Saturday, April 13, 2019

The Promise Ep 48 Part 1

Sebelumnya...


 "Nice shoot!" teriak Se Gwang saat Na Yeon memukul bolanya.

Na Yeon membuka kacamatanya dan mendekati orang tua Do Hee serta Se Gwang.

Sung Joo : Kau memiliki hari yang baik hari ini. Pukulanmu sangat bagus.

Na Yeon : Bola golf seperti bola baseball bagiku.

Se Gwang : Keahlian adalah satu hal tapi ayunannya sangat cantik.

Dong Jin mengajak Na Yeon makan. Tapi Na Yeon masih ingin main. Sung Joo pun berkata kalau ia sudah lapar dan mulai berhalusinasi. Na Yeon setuju mereka makan dulu tapi ia bilang ia lah yang akan memilih makanannya.


Ternyata Na Yeon mengajak mereka makan iga bakar di restoran Sung Joo.

Sung Joo : Ibu bilang kita harus makan sesuatu yang spesial, kenapa kau memilih restoran ibu?

Na Yeon : Aku paling suka ini dan aku selalu makan ini bersama orang-orang yang kusayang.

Se Gwang : Terima kasih sudah sangat mencintaiku.

Na Yeon : Benar, iga bakar terasa lebih nikmat berkat dirimu.


Dong Jin : Se Gwang-ssi, tolong jaga Do Hee kami dengan baik. Ini permintaan khususku.

Se Gwang : Tentu saja, aku bahkan tidak akan tidur mulai sekarang.

Mereka tertawa.


Sung Joo kemudian tanya, Na Yeon mau melakukan apa lagi setelah ini. Apa Na Yeon mau perawatan ke salon.

Na Yeon berkata, tutornya sudah menunggu jadi ia harus pergi.

Sung Joo : Kenapa kau bekerja begitu keras?


Se Gwang : Nona Do Hee mungkin menikmatinya. Dia direktur keuangan di Baekdo. Kadang2 aku mendengarkanya dan mulai mengerti. Tapi itu aneh.

Sung Joo terkejut, Direktur Baekdo?

Dong Jin tanya, berapa lama Na Yeon akan belajar?

Na Yeon : Tidak terlalu lama. Ini hari ke-49.


Young Sook, Hwi Kyung, Yoo Kyung, Kyung Wan, Se Jin, Tae Joon dan beberapa dewan direksi sedang mendoakan Pimpinan Park di kuil.

Young Sook masih menangis.

Tapi di belakang, Yoo Kyung dan Kyung Wan malah mencemaskan soal wasiat.


Tibalah pembacaan surat wasiat.

Pengacara Go mengatakan, bahwa Hwi Kyung harus menjadi Pimpinan AP Foods. Jika Hwi Kyung berhasil menyelamatkan AP Foods dari kebangkrutan, semua sahamku di Baekdo Group akan kuberikan pada Hwi Kyung dan dia akan bertanggung jawab pada perusahaan sebagai pemegang saham terbesar tapi....


Kyung Wan terkejut mendengarnya. Sementara Yoo Kyung dan Se Jin tampak kesal.


Pengacara lalu melanjutkan, jika Hwi Kyung gagal menyelamatkan AP Foods, maka Hwi Kyung akan kehilangan haknya di Baekdo dan sampai Hwi Kyung berhasil menyelamatkan AP Foods, Kyung Wan lah yang akan menggantikan posisinya.

Yoo Kyung, Se Jin dan Tae Joon senang mendengarnya.

Sementara Young Sook mendapatkan tanah di Gyeonggi yang sebelumnya dimiliki Baekdo.


Dan rumah yang ditinggali Pimpinan Park bersama Young Sook dan Hwi Kyung diberikan kepada Yoo Kyung.

Sontak, Young Sook kesal mendengarnya dan Yoo Kyung tersenyum puas.


Yoo Kyung keluar dengan wajah bahagia.

Yoo Kyung : Dia tidak memberiku apa-apa saat masih hidup tapi memberiku semuanya saat sudah tidak ada. Dia sukses mengejutkan semua orang.

Kyung Wan : Ini masih 49 hari. Tidak baik bagimu untuk terus tersenyum.

Yoo Kyung : Aku tahu. Karena kau Pimpinan Baekdo, jadi aku akan mendengarkanmu.


Se Jin : Chukkae appa, aku pikir ayahku benar-benar orang kepercayaan kakek.

Tae Jin : Selamat, Pimpinan.

Kyung Wan : Ini hanya sampai Hwi Kyung mengambil alih. Aku pimpinan sementara.

Yoo Kyung tak yakin Hwi Kyung mampu menyelamatkan AP Foods. Se Jin penasaran kenapa kakeknya melakukan itu pada Hwi Kyung. Yoo Kyung berkata, itu karena Pimpinan Park tahu Hwi Kyung tidak mumpuni. Pimpinan Park mengajak mereka pergi.


Yoo Kyung menatap rumah ayahnya.

"Aku kembali, Bu. Ibu mungkin sudah bertemu ayah disana. Jadi tolong maafkan dia dan aku akan menyiksa Young Sook lebih banyak untukmu." batin Yoo Kyung.


Hwi Kyung menemui ibunya di kamar. Ia menenangkan ibunya dengan mengatakan, bahwa ia yakin sang ayah sudah memikirkan masak-masak sebelum menuliskan wasiat itu.

Young Sook : Kau tahu kenapa aku tidak mau memanggilmu? Karena aku tidak mau membicarakan penyakit ayahmu di depanmu. Kedua karena aku tidak mau terlihat serakah di depanmu. Jadi tinggalkan aku.

Hwi Kyung pun pergi.

Young Sook menangis.


Hwi Kyung berterima kasih pada pengacara ayahnya. Pengacara Go berkata, ia juga tidak percaya saat Pimpinan Park mengatakan wasiat itu padanya. Ia juga mengaku, sudah protes pada Pimpinan Park sebelum Pimpinan Park meninggal.

Pengacara lalu beranjak pergi.


Hwi Kyung lalu terduduk lemas di sofa.

Ia lantas menatap foto ayahnya dengan wajah kecewa dan tidak mengerti kenapa ayahnya melakukan itu padanya.


Sekarang, Kyung Wan berbicara di studio tentang pelantikannya menjadi Pimpinan Baekdo yang baru.

Kyung Wan : Dalam kesempatan ini, aku ingin berterima kasih kepada mendiang Pimpinan Park Man Jae, juga dewan direksi dan seluruh Keluarga Baekdo karena sudah memberiku kesempatan ini....


Ribuan karyawan menonton itu di lobi, tak terkecuali Yoo Kyung dan Se Jin. Yoo Kyung berkata pada Se Jin, kalau ia sejak dulu ingin melakukan hal seperti itu, menonton Kyung Wan di hadapan ribuan karyawan.


Tae Joon datang dan mengajak Se Jin menonton di ruangannya tapi Se Jin ingin menonton disitu.


Kyung Wan berjanji akan melakukan yang terbaik untuk perusaaan.

Hwi Kyung menonton siaran itu di ruangannya dengan wajah tak nyaman.


Kyung Wan mengajak karyawannya untuk saling percaya satu sama lain dan melakukan yang terbaik bersama.

Seluruh karyawan bertepuk tangan.


Rekan2 Tae Joon juga bertepuk tangan.


Na Yeon muncul di lantai dua Baekdo dan menatap Tae Joon, Se Jin dan Yoo Kyung.


Yoo Kyung menatap Se Jin. Se Jin tanya, kenapa sang ibu menatapnya begitu.

Yoo Kyung : Kau tahu kan siapa yang akan duduk di kursi itu selanjutnya?

Se Jin : Apa maksud ibu? Ini hari pertama ayah dan juga ada Paman Hwi Kyung disana.

Tae Joon melihat Yoo Kyung menggenggam tangan Se Jin.

Yoo Kyung menegaskan, kalau Pimpinan Baekdo selanjutnya adalah Se Jin, bukan yang lain.

Se Jin : Aku mengerti, aku putri ibu.


Kyung Wan masuk ke ruangannya dan mendapat ucapan selamat dari anak, istri dan menantunya.

Kyung Wan mengajak mereka makan untuk merayakannya.

Yoo Kyung berkata, mereka bisa memanfaatkan seseorang yang tidak melakukan apa-apa.


Young Sook yang masih berbaring kesal dihubungi Yoo Kyung. Yoo Kyung menghubunginya hanya untuk menyuruhnya menyiapkan makan malam yang special. Yoo Kyung berkata, itulah yang harusnya dilakukan seorang ibu di hari special seperti itu. Setelah menyuruh Young Sook seperti itu, Yoo Kyung memutus panggilannya.

Sontak Young Sook marah.

Bersambung ke part 2........

No comments:

Post a Comment