Saturday, December 1, 2018

Ice Adonis Ep 4 Part 2

Sebelumnya...


Yoo Ra makan siang dengan neneknya di kamar sang nenek. Sang nenek penasaran dengan yang dikatakan ayah Yoon Jae pada Yoo Ra.

"Yoo Ra-ya, maukah kau menjadi menantuku?" jawab Yoo Ra menirukan suara Pimpinan Ha.

"Lalu kau jawab apa?" tanya Nyonya Jo sembari tersenyum.

"Aku senang sekali sampai ingin gila rasanya. Aku tidak bisa menjawab jadi aku hanya bisa tersenyum. Aku sangat malu." jawab Yoo Ra.

Nyonya Jo tertawa, ia senang Pimpinan Ha mempertimbangkan Yoo Ra untuk menjadi menantunya.

Yoo Ra lalu menanyakan pendapat neneknya soal Yoon Jae.

"Kecuali soal ibunya yang meninggalkannya saat ia masih kecil, tidak ada yang perlu dikritik darinya." jawab nenek.


Di ruang makan, Tuan Choi yang sedang makan bersama istri dan anak tirinya, mendengar tawa Nyonya Jo dan Yoo Ra.

Tuan Choi berkata, mereka seperti anak-anak kalau sedang tertawa.

Nyonya Han mengaku, senang mendengar tawa mereka.

Tuan Choi lalu menyuruh Soo Ae makan yang banyak dan memuji Soo Ae karena tidak pilih-pilih makanan.

"Anakku tidak pernah pilih-pilih soal makanan. Mereka bisa makan bahkan hanya dengan kimchi saja jadi aku tidak pernah memiliki masalah soal itu." jawab Nyonya Han.

"Soo Ae-ya, makanlah dagingnya." suruh Tuan Choi.

Mendengar itu, Soo Ae langsung berdiri dan berterima kasih pada mereka.


Sekarang, Yoo Ra sudah berada di mejanya. Ia kesal menemukan nama Yeon Hwa di daftar kandidat yang diterima bekerja di J.


Tak lama kemudian, Yoon Jae datang. Ia langsung menyuruh Yoo Ra mencari apartemen dekat kantor yang bagus.

"Soal perabotan dan peralatannya, pilihlah sesuai seleramu." ucap Yoon Jae.

Yoo Ra awalnya bingung, tapi tak lama ia ingat saat dirinya mengatakan pada Yoon Jae bahwa ia ingin pindah karena tak bisa hidup seatap dengan Nyonya Han. Yoo Ra salah paham. Ia pikir, apartemen itu untuk dirinya.


Yoo Ra makin salah paham ketika Yoon Jae keluar dari ruangannya dan mendengar kata-kata Yoon Jae pada Pimpinan Ha.

Yoon Jae mengaku, akan memperkenalkan seseorang yang ia sukai dan orang itu karyawan J.

Yoon Jae mengatakan itu sambil menatap Yoo Ra.

Usai bicara dengan sang ayah, Yoon Jae menyuruh Yoo Ra mencari apartemen. Ia meminta Yoo Ra tidak mencemaskan soal harganya karena ia yang akan membayarnya.

Sontak, Yoo Ra kesenangan.


Yoon Jae pergi menjemput Yeon Hwa dan mengaku akan memperkenalkan Yeon Hwa pada seseorang.


Sementara Yoo Ra sedang memilih-milih beberapa perabot. Ia membeli barang couple.


Yoon Jae membawa Yeon Hwa ke hadapan orang tuanya dan mengakui bahwa Yeon Hwa lah gadis yang akan dinikahinya.

Melihat penampilan Yeon Hwa, Nyonya Jang sontak terkejut.


Yoo Ra sedang melihat-lihat apartemennya.

"Aku ambil yang ini." ucapnya dengan wajah penuh senyuman.


Yeon Hwa mengatakan pada orang tua Yoon Jae bahwa ia tak bisa menikah dengan Yoon Jae.

"Orang yang kukencani adalah anak sulung dari keluarga miskin. Tapi aku menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya saat wawancara tahap akhir kemarin." ucap Yeon Hwa.

Mendengar itu, Yoon Jae pun berkata akan mundur dari posisinya sebagai Presdir J.

Pimpinan Ha langsung marah. Saking marahnya, ia langsung pergi begitu saja.


Yoon Jae lalu membawa Yeon Hwa ke Sungai Han.

"Saat aku berusia 13 tahun, ibuku tiba-tiba menghilang di suatu pagi. Setelah itu, ibu tiriku datang. Aku menyalahkan ayahku, membenci ibuku dan tidak percaya pada ibu tiriku. Aku merasakan banyak hal buruk di masa remajaku. Bagaimana mengkhawatirkan ayahku dan membuat ibu tiriku pergi. Semakin kulakukan itu, ayahku makin dekat dengan wanita itu. Setelah aku pergi ke universitas, aku tidak pernah merasa malu menyembunyikan identitasku. Sejak aku tidak mempercayai orang lain dan tidak percaya dunia ini, jadi berbohong tidak bisa dihindari. Tapi setelah jatuh cinta padamu, aku mulai merasa malu. Aku merasa malu untuk yang pertama kalinya. Jadi aku ingin menunjukkan semua yang aku miliki padamu. Tapi... aku tidak bisa melakukan itu. Sejak aku hanya tahu bagaimana menyalahkan, membenci dan berpura-pura. Aku tidak pernah belajar bagaimana mengendalikan perasaanku. Kenyataannya... aku takut jika aku mengendalikan semuanya, kau akan menghilang sama seperti ibuku. Aku takut."


Yoon Jae lalu menatap Yeon Hwa dan meminta Yeon Hwa memberikannya kesempatan.


Yoo Ra sedang menata apartemen yang baru saja dibelinya.

Ia meletakkan piyama couple di kasur.


Gelas couple di meja.

Sendal couple di dekat pintu.


Ponsel Yoo Ra berdering. Telepon dari Nyonya Jang. Yoo Ra pun menjawabnya dengan penuh semangat.

Nyonya Jang yang ada di hotel, meminta Yoo Ra mencarikannya data-data Yeon Hwa.


Tak lama, Kang Wook datang dan Nyonya Jang langsung menggandengnya begitu selesai bicara dengan

Yoo Ra. Ia mengajak Kang Wook makan malam.


Yoo Ra bertanya-tanya, kenapa Nyonya Jang meminta data Yeon Hwa.


Setibanya di rumah, Yoon Jae langsung menyerahkan surat pengunduran dirinya pada sang ayah.


Yoon Hee tiba di rumah dan langsung disambut ayahnya.

"Kau habis berkencan juga?"

Yoon Hee mengiyakan.

"Bawa dia kemari dan kenalkan pada ayah."

"Aku akan membawanya kemari."


Yoon Hee lalu menemui Yoon Jae dan bertanya kapan ia bisa berkenalan dengan calon kakak iparnya tapi Yoon Jae malah membahas soal produk anti kerut mereka.

"Ini di rumah, Sajangnim." jawab Yoon Hee.

"Aku percaya seleramu. Dia pasti orang yang baik. Aku menunggumu memperkenalkan dia padaku." ucap Yoon Hee lagi, lalu beranjak pergi.


Yeon Hwa sudah sampai di depan rumahnya. Tapi ia tak langsung masuk dan memikirkan kata-kata Yoon Jae tadi.

Salju kemudian turun dan Yeon Hwa mendongak, menatap langit.


Di kantor, Yoo Ra memberitahu Yoon Jae kalau apartemen yang diminta Yoon Jae sudah siap.

Yoon Jae lantas menanyakan desainer perhiasan dan meminta Yoo Ra membuatkan janji untuknya.

"Kau tahu lamaran seperti apa yang disukai wanita?" tanya Yoon Jae.

Mendengar pertanyaan Yoon Jae, Yoo Ra yang salah paham, tak bisa mengatakan apa-apa.

Yoon Jae lalu meminta Yoo Ra melupakan pertanyaannya itu dan masuk ke ruangannya.

Begitu Yoon Jae pergi, Yoo Ra langsung menarik napasnya.

"Aku sangat gugup." ucapnya.

Tak lama kemudian, ia teringat permintaan Nyonya Jang.


Di butik, Nyonya Jang sedang bicara di telepon dengan Kang Wook.

Selesai bicara, dia memberikan kiss pada Kang Wook dan menyudahi pembicaraannya.


Nyonya Jang kemudian mematut dirinya di cermin dan terkejut melihat sosok Yoo Ra.

Ia berbalik dan Yoo Ra langsung menyerahkan dokumen Yeon Hwa.

Nyonya Jang pun langsung mencibir Yeon Hwa begitu membaca datanya.


Yoo Ra yang penasaran pun langsung bertanya ada apa dengan Yeon Hwa tapi Nyonya Jang malah menatapnya tajam, membuatnya terkejut.

Bersambung........

Prolog :


Nyonya Jang menatap tajam Yoo Ra. Ia berkata, karena Yoo Ra adalah seketaris Yoon Jae jadi Yoo Ra hanya perlu melakukan tugas sebagai seorang seketaris.

"Maafkan aku. Jika kau membutuhkan sesuatu, bisa hubungi aku kapan saja."

"Kau boleh pergi."

"Samonim, maukah kau menjadi teman belanjaku?" tanya Yoo Ra.


Sementara itu, Yeon Hwa ada di rumah Yoon Jae. Pimpinan Ha lah yang menyuruhnya datang.

No comments:

Post a Comment