Wednesday, January 30, 2019

Babel Ep 1 Part 3

Sebelumnya...


Paginya, Jung Won menyeduh sesuatu di dalam termos, lalu memasukkannya ke dalam tas Min Ho.


Pimpinan Tae dan Min Ho pamit pada seluruh anggota keluarga. Pimpinan Tae berkata, dia dan Min Ho akan mampir ke pabrik Tae Ahn dan pergi ke Busan untuk melakukan bisnis. Pimpinan Tae meminta istrinya untuk tidak menunggunya.

Pimpinan Tae : Dimana anak tertua?

"Aku mengatakan kepadanya untuk beristirahat karena dia tidak enak badan." jawab Nyonya Shin.

"Katakan padanya untuk segera keluar." suruh Pimpinan Tae.

"Bawa dia keluar." suruh Nyonya Shin pada Young Eun.

"Itu..." Young Eun kebingungan menjawabnya, karena Soo Ho tidak pulang semalam.


Pimpinan Tae langsung sewot menyadari Soo Ho menginap diluar semalam dan belum pulang.

Nyonya Shin menyuruh Pimpinan Tae pergi karena takut Pimpinan Tae terlambat.

"Kau tidak mau mendengarkanku?" tanya Pimpinan Tae sewot.

"Jusungeyo." jawab Nyonya Shin.

"Jangan terlalu melindungi dia. Jika kau membesarkannya sebagai orang idiot, kau harus berhenti melakukannya." ucap Pimpinan Tae.


Mendengar itu, Min Ho pun bergegas 'melindungi' Soo Ho. Ia berkata, Soo Ho tidak pulang karena melayani pembeli dari India.

"Dia memintaku untuk keluar karena dia ingin memperkenalkan pembeli kepadaku. Tetapi aku memberitahunya karena mengunjungi pabrik hari ini, aku tidak akan bisa, makanya kuminta dilain waktu." ucap Min Ho.

"Kau bahkan tidak tahu apa yang sedang dilakukan putramu." ucap Pimpinan Tae pada Nyonya Shin.

Pimpinan Tae lalu mengajak Min Ho pergi.


Saat hendak masuk ke mobil, Min Ho tersenyum puas ke arah Nyonya Shin. Nyonya Shin tampak kesal melihat senyum Min Ho.

Setelah itu, Min Ho tersenyum lembut pada Jung Won dan melambaikan tangannya. Jung Won balas tersenyum dan melambaikan tangannya.


Setelah mereka pergi, Nyonya Shin masuk ke rumah. Tapi sebelum masuk, ia menyuruh Young Eun melakukan sesuatu yang perlu dilakukan.

Young Eun : Adik Ipar, kau pasti senang.

Jung Won, maaf?

"Karena kamu hidup dengan pria yang perhatian yang merawat saudara yang jahat. Bukankah begitu?"

Young Eun tersenyum kesal, lalu menyusul Nyonya Shin ke dalam.


Di lapangan yang luas, sebuah helikopter tengah menunggu. Pilot tampak meneteskan obat ke matanya.

"Matamu sakit?" tanya Co-pilot.

"Ya ampun, mata kering. Ketika kau menjadi tua, air mata akan mengering."

"Aigoo, Kapten, Anda berada di usia puncak."

Tak lama kemudian, mobil Pimpinan Tae datang.


Pimpinan Tae dan Min Ho, beserta dua staff keamanan mereka, bergegas masuk ke helikopter.

"Apakah tidak apa-apa karena hari ini cukup berangin?" tanya Min Ho cemas.

"Kita harus melawan dingin untuk maju. Kau pria yang sensitif." jawab Pimpinan Tae.

Tiba di dalam, Pimpinan Tae menyapa pilotnya.

Lalu, ia melihat Co-pilotnya.

"Kau staff baru?"

"Ya, Aku Park Gi Chan. Aku akan mengawal anda dengan aman hari ini." jawab Co-pilot Park.

Pimpinan Tae tiba-tiba batuk. Min Ho pun langsung mengambilkan teh yang tadi disiapkan Jung Won.


Jung Won merasa kesepian. Tak lama kemudian, temannya datang membawakan wine.

Radio yang sedang mereka dengar memutar lagu 'The Magic Flute'.

Jung Won yang tak mau mendengar lagu itu pun buru-buru mematikan radionya. Ya, lagu itu adalah lagu yang didengarnya di mobil Min Ho setelah mereka selesai makan malam keluarga.


Pilot merasa badannya sedikit tidak enak. Melihat itu, Min Ho pun langsung menuangkan teh nya dan menyuruh staff memberikannya ke pilot.

Tapi tak lama setelah meminum teh yang diberikan Min Ho, si pilot langsung jatuh tak sadarkan diri. Sontak, Co-pilot panic dan berusaha mengendalikan helikopter yang sayangnya gagal dan helikopter pun jatuh ke laut setelah sebelumnya sempat membentur sebuah tower.


Jatuhnya helikopter Pimpinan Tae langsung menjadi headline di Korea.

Dilaporkan akibat insiden itu, satu orang hilang, tiga tewas dan satu terluka parah. Yang terluka parah adalah Pimpinan Tae Byeong Cheol dari Geosan Grup. Sedangkan Min Ho menjadi orang yang menghilang.

3 yang tewas adalah staff Pimpinan Tae dan Co-pilot dan pilot. Kecelakaan terjadi di dekat Jembatan Teluk Wonhyo dan helikopter itu milik Grup Geosan dan penyebab kecelakaan akan diketahui setelah kotak hitam ditemukan.

"Kecelakaan ini mengakibatkan total tiga orang terbunuh. Sudah diketahui bahwa Ketua Grup Geosan Tae Byeong Cheol,  di operasi setelah terluka akibat kecelakaan ini."

Di kantor, rekan-rekan Woo Hyuk sedang menyaksikan berita itu. Tak lama kemudian, Woo Hyuk datang dan terkejut melihat beritanya.


Soo Hoo masih terlelap di sebuah kamar hotel bersama seorang wanita saat bel kamarnya berbunyi.

Tak lama kemudian, si selingkuhan bangun dengan wajah kesal dan menuju ke pintu tanpa mengenakan sehelai benang pun.

Tapi Young Eun keburu masuk. Young Eun meminta pegawai hotel membantunya membuka pintu.


Si selingkuhan langsung diam melihat Young Eun.

Young Eun mengambil ember berisi es perendam wine di atas meja dan terus berjalan menuju kamar.

Sampai di kamar, ia meletakkan dompetnya di kasur dan langsung menyiram Soo Ho.

Soo Ho terbangun, siapa itu?

"Istrimu."

"Mengapa kau di sini? Ini adalah permainan busuk."

"Ayah dan adikmu kecelakaan."

"Apa?"

"Helikopternya jatuh!" sentak Young Eun.

Soo Ho terkejut, apa mereka mati?


Para wartawan berkumpul di depan rumah sakit. Tak lama kemudian, Nyonya Shin didampingi para pengawalnya datang. Wartawan pun langsung mengerubunginya.


Woo Hyuk mencoba masuk ke sebuah ruangan yang dijaga ketat.

"Apakah dia mati?" tanya Woo Hyuk.

Para pengawal menyuruh Woo Hyuk pergi.

"Aku bertanya apakah Pimpinan Tae sudah mati!"

"Anda tidak bisa masuk. Silakan pergi."


Yoo Ra pun datang dan memarahi pengawal keluarganya. Sang pengawal pun menjelaskan kalau mereka hanya menjalankan perintah. Yoo Ra lalu mengajak Woo Hyuk masuk.


Anggota keluarga Tae menunggu di depan ruang operasi. Yoo Ra terus menggenggam tangan sang ibu yang terlihat sedih.


Sementara Soo Ho dan istrinya terlihat biasa saja.


Woo Hyuk berdiri di depan ruang operasi, ia tidak tahu harus senang atau sedih.


Pria berkacamata yang ikut rapat bersama Min Ho di hari pertama Min Ho, meminta Jung Won bersabar. Ia berkata, semua orang sedang berusaha keras mencari Min Ho.


Pria itu lantas menghampiri Nyonya Shin.

"Noona, kau baik-baik saja?"

"Bagaimana Min Ho?"

"Polisi pikir dia pasti sudah mati. Mustahil untuk bertahan hidup. Mereka bilang jika ditemukan, itu akan menjadi mayat!" bisik pria itu.

Mendengar itu, Nyonya Shin langsung pingsan. Melihat itu, Soo Ho dan Young Eun langsung berlari ke Nyonya Shin. Mereka dan Yoo Ra cemas. Sementara Jung Won dan Woo Hyuk hanya menatap Nyonya Shin dari kejauhan.


Dari tempat kejadian, beberapa reporter melaporkan kalau tim penyelamat sudah mencari Min Ho selama 5 jam.


Anggota keluarga Tae sedang menunggui Nyonya Shin. Tak lama kemudian, Nyonya Shin siuman dan mengaku baik-baik saja. Nyonya Shin lantas menyuruh Soo Ho menjaga perusahaan. Soo Ho mengerti dan langsung pergi bersama Young Eun.


Woo Hyuk mengajak Yoo Ra keluar.


Tinggal lah Jung Woon bersama Nyonya Shin. Nyonya Shin menenangkan Jung Won. Ia yakin, Min Ho masih hidup. Setelah itu, Nyonya Shin menyuruh Jung Won keluar.


Setelah semuanya keluar, Nyonya Shin bangun dari tidurnya dan... tertawa!

Pria berkacamata itu lantas masuk.

"Panggil anggota dewan." suruh Nyonya Shin.

"Apakah tidak masalah melakukan itu? Pimpinan  sedang menjalani operasi dan kita tidak tahu apakah Min Ho hidup atau mati." jawab Pria berkacamata itu.

"Hyeon Cheol-ah, lakukan saja apa yang diperintahkan, karena aku akan membuat keputusan."


Soo Ho dan Young Eun kembali menunggui Pimpinan Tae yang masih dioperasi. Tak lama, ponsel Young Eun berbunyi.

"Oh, appa. Dia masih dioperasi."

"Suamimu masih ada bersamamu?"

"Dia bersamaku."

"Dia akan menjadi pewaris yang berhasil pasti."

"Akan kuhubungi ayah lagi nanti."


"Keluarga yang seperti anjing ... dia meninggal." ucap Soo Ho setelah Young Eun selesai bicara di telepon.

"Perhatikan ekspresimu." jawab Young Eun, membuat Soo Ho agak kesal. Tapi ia langsung menjaga sikapnya melihat Woo Hyuk dan Yoo Ra datang.


Tak lama kemudian, dokter keluar dan meminta mereka mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk karena tulang rusuk Pimpinan Tae yang patah, menembus hatinya.

Yoo Ra langsung syok.


Saat sang ayah dibawa keluar dari ruang operasi, tangisnya pecah.

"Ayah, buka matamu." pinta Yoo Ra.


Melihat Pimpinan Tae yang tidak sadarkan diri, Woo Hyuk pun teringat masa lalunya, saat meratapi kematian sang ayah. Saat itu, Woo Hyuk hanyalah seorang anak kecil.


Yoo Ra ditemani Woo Hyuk menemani Pimpinan Tae.

Woo Hyuk : Dia akan bangun. Karena dia kuat. Demi semua orang, dia pasti akan melakukannya.


Paginya, Jung Won mengurus Nyonya Shin yang masih terlelap.


Sementara, Woo Hyuk dapat perintah dari Kepala Jaksa untuk menangani kasus helikopter Geosan.

"Kenapa saya?" tanya Woo Hyuk.

"Ini perintah dari Kepala. Tampaknya Geosan memilihmu. Tidak tahukah kau betapa khawatirnya mereka bahwa kecelakaan terjadi disaat yang genting? Kau harus menanganinya dengan bijaksana bahwa itu tidak menjadi gandum bagi pabrik skandal." jawab Kepala Jaksa.


Jung Won sedang menonton berita Min Ho. Reporter melaporkan bahwa Min Ho masih belum ditemukan.


Nyonya Shin tidak benar-benar tidur. Ia merubah posisi tidurnya dan tersenyum.


Woo Hyuk pun mulai menyelidiki penyebab jatuhnya helikopter Geosan. Ia minta tim nya menentukan penyebab kematian 3 jenazah korban helikopter Geosan.


Nyonya Shin tengah bersiap-siap sambil berbicara dengan Hyeon Cheol. Hyeon Cheol berkata, ia sudah memanggil semua dewan direksi.

Tapi tak lama, ia dikejutkan dengan kehadiran Min Ho. Min Ho terlihat baik-baik saja.

"Apakah kau kecewa? Apakah ini aneh bahwa aku masih hidup? Ini bukan pertama kalinya aku kembali dari kematian." ucap Min Ho.


Tepat saat itu, Jung Won datang dan terkejut melihat suaminya sehat-sehat saja.


Nyonya Shin mendekati Min Ho dengan wajah kesal.

"Aku punya hadiah. Kau ingin melihatnya? Ini akan sangat lucu." ucap Min Ho, lalu mengambil sesuatu dari balik jasnya.


Jung Won langsung pergi sambil menangis.


Bersamaan dengan itu, Woo Hyuk datang dan melihat Jung Won. Woo Hyuk pun bergegas mengikuti Jung Won.

Jung Won menangis di tangga. Tak lama kemudian, Woo Hyuk datang. Jung Won terkejut melihat Woo Hyuk.

Woo Hyuk menghapus air mata Jung Won.

Tak lama kemudian, mereka berciuman! Dan Min Ho melihat mereka dari kejauhan.


Bersambung.........

Next episode

Min Ho ditemukan tewas dengan luka tusukan, di ruangannya.

Yoo Ra yakin, Min Ho yang tewas setelah selamat dari insiden kecelakaan, bukan lah suatu kebetulan.

Jung Won pun menjadi tersangka, karena Jung Won lah orang terakhir yang bertemu Min Ho sebelum Min Ho terbunuh.

Komentar saya :

Kayaknya disini villainnya Nyonya Shin... Si pilot langsung tewas setelah minum teh dari Min Ho yang kita tahu teh itu bikinan Jung Won. Sy yakin ada lanjutan cerita setelah Jung Won memasukkan termos teh nya ke dalam tas Min Ho. Bayangan sy sih, Nyonya Shin yg diam-diam narok racun ke itu teh.

Tapi yg sy penasaran, gimana ceritanya Min Ho bisa selamat. Dia tiba-tiba muncul kayak gk kejadian apa-apa gitu.

Dan kenapa, Nyonya Shin gk suka Min Ho? Sy coba analisa, Min Ho sepertinya bukan anak kandung keluarga itu. Bisa aja dia anak angkat, anak haram...

Hubungan Woo Hyuk-Jung Won-Min Ho juga bikin sy penasaran.. ini kelihatan banget si Jung Won gk mencintai Min Ho. Terus di ending, Woo Hyuk tiba-tiba nyium Jung Won, seolah menunjukkan mereka punya hubungan sebelumnya.

Anggota keluarga Tae yg waras kek nya cuma Yoo Ra seorang.

1 comment:

  1. Hahahaha .. ngakak di bagian "Anggota keluarga Tae yg waras kek nya cuma Yoo Ra seorang"

    ReplyDelete