kook memutar rekaman kata2 Seok Hee, saat ia dan Seok Hee bicara tepat sebelum sang kakek tewas.

Seok Hee : Selama aku bisa memiliki MC Grup, aku tidak peduli jika kakekku meninggal. Lagipula kakek sudah tua.

Seok Hee terkejut Je Kook merekam kata2nya diam2.


Je Kook dengan wajah dingin, menyuruh Seok Hee menandatangani dokumen pelepasan hak manajemen itu.

Seok Hee : Baiklah. Aku akan menandatanganinya.


Seok Hee pun membubuhkan tandatangannya.

Setelah itu, ia menatap Je Kook dengan tatapan marah.


Seok Hee kemudian berdiri dan berhenti melangkah tepat di depan akuarium Picasso.

Seok Hee lantas menatap Picasso, sebelum akhirnya ia melemparkan permen karet dimulutnya ke dalam akuarium.


Cheol Hee menatap Je Kook dengan tatapan syok. Tatapannya seolah menyiratkan bahwa ia baru sadar semengerikan apa wanita yang sedang duduk di hadapannya sekarang.


Seok Hee kembali ke kamarnya.

Tangisnya pecah teringat kata2 Je Kook bahwa ia lah yang membunuh Wang Pyo.

Seok Hee menangis sampai dadanya terasa sesak.

Lantas apakah Seok Hee menyerah begitu saja? Tentu tidak. Ia mengeluarkan alat perekam berbentuk pena dari dalam bajunya.


Yoon Do yang baru menutup restorannya, terkejut melihat Seok Hee yang tiba2 saja muncul di depannya. Seok Hee menatapnya lirih.


Yoon Do dan Seok Hee lalu bicara di dalam. Yoon Do kaget mengetahui Seok Hee sudah kehilangan hak manajemen dan hak waris.

Seok Hee : Dan aku tidak bisa menunjukmu sebagai pengacaraku lagi.

Yoon Do : Kenapa tidak bisa?

Seok Hee : Kau tahu Direktur Han menyukaimu.

Yoon Do : Itu benar, tidak ada yang bisa kulakukan dengan popularitasku.

Seok Hee tertawa : Kau senang? Kau begitu berpikiran sederhana. Mungkinkah otakmu membutuhkan lebih banyak mineral?


Yoon Do : Aku iri dengan mentalitas bajamu hingga kau masih bisa tertawa di saat seperti ini. Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang?

Seok Hee : Kau bisa mengerjakan apa yang kau inginkan.

Yoon Do : Apa maksudmu?

Seok Hee : Menjadi pemain besar TOP. Jika kau berada di samping Direktur Han, kau bisa mendapatkan semua berkas kasus yang kau inginkan. Kau harus membuktikan bahwa ibumu tidak bersalah.

Yoon Do : Tunggu. Apa kau menyerah?

Seok Hee : Apa lagi yang bisa kulakukan sekarang?


Yoon Do : Mo Seok Hee, aku bisa sejauh ini karenamu. Aku tidak bisa melakukan ini tanpamu.

Seok Hee : Kalau begitu, bisakah kau benar-benar menjadi anggota TOP?

Yoon Do : Jika itu bisa membuktikan bahwa ibuku tidak bersalah, aku bisa melakukan apa saja. Maksudku, aku akan melakukannya. Tapi kau harus berjanji padaku.

Seok Hee : Seorang pewaris yang kehilangan segalanya, apa yang harus dilakukannya? Satu-satunya hobiku adalah menghabiskan uang. Memberikan komentar kasar itu sudah biasa. Menggunakan uangku sebagai kekuatan adalah pilihan lain. Menjadi si Gila Mo Seok Hee.

Yoon Do mengerti.


Seok Hee lantas merogoh dadanya. Sontak Yoon Do kaget dan langsung malingin wajahnya. LOL LOL *Jd inget adegan di drama The K2, pas Je Ha kaget karena Anna ngelepasin kancing bajunya tanpa mengatakan apapun, si Je Ha udah mikir macem2 aja, padahal mah Anna ngelepasin bajunya karena mau ngobatin luka di badannya.


Seok Hee mengeluarkan flashdisk dari sana dan memberinya ke Yoon Do.

Yoon Do : Apa ini.

Seok Hee : Tebaklah. Jangan terlalu gugup.

Seok Hee kemudian beranjak pergi.


Di kamarnya, Yoon Do mendengarkan isi flashdisk itu. Flashdisk itu isinya rekaman kata2 Je Kook yang mengaku sudah membunuh Wang Pyo.

Yoon Do : Mo Seok Hee, baiklah. Mari kita berjuang sampai akhir.


Malam itu juga, Yoon Do langsung ke MC TOP, menemui Je Kook.

Yoon Do berdiri di depan jendela, memandang keluar, di ruangan Je Kook.

Je Kook yang duduk di kursinya, bangkit dan menghampiri Yoon Do.

Je Kook : Pemandangannya indah, bukan?


Yoon Do lalu menatap Je Kook dan berkata, ia akan bergabung dengan TOP.

Je Kook menatap Yoon Do tersenyum.

Je Kook lalu mengingatkan Yoon Do, bahwa Yoon Do kini member TOP, bukan pengacara Seok Hee lagi.

Yoon Do mengerti.

Je Kook : Tidakkah kau menyesalinya? Kalian pasti menjadi dekat.

Yoon Do : Itu manis dan getir.

Je Kook : Manis dan getir? Kalau begitu apa aku hanya harus fokus pada bagian yang membuatmu getir?

Yoon Do tersenyum.

Je Kook juga senyum. Je Kook lalu mengajak Yoon Do melihat keadaan orang-orang di sepanjang malam itu.


Yoon Do lantas mengikuti Je Kook ke mejanya Joo Young. Bersama member TOP lainnya, ia melihat aktivitas keluarga Mo.

Tampak keluarga Mo sedang makan malam bersama beberapa direktur.

Joo Young kemudian menunjukkan sebuah kuitansi.


Kyung A menjelaskan, itu kuitansi Seok Hee dari mal kemarin.

Kyung A : Agak terlalu banyak. Haruskah kita membatasi pengeluarannya?

Je Kook : Biarkan saja. Menghabiskan uang satu-satunya kegembiraan untuknya.

Je Kook lalu tanya kemana saja Seok Hee pergi?

Joo Young : Spa, kelab dan restoran.

Je Kook : Itu biasa.

Kyung A : Tuan Muda Mo Wan Soo melebihi batas kartu kreditnya. Dia menggunakan kartu kreditnya untuk anggaran filmnya.

Je Kook : Mari kita blokir itu.

Joo Young : Baik.


Kyung A : Istri Direktur Mo Wan Joon menghabiskan banyak uang untuk membeli pakaian di butik Chungdamdong. Dia juga membeli perhiasan.

Je Kook : Awasi dia untuk sekarang.

Kyung A : Baik.


Pak Kwon : Ny. Baek memesan les privat untuk masakan China, Jepang, dan Italia dengan koki hotel Rene.

Je Kook : Dia istri piala. Begitulah cara dia bertahan di sana.


Je Kook lalu tanya ke Pak Yoon soal para jaksa.

Pak Yoon : Ya, mereka akan mengabaikan petisi Pimpinan Senior untuk paksaan dan melanggar UU Pasar Modal.

Je Kook : Bagaimana dengan media?

Kyung A : Artikel yang mengatakan bahwa Nona Mo Seok Hee melepaskan hak manajemennya untuk ayahnya, dan bahwa MC Grup sedang membangun sistem yang kuat akan keluar mulai hari ini.

Je Kook : Tekankan bahwa tidak ada perselisihan dalam keluarga.

Tim : Baik.


Je Kook lantas beranjak pergi dan yang lain mulai bekerja.

Yoon Do celingak celinguk memperhatikan mereka, seperti orang bodoh.


Pak Kwon melaporkan penyelidikannya terhadap Yoon Do pada Je Kook. Pak Kwon bilang, ia tidak menemukan kelemahan Yoon Do sejauh ini.

Je Kook : Perbarui laporan pada detail pribadinya. Akan lebih baik jika kita menemukan sesuatu.

Pak Kwon mengerti dan beranjak pergi.


Ponsel Je Kook kemudian berbunyi. Telepon dari Cheol Hee.


Je Kook dan Cheol Hee bicara di sebuah ruangan yang menghadap ke jendela.

Cheol Hee : Bukankah tempat ini lebih indah?

Je Kook : Anda sangat menyukai tempat ini.

Cheol Hee : Menjalankan bisnis akan mudah jika hanya tentang memuaskan diriku sendiri. Kau mendorong melawan yang ditentang semua orang. Makin kupikirkan, kau makin membuatku terkesan.

Je Kook : Anda terlalu memujiku.

Cheol Hee : Pimpinan Choi pasti sangat kesal.

Je Kook : Dia adalah teman baik anda. Anda pasti sedih setelah kepergiannya.

Cheol Hee : Dia tidak melakukan pekerjaannya dengan baik. Dia membesarkan anaknya dengan buruk dan merekrut orang yang salah. Dia tidak bisa menilai karakter orang.


Cheol Hee lantas menatap serius Je Kook.

Cheol Hee : Perusahaan Inggris mengambil alih Grup Dongyoung, kan? Sesuatu seperti itu tidak boleh terjadi pada MC Grup. Hanya memikirkan tentang anggota keluarga yang berselisih dan merusak segalanya... Itu mengerikan. Aku ingin melihat sendiri Wan Joon mengambil alih dengan lancar.

Je Kook : Kami menyiapkannya selangkah demi selangkah.

Cheol Hee : Tidak. Percepatlah.

Je Kook : Suksesi Direktur Mo Wan Joon?


Sekarang,, Cheol Hee dan Je Kook sama2 berada di mobil mereka.

Cheol Hee yang disupirin supirnya, menatap keluar jendela dengan tatapan resah.

Sementara Je Kook yang menyetir sendiri, bertanya-tanya, apa Cheol Hee takut padanya?


Mobil Cheol Hee dan Je Kook lalu berbelok ke arah berlawanan.


Cheol Hee sudah berada di rumahnya sekarang dan sedang bicara dengan Wan Joon.

Cheol Hee : Kau tidak pernah membantahku sejak kecil. Terima kasih sudah mau menerima semua itu. Sekarang, kurasa aku harus beristirahat.

Wan Joon kaget, ayah.

Cheol Hee : Pimpinan Choi dari Dongyoung Grup mewarisi anak perusahaan di waktu yang kurang lebih sama denganku. Dan kami mengembangkannya bersama. Tapi sebuah perusahaan Inggris mengambil alih Dongyoung. Kau tahu perbedaan antara aku dan Pimpinan Choi?

Wan Joon : Tidak.

Cheol Hee : Dia tidak memiliki Han Je Kook, tapi aku memilikinya. Direktur Han tidak serakah. Dia sulit dimengerti dengan pola pikir kapitalistik. Dia itu unik. Tetapi manusia adalah organisme hidup. Mereka bisa berubah kapan saja. Bukan hanya Direktur Han, kita tidak boleh membiarkan siapa pun mengguncang keluarga Mo. Bahkan jika orang itu ternyata adalah ibumu.

Wan Joon : Aku mengerti.

Cheol Hee : Jika ada sesuatu yang aku capai sendiri dalam hidupku, itu adalah kau. Kau akan menggantikanku dan menjadi pemilik MC Grup.


Wan Joon duduk di toilet, menatap tiket penerbangannya ke Paris.

Tak lama kemudian, matanya mulai berkaca-kaca.

Wan Joon lantas merobek tiketnya dan membuang sobekannya ke dalam bathup yang sudah diisinya air.


Wan Joon kemudian menangis.


Besoknya, Wan Joon makan siang dengan Je Kook.

Je Kook : Mulai sekarang, kau akan menanggung lebih banyak beban.

Wan Joon : Ya. Kurasa begitu.

Je Kook : Aku tahu kalau pernikahanmu tanpa seks.


Mendengar itu, Wan Joon kaget dan langsung berhenti makan.

"Direktur Han..." ucap Wan Joon sambil meletakkan garpunya.

Je Kook :  Ini tentang bisnis. Tidak boleh ada sesuatu yang merugikan Grup atau menyebabkan masalah dengan suksesi. Kalian tidak pernah bercinta, 'kan?

Wan Joon :  Ya.

Je Kook : Sejak kapan?

Wan Joon : Kurasa sekitar setahun setelah pernikahan? Kurasa saat itulah kami berhenti.

Je Kook : Kenapa kalian tidak bercerai?


Wan Joon : Demi citra MC Grup dan aku mau menghindari tindakan apapun yang akan membahayakan citra MC Grup.

Je Kook : Tolong terus lakukan itu. Kapan kau akan menjual apartemen studionya?

Mendengar Je Kook membahas apartemen studionya, sontak ia kaget dan langsung gemetar.

Flashback....


Pak Kwon memberikan flashdisk ke Je Kook. Je Kook : Apa ini? Pak Kwon berkata, itu bukti kalau Wan Joon selingkuh.

Je Kook langsung menyuruh Pak Kwon memasang flashdisk itu.


Setelah flashdisknya tersambung, ia segera melihat isinya.

Flashdisk itu berisi rekaman video Wan Joon yang memakai masker hitam, berada di dalam lift. Begitu pintu lift terbuka, Wan Joon langsung keluar dan bergegas ke apartemen studionya. Dan tak lama, seorang wanita menyusul Wan Joon sambil menenteng paper bag.


Tapi anehnya, wanita itu keluar tak lama setelah masuk ke apartemen Wan Joon dan tidak membawa paper bag nya. Pak Kwon yang mengawasi diam2, heran.

Flashback end...


Wan Joon gugup : Itu sudah berakhir.

Je Kook : Katakan jika kau butuh bantuanku.

Wan Joon : Tidak. Tidak perlu.

Je Kook : Kau membereskannya dengan baik?

Wan Joon : Ya. Tentu saja. Apakah aku pernah memberi TOP kesulitan mengenai kehidupan pribadiku? Jangan ikut campur.

Je Kook : Bercerailah. Jika kau bercerai sekarang, tunjangannya akan dibawah 10 miliar won. Tapi setelah suksesimu, tunjangannya akan menjadi 100 miliar won. Jika itu ditunda, kau akan menderita kerugian finansial, dan citramu akan terkena imbasnya. Setelah suksesimu, istrimu pasti akan menuntutmu. Dan media akan membahas apakah kau berselingkuh atau tidak.


Wan Joon : Mulailah mempersiapkannya sekarang.

Wan Joon pun kembali menyuap steaknya dan memasang muka dingin.

Sontak, Je Kook bingung melihatnya.

Bersambung ke part 2....