Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2017

My Golden Life Ep 6 Part 2

Sebelumnya... Paginya, Ji Soo memilih pergi tanpa sarapan. Ji Soo menjawab dengan wajah kesal saat ditanya Ji Ho mau kemana. Ji Soo bilang, ia mau bekerja meskipun itu Hari Minggu. Ji Ho pun membujuk Ji Soo sarapan. Ji Ho bilang ada sosis kesukaan Ji Soo. ā€œKau pikir aku bayi yang kelaparan! Urus saja dirimu sendiri!ā€ ketus Ji Soo, lalu melirik Ji An dengan kesal dan beranjak pergi. Ji An mau mengejar Ji Soo, tapi Nyonya Yang meminta Ji An memberikan Ji Soo waktu. ā€œDia serius sekali.ā€ Ucap Ji Ho. ā€œMasalah sebenarnya adalah bahwa kita tidak menganggapnya serius.ā€ Jawab Ji Tae. ā€œKemarahannya akan mereda setelah seminggu.ā€ Ucap Ji Ho yakin. Tuan Seo sendiri baru terjaga. Semalaman ia tidur di tepi jalan, menuju ke rumah lamanya saat ia masih kaya. Bayangan Ji An dan Ji Soo yang berlari menghampirinya sepulang dari sekolah seketika mengisi benaknya. Perlahan2, Tuan Seo mengikuti bayangan itu sampai ke rumah lamanya. Senyum Tuan Seo semakin mengembang sa...

My Golden Life Ep 6 Part 1

Sebelumnya... Ji An terkejut saat Tuan Seo melarangnya pindah ke Keluarga Choi. Tuan Choi bahkan juga minta maaf ke Ji An karena sudah membuat keluarganya hidup menderita.   Tuan Choi lalu bertanya, Ji An mau pergi ke Keluarga Choi bukan karena Keluarga Choi kaya raya, kan. ā€œItu bukan satu-satunya alasan.ā€ Jawab Ji An. ā€œLalu apa itu karena situasi kita? Kau cemas mereka akan menyakiti kami, kan?ā€ tanya Tuan Choi. ā€œItu hanya sebagian saja.ā€ Jawab Ji An. ā€œLalu jika kau mendapat pekerjaan, maksudku jika kau bisa pergi belajar keluar negeri, kau akan tetap tinggal dengan kami, kan?ā€ tanya Tuan Seo. ā€œApa ayah ingin mencegahku pergi ke sana?ā€ tanya Ji An. ā€œBukan, bukan seperti itu. Ayah hanya ingin tahu apa yang membuatmu ingin pindah.ā€ Jawab Tuan Choi. ā€œMereka menyuruhku pindah. Aku mengerti perasaan mereka.ā€ Ucap Ji An. ā€œJadi kalau mereka tidak menyuruhmu pindah, kau akan tetap tinggal bersama kami?ā€ tanya Tuan Seo. Dan, merekah lah senyum Tua...