Tuesday, November 19, 2019

Graceful Family Ep 6 Part 4

Sebelumnya...


Malamnya, Yoon Do makan dengan lahap, di restorannya, ditemani sang ayah.

Pak Heo heran, tidak ada makan-makan di pemakaman, padahal yang meninggal seorang konglomerat.

Pak Heo : Kau makan seolah-olah kau kelaparan selama berhari-hari.

Yoon Do terus makan, seperti orang yang kelaparan.

Pak Heo mengomelinya.

Pak Heo : Hei, makan perlahan! Kau akan mengalami gangguan pencernaan!

Pak Heo kemudian mengomentari pemakaman Wang Pyo lagi.

Pak Heo : Bagaimanapun, ini lucu. Bagaimana mereka bisa menyelesaikan pemakaman hanya dalam sehari, bukannya 7 hari berkabung? Bukannya dia meninggal di usia muda. Tapi pada usia 88 tahun, dia berumur panjang. Aku belum pernah melihat pemakaman berakhir dalam satu hari. Ini pertama kalinya dalam hidupku!


Yoon Do : Ayah, itulah sebabnya ayah seharusnya tidak iri pada orang kaya! Meskipun dia kaya dan seorang pimpinan, tapi tidak ada yang datang ke pemakamannya!

Pak Heo : Saat aku mati nanti, pastikan pemakamanku setidaknya 3 hari.

Yoon Do : Kenapa tidak 7 hari?

Pak Heo : Tidak, 7 hari terlalu lama. Tiga hari cukup. Berjanjilah.

Yoon Do : Tapi, menurutku ayah akan hidup lebih lama dariku.

Pak Heo marah dan langsung meneriaki Yoon Do.

Pak Heo : Beraninya kau! Jangan pernah bercanda tentang hal-hal seperti itu!


Yoon Do : Terima kasih, ayah.

Pak Heo : Ada apa denganmu?

Yoon Do : Aku hanya bersyukur atas segalanya.

Pak Heo : Mau nasi lagi?

Yoon Do : Ya!

Pak Heo pun pergi mengambil nasi.


Tapi tiba2, Je Kook menghubunginya


Yoon Do pun langsung menemui Je Kook. Je Kook bilang, ingin menjadikan Yoon Do anggota TOP. Yoon Do kaget.

Je Kook : Sekarang setelah Pimpinan Senior meninggal, dan Pimpinan Mo menjadi CEO dari MC Distribution, era baru untuk MC Distribution telah tiba. TOP membutuhkan orang baru yang cocok dengan era baru. Pintu masuk ke TOP itu sempit. Jadi bagaimana jika kau bergabung dengan kami selagi pintunya masih terbuka?

Yoon Do diam saja.

Je Kook : Apa kau kecewa?

Yoon Do : Apa maksud anda?

Je Kook : Kau menginginkan Nona Seok Hee menjadi CEO-nya. Apa kau pikir Nona Seok Hee cocok untuk memimpin puluhan ribu karyawan?

Yoon Do : Anda pikir Nona Mo Seok Hee tidak cocok untuk memimpin perusahaan. Apa anda pikir dia akan menjadi penghalang di era baru? Apakah itu sebabnya anda membuatnya tampak mabuk? Apakah era baru akan menggunakan cara kekerasan seperti itu?


Je Kook : Sebagai pengacara, apa tujuan akhirmu?

Yoon Do : Aku tidak menganggap kita cukup dekat untuk membahas kehidupan pribadiku.

Je Kook : Orang yang menahan diri dari sanjungan dan mengatakan hal-hal yang tidak ingin didengar orang cenderung berhasil. Nona Seok Hee berbakat dan punya banyak kualitas baik. Tapi bukan di manajemen. Ideologi dan realitas perlu bertemu pada titik kritis dalam manajemen. Tetapi Nona Seok Hee cenderung kurang memiliki realitas. Sebagai CEO, dia harus bisa melihat nilai dalam situasi yang mungkin tidak disukainya dan belajar berkompromi. Apa kau pikir dia bisa melakukan itu?

Yoon Do tercengang.

Je Kook : Jika Nona Seok Hee menjadi CEO, ekonom mungkin memuji dia. Tetapi ada kemungkinan besar bahwa perusahaan akan berjuang dengan hutang.


Yoon Do : Kurasa anda dan aku memiliki pendapat yang sangat berbeda.

Je Kook : Aku mengenal Nona Seok Hee lebih lama darimu, Pengacara Heo. Selama Nona Seok Hee menyerahkan hak manajemen, dia dapat kembali ke Amerika Serikat atau dia dapat hidup mewah di sini sebagai putri tunggal dari keluarga kaya.

Yoon Do : Bukankah anda sudah memaksanya untuk melepaskan hak itu?

Je Kook : Meskipun begitu, dia masih pemegang saham mayoritas. Aku menghargai fakta.

Je Kook lalu meminta Yoon Do ikut dengannya.


Je Kook membawa Yoon Do ke ruangan kerja Joo Young.

Je Kook : Ini adalah tempat yang hanya boleh dimasuki oleh karyawan TOP yang dipilih secara khusus. Pada satu titik, kekuatan negara ini ditentukan oleh siapa yang mengendalikan militer. Tapi sekarang? Informasi berkualitas tinggi dan teknologi untuk menggunakannya. Modal menentukan siapa yang memiliki kekuatan. Coba cari siapa saja.


Yoon Do pun duduk. Ia berniat menulis nama ibunya. Tapi tak jadi. Ia pun menuliskan namanya, tapi tak ada hasil.

Je Kook : Kali ini, coba cari menggunakan ID TOP.


Keluar lah beberapa hasil pencarian tentang namanya.

Je Kook : Ada 9 Heo Yoon Do yang kami kelola. Baik, ayo kita periksa milikmu.

Je Kook menunjukkan hasil pencarian Yoon Do.

Je Kook : Sebelum lulus ujian izin praktik, kau bekerja paruh waktu di 10 tempat. Ini dia. File kasus pembunuhan mungkin di suatu tempat di sini juga.


Yoon Do lantas berdiri dan menatap Je Kook.

Je Kook : Bukankah kau harus belajar bekerja dengan benar, Pengacara Heo? Kuharap kau akan menggunakan dan memanfaatkan tempat ini sebanyak yang kau inginkan.

Yoon Do : Kenapa aku?

Je Kook : Karena kau baru dan menyegarkan.

Yoon Do : Aku seharusnya merasa terhormat, bukan? Tapi aku pengacara Nona Mo Seok Hee.

Je Kook : Nona Seok Hee pemegang saham mayoritas, tapi tidak banyak yang bisa dia lakukan. Apa kau hanya akan menjadi pengacara keluarga yang menangani kekacauan anggota keluarga?

Yoon Do : Apa TOP lebih baik daripada pengacara keluarga?

Je Kook : Kau orang yang sangat ambisius. Memiliki tujuan juga merupakan ambisi. Aku merasa kau sangat ulet. Aku tidak tahu tentang apa itu.

Yoon Do : Apakah kau penasaran?


Je Kook : Tidak. Tapi aku tahu tujuan akhirmu bukanlah menjadi pengacara keluarga. Aku tidak tahu apa yang kau inginkan tapi jika kau menjadi anggota resmi TOP maka kau akan memenuhi semua tujuanmu. Tapi, jika hingga kini kau peduli dengan Nona Seok Hee, mulai sekarang, kau harus mengawasinya.

Yoon Do : Anda ingin aku memilih antara TOP dan Mo Seok Hee?

Je Kook : Aku tidak terburu nafsu. Tapi kau tahu kan kalau aku tidak sabaran? Aku tidak bisa menunggu terlalu lama.

Je Kook pun mengizinkan Yoon Do pergi sekarang.


Yoon Do beranjak keluar. Sampai diluar, ia menatap gedung besar MC.


Seok Hee makan sendirian di ruang makan. Lalu tak lama, Wan Soo datang dengan Seo Jin.

Wan Soo : Mo Seok Hee, bahkan kau masih makan steak di hari seperti ini! Kau sangat berkelas! Tekadmu untuk bertahan hidup amat mengagumkan! Luar biasa, Mo Seok Hee!

Seo Jin : Noona, kuatlah.

Wan Soo langsung menatap Seo Jin.

Wan Soo : Kau pasti sangat menyukai Seok Hee. Kau bahkan menghibur dia.

Seo Jin : Kan aku sudah bilang. Seok Hee adalah tipeku.

Wan Soo : Astaga, tiba- tiba aku sangat mengkhawatirkan masa depanmu, Seo Jin.

Seo Jin : Kenapa?


Kepala Pelayan datang dan berkata, bahwa Cheol Hee ingin bertemu Seok Hee.


Seok Hee langsung ke ruangan sang ayah setelah mengganti bajunya.

Cheol Hee : Pemakaman alami kakekmu berada di tempat terbaik yang kuinginkan untuk diriku sendiri.

Seok Hee : Lalu kenapa tidak ayah gunakan untuk pemakaman ayah sendiri? Seorang biksu agung Buddha juga akan melakukan upacara pemakaman 49 hari.


Seok Hee kemudian menatap tajam Je Kook.

Seok Hee : Di mana kau sembunyikan Bu Jung dan Pengacara Yoon?

Je Kook : Senang melihatmu begitu energik.

Seok Hee : Ayah mungkin menjadi CEO-nya. Tapi ayah tahu bahwa aku masih pemegang saham mayoritas MC Distribution, bukan?

Je Kook : Struktur pemegang saham telah berubah hingga hari ini.


Je Kook menunjukkan laporan saham.

Je Kook : Aku membeli semua saham Direktur Choi dan Direktur Shin.

Seok Hee : Kini aku mengerti alasan semua orang menginginkanmu.

Je Kook : Ini adalah formulir untuk melepaskan hak manajemenmu.

Seok Hee : Untuk apa aku harus menandatangani formulir itu? Aku bukan pemegang saham mayoritas jadi aku tidak memperoleh hak manajemen!

Je Kook : Kau mungkin bukan pemegang saham mayoritas tapi dengan sahammu, kau mungkin akan menghalangi jalan Pimpinan Mo. Kau bisa menyangkalnya, tapi orang di sekitarmu tidak akan membiarkanmu. Dan juga, berikan warisan yang kau dapatkan dari Pimpinan Senior.

Seok Hee : Direktur Han!


Je Kook : Nona Seok Hee, kau bersenang-senang di Korea seperti yang kau lakukan di taman hiburan setelah 15 tahun. Sekarang sudah waktunya menutup taman hiburan.

Seok Hee : Biar kutanyakan satu hal. Siapa yang membunuh Kakek?

Cheol Hee : Mo Seok Hee!

Seok Hee : Katakan kebenarannya! Maka, aku akan menandatanganinya.

Je Kook : Aku sudah mengurusnya.

Cheol Hee : Direktur Han.

Je Kook : Sekarang, tolong tanda tangani.


Seok Hee : Apa yang akan kudapatkan jika aku menandatanganinya?

Je Kook : Kau bisa hidup seperti di Amerika Serikat dulu...

Seok Hee : Dengan seseorang mengawasiku?

Je Kook : Makan dan habiskan uang sebanyak yang kau mau.

Seok Hee : Dengan kartu kredit?

Je Kook : Kau bisa hidup dengan bebas.

Seok Hee : Biarkan aku tetap mempertahankan Pengacara Heo sebagai pengacaraku.

Je Kook : Tidak bisa.

Seok Hee : Kenapa?

Je Kook : Dia akan bergabung dengan TOP. Pengacara Heo juga akan segera memutuskan.

Seok Hee kesal, tapi kemudian ia minta waktu berpikir.


Seok Hee mengambil permen di dalam toples di meja, lalu ia memakannya dan mondar mandir di dekat akuarium Picasso sambil memegang ponselnya.


Je Kook yang curiga, langsung memanggil Pak Kwon. Pak Kwon masuk dan mengambil paksa ponsel Seok Hee.

Seok Hee marah.

Pak Kwon memberikan ponsel Seok Hee ke Je Kook.


Je Kook : Nona Seok Hee, kau seharusnya tidak mengajukan pertanyaan sensitif.

Je Kook lantas memutar rekaman pembicaraan mereka tadi.

Seok Hee : Katakan kebenarannya maka aku akan menandatanganinya. Siapa yang membunuh kakek?

Je Kook : Aku sudah mengurusnya.

Ya, Je Kook tahu Seok Hee diam2 merekam pembicaraan mereka.


Sontak, Cheol langsung menatap Je Kook dengan tatapan ngeri.

Je Kook lantas memasukkan ponsel Seok Hee ke dalam gelasnya.


Je Kook lalu berkata, Seok Hee lah yang membunuh Wang Pyo.

Je Kook pun memutar rekaman kata-kata Seok Hee.

Seok Hee : Selama aku bisa mendapatkan MC Grup, tidak penting apakah kakek meninggal atau tidak. Lagipula Kakek memang sudah tua.

Seok Hee tersudut. Seok Hee terpaksa menandatangani berkas itu.


Setelah menandatangani berkas itu, Seok Hee berdiri dan menatap mereka berdua dengan wajah kesal.

Setelah itu, Seok Hee beranjak ke pintu dan melemparkan permen di mulutnya ke dalam akuarium.

Setelah Seok Hee pergi, Je Kook ikut pergi.

Tak lama setelah Je Kook pergi, Wan Joon datang.


Cheol Hee : Bersiaplah untuk mengurus Direktur Han.

Wan Joon : Aku mengerti.

Wan Joon pergi.


Malam semakin larut. Di tengah malam yang larut, terdengar jeritan Young Seo.

Pak Yoon langsung bergegas ke markasnya dan menemui Joo Young.

Pak Yoon  : Apa yang terjadi?

Joo Young : Ini Picasso!

Joo Young langsung menghubungi semua anggotanya.

Joo Young : Semua anggota tim, kita memiliki keadaan darurat!


Pak Kwon yang lagi latihan bela diri, kaget dapat telepon dari MC.


Kyung A yang sedang berduaan dengan Boo Ki di kamar hotel, juga kaget dan langsung pergi begitu menerima telepon MC.


Pak Heo senyam senyum memperhatikan Yoon Do yang lagi tidur dari jarak dekat. Yoon Do terbangun dan langsung berteriak kaget melihat ayahnya.

Yoon Do : Ayah, kenapa ayah tidak tidur?

Pak Heo : Tunggu sampai kau menjadi tua. Kau juga akan terbangun di malam hari. Karena aku terbangun, aku datang untuk melihat wajah putraku.


Ponsel Yoon Do berbunyi. Telepon dari TOP dan Yoon Do langsung siap2.

Pak Heo tanya, Yoon Do mau kemana? Apa ada yang meninggal lagi.

Yoon Do : Picasso.

Pak Heo : Apa? Seniman itu? Hei, apa dia masih hidup?

Yoon Do : Aku akan kembali nanti.


Young Seo berdiri di depan akuarium Picasso, menangisi kematian Picasso. LOL LOL


Dan sekarang,, seluruh anggota TOP sudah berkumpul di ruang baca.

Kyung A menunjukkan daftar tamu yang akan menghadiri pemakaman Picasso ke Young Seo.

Young Seo : Bagaimana dengan Kepala Museum Seni Nasional?

Kyung A : Dia sedang berada di luar negeri sekarang dan penerbangannya tidak akan tepat waktu sehingga dia tidak bisa hadir.

Young Seo : Kirimkan jet pribadi kita. Dia sangat menyukai Picasso.

Je Kook : Kita tidak bisa melakukan itu karena opini publik.

Young Seo : Kau bisa mengirim jet tanpa logo MC Grup.

Je Kook : Pengaturan kursinya?


Young Seo : CEO YBS harus duduk di depan CEO Joo dari MC Construction. Dan minta Direktur Mo Wan Joon duduk di belakangku dan Pimpinan Mo agar dia bisa diperkenalkan kepada orang-orang.

Kyung A : Baik. Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi yang baru juga akan datang. Kami secara khusus mengundangnya.

Young Seo : Itu bagus. Senang bertemu dengannya secara alami seperti ini. Bagaimana dengan makanannya?

Kyung A : Tim koki dari MC Hotel yang akan bertanggung jawab.

Young Seo : Ganti saja. Kita harus memberikan yang terbaik untuk Picasso di hari pemakamannya. Gunakan tim koki yang menyiapkan pesta untuk Kedutaan Besar Amerika Serikat.


Cheol Hee : Pastikan keamanannya ketat. Berikan perhatian ekstra pada keamanan. Tangani dengan baik pemakamannya.

Cuma ikan woooi yg mati tapi ampe segitunya....


Pemakaman Picasso dimulai.

"Lima belas tahun yang lalu, Picasso menjadi bagian dari keluarga MC Grup. Sejak saat itu, ia telah menjadi malaikat pelindung keluarga MC Grup. MC Grup mampu mengatasi banyak kendala karena Picasso mungkin menjaga keluarga dengan kesetiaannya yang luar biasa. Dan bagi sebagian orang, Picasso adalah teman baik dan anggota keluarga untuk waktu yang lama. Dia ada di sana setiap kali dia senang atau sedih, setiap kali dia kesepian atau mengalami kesulitan. Picasso bersamanya setiap saat. Meskipun Picasso tidak lagi bersama kita." ucap juru bicara pemakaman.


Soo Jin tampak menahan tawa.


Pak Yoon tanya sambil bisik2 ke Yoon Do.

Pak Yoon : Apa kau yakin kau sesukses Picasso, Pengacara Heo?

Yoon Do : Aku tidak yakin. Kurasa menteri tidak akan datang ke pemakamanku. Picasso luar biasa. Sejujurnya, tidakkah kau merasa tidak nyaman dengan situasi ini?

Pak Yoon : Ini gegar budaya.

Yoon Do : Apakah semua pemakaman hewan peliharaan keluarga kaya seperti ini?

Pak Yoon : Aku pernah beberapa kali ke pemakaman anjing. Tapi sejauh ini, pemakaman Picasso adalah satu-satunya pemakaman ikan yang pernah kuhadiri. Bisa dibilang ini bukan pemakaman. Ini bisnis.


Dari kamarnya, Seok Hee kesal melihat pemakaman Picasso.

Seok Hee : Picasso mendapatkan pemakaman yang lebih baik daripada Kakek.


Mengheningkan cipta dimulai.

Setelah mengheningkan cipta, acara dilanjutkan dengan pelemparan bunga.


Tiba2, Seok Hee datang dengan gaun merah dan sepatu merahnya yang mencolok. Seok Hee juga membawa setangkai mawar merah.

Sontak semua kaget melihat penampilan Seok Hee.

Seok Hee kemudian berdiri di depan bangkai Picasso yang diletakkan di dalam kotak kaca.

Seok Hee : Selamat tinggal, ikan...


Seok Hee lalu melemparkan mawarnya ke kolam.


Setelah itu, ia beranjak pergi sambil mengangkat tangan tinggi dan tepuk tangan.


Bersambung....

No comments:

Post a Comment