Selection : The War Between Women Ep 13 Part 1

Sebelumnya...


DOOOR! Gae Pyeong melepaskan tembakannya.

Yeo Wool teriak, andwae Mama!

Yeo Wool langsung memeluk Eun Bo. Dan, Yeo Wool tertembak!

Eun Bo terkejut.


Melihat itu, Han Mo langsung memerintahkan anak buahnya menembak Gae Pyeong.

Anak buah Han Mo menembak kaki Gae Pyeong.

Gae Pyong langsung jatuh.


Han Mo : Tangkap dia!


Young Ji terkejut.

Gae Pyong berteriak marah karena gagal melaksanakan tugasnya membunuh Eun Bo.


Yeo Wool yang dalam pelukan Eun Bo, merosot jatuh. Eun Bo cemas.

Eun Bo : Yeo Wool-ah, tetap bersamaku!

Dengan napas tersengal2, Yeo Wool mengaku senang Eun Bo baik-baik saja.

Eun Bo : Berhenti berbicara. Itu lebih menyakitimu.

Yeo Wool : Mama, aku sangat menyesal dan bersyukur untuk semuanya.


Eun Bo terus menekan luka Yeo Wool.


Yeo Wool tewas.


Tangis Eun Bo pecah.

Eun Bo : Andwae! Yeo Wool-ah! Yeo Wool-ah!


Wal membeku menatap Eun Bo.


Han Mo dan Wal bergegas mendekati Eun Bo.

Anak buah Han Mo membawa Gae Pyeong, mengikuti Han Mo.

Gae Pyeong menatap Young Ji dengan tatapan menyesal.

Young Ji sendiri masih terkejut rencananya menghabisi Eun Bo gagal.


Han Mo : Mama, kau baik-baik saja?

Eun Bo tak menjawab dan terus menatap jasad Yeo Wool.


Wal menatap cemas Eun Bo.

Han Mo menyuruh anak buahnya membawa Gae Pyeong.

Wal kesal,

Wal : Dasar bajingan.

Kepala Pengawal yang memimpin rombongan Ratu, menutup jasad Yeo Wool dengan kain.


Eun Bo menatap tajam Young Ji. Lalu, ia beranjak mendekati Young Ji.

Eun Bo : Sejak dia ditangkap, semuanya akan segera terungkap. Wanita istana itu adalah seorang gadis bernama Yeo Wool. Semuanya akan terungkap termasuk yang berada di belakang pembunuhan Yeo Wool dan siapa yang merencanakan semua ini.

Young Ji berusaha tenang.

Young Ji : Kenapa kau mengatakan ini padaku?

Eun Bo : Aku ingin kau tahu, bahwa pelakunya pasti akan segera tertangkap.

Young Ji semakin takut.


Han Mo mendekati Young Ji. Han Mo meminta Young Ji kembali ke istana.

Young Ji dan Song Yi kembali ke tandu.


Han Mo bilang ke Eun Bo, bahwa ia akan menyiapkan tandu untuk Eun Bo dan gerobak untuk membawa jasad Yeo Wool.

Han Mo : Harap tunggu sebentar di sini.

Han Mo beranjak pergi.

Eun Bo marah.


Di tandunya, Young Ji gelisah memikirkan rencananya membunuh Eun Bo gagal.


Young Ji lantas membuka jendela tandunya dan minta Byul membawa ayahnya kepadanya setelah mereka tiba di istana.

Tapi Byul bilang, ia mendengar para menteri meninggalkan istana lebih awal karena musim dingin sudah tiba.

Byul : Dia pasti sudah pulang sekarang.

Young Ji : Apa? Tidak. Aku harus bertemu ayah.


Young Ji pun menyuruh mereka menurunkan tandunya.

Kepala Pengawal yang memimpin rombongan itu, memberi perintah agar tandu diturunkan dan bergegas mendekati Young Ji.

"Ada apa, Yang Mulia?" tanya Kepala Pengawal.

Young Ji beralasan, bahwa ia merasa badannya tidak enak karena terkejut dengan kejadian tadi. Ia minta dibawa ke rumahnya. Ia berkata, mereka sudah hampir sampai ke rumahnya. Tapi Kepala Pengawal menolak. Young Ji marah dan mengatakan sekali lagi kalau ia tidak enak badan.

Kepala Pengawal : Tapi ada kecelakaan. Anda harus kembali ke istana.


Young Ji : Kau mengabaikan perintahku sekarang! Aku sang Ratu! Harus pergi ke rumahku sekarang! Ubah arahnya segera!

Kepala Pengawal tak bisa membantah lagi.

Yang Mulia Ratu mengubah arah dan pergi ke tempat tinggal sebelumnya.


Eun Bo kembali ke istana dikawal Han Mo dan para pasukan. Kyung bergegas menghampirinya.

Eun Bo masih syok, jadi ia diam saja,

Kyung memegang tangan Eun Bo yang berlumur darah Yeo Wool.


Han Mo melapor, bahwa Young Ji mengubah rute perjalanan dan pergi ke rumah Heung Gyeon. Han Mo tanya, apa yang harus ia lakukan sekarang.

Eun Bo menyuruh Kyung pergi kesana.

Eunuch berkata pada Kyung, bahwa ia akan mengantarkan Eun Bo ke kamar.

Kyung berterima kasih pada Eunuch dan bergegas pergi.


Heung Gyeon menampar Young Ji.

Ia marah besar.

Heung Gyeon : Apa kau tahu apa yang telah kau hancurkan!

Young Ji bingung, abeonim...

Heung Gyeon : Dunia akan menjadi milikku. Kalau saja pangeran lahir, seluruh Joseon ini akan berada di bawah kakiku! Kau seharusnya melindungi Istana Ratu dengan tenang sampai saat itu! Aku mengatakan kepadamu untuk hanya fokus memiliki pangeran!

Heung Gyeon lantas jatuh terduduk.

Heung Gyeon : Kenapa? Kenapa kau melakukan sesuatu yang begitu sembrono?

Young Ji : Bagaimana denganmu? Mengapa kau mencoba membunuh Yang Mulia? Kalau saja kau tidak melakukan hal seperti itu, aku tidak akan sejauh ini...

Heung Gyeon : Apakah kau mengatakan kau melakukan hal yang baik? Kalau saja kau tidak berperilaku sembrono, itu akan luput dari perhatian!


Young Ji menangis dan tanya, mereka harus bagaimana sekarang.

Heung Gyeon diam saja. Ia tak tahu harus melakukan apa untuk membereskan kekacauan yang dibuat Young Ji.


Kyung menyuruh Han Mo mengiri prajurit ke rumah Heung Gyeon.

Kyung : Katakan itu untuk melindungi Ratu. Para prajurit akan menangkap Ratu dan Jo Heung Gyeon segera setelah Gae Pyeong mengakui untuk siapa dia bekerja.

Han Mo : Baik, Yang Mulia!

Kyung : Buat Hong Ki Ho menginterogasi Gae Pyeong. Kita harus mengungkapkan kebenaran.


Gae Pyeong disika.

Ki Ho mengangkat tangannya, meminta para penyiksa berhenti sebentar.

Ki Ho lalu menanyai Gae Pyeong siapa yang menyuruh Gae Pyeong membunuh Eun Bo.

Gae Pyeong terus bungkam.


Ki Ho : Apakah kau pikir kebenaran tidak akan terbuka jika kau tutup mulut? Senapan yang kau pegang dan jarum beracun yang ditemukan dari petugas yang berkolusi denganmu. Itulah bukti bahwa orang di balik ini adalah orang yang sama yang merencanakan pembunuhan itu. Kasus ini tidak akan ditutup hanya karena kau tutup mulut. Jadi sebaiknya kau mengaku saja.

Karena Gae Pyeong masih tidak mau mengaku, Ki Ho menyuruh petugas memanggil Yong Ho.

Mendengar itu, Gae Pyeong sontak panic.


Heung Gyeon menyuruh pengawalnya menyamar dan menemui Yong Ho.

Heung Gyeon : .... dan cari tahu apa yang terjadi pada Gae Pyeong diam-diam.

Pengawalnya mengerti dan langsung pergi.


Byul lalu datang. Ia masuk sambil berlari. Wajahnya terlihat panic.

Heung Gyeon : Apa yang terjadi?

Byul : Para pasukan kerajaan mengelilingi rumah di luar sekarang untuk melindungi Yang Mulia!

Heung Gyeon kaget, apa?


Wangdaebi menyuruh Kyung membawa Young Ji kembali ke istana.

"Aku dengar ada kecelakaan. Berbahaya meninggalkannya di kediamannya." ucap Wangdaebi.

Kyung pun menatap serius neneknya.

Kyung : Nenek, Jo Heung Gyeon adalah orang yang berada di belakang pembunuhan itu.

Wangdaebi bingung, apa yang kau bicarakan?

Kyung : Pelakunya yang ditangkap dari insiden ini adalah salah satu orang Jo Heung Gyeon. Dan Ratu berencana untuk menyingkirkan Selir Hong menggunakan dia.


Wangdaebi kaget, apa... itu benar? Benarkah Jo Heung Gyeon? Apa itu artinya kita menjadikan putri penjahat mengerikan itu sebagai Ratu di istana?

Wangdaebi syok dan langsung memegangi dadanya yang seketika terasa sakit.

Kyung kaget dan bergegas memegangi neneknya.

Kyung memanggil orang diluar.

Nyonya Jung langsung masuk.

Nyonya Jung : Apakah Anda baik-baik saja, Yang Mulia?


Air mata Wangdaebi langsung menyeruak keluar.

Wangdaebi : Bagaimana..... bagaimana bisa....


Yong Ho dibawa ke Biro Investigasi.

Gae Pyeong langsung menatap tajam Yong Ho, supaya Yong Ho tak buka mulut.

Yong Ho yang takut mati berkata, bahwa ia hanya orang suruhan. Yong Ho juga bilang, akan mengatakan kebenarannya.

Ki Ho menyuruh petugas mengikat Yong Ho.

Yong Ho memohon, agar dirinya dibiarkan hidup.


Malam pun tiba. Pengawal Heung Gyeon menyamar sebagai pelayan. Pelayan mengaku kepada petugas yang menjaga di depan pintu, bahwa ia baru saja kembali dari melaksanakan tugas. Petugas pun mengizinkan pria itu masuk.


Heung Gyeon kaget mendengar laporan pengawalnya tentang Yong Ho yang sudah ditangkap.

"Ya, mereka mengetahui bahwa dia adalah mata-mata. Dia sedang diinterogasi sekarang." ucap pengawalnya.

Heung Gyeon : Bagaimana mungkin semuanya... Bagaimana semuanya bisa terungkap sekaligus seperti ini!


Heung Gyeon memberitahu putrinya, bahwa semuanya sudah berakhir.

Young Ji bingung dan tanya maksud ayahnya.

Young Ji : Gae Peyong mengatakan dia tidak akan pernah mengaku. Dia bilang dia lebih suka menggigit lidahnya sendiri dan mati.

Heung Gyeon : Gae Pyeong bukan masalah. Mata-mata di Biro Investigasi Kerajaan tertangkap. Hanya masalah waktu sampai dia menyebutkan namaku setelah disiksa.

Young Ji : Apa maksudmu, mata-mata itu tertangkap? Apakah ada mata-mata?

Heung Gyeon : Kemasi barang-barang yang kau butuhkan.

Young Ji : Ayah!


Heung Gyeon : Kita harus segera meninggalkan rumah ini.

Young Ji : Apa yang sedang kau bicarakan? Para penjaga kerajaan mengelilingi rumah di luar. Apa yang akan kau lakukan?

Heung Gyeon : Kita bisa menggunakan Byul. Satu-satunya orang yang bisa meninggalkan rumah tanpa terlihat curiga mungkin dia.


Kyung tiba di depan kamar Eun Bo.

Han Mo memberitahu Kyung, bahwa masih belum ada update dari tempat interogasi.

Eunuch menatap Kyung.

Kyung tanya ada apa.

Eunuch : Selir Hong belum bergerak sama sekali. Aku memanggilnya beberapa kali, tetapi dia tidak mau menjawab. Aku pikir dia masih syok.

Eunuch lalu memberitahu Eun Bo kedatangan Kyung.

Kedua pelayan tampak berdiri di depan pintu. Masing-masing memegang baskom dan nampan berisi handuk.


Eun Bo yang mendengar itu di dalam, langsung berdiri. Pintu dibuka. Kyung bersama kedua pelayan Eun Bo langsung masuk.

Kyung menyuruh kedua pelayan meninggalkan handuk dan baskom berisi air itu.

Kedua pelayan mengerti dan meletakkan barang2 itu di atas meja, lalu pergi.


Kyung memegang kedua tangan Eun Bo. Lalu dia membawa Eun Bo duduk dan membersihkan tangan Eun Bo yang masih berlumur darah Yeo Wool dengan handuk dan air tadi.

Eun Bo : Dia bilang dia menyesal dan bersyukur sebelum dia meninggal. Tapi aku belum melakukan apapun untuknya.

Kyung : Dia menyusul Tuan Baek Ja Yong dan mengatakan itu karena merasa bersalah.


Tangis Eun Bo pecah lagi.

Eun Bo : Kenapa? Kenapa Yeo Wool harus mati? Dia hanya seorang gadis muda. Dia manis dan polos. Seharusnya dia hidup lebih lama.


Kyung memeluk Eun Bo.

Kyung : Semuanya akan baik-baik saja.


Byul keluar dari kediaman Heung Gyeon bersama pria itu yang kembali menyamar sebagai pelayan.

Byul : Yang Mulia Ratu merasa sakit. Aku pikir aku harus mengunjungi dokter.

Kepala Pasukan menyuruh anak buahnya mengawal Byul.


Tapi di tengah jalan, pria itu berhasil membuat pengawal yang mengawal mereka pingsan.


Yong Ho yang tak tahan disiksa, memutuskan mengakui semuanya.

Gae Pyeong marah.

Yong Ho meminta Ki Ho membiarkannya hidup jika ia mengatakan semuanya.

Gae Pyeong : Kau bajingan!


Ki Ho menyuruh petugas membekap Gae Pyeong.

Petugas pun membekap mulut Gae Pyeong.


Byul dan pria itu tiba di markas mereka, di tengah hutan.

Pria itu : Di mana petugas pelatihan? Yang Mulia Jo Heung Gyeon mengirim pesan.


Ki Ho mendekati Yong Ho. Ia berjanji, akan mengurangi hukuman Yong Ho jika Yong Ho mengaku.

Gae Pyeong marah.

Yong Ho minta Ki Ho memegang janji itu.

Ki Ho : Katakan untuk siapa kau bekerja!


Yong Ho mengaku, ia disuruh Heung Gyeon.

Mendegar itu, Ki Ho pun langsung menyuruh para petugas menangkap Heung Gyeon.

Para petugas mengerti dan langsung pergi.


Para pasukan langsung bergerak ke kediaman Heung Gyeon.

Para pengawal Heung Gyeon langsung menghadang mereka.

"Apa yang kalian lakukan?" tanya salah satu pengawal Heung Gyeon.

Kepala Sung : Kami disuruh membawa Jo Heung Gyeon ke Biro Investigasi Kerajaan karena berusaha membunuh Yang Mulia!

Heung Gyeon dan Young Ji keluar mendengar ribut2.

Heung Gyeon : Apa yang sedang kau lakukan!

Kepala Sung : Tangkap penjahat dengan segera!

Young Ji kaget, abeonim.....


Para pengawal Heung Gyeon tak tinggal diam. Mereka berkelahi dengan para pasukan dari Biro Investigasi.

Pria itu kembali bersama beberapa orang dari markas.

Pria itu, lindungi Yang Mulia Jo Heung Gyeon dan Yang Mulia Ratu!


Di tengah situasi seperti itu, Wal malah ngelawak. Dia menusuk salah satu pengawalnya Heung Gyeon, tapi abis melakukan itu, dia kaget sendiri.

Wal : Ya ampun....


Pria itu lantas mengawal Heung Gyeon dan Young Ji keluar.

Wal melihat mereka.

Wal : Mereka melarikan diri! Mereka melarikan diri!

Kepala Sung : Pelakunya melarikan diri! Jangan sampai kehilangan dia!

Pria itu menebas para pasukan yang mengejar mereka.


Setibanya diluar, Byul dan pengawal lain sudah menunggu. Heung Gyeon menyuruh Young Ji masuk ke tandu. Tapi Young Ji diam saja.

Byul menyuruh Young Ji bergegas, tapi Young Ji malah menatap ke rumahnya yang sudah dikepung.

Heung Gyeon marah, apa yang kau lakukan! Cepat!

Young Ji pun akhirnya masuk ke tandu.


Kyung marah mendengar berita dari Han Mo tentang Heung Gyeon dan Young Ji yang berhasil melarikan diri.

Kyung : Kita tidak boleh kehilangan mereka. Aku akan melengserkan Ratu segera setelah hari istirahat. Sebarkan sketsa komposit keduanya dan melakukan pencarian nasional.

Han Mo : Baik, Yang Mulia.


Besoknya, dua prajurit menempelkan sketsa Heung Gyeon dan Young Ji di papan pengumuman.

Pengawal Jae Hwa melihatnya.


Jae Hwa sendiri sedang minum-minum di rumah pondoknya.

Tak lama, pengawalnya datang.

Jae Hwa : Untuk apa kau kesini? Apa kau kesini untuk menjadi teman minumku? Baik. Aku kehabisan alkohol. Mari kita pergi bersama dan....

Jae Hwa ingin berdiri tapi ditahan pengawalnya.

Jae Hwa marah, aku bilang ayo pergi!

"Hanyang dalam kekacauan saat ini. Keluarga Jo Heung Gyeon dikejar karena pengkhianatan." ucap pengawalnya.

Jae Hwa : Apa yang kau bicarakan?


Di kamarnya, Eun Bo menolak minum teh yang diberikan pelayannya. Eun Bo lalu menyuruh
pelayannya membawa tehnya pergi.


Eun Bo teringat saat Yeo Wool merasa bersalah atas kematian Ja Yong.


Lalu ia mengingat ketika Yeo Wool tertembak karena melindunginya.


Eun Bo juga mengingat saat menemukan jasad kakaknya.


Kemudian ia ingat ketika melihat ayahnya dieksekusi.


Terakhir, Eun Bo ingat kata2 ibunya.

Nyonya Han : Aku hanya.... aku senang menemukanmu. Jika kau berada dalam bahaya juga, aku tidak akan bisa hidup.


Daebi terkejut mendengar cerita Man Chan tentang perbuatan Heung Gyeon dan Young Ji. Ia tidak menyangka, Heung Gyeon bisa melakukan hal itu.

Man Chan meminta Daebi tenang. Ia berkata, mereka akan segera ditangkap.

Song Yi kemudian bertanya, apakah akan ada pemilihan Ratu lagi nanti.

Man Chan berkata, tidak akan ada pemilihan Ratu lagi.

Man Chan : Sekarang kita berada dalam situasi ini, aku pikir dia mungkin akan mencoba untuk menempatkan Selir Hong di tempat itu.

Daebi tak rela Eun Bo menjadi Ratu menggantikan Young Ji. Daebi meminta Man Chan melakukan apapun untuk mencegah Eun Bo menjadi Ratu.

Man Chan : Ya, kita akan menemukan jalan.


Song Yi lantas menemui pelayan yang memberikan Eun Bo teh, tapi ditolak Eun Bo.

Ya, pelayan itu adalah pelayan yang sebelumnya ia suruh memberikan ramuan motherwort pada Eun Bo dan Young Ji.

Pelayan itu meminta maaf.

"Aku pikir dia sangat marah sejak wanita istana yang dia sayangi meninggal. Selir Hong berhenti makan apa pun."

"Jadi kau masih tidak bisa memberinya obat itu?"

"Tidak, Mama."

"Lupakan itu untuk saat ini. Kau harus mengganti wanita istana bernama Yeo Wool mulai sekarang. Dia mungkin akan mulai mencari wanita istana baru. Aku menyuruhmu untuk bersikap ramah dan penuh perhatian. Mulailah melakukan semua pekerjaan untuk Selir Hong. Dan...."


Song Yi mencopot cincinnya dan memberikannya pada pelayan itu.

Song Yi : .... laporkan padaku setiap detail kecilnya. Paham?

Pelayan : Baik, Mama."

Song Yi : Aku harus menang, apa pun yang terjadi.


Eun Bo dipanggil oleh Wangdaebi.

Wangdaebi : Aku mendengar kontribusimu besar dalam menemukan pelakunya.

Eun Bo merendah.

Eun Bo : Aku tidak melakukan apapun.

Wangdaebi : Aku akan membahas untuk mengembalikanmu ke Raja. Itu kesalahanku karena menyalahkan keluargamu atas perbuatan Jo Heung Gyeon. Jika belum terlambat, kau harus merebut posisimu kembali sebagai Ratu, bukan Selir Hong.

Eun Bo terkejut mendengarnya.


Ki Ho pusing gara2 Gae Pyeong masih tak mau membuka mulut tentang keberadaan Heung Gyeon.


Tak lama, Kyung datang. Ki Ho pun bergegas menghampiri Kyung.

Ki Ho melarang Kyung dekat2 Gae Pyeon.

Kyung menatap tajam Gae Pyeong.

Kyung : Dimana Jo Heung Gyeon? Kau pasti tahu. Apa kau ingin tetap setia padanya sampai akhir?

Gae Pyeong : Setia?

Gae Pyeong tertawa sinis.


Ki Ho marah melihat Gae Pyeong tertawa.

Ki Ho : Beraninya kau bersikap seperti itu...

Kyung menghentikan Ki Ho. Ki Ho pun diam.


Gae Pyeong : Ketika seorang anak tujuh tahun terluka, ibunya akan menolongnya. Tapi aku tidak punya ibu, tapi di rumah itu, ada seorang gadis kecil yang menolongku dengan tangan kecil.  Alasan mengapa aku melayani keluarga itu sepanjang hidupku  bukan karena kesetiaan.

Kyung : Jika begitu, apa itu karena cinta?

Gae Pyeong : Aku tidak akan menjawab pertanyaan apapun.


Gae Pyeong lantas menggigit lidahnya.

Melihat itu, Ki Ho langsung menyuruh petugas membekap mulut Gae Pyeong lagi.

Gae Pyeong pun berteriak marah.

Bersambung ke part 2....

2 Comments:

  1. Tha said...:

    Episode 14-16 udh ada blom ya????

  1. Unknown said...:

    Udah ketagihan baca mlz nonton dramanya update truz ya min....

Post a Comment