Minggu, 02 Oktober 2016

Fantastic Ep 9 Part 3

Sebelumnya...



Seol menemui Sang Wook di kafe depan hotel. Sang Wook tersenyum begitu melihat Seol. Ia juga lega karena baju yang dibelinya pas di badan Seol. Seol pun berterima kasih atas bantuan Sang Wook. Sang Wook juga ingin mentraktir Seol sup untuk menghilangkan rasa mual Seol karena mabuk. Tapi Seol menolaknya.

“Ini sudah cukup. Aku sangat berterima kasih atas bantuanmu, tapi aku merasa tidak enak. Aku tidak tahu harus mengatakan apa.” Ucap Seol.


Wajah Sang Wook pun seketika berubah menjadi serius. Ia ingin tahu apa yang terjadi, namun Seol menolak memberitahunya. Seol bilang itu masalahnya. Ia juga berkata akan mengganti semua yang diberikan Sang Wook padanya hari itu.

“Noona, jaga dirimu baik2. Kau adalah orang yang paling berharga di dunia ini. Untuk alasan apapun, siapapun itu, jangan biarkan orang lain menginjakmu. Jaga dirimu. Jika kau tidak bisa melindungi dirimu sendiri, aku disini… aku akan membantumu.” Ucap Sang Wook.

Seol pun terharu mendengar kata2 Sang Wook. Namun, karena ia juga merasa malu sekaligus takut Sang Wook menanyainya lagi, akhirnya ia memilih pergi begitu saja tanpa bicara apa2 lagi pada Sang Wook.


Di jalan, Seol menangis teringat kata2 Sang Wook.


Akibat skandal itu, Hae Sung mulai kehilangan beberapa kontrak. Tak hanya itu, Hae Sung juga harus membayar penalti pada perusahaan yang telah mengontraknya. Chang Suk membujuk Hae Sung untuk memperpanjang kontrak dengan Jin Sook. Chang Suk juga berkata, tidak ada jaminan bahwa si pelaku penyebaran video Hae Sung bisa ditangkap. Hae Sung pun kesal.


Tak lama, Hae Sung dikejutkan dengan kedatangan So Hye. Hae Sung pun langsung mengecek suhu tubuh So Hye dengan meletakkan tangannya di pipi So Hye. So Hye pun langsung bilang kalau dirinya baik2 saja.


“Aku membaca artikelmu dan memberikankomentar dalam perjalanan ke sini, jadi jangan berpikir untuk berbohong padaku.” Ucap So Hye.

“Aku akan mengurus ini, jadi jangan terlalu terkejut…”

“Terkejut apanya? Aku didiagnosa kanker, itu tidak berpengaruh apa2 bagiku!” jawab So Hye galak.

“Duduklah. Aku akan menceritakan semuanya padamu.” Ucap Hae Sung.


So Hye pun langsung duduk di sofa dengan mata tetap menatap galak Hae Sung. Hahaha…

“Aku sudah banya mengalami hal2 seperti ini selama 10 tahun berkecimpung di dunia ini. Aku harus tahu yang sebenarnya agar bisa menyelesaikan masalah ini. Biarkan aku tanya satu hal, yang di video itu kau atau bukan.” ucap So Hye.

“Tentu saja bukan!” bantah Hae Sung.


“Lalu apa masalahnya! Ajukan penyelidikan dan tunggu sampai hasilnya keluar.” Jawab So Hye.

“Tidak sesimpel itu. CEO Choi akan membunuh Ryoo Hae Sung dalam skala besar. Hitman yang akan hancur, bukan kau.” ucap Hae Sung.

“Dan kau akan kembali berlutut pada penyihir itu!” tanya So Hye kesal.

“Aku pasti bisa melewati masa ini entah bagaimana caranya.” Jawab Hae Sung.


“Masa apa? Penayangan perdana Hitman? Penyakitku?” tanya So Hye.

“Hitman! Itu drama yang berarti bagi kita. Dan juga Lee So Hye, ini adalah waktu untukmu beristirahat.” Jawab Hae Sung.

“Ani, ini saat yang tepat. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi dan bagaimana itu terjadi di masa depan? Itulah kenapa hari ini, saat ini adalah waktu yang tepat.” Ucap So Hye.

Hae Sung tidak setuju.

“Jangan mundur. Hitman? Apa masalahnya jika penayangannya sedikit tertunda? CEO Choi tidak akan mendapatkan apapun jika Hitman ditunda.”

“Ini bukanlah perang yang akan selesai setelah satu insiden.”

“Jadi kau berpikir perang akan selesai jika kau mundur? Suruh dia menemuimu. Kau tidak sendirian. Kita akan melawannya bersama2.”

“Bisakah kau menangani ini?”

“Aku harus bisa.”

“Baiklah, sepanjang Lee So Hye percaya padaku, maka tidak ada yang tidak bisa aku lakukan.”

So Hye pun langsung tersenyum dan mengangguk.


Sementara itu, si penyihir sedang berbicara dengan mata2nya. Ia berkata, kalau tadinya ia berpikir Hae Sung akan datang berlutur dan memohon padanya dalam waktu 3 jam. Jin Sook pun menyuruh mata2nya merilis video yang asli. Tidak hanya itu, ia juga mau staffnya menulis artikel dengan judul, ‘Penderitaan Selebriti Dari Kekerasan Di Media’.


Jin Sook lantas menatap layarnya yang menampilkan foto pria yang diduga Hae Sung itu. Jin Sook memperjelas wajah pria itu. Dan benar saja!! Pria di foto itu bukanlah Ryoo Hae Sung. Jin Sook lalu mengambil sebuah amplop di lacinya. Amplop yang digunakannya untuk mengancam Hae Sung dulu.


“Ryoo Hae Sung, Lee So Hye. Permainan yang sebenarnya baru akan dimulai.” Ucap Jin Sook sembari tersenyum licik.


Jin Tae masuk ke kantor sambil memegangi punggungnya yang masih terasa sakit. Begitu melihat Jin Tae, Sang Wook langsung minta maaf karena tidak bisa menghadiri rapat pagi tadi. Jin Tae tidak marah. Melihat Jin Tae yang datang sambil menahan rasa sakit, Sang Wook pun bertanya apa Jin Tae baik2 saja. Jin Tae beralasan kalau punggungnya cedera saat ia bermain golf.


Seol mendatangi kantor Jin Tae. Ia berpapasan dengan Sang Wook!! Tapi baik Seol, mau pun Sang Wook sama2 tidak menyadari kehadiran masing2. Sang Wook saat itu tengah focus membaca berkas kasusnya. Dan Seol terus menatap lurus ke depan.


Di ruangannya, Jin Tae berusaha meregangkan otot2nya. Tak lama kemudian, Seol masuk ke ruangannya. Melihat Seol, Jin Tae langsung marah2 karena Seol tidak pulang ke rumah dan tidak menjawab panggilannya. Seol diam saja sambil menatap Jin Tae. Diamnya Seol membuat Jin Tae curiga kalau Seol mau membantingnya lagi. Tak lama, si Mi Do juga datang.

“Kau datang ke kantor dan mengundangku ke sini juga?” ucap Mi Do takjub, yang membuat Jin Tae heran.


Seol mengaku kalau ia mengundang Mi Do karena ingin menanyakan sesuatu. Tapi dengan sombongnya, Mi Do menyuruh Seol melepas kacamata terlebih dahulu. Seol pun melepas kacamatanya. Mi Do terdiam melihat lebam di mata Seol.


“Dia terjatuh kemarin. Itu pasti sangat sakit kan sayang.” Ucap Jin Tae.

“Kau menginginkannya?” tanya Seol sambil menatap tajam Mi Do.


Mi Do tertawa sinis. Jin Tae marah pada Seol. Tapi Seol malah mengajukan pertanyaan yang sama ke Jin Tae. Jin Tae terdiam. Seol menyuruh Jin Tae memilih antara dirinya atau Mi Do. Jin Tae lantas tersenyum pada Mi Do. Mi Do merasa di atas angin. Namun senyuman Mi Do langsung hilang tatkala Jin Tae memilih Seol.


Mi Do marah pada Seol yang memanggilnya hanya untuk membicarakan masalah itu. Tapi Seol semakin menantang Mi Do. Mi Do marah dan mau menampar Seol. Seol menangkis tamparan Mi Do dan berkata kalau ia bukanlah barang yang bisa Mi Do tampar seenaknya.  Seol lantas menatap tajam Jin Tae.


“Bertanggungjawablah atas pilihan yang kau buat. Aku melakukan yang terbaik atas keputusan yang kubuat 10 tahun lalu. Jangan bawa orang ini masuk ke rumah kita lagi.” Ucap Seol.


Seol pun beranjak pergi. Setelah Seol pergi, gantian Mi Do yang menatap tajam Jin Tae.


Jin Sook menghampiri ibunya yang sedang melukis. Ia meminta sang ibu melupakan kejadian semalam. Tapi sang ibu menolak. Jin Sook pun berkata, akan jadi masalah jika Seol membanting Jin Tae lagi. Tapi sang ibu ingin mendepak Seol dari keluarga mereka. Jin Sook tidak setuju.

“Bayangkan kalau dia tidak ada di sini. Kita tidak akan merasa nyaman. Apa ibu mau mengurus pekerjaan rumah tangga? Dia tahu semuanya tentang keluarga kita. Kalau dia memutuskan sesuatu, kita bisa hancur. Ibu, kita harus membiarkannya kali ini. Jin Tae yang menyebabkan semua ini.” ucap Jin Sook.

Mereka pun langsung berhenti bicara begitu Seol datang. Sesampainya di rumah, Seol langsung membungkuk minta maaf pada ibu mertuanya. Sang ibu mertua hanya bisa menatapnya dengan tajam.


“Bahkan meski kau marah, bagaimana bisa kau tidur diluar?” tanya Jin Sook.

Sang ibu pergi. Begitu sang ibu pergi, Jin Sook langsung berkata kalau Seol harus berterima kasih padanya karena masalah itu sudah selesai. Jin Sook juga bilang kalau itu terakhir kalinya ia membantu Seol. Seol pun juga berkata kalau itu juga yang terakhir kali baginya. Jin Sook pun merasa aneh dengan kata2 Seol, tapi ia tidak mau ambil pusing.


Keesokan harinya….  Nama Ryoo Hae Sung memenuhi laman surat kabar.

[Video Ryu Hae Sung adalah sebuah kecelakaan]

[Adonis Entertainment berencana mengambil tindakan tegas terhadap komentar yang menyerang Ryoo Hae Sung]

[Bintang yang menderita karena sebuah rumor]

[Ryoo Hae Sung berterima kasih pada fans yang masih mempercayainya]


Sambil membaca artikel2 itu, So Hye berbicara dengan Joon Gi di telepon. So Hye berkata, kalau ia sedang memakai pelembap yang diberikan Joon Gi padanya. Kulit So Hye dipenuhi bintik2 merah. So Hye pun berterima kasih pada Joon Gi yang memberinya pelembab itu. Tiba2, So Hye teringat kata2 Hae Sung.

“Kau mau mewujudkan keinginanku malam ini, kan?” tanya Hae Sung.


Tak lama, Hae Sung dan Chang Suk pulang. So Hye pun langsung menyambut Hae Sung dengan wajah sumringah. Chang Suk yang tak mau mengganggu So Hye dan Hae Sung, langsung ngadep dinding. Hae Sung menoleh ke Chang Suk. Ia memberikan kode ke Chang Suk agar Chang Suk pergi. Chang Suk mengerti dan buru2 ke kamarnya.

“Kau telah melalui waktu2 yang sulit. Kau pasti stress kan beberapa hari ini?” tanya So Hye sambil memegang tangan Hae Sung.

“Aku sudah merasa lebih baik. Semua berjalan dengan lancar.” Jawab Hae Sung.


“CEO Choi yang melakukan ini, kan?” tanya So Hye.

“Mungkin.” jawab Hae Sung.

“Dia pasti merencanakan sesuatu.” Ucap So Hye.

“Biarkan saja. Sepanjang Lee So Hye bersamaku, aku pasti bisa melalui apapun.” Jawab Hae Sung yang membuat So Hye tersenyum.

“Kau ingin teh chamomile?” tanya So Hye, yang langsung diiyakan Hae Sung. (Duuh, jadi inget Joon Gi yang suka nyuguhin So Hye teh chamomile).


So Hye pun langsung menuju dapur, tapi tiba2 Hae Sung memeluknya dari belakang.

“Bisakah kau menuruti keinginanku sekarang?” tanya Hae Sung.

“Banyak sekali yang kukerjakan hari ini jadi aku merasa lelah.” Jawab So Hye sambil menyembunyikan bintik merah di sekujur lengannya.


“Kau lelah?” tanya Hae Sung cemas dan langsung memeriksa suhu tubuh So Hye.

“Aku memeriksa bahan yang dikirimkan Sang Hwa padaku.” Jawab So Hye bohong.

“Oh jadi kau harus bekerja?” tanya Hae Sung, yang langsung dianggukkan So Hye.

“Bisakah aku memelukmu dan tidur?” tanya Hae Sung lagi.

So Hye pun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis.

“Tidak, ya. Baiklah, aku akan menuruti Princess So Hye. Aku akan mengatakan keinginanku kalau So Hye sudah siap.”

So Hye lagi2 mengangguk dengan manisnya. (Aaaak… suka senyum Tante Kim)


Di kamarnya, So Hye sedang membaca tulisan Sang Hwa sambil tiduran. Sementara Hae Sung mondar mandir gak jelas. So Hye mencoba tidur, tapi tidak bisa. So Hye lantas melihat tangannya yang penuh bintik merah. Hae Sung ingin berlari ke kamar So Hye tapi tidak bisa. Hahahah… lucu juga liat Hae Sung galau…

“Ada apa denganmu!” ucap Hae Sung sambil meletakkan kedua tangannya di atas meja.


Hae Sung lantas melakukan push up.


Sekarang Hae Sung mencoba tidur, tapi tetap gak bisa. Hae Sung pun kembali push up di kasur.

“Hae Sung, ayo tidur!” ucapnya berkali2.


So Hye masuk ke kamar Hae Sung sambil memeluk bantalnya. Hae Sung yang udah mau tidur terkejut dengan kedatangan So Hye. So Hye mengaku, mau tidur bersama Hae Sung karena ia tak mau menyesal nantinya. Hae Sung pun langsung sumringah dan merapikan kasurnya untuk So Hye. So Hye lantas duduk disamping Hae Sung.

“Ada yang mau kukatakan?” tanya So Hye.

“Kau mau bilang kalau kau mencintaiku, kan? Aku sudah tahu tanpa kau harus mengatakannya.” Jawab Hae Sung sambil mencolek bahu So Hye dengan bahunya.

“Kondisiku sekarang…. ini…” ucap So Hye sambil menunjukkan bintik di tangannya.


“Sejak kapan ini terjadi? Ayo ke rumah sakit.” Jawab Hae Sung panik.

“Tidak perlu, ini hanya efek samping setelah melakukan uji klinis. Untuk mengatakan yang sebenarnya, ini sudah lama sejak aku kehilangan nafsu makan. Kulitku menjadi lebih sensitive sekarang.” Ucap So Hye.

“Aku kira kau demam. Apa ini sakit?” tanya Hae Sung yang langsung meniup tangan So Hye.

“Ini jelek, kan?” ucap So Hye dengan mata berkaca2.

“Kata siapa ini jelek. Mereka sedang berjuang melawan sel2 kanker. Aku menyukai mereka.” Jawab Hae Sung sambil meniup tangan So Hye.

“Ayo pergi. Jujur, inilah kenapa aku ingin tidur di kamar tamu. Aku takut kau akan terkejut seperti ini.” ucap So Hye.

“Kita sudah membicarakan ini sebelumnya, kan? Kita akan hidup bersama. Aku akan menangani Lee So Hye. Katakan padaku kalau kau mengalami masa2 sulit.” Jawab Hae Sung.

So Hye pun mengangguk dengan matanya yang tetap berkaca2.


“Tapi kau tidak meletakkan obat di sini?” tanya Hae Sung.

“Aku sudah memakainya.” Jawab So Hye sambil menunjukkan obatnya.

“Lee So Hye!” teriak Hae Sung yang membuat So Hye kaget.

“Kau seharusnya membiarkanku melakukannya. Aku akan meletakkanya di sini.” Ucap Hae Sung lagi.


Hae Sung pun mulai mengolesi obat salep itu ke tangan So Hye. Beberapa saat kemudian, Hae Sung malah bicara ngawur. Ia berkata, haruskah dirinya mengolesi krim itu di sekujur tubuh So Hye. So Hye pun kesal dan langsung mendorong tubuh Hae Sung ke kasur. Hahahaha…

So Hye kemudian menutup obatnya. Tiba2, Hae Sung merebahkan tubuh So Hye di kasur. So Hye tersenyum. Hae Sung menyelimuti So Hye dan memeluk So Hye, lalu berkata kalau mereka akan melakukan segalanya bersama2 mulai sekarang. So Hye setuju. Hae Sung pun makin mengeratkan pelukannya.


“Ada banyak hal yang ingin kulakukan denganmu. Aku ingin melakukan perjalanan bersamamu dengan jet pribadi, menaiki sepeda tandem denganmu. Kau bilang kau mau ke Uyuni, kan? Kita juga harus pergi ke sana bersama. Kita juga harus pergi berkemah.” Ucap Hae Sung.

Hae Sung lantas menatap So Hye yang sudah mulai tidur. Hae Sung kemudian membelai kepala So Hye dan mencium kening So Hye.

Bersambung………..

Oalaaaah…. Jadi yg bakal ngancurin karir Hae Sung bukan video skandal itu toh, tapi amplop yang dipegang Jin Sook.. Jin Sook awalnya cuma ngegertak Hae Sung dengan nyebarin video skandal palsu itu, dia mikir Hae Sung bakal mohon2 ke dia.. tapi karena Hae Sung gk mau manjangin kontrak, akhirnya dia mutusin nyebarin isi amplop itu….

Penasaran apa sih isi tuh amplop sampe Hae Sung mati kutu gitu… di episode awal sih Jin Sook pernah bilang kalau isi amplop itu bakal ngancurin karir Hae Sung….

[Spoiler Ep 10]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar