Graceful Family Ep 5 Part 3

Sebelumnya....
 

Je Kook lantas menemui Seok Hee di restoran mewah. Seok Hee sudah duduk disana. Seok Hee tanya, apa mereka pernah makan malam berdua?

Je Kook : Aku tidak tahu.

Seok Hee : Seingatku tidak pernah. Aku mau tahu aku harus membelikanmu apa untuk membuatmu menyukaiku. Aku cemas. Kau vegetarian, aku sebaliknya.

Je Kook : Aku tidak ada masalah dengan daging.

Seok Hee : Bagaimana kakek merekrut seseorang yang begitu lugas sepertimu?

Je Kook : Pimpinan Senior adalah orang yang jujur.

Seok Hee : Lalu kenapa kau meninggalkannya dan beralih ke pihak ayahku? Tentu saja, aku yakin kau punya alasannya.

Direktur Han, kau tidak mengejar uang dan kau juga tidak mengejar kehormatan mewah. Aku memikirkan kenapa kau melakukan segalanya dalam kegelapan dan tetap bertahan di dalam TOP.

Je Kook : Lalu? Kau mendapatkan jawabannya?

Seok Hee : Kebanggaan seorang pembuat raja.


Mendengar itu, Je Kook tertawa dan mengambil gelas wine nya.

Je Kook : Itu menarik.

Je Kook lalu meminum wine nya.

Seok Hee : Kesenangan menjadi satu-satunya yang berkuasa di balik tirai? Kau mengingatkanku pada John Hoover, mantan direktur FBI. Dia menjadi direktur FBI sampai meninggal, dan dengan informasi yang dimilikinya, dia menguasai presiden.

Je Kook : Kau tahu tentang Hoover?

Seok Hee : Aku tahu lebih banyak dari yang kau kira.

Je Kook : Hoover... aku akan menganggapnya sebagai pujian.


Seok Hee : Direktur Han, bagaimana jika kau bertaruh untukku sekarang?

Je Kook : Pertama-tama, kau harus menjadi CEO di rapat pemegang saham berikutnya. Kita akan bicara lagi setelah itu.

Seok Hee : Baiklah. Aku tahu tidak akan bisa memenangkanmu dengan begitu mudah.



Young Seo sedang minum-minum sambil mendengarkan alunan musik biola yang dimainkan seorang wanita. Tapi wanita itu bermain biola dengan kaki yang direndam ribuan es.


Seok Hee pulang dan melihat ibu tirinya. Ia mau mendekati ibu tirinya tapi langkahnya terhenti karena Wan Joon datang.

Wan Joon : Ibu sudah banyak minum.

Young Seo : Dia memainkan instrumennya di tengah-tengah rasa sakit di kakinya yang membeku demi mendapatkan 5.000 dolar.


Wan Joon lantas melihat kaki wanita itu yang sudah mulai membiru. Ia sedikit terkejut. Lalu, ia kembali menatap sang ibu.

Young Seo : Tahukah kau kenapa aku terkadang mendengarkan musik seperti ini? Situasiku tidak berbeda dengan pemain biola itu. Aku berusaha tidak melupakan itu.

Wan Joon : Ibu....


Young Seo : Putra kebanggaanku, dengarkan.  Kau sudah berbakat sejak masih kecil. Tanpa kau di sini, orang-orang hanya akan menyalahkan aku. Mereka berbicara di belakangku tentang bagaimana aku menghancurkan keluarga orang lain. Mereka bahkan tidak memiliki keberanian untuk mengatakannya di depanku. Tapi aku memiliki seorang putra yang dilahirkan untuk menjadi penerus MC Grup.

Wan Joon : Ibu, pernahkah ibu berpikir bahwa aku mungkin ingin melakukan sesuatu yang lain?

Young Seo : Tidak. Tidak sekalipun!

Mendengarnya, Wan Joon kecewa.

Young Seo : Tanpamu, MC Grup tidak akan ada! Aku hidup di atas es seperti pemain biola itu karena harapanku padamu.

Tapi, apa yang akan kita lakukan, Wan Joon? Karena Seok Hee, impianku... bukan,  impian kita akan hancur.

Wan Joon : Ibu mabuk. Sebaiknya ibu berhenti sekarang.

Wan Joon beranjak pergi.

Young Seo menggerutu, dasar brengsek...


Seok Hee masuk dan terkejut melihat wanita itu bermain biola dengan kaki yang direndam es.

Seok Hee : Apa yang kau lakukan di atas es? Turun sekarang juga.

Tapi wanita itu terus memainkan biolanya dan tidak mendengarkan Seok Hee.

Seok Hee marah, turun sekarang juga!

Barulah wanita itu turun.

Seok Hee : Apa kakimu baik-baik saja?

"Ya, tidak apa-apa." jawab si pemain biola.


Young Seo berdiri dan mendekati mereka. Young Seok berkata, tidak akan membayar si pemain biola, karena si pemain biola berhenti bermain biola dan melanggar kesepakatan mereka.

Mendengar itu, si pemain biola menatap kesal ke arah Seok Hee, lalu pergi.


Young Seo : Orang itu baru saja kehilangan 5.000 dolar yang bisa dia dapatkan dari bermain hari ini. Itu salahmu. Seseorang seperti kau tidak tahu apa-apa tentang seni.

Seok Hee : Seni? Ini bukan seni. Ini penyiksaan. Bagaimana manusia bisa begitu kejam? Oh benar, kau bukan manusia, kan?

Young Seo : Tutup mulutmu!

Seok Hee : Kenapa kau tidak naik sendiri dan memainkan biola di atas es?

Young Seo yang malas meladeni Seok Hee beranjak pergi tapi Seok Hee terus mengoceh, membuat ia menghentikan langkahnya.

Seok Hee : Berapa banyak yang dibutuhkan untukmu naik? 5.000 dolar? 10.000 dolar?


Young Seo yang kesalnya udah sampai ke ubun2, menampar Seok Hee.

Tapi Seok Hee malah terus mengoceh, membuatnya mau menampar Seok Hee lagi tapi Seok Hee langsung memegang tangannya, dan mendorongnya hingga ia jatuh.

Mulai lah Young Seo nge-drama.

Young Seo teriak2, beraninya kau melakukan ini padaku!

Seok Hee : Jangan berlebihan dan bangunlah!


Cheol Hee dan dua pengawalnya datang.

Seok Hee : Kau penyihir jahat!

Young Seo : Aku tidak percaya ini...

Cheol Hee : Keluarkan dia dari sini!

Dua pengawal Cheol Hee langsung menyeret Seok Hee keluar.


Sekarang,,, Cheol Hee menyuruh Seok Hee minta maaf pada Young Seo.

Tapi Seok Hee tidak mau.

Seok Hee : Bagaimana ceritanya aku memukul orang tuaku disaat dia dan aku tidak ada hubungan sama sekali?

Cheol Hee : Kau lah yang tidak menerima dia sebagai ibumu!

Seok Hee : Salah siapa aku kehilangan ibuku? Bagaimana aku bisa menerimanya sebagai ibuku?

Cheol Hee : Kubilang, minta maaf!

Seok Hee : Tidak akan!


Cheol Hee : Kau seharusnya tidak pernah dilahirkan.

Seok Hee syok mendengarnya : Bagaimana bisa seorang ayah mengatakan itu kepada putrinya?

Cheol Hee : Aku tidak memiliki putri sepertimu.

Seok Hee : Itu benar. Hubungan kita berakhir saat kau membuangku ke Amerika 15 tahun yang lalu.

Cheol Hee : Keluar!


Seok Hee lalu menatap Young Seo.

Seok Hee : Kenapa kau tidak mulai hidup seperti manusia sekarang?

Young Seo : Tolong keluarkan dia dari sini sekarang!

Seok Hee : Aku akan keluar sendiri dengan kedua kakiku.

Seok Hee lantas berdiri dan beranjak pergi.


Young Seo : Aku tidak datang ke rumah ini untuk diperlakukan seperti itu olehnya. Dia tidak memiliki sopan santun. Bagaimana dia akan menjalankan perusahaan? Berapa lama lagi kau akan membiarkan berandal itu melakukan apa yang diinginkannya?

Cheol Hee yang sudah stress, menyuruh Young Seo diam. Tapi Young Seo terus mengoceh dan menyuruh Cheol Hee menyingkirkan Seok Hee.

Cheol Hee membanting meja dan berdiri, menatap tajam Young Seo. Young Seo seketika diam dan menatap suaminya dengan wajah syok.


Di kamarnya, Seok Hee duduk di depan meja riasnya dan memikirkan kata2 Je Kook tadi.

Je Kook : Pertama-tama, kau harus menjadi CEO di rapat pemegang saham berikutnya.

Lalu ia ingat kata2 Cheol Hee bahwa dirinya seharusnya tidak lahir.

Seok Hee pun berusaha tegar.


Yoon Do minum2, ditemani Detektif Oh.

Detektif Oh heran sendiri melihat Yoon Do dan berkata, bahwa Yoon Do bertingkah seperti orang yang baru saja putus dari pasangan. Detektif Oh lalu tanya, kenapa Yoon Do memanggilnya jika ingin minum sendirian.

"Kau harus mengatakan padaku ada apa." ucap Detektif Oh.

Yoon Do menghela nafas dan menenggak minumnya.

Detektif Oh : Apa kau pergi menemui ibumu?

Yoon Do : Ya.

Detektif Oh : Aku mengerti...

Yoon Do : Aku menemui ibuku untuk pertama kalinya setelah 15 tahun. Ibuku menjadi wanita tua yang bahkan tidak bisa mengenali putranya.

Detektif Oh : Aku mengerti alasan kau minum.

Yoon Do : Tapi, yang lebih konyol adalah...


Detekif Oh kemudian minum dan menggerutu setelah mendengar cerita Yoon Do.

Detektif Oh : Orang-orang berengsek di MC Grup pasti ikut campur tangan. Itu sebabnya kita tidak bisa melihat catatan investigasinya.

Kamera menyoroti Yoon Do yang kembali minum.

Detektif Oh : Kalau begitu, wanita kasar itu adalah putri korbannya?

Yoon Do mengangguk.

Detektif Oh : Wow, dia memiliki temperamen yang luar biasa.

Detektif Oh lalu cemas. Ia takut Yoon Do dipecat dari MC.

Detektif Oh : Ibumu memang dijebak, tapi putri korban memiliki hak untuk mencari tahu siapa pembunuh sebenarnya.


Yoon Do kemudian pulang dalam kondisi setengah mabuk. Pak Heo membuka pintu dan Yoon Do langsung memegang tangan ayahnya, kemudian membawa ayahnya ke kursi.

Yoon Do : Ayah....

Pak Heo : Apa terjadi sesuatu?

Yoon Do : Tentu saja tidak. Semuanya baik-baik saja.

Pak Heo : Aku tahu sesuatu terjadi.

Yoon Do : Ayah, saat kita bertemu di Sungai Han bertahun-tahun lalu, kenapa ayah tidak bertanya padaku?

Pak Heo : Bertanya apa?


Yoon Do : Hal yang orang tuaku lakukan atau bagaimana aku bisa berakhir sendirian.

Pak Heo : Kau akan memberi tahuku sendiri saat waktunya tepat. Dan pasti ada alasan untuk tidak memberitahuku.

Yoon Do : Kurasa ini harinya. Ibuku ada di penjara. Selama 15 tahun. Jika bukan karena ayah, aku pasti benar-benar sudah mati. Ayah, terima kasih.

Pak Heo : Tidak perlu berterima kasih padaku.

Yoon Do : Aku harusnya berterima kasih padamu.

Pak Heo : Aku tidak banyak membantumu, tapi kau bekerja keras dan akhirnya menjadi pengacara. Putraku... kau bertemu dengan ibumu untuk pertama kalinya setelah 15 tahun?

Yoon Do kemudian terdiam dan mencoba menahan tangisnya. Melihat itu, Pak Heo langsung memeluk Yoon Do.



Paginya, saat keluar dari rumahnya, Yoon Do menemukan Seok Hee berdiri di depan mobilnya.

Seok Hee : Apa yang terjadi? Ponselmu mati. Kau sudah menjadwalkan wawancaraku dengan Newspatch?

Yoon Do : Ya.

Seok Hee : Bagus.

Yoon Do : Ayo.


Yoon Do lalu memanggil taksi.

Seok Hee : Kenapa kau memanggil taksi?

Yoon Do : Bukankah seharusnya kau menemui mereka tanpa sepengetahuan TOP? Jika kita membawa mobil, TOP akan melacakmu.

Seok Hee : Benar. Tapi, kemana kita akan pergi?

Yoon Do : Untuk menemui pembunuhnya.

Seok Hee kaget, apa?


Dan sekarang, mereka sudah ada di penjara tempat Im Soon ditahan.

Yoon Do : Im Soon ada di dalam sana.

Seok Hee : Ada apa denganmu?

Yoon Do : Pergi temui dia. Aku akan menunggumu di sini.

Seok Hee lalu menguatkan hatinya, kemudian pergi menemui Im Soon sendiri.


Im Soon : Nona Seok Hee?

Seok Hee : Ya, ini aku. Aku menetap di Amerika sejak hari itu. Aku ingin tahu kebenarannya. Apa bibi sungguh membunuh ibuku?

Im Soon menggeleng.

Seok Hee : Lalu siapa?

Im Soon : Aku tidak tahu. Aku sungguh tidak tahu. Saat aku masuk ke dalam, dia sudah...


Seok Hee lalu keluar dan menghampiri Yoon Do. Yoon Do berkata, bukan Im Soon pembunuhnya.

Seok Hee : Kenapa?

Yoon Do : Karena dia bukan orang yang mampu membunuh. Jika kucing membawa tikus mati, dia akan menaruhnya dalam kotak dan menguburnya. Dia juga tidak punya motif. Dia adalah pencari nafkah untuk keluarganya dengan menjadi pembantu. Untuk apa dia melakukan hal yang akan membuatnya dipecat? Dia tidak tahu cara membaca dan  dipandang rendah oleh semua orang seumur hidupnya. Tetapi dia masih mengatakan  dunia adalah tempat yang baik. Untuk apa dia membunuh seseorang?

Seok Hee : Siapa kau?

Yoon Do : Aku putranya. Wanita yang kau temui, Im Soon... Aku adalah putranya.

Seok Hee : Lalu, apa kau sengaja mendekatiku? Apa TOP yang mengirimmu?


Yoon Do : Tidak. Aku bertemu denganmu secara kebetulan.

Seok Hee : Kebetulan? Kalau begitu beri tahu aku. Apa yang telah kau lakukan  jika ibumu bukan pembunuhnya? Kau adalah putranya! Dan kau adalah seorang pengacara.

Yoon Do : Kemarin aku juga bertemu dengannya untuk pertama kalinya. Untuk pertama kalinya setelah 15 tahun.

Flashback...


Yoon Do kecil duduk di tepi Sungai Han, seorang diri.

Setelah duduk berjam-jam disana, Yoon Do kemudian bangun dan melihat Pak Heo duduk tak jauh darinya, sambil minum-minum.

Yoon Do lantas berdiri. Ia mau pergi tapi kemudian ia terpeleset dan pingsan.

Melihat itu, Pak Heo langsung mendekati Yoon Do.


Pak Heo lantas membawa Yoon Do ke rumahnya.

Yoon Do sendiri yang baru siuman, kaget mendapati dirinya di tempat asing.

Pak Heo kemudian datang, membawa makanan dan menyuruh Yoon Do makan.


Yoon Do diam saja dan menatap sekelilingnya dan menemukan foto Pak Heo bersama istri dan anaknya di atas meja dekat TV.

Pak Heo : Pakaian Yoon Do muat untukmu.

Yoon Do lalu melihat pakaian yang tengah dipakainya. Itu adalah pakaian Yoon Do, sama seperti yang dikenakan Yoon Do di foto.

Pak Heo : Apa kau mau menjadi putraku?


Yoon Do tidak menjawab dan mulai makan. Ia makan seperti orang yang kelaparan.

Flashback end....


Yoon Do : Begitulah caraku menjadi Yoon Do, putra ayahku yang bahkan tidak mendapatkan sertifikat kematian.

Seok Hee : Kenapa kau tidak bisa menemui ibumu?

Yoon Do : Dia menolak menemuiku. Aku yakin Direktur Han pasti mengancamnya.

Seok Hee : Dia mampu melakukan hal itu, bahkan lebih.

Yoon Do : Ibuku bukan pembunuhnya.

Seok Hee : Akulah orang yang menyaksikan kejadian itu!

Yoon Do : Semua itu kebetulan. Aku menjadi pengacara untuk membuktikan ketidakbersalahan ibuku. Tapi, seolah kasusnya tidak ada. Aku tidak bisa menemukannya. Dan kemudian aku bertemu denganmu. Dan di sinilah kita sekarang.


Sekarang, Seok Hee dan Yoon Do sudah di taksi.

Seok Hee memandang keluar jendela, lalu ia menatap Yoon Do, kemudian memalingkan lagi wajahnya ke jendela.

Yoon Do kemudian menatap Seok Hee.

Seok Hee : Aku tidak tahu bahwa aku tidak akan bisa kembali ke Korea untuk waktu yang lama saat aku dikirim ke Amerika.

Flashback...


Di Amerika, Seok Hee sedang party bersama teman-temannya.


Selesai party, Seok Hee langsung kembali ke kamarnya dan membaringkan tubuhnya.

Kamarnya terlihat berantakan dan penuh barang.


Seok Hee kemudian menerima pesan yang membuatnya terkejut. Seok Hee menerima pesan bahwa pembunuh ibunya masih berkeliaran.

Lalu terdengar suara Seok Hee : Satu-satunya hal yang bisa aku lakukan setelah dibuang ke Amerika adalah makan, minum, dan berpesta untuk melupakan siapa aku. Jika pembunuh sebenarnya ada di luar sana, aku harus menemukannya. Orang yang membunuh ibuku  dan menghancurkan hidupku. Begitulah caraku mendapatkan tujuan hidupku. Tidak, aku membuatnya menjadi tujuanku. Karena aku tidak ingin menjalani kehidupan yang tidak berarti lagi. Setelah itu, aku melakukan riset di ruang VIP kelab dan mulai belajar lagi.


Seok Hee mulai belajar lagi di kamarnya, sementara di bawah, temannya sedang berpesta.

Flashback end...


Seok Hee dan Yoon Do sekarang duduk di kafe.

Seok Hee : Kau penasaran kenapa harus di kelab? Karena aku harus berpura-pura sedang berpesta. Aku diawasi 24 jam penuh. Tidak ada artikel tentang pembunuhan ibuku. Bagaimana bisa tidak ada satu pun artikel pun tentang pembunuhan menantu perempuan sebuah perusahaan besar? Dan aku tidak dapat menemukan informasi apa pun di Korea. Ketika aku mencoba melacak sesuatu, aku selalu diblokir. Dan setelah beberapa hari,  situs itu ditutup. Aku mulai menaruh kecurigaan bahwa ada sesuatu di balik itu.

Yoon Do : Aku tahu. Aku juga mencarinya.

Seok Hee : Tapi, aku menemukan artikel yang menarik. Lima tahun setelah pembunuhan itu terjadi, kasus ibuku disebutkan di sebuah artikel yang menceritakan tentang keluarga MC Grup. Tetapi setelah beberapa hari, artikel itu juga menghilang. Pasti TOP menanganinya. Kau bertanya padaku hal yang kuinginkan, bukan? Hal yang kuinginkan adalah mengetahui kebenaran di balik pembunuhan itu. Itu sebabnya, aku menginginkan TOP. TOP mampu menggoyahkanku dan mengawasiku. Mereka juga tidak akan membiarkanku melakukan apa pun yang sungguh mau kulakukan. Itu sebabnya aku akan mengambil alih TOP dan menghancurkannya. Kurasa kita punya tujuan yang sama. Aku telah menunggu selama 15 tahun. Batas waktu penuntutan belum berakhir. Pertama-tama, aku harus menjadi CEO dulu.

Bersambung ke part 4...

0 Comments:

Post a Comment