Friday, November 17, 2017

Ruby Ring Ep 2 Part 1

Sebelumnya...


Pria yang ditipu Roo Na, terus saja menggedor pintu sambil memanggil Roo Na dengan nama Oh Hyeyeong. Begitu Gilja membukakan pintu, pria itu langsung menerobos masuk dan mendamprat Roo Na. Tak hanya itu, pria itu juga mendamprat Bibi Chorim dan Roo Bi yang ikut menyerangnya. Ia berencana menuntut mereka.

Gilja pun heran. Pria itu lantas menceritakan apa yang terjadi pada Gilja. Ia juga mengancam akan mencelakai Roo Na jika Roo Na tak mau mengembalikan uangnya. Sontak, Roo Na panic. Takut pada sang ibu, Roo Na pun mengajak pria itu bicara di luar, tapi pria itu menolaknya.


“Roo Na-ya, jelaskan apa yang terjadi.” Ucap Bibi Chorim.

“Aku kekurangan uang jadi aku meminjam sedikit uangnya.” Jawab Roo Na.

“Pinjam? Hey, Oh Hyeyeong!” ucap pria itu kesal.

“Oh Hyeyeong?” tanya Gilja kaget.


“Dia bilang namanya Oh Hyeyeong! Dan dia telah menipuku!” jawab pria itu.

“Berapa yang dia pinjam?” tanya Roo Bi.

“1200 dollar. 700 dollar untuk beli pakaian, 500 dollar untuk minuman keras. Makan malam juga, tapi aku hanya akan meminta 1200 dollar.” Jawab pria itu.

Kesal, Gilja pun terpaksa mengembalikan uang pria itu. Ia meminta nomor rekening pria itu. Pria itu kembali mengancam, akan membuat masalah jika mereka tidak mengembalikan uangnya.


Singkat cerita, pria itu pergi dan Gilja memarahi Roo Na habis-habisan. Roo Bi dan Bibi Chorim berusaha menenangkan Gilja. Tapi yang dimarahi bukannya sadar, malah menyalahkan Gilja yang tidak memberinya uang saat ia menelpon tadi sehingga ia terpaksa meminjam uang dari pria yang tidak dikenalnya.

“Aku baru saja melunasi tagihan kartu kreditmu!” ucap Gilja.

“Baik, aku akan membayarnya kembali! Aku akan membayarnya kembali beserta dengan bunganya!” jawab Roo Na.


Gilja pun tambah marah. Roo Bi berusaha membela Roo Na. Ia berkata, Roo Na tidak sengaja melakukan itu. Bibi Chorim setuju dengan Roo Bi. Gilja berteriak kesal, sebelum akhirnya keluar dari kamar Roo Bi dan Roo Na. Bibi Chorim menyusul Gilja.


Setelah mereka keluar, Roo Na langsung membanting tubuhnya ke kasur sambil marah-marah. Tapi marah-marahnya langsung hilang begitu ia melihat baju barunya tadi. Ia bangkit dari kasurnya dan mematut-matut dirinya di kaca, lalu mulai berbicara sendiri seolah-olah dia adalah pembawa acara.

Tak ayal, Roo Bi tertawa terpingkal melihat tingkah Roo Na. Roo Na pun ikut tertawa.


Keesokan harinya, Roo Na melakukan shooting di sebuah pasar. Gilja, Bibi Chorim dan So Young menyaksikan penampilan Roo Na itu di TV restoran. Bibi Chorim dan So Young memuji penampilan Roo Na. Gilja tersenyum bangga pada Roo Na.


Tak lama kemudian, Dong Pal datang membawa dua boxes untuk restoran Gilja. So Young pun menyapa Dong Pal dengan ceria. Gilja menyuruh Bibi Chorim membuat mi untuk Dong Pal, karena Dong Pal mengaku masih lapar. Bibi Chorim awalnya menolak, ia bertanya kenapa harus ia yang membuat mi untuk Dong Pal.

Gilja pun mendengus kesal. Melihat Gilja mendengus kesal, barulah Bibi Chorim bersedia membuatkan Dong Pal mi.


Dong Pal menyusul Bibi Chorim ke dapur sekalian memindahkan dua boxes yang tadi dibawanya ke dapur. Dong Pal mengajak Bibi Chorim nonton. Tapi Bibi Chorim tidak memberikan jawaban yang pasti.

“Pastikan kau datang. Ngomong-ngomong, aku menantikan mi buatanmu.” Ucap Dong Pal, lalu beranjak dari dapur. Tapi sebelum pergi, ia sempat mengerlingkan sebelah matanya pada Bibi Chorim.

Bibi Chorim pun tersenyum geli. Tapi kemudian, ia berkata tidak akan jatuh ke dalam perangkap Dong Pal.


Beralih ke In Soo yang lagi mijitin bahu Roo Na. Selesai memijit bahu Roo Na, In Soo pun memijit kaki Roo Na. Saat memijit kaki Roo Na, In Soo melihat ada tahi lalat di kaki kanan Roo Na. Setelah berbincang sebentar, In Soo pun melompat ke kasur dan menciumi Roo Na. Roo Na tertawa, kemudian meminta In Soo berhenti menciumnya. In Soo pun berhenti mencium Roo Na.


“Ngomong-ngomong, berapa lama kau mau menetap disini? Kau tidak mau shooting di Seoul?” tanya Roo Na.

“Aku suka disini, ada banyak tekanan di Seoul. Bukankah lebih baik tinggal disini dengan nyaman dan dikelilingi oleh orang baik?” jawab In Soo.

“Seorang pria harus punya ambisi. Sekali pun kau dipukuli, kau harus berjuang untuk sampai ke puncak.” Ucap Roo Na.

“Ketika aku debut di Seoul, aku akan mewujudkannya untukmu.” Jawab In Soo.

Roo Na langsung senang mendengarnya. Ia bahkan juga memuji In Soo sebagai sosok yang tampan dan bertalenta.


In Soo pun bangkit dan mengambilkan Roo Na segelas jus. In Soo kemudian mengajak Roo Na menikah, tapi Roo Na sepertinya enggan menikah dengan In Soo. Saat tengah membahas pernikahan, Roo Na tiba-tiba saja ingin muntah. Roo Na pun langsung berlari ke kamar mandi. Habis muntah, Roo Na menatap dirinya di kaca dengan wajah cemas.


“Sadarlah, Jung Roo Na. Tidak, kau tidak mungkin hamil. Bahkan meskipun aku hamil, aku tidak akan menjadi istrinya.” Ucap Roo Na.


Gyeong Min menghubungi Roo Bi yang saat itu tengah berkutat dengan komputernya. Gyeong Min ngajak Roo Bi ketemuan, tapi Roo Bi langsung menolaknya dengan tegas.

Tak lama kemudian, Jin Hee datang dan menunjukkan kontraknya dengan Juni. Jin Hee pun langsung dapat pujian dari manajernya. Untuk merayakan itu, manajer pun mengajak mereka semua makan malam. 

Gyeong Min pun datang. Roo Bi langsung terdiam. Jin Hee mengajak Gyeong Min ikut serta makan malam dengan mereka.


Roo Bi masih saja terus menghindari Gyeong Min. Gyeong Min mengejar Roo Bi. Ia meraih tangan Roo Bi dan membawa Roo Bi ke ruangan kosong. Di sana, Gyeong Min memeluk Roo Bi dengan paksa. Roo Bi pun marah dan menampar Gyeong Min.

“Jangan menghinaku seperti ini!” ucap Roo Bi, lalu pergi meninggalkan Gyeong Min. Gyeong Min pun hanya bisa menghela nafas melihat kemarahan Roo Bi itu.


Malam itu, Dong Pal dan Chorim ngedate!! Mereka pergi nonton. Sesampainya disana, Bibi Chorim tanpa sengaja melihat Soyeong. Bibi Chorim pun panic dan bergegas mengajak Dong Pal sembunyi. Dong Pal pun terheran-heran kenapa mereka harus sembunyi dari Soyeong. Ia pun berpikir, Bibi Chorim punya perasaan padanya. Bibi Chorim sontak mengelak. Ia berkata, kenapa dirinya harus punya perasaan pada Dong Pal.


Melihat Soyeong sudah pergi, Bibi Chorim pun menarik Dong Pal ke dalam bioskop. Bibi Chorim panas dingin saat melihat tangan Dong Pal memegang senderan kursinya. Tapi tak lama kemudian, ia sontak sembunyi lantaran melihat Soyeong masuk. Soyeong yang tak menyadari kehadiran Bibi Chorim, berjalan melewati Bibi Chorim begitu saja bersama temannya.


Singkat cerita, Bibi Chorim akhirnya ketahuan Soyeong setelah tak sengaja meninju dagu Dong Pal hingga berdarah.

Beralih ke Gyeong Min yang lagi dinner dengan tim pemasaran. Roo Bi lagi2 bersikap dingin pada Gyeong Min. Selesai dinner, sang manajer pun pamit duluan. Namun sebelum pergi, ia menyuruh Seok Ho mengantarkan Roo Bi, Jin Hee dan Hyeryeon pulang. Tapi Seok Ho justru mengajak mereka main kartu.

Roo Bi yang enggan berlama-lama berada di dekat Gyeong Min, memutuskan pulang saja. Mendengar Roo Bi ingin pulang, Gyeong Min pun ikut pulang dan tak lupa menawarkan diri mengantar Roo Bi pulang.


Gyeong Min dan Roo Bi singgah di sebuah restoran. Gyeong Min meminta maaf, dan mengaku sangat merindukan Roo Bi. Ia mengajak Roo Bi kembali, tapi Roo Bi menolak. Roo Bi sangat terluka dengan kebohongan yang dilakukan Gyeong Min di masa lalu.

“Pernah kah kau memikirkannya kenapa aku harus berbohong? Aku ingin bersamamu. Saat kau bekerja untuk membiayai sekolahmu, aku ingin membantumu dan berada di sisimu. Aku ingin belajar bersamamu. Aku ingin berada di sisimu saat suka maupun duka. Setelah aku bertemu denganmu, aku mulai membenci fakta bahwa aku terlahir dari keluarga kaya. Karena aku khawatir, itu akan membuatmu takut. Itulah alasanku berbohong! Aku berpura-pura menjadi murid biasa, mencari biaya sekolah sendiri, karena apa? Karena aku mencintaimu. Karena aku ingin bersamamu.” Ucap Gyeong Min.

Gyeong Min lantas mengaku, ia kembali untuk Roo Bi. Tapi Roo Bi masih saja menolak Gyeong Min.


Di kamar mandi, Roo Na panic mendapati dirinya memang hamil. Ia pun bingung harus bagaimana.

No comments:

Post a Comment