• Sinopsis Wonderful World Episode 1-16

    Kim Nam Joo dan Cha Eun Woo memiliki rasa sakit yang sama akibat kehilangan seseorang yang sangat berharga bagi mereka.

  • Duis non justo nec auge

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

Business Proposal Epi 1 Part 3

 All content from SBS
Penulis : Catatan-Iza
Sinopsis Lengkap : Business Proposal
Sebelumnya : Business Proposal Epi 1 Part 2
Selanjutnya : Business Proposal Epi 1 Part 4

Foto SBS

Young Seo dan Ha Ri keluar dari lift.

Young Seo : Kita gunakan konsep gadis tangguh untuk produk baru Marine Beauty. Pilihlah pakaian kencan buta di sini.

Ternyata begitu keluar dari lift, mereka langsung tiba di butik. Kayaknya itu butik milik Group Marine juga.

Ha Ri mulai mencoba beberapa pakaian yang dipilihkan Young Seo.

Foto SBS
Foto SBS

Young Seo lalu mendandani Ha Ri.

Young Seo : Bravo! Sempurna. Kau cantik sekali.

Foto SBS

Ha Ri pun tiba di hotel tempat dia dan Tae Mu akan melakukan kencan buta.

Semua mata menatap padanya.

Ha Ri POV
Foto SBS
Foto SBS

" Sandiwara sudah dimulai. Kini saatnya kau menunjukkan aktingmu, Ha Ri-ya. Tunggu. Sekarang namaku Young Seo. Jin Young Seo."

Ha Ri terus berjalan menuju restoran hotel. Tak lama dia sampai dan langsung duduk di mejanya.

Ha Ri menunggu Tae Mu. Tak lama, seorang pria menyapanya di belakang.

"Jin Young Seo-ssi?"

Ha Ri menoleh, ya.

Ternyata Tae Mu.

Dalam hati, Ha Ri bilang kenapa Tae Mu tampan sekali. Tae Mu menawan.

Tae Mu duduk dan terus menatap Ha Ri.

Ha Ri sibuk ngomong dalam hatinya.

Ha Ri : Aku ingin mengagumi penampilannya. Namun, aku harus mengakhiri ini dengan cepat. Benar. Bagaimana jika aku mulai dengan kurang ajar?

Foto SBS

Ha Ri mengeluarkan kartu namanya.

Ha Ri : Aku bahkan tak tahu siapa kau. Siapa namamu?

Tae Mu juga memberikan kartu namanya.

Tae Mu : Namaku Kang Tae Mu.

Ha Ri : Apa? Kang, apa?

Tae Mu : Kang Tae Mu.

Ha Ri : Kang Tae Mu?

Foto SBS

Ha Ri ngejahilin Tae Mu. Saat Tae Mu mau mengambil kartu nama Young Seo di tangan Ha Ri, Ha Ri malah menjauhkan kartu nama itu dari tangan Tae Mu.

Ha Ri : Uppss...

Ha Ri memberi kartu nama Young Seo.

Foto SBS
Foto SBS

Lalu Ha Ri membaca kartu nama Tae Mu. Sontak dia kaget membaca nama perusahaan Tae Mu.

Ha Ri : Kang Tae Mu? Presdir perusahaan kami, Kang Tae Mu?

Tae Mu : Jin Young Seo-ssi?

Ha Ri langsung sadar dari keterkejutannya.

Ha Ri : Ya?

Tae Mu : Apa ada masalah?

Ha Ri : Tidak. Sama sekali tidak. Aku permisi ke toilet sebentar.

Ha Ri mulai beranjak.

Tapi dia hampir jatuh saat berjalan. Hahahaha....

Foto SBS

Di toilet, Ha Ri mondar mandir sambil terus berusaha menghubungi Young Seo.

Ha Ri :  Jin Young Seo, cepat angkat, kumohon!

Ha Ri sewot Young Seo gak menjawab teleponnya.

Ha Ri : Jin Young Seo, dasar wanita gila!

Ha Ri lalu menatap cermin, ini konyol.

Ha Ri memikirkan sesuatu, benar! Kabur saja! Aku bisa melarikan diri.

Foto SBS

Ha Ri kembali ke mejanya.

Ha Ri meyakinkan dirinya kalau dia hanya perlu tenang dan melakukan sesuatu yang perlu dia lakukan.

Ha Ri : Aku mempertaruhkan 800.000 won! Kau bisa melakukan ini, Ha...  Maksudku, Young Seo.

Foto SBS

Pelayan datang membawakan teh.

Tae Mu : Silakan diminum.

Ha Ri gemetar mengangkat cangkir tehnya.

Ha Ri : Jangan terlalu gugup. Dia tak tahu bahwa aku Ha Ri,  seorang pegawai di perusahaannya. Dia mengira aku Young Seo dari Grup Marine.

Foto SBS
Foto SBS

Ha Ri meletakkan lagi cangkirnya.

Ha Ri :  Panas sekali. Bukankah di sini agak panas?

Ha Ri melepaskan blazernya. Tae Mu kaget.

Ha Ri ngomong dalam hati lagi.

Ha Ri : Tidak ada pria yang suka wanita berpakaian terlalu terbuka.

Tae Mu : Kau tak kedinginan?

Ha Ri : Dingin? Tidak, ini sempurna. Tubuhku mudah kepanasan.

Tae Mu : Bulu di lenganmu berdiri semua.

Ha Ri : Gawat.

Ha Ri lalu bilang kalau dia hanya sering merinding.

Ha Ri ngomong lagi dalam hati, lalu, selanjutnya....

Foto SBS

Ha Ri sengaja banget menendang bawah meja saat mau menyilangkan kakinya.

Ha Ri : Astaga, maaf!

Ha Ri lalu membelai sepatunya.

Ha Ri : Sayang, apa aku mengejutkanmu? Kau terbentur? Tidak apa!

Ha Ri juga menatap tasnya, apa kau juga terkejut? Kesayanganku!

Ha Ri mencium tasnya.

Ha Ri : Seorang wanita yang tergila-gila dengan barang mewah. Kau pasti tak suka….

Foto SBS
Foto SBS

Ha Ri menatap Tae Mu. Lah Tae Mu nya sibuk dengan hp.

Ha Ri : Kau sedang apa?

Tae Mu : Maaf, ada pesan dari kantor. Apa yang kau katakan tadi?

Tae Mu menyimpan hp nya.

Ha Ri : Tak bisa begini. Ini serangan terakhirku.

Foto SBS
Foto SBS

Ha Ri lalu bilang kalau dia sedih.

Ha Ri : Kau amat tak tertarik denganku membuat Samantha dan Rachel sangat sedih.

Tae Mu bingung, Samantha dan Rachel?

Ha Ri : Ya.

Ha Ri menyuruh Tae Mu mendekat.

Ha Ri : Yang di kiri adalah Samantha, dan yang di kanan adalah Rachel. Aku menghabiskan sepuluh juta won untuk setiap anak manis ini.

Ha Ri menggoyangkan kedua payudaranya.

Sontak lah Tae Mu yang lagi minum, langsung nyemburin teh nya.

Ha Ri dalam hatinya, kau pasti baru kali ini bertemu orang segila ini.

Ha Ri lalu bertanya, apa dia terlalu banyak membicarakan hal aneh.

Tae Mu nya tenang-tenang aja.

Tae Mu : Tidak. Aku lebih suka orang yang jujur sepertimu dibanding orang munafik yang berbohong.

Foto SBS
Foto SBS

Ha Ri mulai kesal dan heran kenapa Tae Mu tenang-tenang aja. Ha Ri lalu berpikir kalau dia harus membuat serangan besar.

Ha Ri mengajak Tae Mu memesan kamar.

Tae Mu : Kamar?

Tae Mu lalu melihat kaki Ha Ri. Ha Ri menghentak-hentakkan kakinya ke kaki meja.

Tae Mu pun tersenyum. Dia paham kenapa Ha Ri kayak gitu.

Ha Ri : Ya, jadi, kita bisa langsung ke intinya.

Ha Ri yakin sekali Tae Mu takkan tertarik dengan wanita yang langsung mengajak ke kamar saat pertama bertemu.

Foto SBS

Tapi Ha Ri panic pas Tae Mu beneran ngajak dia mesan kamar.

Tae Mu selesai memesan kamar. Dia mengajak Ha Ri ke kamar dan pergi duluan.

Foto SBS
Foto SBS

Ha Ri panic dan mikirin cara buat lepas dari Tae Mu.

Dia memutuskan kabur, tapi seorang wanita tiba-tiba menjambak rambutnya.

"Kau mau pergi ke mana?"

Ha Ri gak kenal wanita itu,  apa yang kau lakukan?

"Apa? Kau tak tahu siapa aku, ya?"

"Tunggu, lepaskan aku lebih dahulu. Siapa kau?"

"Aku pacar Min Sik!"

"Siapa Min Sik...  Apa yang kau lakukan? Lepaskan dia. Mari bicarakan baik-baik."

Ha Ri takut banget kepergok Tae Mu.

Foto SBS

Tae Mu datang dan menyuruh wanita itu melepaskan Ha Ri.

Ha Ri langsung meminta perlindungan Tae Mu dan berkata kalau wanita itu sudah gila.

"Kau ada di kamar di sini dengan Min Sik sejam yang lalu, tetapi kini kau akan memesan kamar dengan pria lain?"

"Apa yang kau bicarakan? Aku bahkan tak tahu siapa Min Sik."

"Jadi, kau pura-pura tidak tahu? Bukankah ini kau?"

Foto SBS

Wanita itu menunjukkan foto Min Sik yang bersama wanita yang berpakaian dan bahkan rambutnya mirip Ha Ri.

Ha Ri makin bingung, kenapa, itu… Memang mirip, tetapi… Ya, dia dan aku memang mirip, tetapi… Maaf, tetapi rambut panjang ini hal yang umum. Lalu, ini adalah model baru musim ini, jadi, banyak yang memakainya. Pokoknya, itu bukan aku.

"Jadi, kau akan terus berbohong."

Foto SBS

Tae Mu angkat bicara.

"Jangan begini. Seharusnya kau "kendalikan pacarmu. Perselingkuhan itu bukan salah wanita ini saja, tetapi pacarmu juga."

Tae Mu mengajak Ha Ri pergi.

Foto SBS

Ha Ri mengikuti Tae Mu. Tae Mu menghubungi Sung Hun.

Tae Mu : Pak Cha, di mana kau? Aku baru ke luar lobi.

Ha Ri : Apa-apaan itu? Aku baru saja menjadi wanita gila yang berselingkuh? Ini sangat memalukan.

Tapi kemudian Ha Ri merasa itu hal bagus.

Foto SBS

Ha Ri di atas angin dan berjalan melewati Tae Mu sambil ngomel-ngomel.

Ha Ri : Perselingkuhan? Beraninya kau menuduhku berselingkuh?

Tae Mu : Maksudmu, itu salah paham?

Ha Ri balik lagi dan berdiri disamping Tae Mu.

Ha Ri : Ya. Berselingkuh? Aku tak pernah melakukan itu. Aku memang pernah berkencan dengan tiga atau empat pria sekaligus.

Tae Mu : Apa?

Ha Ri : Aku sangat suka pria. Aku tahu kau suka kejujuran, tetapi ini terlalu berlebihan, bukan?

Foto SBS
Foto SBS

Lalu wanita tadi datang mengejar Ha Ri, berhenti!

Ha Ri : Aku akan pergi sebelum hal lebih buruk terjadi padaku.

Foto SBS
Foto SBS

Ha Ri kabur, tapi dia hampir saja tertabrak mobil yang dikemudian Sung Hun.

Ha Ri minta maaf, lalu kabur.

Foto SBS

Sung Hun turun dari mobil dan mendekati Tae Mu.

Tae Mu : Ayo kita pergi saja.

Sung Hun : Bukankah kau akan mengantarkan Nona Jin pulang?

Tae Mu : Dia ada di sana.

Tae Mu melihat Ha Ri yang masuk ke taksi. Sung Hun kaget mengetahui itu Young Seo.

Foto SBS
Foto SBS

Di mobil, Tae Mu sibuk melihat tabletnya.

Sung Hun : Apa? Jadi, dia tertangkap berselingkuh dan kabur?

Tae Mu : Ya. Katanya sangat menyukai pria dan mengencani banyak pria di waktu bersamaan.

Sung Hun : Dia wanita yang terburuk.

Tae Mu : Apa lagi? Samantha dan Rachel?

Sung Hun : Apa maksudmu?

Tae Mu : Jangan tanya.

Sung Hun : Sepertinya kau hanya membuang waktu.

Tae Mu : Mungkin.
Foto SBS
Foto SBS

Kakek menelpon Tae Mu.

Tae Mu : Kami sudah berpisah, aku menuju rumah.

Kakek : Sudah selesai? Sepertinya tak berjalan lancar. Baiklah, biar kakek bicara pada Sung Hun untuk menjadwalkan kencan selanjutnya.

Tae Mu : Tidak perlu.

Kakek marah, kau akan melanggar janji dan berhenti ikut kencan buta?

Tae Mu : Tidak. Aku akan menikahi Nona Jin Young Seo yang aku temui malam ini.

Foto SBS
Foto SBS

Kakek kaget, apa?

Apalagi Sung Hun yang langsung mengerem mendadak.

Bersambung ke part 4.....

Business Proposal Epi 1 Part 2

 All Content From SBS
Penulis : Catatan-Iza
Sebelumnya : Business Proposal Epi 1 Part 1
Selanjutnya : Business Proposal Epi 1 Part 3
Sinopsis Lengkap : Business Proposal

Foto SBS

Paginya, Ketua Kang baru saja menerima telepon saat Tae Mu bergabung dengannya untuk sarapan. Tae Mu tanya apa kakeknya tidur nyenyak. Kakeknya diam saja dengan wajah cemberut. Tae Mu lalu bilang ada yang mau dia sampaikan. Kakek langsung memotong, bilang kalau dia baru aja ditelpon Pak Park.

Tae Mu : Jadi, kakek sudah tahu situasinya? Aku akan memecat Pak Park.

Ketua Kang : Apa? Kata siapa?

Tae Mu : Dia memilih subkontraktor secara ilegal.

Ketua Kang : Namun, dia sudah berbuat banyak untuk perusahaan di bawah pendahulumu.

Tae Mu : Dia membangun rumah musim panas di tanah perusahaan. Dia menggunakan pegawai kita untuk masalah pribadi. Dia akan melakukannya lagi jika kita membiarkannya.

Ketua Kang : Ayah Park adalah Sang Gu,  teman lamaku yang berkontribusi besar untuk kesuksesan perusahaan kita. Dia memintaku untuk mengurus anaknya demi dia saat dia meninggal…

Tae Mu : Kakek bisa mengurusnya secara pribadi setelah memecatnya.

Foto SBS

Ketua Kang : Astaga, kau ini. Kalau begitu, kabulkan juga permintaan kakek. Pergi berkencan!

Tae Mu : Kakek, itu…

Ketua Kang : Berhenti membuat alasan dan lakukan. Kakek melanggar janji pada teman yang sudah mati. Setidaknya kau harus mengalah untuk kakek.

Tae Mu mengalah. Bibi Ahn datang membawa sarapan untuk Tae Mu.

Tae Mu : Baik, aku akan berkencan.

Ketua Kang senang, kau serius? Sungguh? Bu Ahn, kau juga dengar, 'kan? Kau saksi mataku, ya?

Foto SBS

Ha Ri di halaman kantornya, pusing. Pasalnya dia baru sadar habis membeli sesuatu seharga 800 ribu won.

Ha Ri : Ha Ri, kenapa kau harus kehilangan kesabaranmu? Tunggu, jadi totalnya 800.000 won… Gaji bulananku yang sedikit dikurangi tabungan, pinjaman pekerjaan, dan uang saku… Makin sedikit yang tersisa. Dari mana bisa kudapatkan 800.000 won?

Foto SBS

Ha Ri kembali ke mejanya. Kevin tiba-tiba datang dan ngasih tahu kalau Pak Park dipecat.

Bu Yeo tak percaya, salah satu orang kepercayaan ketua pimpinan dipecat? Kau yakin tak salah dengar?

Ha Ri : Kenapa dia dipecat?

Kevin : Tampaknya dia menerima sogokan dari para subkontraktor.

Bu Yeo : Aku dengar Presdir Kang tegas sekali. Rupanya itu benar.

Foto SBS

Ponsel Ha Ri berbunyi.

Ha Ri langsung menyenderkan kepalanya ke dinding meja dengan lemas.

Ha Ri : Ya, Young Seo-ya.

Foto SBS

Mereka ketemuan di Kedai Camilan Manna. Young Seo ketawa mendengar cerita Ha Ri.

Young Seo : Jadi, kau mengacaukan acara orang dan berhalusinasi sendiri?

Ha Ri : Hei, kau juga salah. Kau yang membuatku berkhayal.

Ponsel Young Seo berbunyi. Ha Ri melihat layar ponsel Young Seo yang bertuliskan, " Ayah Kandung".

Ha Ri : "Ayah kandung"? Apa kau bertengkar lagi dengan ayahmu?

Young Seo : Kapan kami pernah akur? Kenapa dia meneleponku sesiang ini?

Foto SBS

Young Seo keluar dari kedai dengan wajah kesal. Dia gak habis pikir ayahnya bisa mengatur kencan buta untuknya.

Ha Ri : Kupikir kencan buta untukmu sudah berakhir usai kau membuat pengusiran setan di kencan terakhir. Jadi, kau masih ditawari?

Young Seo : Sepertinya gosip tak menyebar seluas yang aku kira.

Young Seo pergi sambil teriak, sialan! Ha Ri menyusul Young Seo.

Foto SBS

Ha Ri tanya siapa lagi pria yang dijodohkan dengan Young Seo.

Ha Ri : Jadi, dengan siapa kali ini? Dari Grup Dongseong atau Daemin?

Young Seo : Entahlah. Aku bahkan tak menanyakannya. Aku sudah sangat sibuk dengan pekerjaan.

Ha Ri : Dibanding lembur dan cepat menua, bukankah berkencan buta dengan lelaki kaya lebih produktif?

Young Seo : Tidak, aku tak akan pernah ikut perjodohan. Aku akan bertemu seseorang melalui takdir dan menikahinya saat saling jatuh cinta.

Ha Ri : Kau sangat dimanja, membicarakan takdir dan semacamnya.

Young Seo : Karena itu, aku akan membutuhkan bantuanmu lagi.

Ha Ri : Hei, kubilang aku berhenti dari itu begitu aku dapat pekerjaan. Aku tak mau.

Young Seo : Ini terakhir kalinya, aku bersumpah! Gunakan akting dirasuki hebatmu untuk mengeluarkan aku dari kencan buta selamanya!

Foto SBS

Kita diperlihatkan flashback, saat Ha Ri menyamar sebagai Young Seo dan menemui pria kencan buta Young Seo.

Ha Ri pura2 menjadi dukun. Tentu saja si pria bingung melihat tingkah Ha Ri. Dia tanya, apa Ha Ri baik-baik saja.

Ha Ri tiba-tiba menoyor kepala pria itu.

Ha Ri : Apa kau tak tahu siapa yang ada di hadapanmu? Beraninya kau mendekati yang terhormat… roh jenderal besar, dasar manusia sampah?

Ha Ri kemudian berdiri dan memercikkan garam ke tubuh pria itu.

Pria itu mencoba menghentikan Ha Ri. Dia memegang lengan Ha Ri.

Ha Ri : Jika enggan mati, jangan bergerak. Apa yang kau lakukan hingga sesosok roh gadis pendendam menempel padamu?

Foto SBS
Foto SBS

Ha Ri menoleh ke belakangnya. Pria itu juga ikut melihat ke belakang.

Tiba-tiba, ada sosok hantu cewek berambut panjang muncul.

Pria itu takut, apa hanya aku yang bisa melihat hantu…

Pria itu pun pingsan.

Foto SBS
Foto SBS

Ha Ri menatap si hantu dan memberikan kode.

Si hantu rupanya Young Seo.

Flashback end...

Foto SBS

Ha Ri dan Young Seo tertawa. Young Seo bilang dia menyelidiki penerus Grup Daepoong. Rupanya pria itu gemar main wanita jadi dia menyamar sebagai hantu wanita.

Young Seo : Tolong bantu aku lagi. Aku mohon.

Ha Ri : Tidak, urus masalahmu sendiri.

Young Seo : Ayolah, aku punya batas dalam berakting sendiri. Tolong aku.

Ha Ri : Tidak. Aku tak nyaman dengan banyaknya orang yang tahu wajahku.

Young Seo menggunakan cara terakhir, aku akan membayarmu.

Ha Ri mempertimbangkan.

Foto SBS

Sung Hun ngasih tahu kencan butanya nanti malam 7 di Kedai Kopi Hotel Imperial dengan Jin Young Seo dari Grup Marine.

Tae Mu : Jadwalku padat hari ini. Beri tahu mereka, aku sibuk.

Sung Hun menunjukkan video kakek.

Ketua Kang : Kakek tak ingin mendengarmu bilang jadwalmu padat atau semacamnya. Sung Hun, geser beberapa jadwal dan buat waktu. Karena inilah aku membayarkan gaji yang besar untukmu.

Sung Hun menyimpan lagi ponselnya.

Sung Hun : Karena itu, aku sudah mengosongkan jadwalmu.

Tae Mu nyesel balik ke Korea.

Tae Mu : Aku seharusnya tetap di cabang luar negeri.

Sung Hun : Semoga kau menemukan pasangan cocok di antara sepuluh kandidat teratas.

Tae Mu : Memangnya kenapa?

Sung Hun : Yang nomor 11 ada di Jepang dan 17 ada di Swiss. Kau mau bepergian sejauh itu untuk kencan buta? Atau segera menikah sesuai keinginan ketua pimpinan. Dengan begitu, aku tak perlu membuat waktu di jadwalmu dan kau tak perlu menyia-nyiakan waktu lagi… Aku hanya merasa frustrasi. Maksudku, aku mengerti maksud ketua pimpinan.

Tae Mu : Tidak. Kupikir itu ide bagus. Pernikahan.

bersambung ke part 3....