Saturday, November 30, 2019

Graceful Family Ep 7 Part 2

Sebelumnya..


Je Kook dan anggotanya kembali rapat.

Pak Kwon berkata, suksesi Wan Joon adalah project 10 tahun. Pak Kwon lalu tanya, apa yang membuat Cheol Hee berubah pikiran.

Je Kook : Kita harus mengambil langkah berisiko untuk menyelesaikan proyek ini dengan cepat.

Pak Kwon : Anda bilang Pimpinan masih sehat.


Je Kook berdiri.

Je Kook : Ya. Itu hanya obsesi mau melihat sendiri suksesi itu berhasil.

Je Kook lalu tanya sebesar apa keberhasilannya jika Wan Joon menjadi CEO sekarang.

Pak Yoon : Sulit untuk mentransfer saham CEO dan saham Nona Seok Hee langsung ke Pimpinan Mo. Pajaknya terlalu besar.

Kyung A : Dan warisan Nona Seok Hee sudah dikenai pajak. Membayar pajaknya lagi itu...

Pak Yoon : Direktur Mo Wan Joon akan mendapatkan lebih daripada batas yang diperlukan untuk mewarisi. Wan Soo putra tertua, si bungsu Seo Jin, dan Nona Seok Hee tidak akan tinggal diam. Mereka semua akan menuntut saham legal mereka. Akan butuh waktu tahunan untuk menyelesaikannya.

Pak Kwon : Dan juga akan sulit untuk mengatur saham keluarga. Terlebih lagi ibunya Mo Seo Jin, Choi Na Ri, adalah bom waktu.


Yoon Do : Tunggu sebentar. Ibunya Seo Jin adalah...

Kyung A : Kau tidak tahu kalau Choi Na Ri adalah ibunya?

Pak Yoon : Anggota partai yang berkuasa baru-baru ini mengajukan RUU yang direvisi  tentang hukum suksesi yang sedang dievaluasi.

Je Kook : Tentang apa?

Pak Yoon : Peningkatan pajak warisan dan prioritas pasangan. Dalam keadaan saat ini, sulit untuk menyerahkan hak pengelolaan kepada Direktur Mo. Pajaknya saja akan mencapai triliunan.

Je Kook : Meski begitu, kita harus melakukan apa?

Pak Yoon : Kita perlu meminta keluarga untuk menandatangani hak mereka atas warisan secara legal.


Je Kook : Baiklah. Ketua Tim Lee, kau urus Choi Na Ri. Ketua Tim Yoon, kau urus Baek Soo Jin. Ketua Tim Kwon, kau urus Nyonya Ha. Dan Pengacara Heo, kau urus Nona Seok He dan Tuan Muda Wan Soo. Pastikan Nona Seok Hee tidak tahu mengenai suksesi.

Yoon Do : Baik.

Je Kook : Mari urus dulu keluarganya. Lalu kita akan menghalangi undang-undang yang direvisi.

Tim : Baik.

Anggota tim bubar.


Yoon Do masih tidak menyangka Na Ri adalah ibunya Seo Jin.

Tak lama, ponsel Yoon Do berdering. SMS dari Seok Hee yang menyuruh Yoon Do segera datang.


Yoon Do menunggu Seok Hee di depan klub. Tak lama kemudian, Seok Hee datang dengan taksi.

Yoon Do terkejut melihat penampilan mentereng Seok Hee.

Yoon Do : Apa yang kau kenakan?

Seok Hee : Aku penggemar kelab. Aku berpakaian begini agar sesuai.

Yoon Do : Kau tampak lucu!

Seok Hee : Aku sedang bekerja sekarang, jadi, jangan bercanda.

Yoon Do : Tapi kau terlihat lucu...


Seok Hee mengajak Yoon Do masuk, tapi petugas keamanan melarang Yoon Do masuk karena penampilan Yoon Do.

Seok Hee pun keluar lagi. Ia melepaskan dasi dan kancing atas Yoon Do, serta mengacak-ngacak rambut Yoon Do. Barulah Yoon Do diizinkan masuk.


Yoon Do dan Seok Hee bicara di sebuah ruangan. Seok Hee heran ayahnya ingin cepat2 Wan Joon menjadi CEO.

Yoon Do : Direktur Han bilang ini obsesi biasa.

Seok Hee : Obsesi?

Seok Hee tidak percaya itu hanya obsesi biasa.

Seok Hee : Ayahku mengawasi Direktur Han. Untuk persiapan saat dia lebih tua dan lemah. Karena Mo Wan Joon tidak bisa mengatasi Direktur Han sendiri. Aku yakin dia takut dia akan berakhir seperti kakekku.

Yoon Do : Bukan hanya kau tapi seluruh keluarga harus menandatangani pernyataan.

Seok Hee : Apa mereka akan menyetujuinya?


Yoon Do : TOP akan melakukan apa pun untuk membuat mereka melakukannya.

Seok Hee : TOP selalu punya jalan bebas hambatan untuk berkendara. Tidakkah menurutmu kini mereka harus menghadapi beberapa lubang di jalan?

Yoon Do : Apa yang akan kau lakukan?

Seok Hee : Divide and rule.

Yoon Do : Seperti bagaimana negara-negara kuat memerintah koloni selama imperialisme? Mereka menyebabkan perselisihan internal untuk mencegah kemerdekaan. Kau ingin membuat anggota keluarga lainnya memperebutkan warisan. Gunakan satu grup untuk mengontrol yang lain. Kau jauh lebih pintar dari yang terlihat.

Seok Hee : Sekarang kita akhirnya sepaham.


Yoon Do : Tapi jika itu terjadi, mereka akan curiga bahwa aku telah membocorkan informasinya.

Seok Hee : Tapi kita bisa menggunakan kecurigaan Direktur Han untuk keuntungan kita. Direktur Han tidak mudah lengah. Kau harus melewati tesnya cepat atau lambat.

Yoon Do : Permainan mata-mata tampaknya cocok untukmu.

Seok Hee : Aku penggemar berat drama detektif. Jangan lupa. Peranku adalah pewaris yang gila dan kasar. Itulah aku.

Seok Hee lalu mengajak Yoon Do mengunjungi Im Soon akhir pekan ini.

Yoon Do : Ibuku?

Seok Hee : Dia satu-satunya yang bisa menjelaskan tentang kejadian itu. Aku harus sering menemuinya.

Yoon Do : Itu benar, tapi semuanya akan berakhir jika mereka mengetahui tentang kunjungan kita.

Seok Hee : Itu tidak cukup untuk menghentikan kita. Mata-mata tidak bisa melakukan itu.


Besok paginya,, Seok Hee terlambat ke ruang makan. Ia baru datang disaat yang lain sudah mulai makan. Sudah terlambat,, Seok Hee juga mengenakan pakaian olahraga dengan perut terbuka. Seok Hee masuk ke ruang makan sambil menatap ponselnya dengan wajah senang.

Young Seo menatap Seok Hee.

Young Seo : Kau seharusnya datang ke meja makan tepat waktu.

Seok Hee : Aku menemukan artikel yang menarik. Konsesi MC Grup yang indah. Indah sekali hingga aku bisa gila.


Wan Joon : Mo Seok Hee, aku tidak mengharapkan rasa hormatmu. Tapi setidaknya bersikaplah sopan.

Seok Hee : Mereka bilang aku melepaskan hakku untuk ayah. Komentarnya yang gila. Mereka mengatakan bahwa kita adalah contoh yang bagus untuk bisnis keluarga. Ayah pasti senang memiliki Direktur Han yang pintar. Tapi bukankah itu terlalu munafik?


Wan Soo terkejut.

"Hei! Apa kau benar-benar menyerahkan hak manajemenmu?"

"Lebih tepatnya, dipaksa. Benar kan, Ayah?  Sekarang aku tidak punya hak atau saham. Bahkan jika aku ingin berinvestasi dalam filmmu, aku tidak bisa."

"Benarkah? Ayah, apa itu benar?" tanya Wan Soo.


"Kak Wan Soo, apakah itu berarti kau tidak bisa membuat film? Katamu kau akan memberiku peran khusus." ucap Seo Jin.

"Bro, itu tidak penting sekarang. Jadi diamlah." ucap Wan Soo.

Wan Soo lalu minta penjelasan ibunya soal hak manajemen Seok Hee.


Young Seo : Seok Hee, kau menandatanganinya sendiri karena ketidakmampuanmu. Jika kau mengatakan sebaliknya, kau harus pergi ke rumah sakit jiwa.

Seok Hee : Astaga. Kau sekarang mengancam untuk mengurungku di rumah sakit jiwa? Kau menakutkan, Ibu Tiri.

Young Seo kesal, umurmu sekarang sudah lebih dari 30 tahun. Jadi, kau harus menjaga dirimu sendiri. Kapan kau akan berhenti menggunakan uang ayahmu untuk membeli pakaian dalammu?


Young Seo lalu menatap Cheol Hee.

Young Seo : Bagaimana jika kau membantu Seok Hee untuk lebih mandiri?

Seok Hee : Aku mengerti gambaran besarmu yang indah, tapi aku suka berada di sini karena penuh dengan cinta dan kedamaian. Jadi, maaf aku tidak bisa melangkah keluar dari rumah ini.

Cheol Hee : Ibumu tidak salah. Kau harus bergabung dengan kakak iparmu dan mengikuti pelajaran memasak.

Soo Jin : Aku akan senang jika ditemani olehnya.

Seok Hee : Ada apa denganmu? Aku sibuk menyia-nyiakan hidupku.


Pelayan mendekati Seo Jin.

"Tuan Muda Seo Jin, akademi menelepon dan mengatakan hari ini tidak ada pelajaran."

Seo Jin langsung lemas mendengarnya. Melihat ekspresi Seo Jin, Seok Hee pun penasaran.


Di kamarnya, Seok Hee sedang siap2. Tiba2, Seo Jin masuk kamarnya.

Seo Jin : Noona, bisakah kau mengatakan aku menemuimu setelah sekolah? Kelasku dibatalkan.

Seok Hee : Kau butuh alibi?

Seo Jin : Penyihir jahat itu tidak suka aku bertemu ibuku. Tapi, ibu mau aku menyelinap keluar.

Seok Hee : Kau telah berbohong tentang kelas untuk bertemu ibumu?

Seo Jin : Aku tidak melakukannya setiap hari. Hanya sebulan sekali.


Seok Hee : Baiklah, aku akan mengantarmu.

Seok Hee lalu merangkul Seo Jin dan bergegas keluar.


Seok Hee menjemput Seo Jin di sekolah.

Bersambung ke part 3...

No comments:

Post a Comment