Friday, March 29, 2019

The Promise Ep 31 Part 1

Sebelumnya...


Akhirnya sy bisa lanjut yg ini juga... kangen berat mau ngelanjut drama ini....

Se Jin menyiram Na Yeon dengan air. Dia marah karena sang ibu yang sudah tahu hubungan Na Yeon dan Tae Joon. Dia mengira Na Yeon sengaja memberitahu ibunya untuk  menggagalkan pernikahannya dengan Tae Joon.

"Selamat datang kembali. Aku akhirnya melihat dirimu 20 tahun yang lalu. Kau kembali ke dirimu yang sebenarnya sekarang, Jang Se Jin." jawab Na Yeon sembari tersenyum.

"Benarkah? Haruskah kita akan kembali ke 20 tahun yang lalu?" tanya Se Jin.

"Jangan berusaha terlalu keras. Tidak perlu. Aku sudah melupakannya dan akan melepaskannya. Ini masalah keluargamu sekarang. Jangan melibatkanku lagi." jawab Na Yeon.

"Kau lah orang yang masuk dalam masalah kami! Sejak ibuku mengunjungimu, dia berubah pikiran dan melarang kami menikah!" ucap Se Jin.

"Aku tidak tahu bagaimana ibumu tahu, tapi ibumu akan tahu pada akhirnya. Apa kau berpikir kebohonganmu akan bertahan lama? Dulu aku juga percaya beberapa hal akan bertahan lama, tetapi tidak." jawab Na Yeon.

"Tidak. Aku tidak sama sepertimu. Hanya karena kita menyukai pria yang sama, bukan berarti kita sama. Aku sama sekali tidak menyukaimu." ucap Se Jin.

"Kuharap juga begitu." jawab Na Yeon.


"Kau tidak akan bisa mengalahkanku, tidak peduli seberapa keras kau mencoba. Kenapa kau tidak menyadari itu!"

"Bagaimana kau akan mengalahkanku? Aku ingin tahu."

"Satu-satunya senjatamu adalah Sae Byeol. Jika aku mau, aku bisa....

Na Yeon menyiram Se Jin.

Na Yeon : Bagaimana gadis pintar sepertimu bisa berakhir seperti ini? Jangan buang-buang waktumu untukku. Pergi dan yakinkanlah ibumu.

Na Yeon beranjak pergi.


Tae Joon pergi ke restoran bibinya, namun tidak masuk dan hanya berdiri di depan.

Tae Joon lantas teringat saat dirinya tadi dipermalukan oleh Yoo Kyung.

Tae Joon melangkah pergi, tapi tiba-tiba saja ia teringat kata-kata bibinya dulu, kalau ia tidak akan pernah bisa sampai kemana pun meski ia berusaha keras karena ia hanyalah seekor ikan di kubangan.

Tae Joon marah. Ia mengepalkan tangannya, kemudian beranjak pergi.


Se Jin menghubungi Tae Joon. Tae Joon yang kini sudah berada di apartemennya, mengabaikan telepon Se Jin.

Se Jin lantas masuk dan terkejut melihat Tae Joon ada di dalam.

Se Jin : Tae Joon-ah, kenapa kau tidak membuka pintu atau menjawab teleponku?

Tae Joon menyuruh Se Jin pulang.

Tae Joon : Kita sama-sama lelah hari ini. Kita akan bicara besok.

Se Jin : Kita harus bicara sekarang. Ayo kembali ke Amerika. Kita bisa hidup disana, hanya kita berdua. Kita tidak perlu izin ibuku. Aku tidak butuh apapun. Ayo hidup bersama, hanya kita.

Tae Joon : Akan kuantar kau pulang.

Se Jin : Aku sedang bicara, jawab aku!

Tae Joon : Se Jin-ah, tenangkan diri kita. Kita bicara besok. Kuantar kau pulang.


Tae Joon berjalan ke pintu. Se Jin memeluknya.

Se Jin menangis.

"Aku tidak bisa melepaskanmu. Lakukan sesuai kataku."


Tae Joon menatap Se Jin.

"Akan kupertimbangkan." jawab Tae Joon sembari menghapus tangis Se Jin.

Tae Joon lalu memeluk Se Jin.


Yoo Kyung duduk di dapur. Ia minum-minum sendirian.

Kyung Wan kemudian datang dan menyuruh Yoo Kyung berhenti minum.

Tapi Yoo Kyung tidak mau dan berkata bahwa Kyeong Wan lebih buruk.

"Kau orang dewasa! Kau seorang ayah! Bagaimana bisa kau berkomplot dengan mereka dan menyebabkan kekacauan ini?"

Yoo Kyung ingin minum lagi. Kyung Wan pun mengambil botol minum


Yoo Kyung dan membuang isinya.

Yoo Kyung beranjak ke lemari dan mengambil minum lagi.

Kyung Wan berusaha merebutnya.

Yoo Kyung yang kesal akhirnya membanting botol itu.


Kyung Wan kaget, yeobo...

Yoo Kyung : Se Jin segalanya bagiku. Bagaimana bisa kau menyuruh Se Jin menikahi pria macam itu!

Kyung Wan : Tae Joon tidak tahu soal anak itu. Se Jin tahu Tae Joon punya pacar tapi dia tetap memilihnya.

Yoo Kyung : Tapi wanita itu Na Yeon! Semuanya harusnya berakhir 20 tahun yang lalu. Kenapa kau membawanya lagi! Kenapa!

Kyung Wan : Lalu apalagi yang bisa kita lakukan? Sudah terlambat, apa yang bisa kita lakukan! Se Jin tidak akan menyerah. Sebagaimana dulu kau keras kepala menentang orang tuamu, Se Jin tidak akan menyerah.


Kyung Wan beranjak pergi.

Yoo Kyung menangis karena kesal.


Na Yeon masuk ke kamarnya dan berusaha kuat menahan air matanya.

Sebuah pesan masuk ke ponselnya. Pesan dari Sung Joo yang meminta nomor rekeningnya. Sung Joo berkata, akan tetap membayar Na Yeon meskipun Na Yeon batal memasak untuk keluarganya.

Na Yeon membalas, aku baik-baik saja. Tidak perlu cemas.

Sung Joo mengirimkan Na Yeon pesan lagi.

Sung Joo : Baiklah kalau kau bersikeras tapi jangan menelponku atau menggangguku lagi untuk masalah ini.

Sontak Na Yeon heran dan bertanya-tanya apa ia melakukan kesalahan.


Sementara Sung Joo heran bagaimana ia dan Na Yeon bisa bertemu lagi.

Do Hee tiba-tiba datang, membuatnya kaget. Ia pun marah pada Do Hee karena muncul tiba-tiba seperti itu dan membuatnya kaget.


Do Hee lantas komplain. Ia kesal karena sang ibu membatalkan makan malam mereka.

Sung Joo beralasan, kalau ia tidak enak badan dan berjanji akan menebus kesalahannya dengan memasak  untuk ulang tahun Do Hee.

Do Hee kecewa. Ia mengaku ingin bertemu dengan koki wanitanya.

Sung Joo terkejut.

"Wae? Kau mengenalnya?"

"Dia adik dari reporter yang kukenal. Tapi dia membenciku dan tidak mau bertemu denganku." jawab Do Hee lalu masuk ke kamarnya.

Sung Joo cemas dan berdoa agar Do Hee tidak pernah bertemu Na Yeon dan reporter itu.


Young Sook sedang menyulam saat Pimpinan Park terbangun.

Pimpinan Park bertanya, apa yang sedang dibuat Young Seok.

Young Sook : Rompi musim semimu.

Pimpinan Park menghela nafas dan bertanya sudah berapa lama.

Young Sook : Apanya?

Pimpinan Park : Sejak kau datang padaku.

Young Seok : Kenapa kau bertanya? Hwi Kyung sudah 37 tahun, jadi sudah 37 tahun.

Pimpinan Tae : Waktu berlalu begitu cepat. Artinya kita sudah hidup bersama hampir 40 tahun tapi rasanya baru kemarin, kita bertemu dan memiliki Hwi Kyung. Aku tidak tahu kenapa aku menjalani kehidupan yang begitu sibuk. Bagaimana pun juga hidup tetap sama. Kita seharusnya lebih banyak bersenang-senang, hanya kita berdua.


Young Sook : Kenapa bicara begitu? Aku masih bersenang-senang sampai sekarang. Di usiaku yang sekarang, aku bisa melihat wajah suamiku sepanjang hari yang tidak bisa kulihat sebelumnya karena kau sibuk dan aku menjadi bos di depan suamiku.

Pimpinan Park : Aku memalukan.

Young Sook : Ada apa denganmu?

Pimpinan Park : Ketika kau hidup denganku, kau selalu diperlakukan seperti wanita simpanan yang menghancurkan istriku yang setia. Kalau bukan karena orang tua ini, kau akan bertemu pria yang baik dan memiliki kehidupan yang baik.

Young Sook : Ada apa denganmu? Berhentilah bicara. Aku tidak mau mendengarnya.

Young Sook yang tidak mau mendengar hal semacam itu lagi, akhirnya keluar dari kamarnya.


Se Jin pulang dan langsung disuruh istirahat oleh ayahnya.

Se Jin lantas meminta ayahnya untuk tetap di sisinya. Se Jin mengaku, jika sang ayah tidak mendukungnya, ia tidak punya tempat lagi untuk bernapas.

Kyung Wan : Jangan pikirkan apapun dan istirahatlah.


Se Jin masuk kamarnya. Ia menghidupkan lampunya dan kaget mendapati sang ibu sudah duduk di kamarnya. Se Jin mengajak ibunya bicara besok.

Yoo Kyung pun menyuruh Se Jin membuka hati untuk pria lain.

Se Jin : Aku iri pada ibu. Semuanya tampak mudah bagi ibu.

Yoo Kyung : Benar. Mudah lebih baik. Itu lebih baik dari menahan api dan perlahan-lahan terbakar sampai mati. Mungkin sulit sekarang tetapi lebih baik untuk menghentikannya dengan mudah.

Se Jin : Siapa yang terbakar sampai mati?

Yoo Kyung : Na Yeon-ie. Na Yeon-ie ddal. Sepanjang mereka masih hidup, kau tidak akan pernah bahagia. Mereka akan mengikutimu kemana pun kau pergi dan mencekikmu. Bagaimana bisa aku diam saja melihat hal itu terjadi? Aku menolaknya.


Se Jin : Georeom agi? Bagaimana anakku!

Yoo Kyung : Kau ingin anakmu memiliki ayah seperti itu? Bagiku, putriku lebih berharga!

Se Jin : Anakku lebih berharga bagiku daripada ibu. Anakku lebih berharga bagiku daripada aku! Aku tidak akan menyerah. Tidak untuk anaku atau Tae Joon!

Yoo Kyung : Baiklah, kita lihat siapa yang akan menang.

Se Jin : Lakukan apapun yang ibu inginkan jika ibu mau membunuhku. Jika anak ini mati aku juga akan mati!

Yoo Kyung menangis lalu pergi dari kamar Se Jin.


Se Jin menangis.

Yoo Kyung terduduk lemas di depan kamar Se Jin.

Ibu dan anak itu sama2 menangis.


Kyung Wan datang dan melihat istrinya menangis.

Bersambung ke part 2..............

*Jgn bilang si Kyung Wan mau nyalahin Na Yeon lagi....

No comments:

Post a Comment