• Sinopsis Wonderful World Episode 1-16

    Kim Nam Joo dan Cha Eun Woo memiliki rasa sakit yang sama akibat kehilangan seseorang yang sangat berharga bagi mereka.

  • Duis non justo nec auge

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Mauris eu wisi. Ut ante ui, aliquet neccon non, accumsan sit amet, lectus. Mauris et mauris duis sed assa id mauris.

Ruby Ring Ep 84 Part 2

Sebelumnya...


Eun Ji dan Roo Na ketemuan di kafe.

Eun Ji mengaku tidak tahu dimana Yeonho.

"Kami sudah putus, dia berjanji membelikanku ini dan itu tapi dia tidak pernah melakukannya. Dia juga memakai kartu kreditku tapi tidak mengganti uangku."

"Kau tahu nomor barunya?"

"Aku tidak tahu dia mengganti nomornya." jawab Eun Ji.

Eun Ji lantas menanyakan tentang video itu, membuat Roo Na kesal.

Tak lama kemudian, Roo Na bertanya apa Yeonho meninggalkan sesuatu seperti USB pada Eun Ji.

"Dia tidak meninggalkan apapun padaku." jawab Eun Ji.

Eun Ji lalu pergi meninggalkan Roo Na setelah mendapat telepon dari kekasih barunya.


Setelah Eun Ji pergi, Roo Na berusah memikirkan siapa pelakunya.

Tak lama, nama Roo Bi terlintas di otaknya namun kemudian ia yakin bukan Roo Bi pelakunya. Menurutnya, Roo Bi tidak akan bisa melakukan hal seperti itu.

Dia lalu mendapat telepon dari Gilja.


Roo Na pun meyakinkan sang ibu kalau video itu palsu dan dibuat seseorang yang ingin menjatuhkannya.

Gilja percaya pada Roo Na. Tapi tak lama, ia curiga Roo Bi pelakunya.


Roo Na keluar dari kafe sambil bicara dengan pengurus Partai Yeomin.

Ia stress karena video itu tidak bisa dihapus dan dilacak pengunggahnya.

"Lakukan apapun! Kalau aku jatuh, Partai Yeomin juga akan jatuh! Aku kandidat Partai Yeomin!"


Di restoran, Chorim, Dongpal, Jihyeok dan Soyoung sedang menonton berita Roo Na.

Tak lama, Chorim menyuruh Soyoung mematikan TV.

Chorim tidak percaya, 'Roo Bi' seperti itu. Ia yakin, seseorang sedang berusaha menjatuhkan nama 'Roo Bi'.

"Setelah pelakunya ditangkap dan videonya dihapus, ini akan menguntungkan untuk Roo Bi." jawab Jihyeok.

"Polisi akan segera menemukan pelakunya." ucap Dongpal.


Tak lama, Daepung datang dan mengaku kesepian di rumah karena Dongpal sudah tidak tinggal lagi bersamanya. Dia juga mengatakan, tentang Jihyeok yang sudah punya pacar, membuatnya makin kesepian.

Chorim pun kaget mendengar Jihyeok punya pacar.

Jihyek dan Soyoung pun saling melirik, tak lama kemudian, Jihyeok menarik Daepung keluar.


Chorim senang bukan main mengetahui Jihyeok punya pacar. Ia kemudian mengaku, bahwa tadinya ia pikir Jihyeok akan jatuh cinta pada Soyoung.

Chorim pun menyuruh Soyoung menjauhi Jihyeok karena Jihyeok sudah punya pacar sekarang tanpa mengetahui pacar Jihyeok adalah Soyoung.


Diluar, Jihyeok protes pada Daepung yang memberitahu orang tuanya bahwa dirinya sudah punya pacar.

Ia pun berjanji akan membalas Daepung jika Daepung mengatakannya sekali lagi.


Roo Bi ke ruangan Gyeong Min. Ia memberikan proposal untuk produk terbaru mereka. Gyeong Min pun mengaku bahwa ia sedang bingung dan butuh teman bicara.

"Kau sudah dengar, kan? Menurutmu, apakah Roo Bi yang ada di video itu?"

"Ada banyak spekulasi tentang video itu."

"Aku tidak tahu, aku tidak tahu harus percaya atau tidak." jawab Gyeong Min.

"Haruskah kuakui semuanya? Haruskah kukatakan, aku Jeong Roo Bi yang sebenarnya? Jika kukatakan, apakah dia akan jatuh cinta lagi padaku dan kembali padaku?" Roo Bi bertanya-tanya dalam hatinya.

Tak lama kemudian, Roo Na datang dan terkejut melihat ada Roo Bi di sana.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Roo Na pada Roo Bi.

"Kami bicara." jawab Gyeong Min.

"Itu tidak benar. Ada yang iri padaku. Aku tidak melakukan kesalahan." ucap Roo Na.

"Apa kau yakin itu bukan kau? Aku bahkan berpikir, itu kau." jawab Roo Bi.


Mendengar itu, Roo Na marah dan mengklaim bahwa mereka adik kakak jadi Roo Bi tidak boleh berkata seperti itu.

"Berhenti, jika video itu palsu, tidak ada yang harus kau cemaskan. Jika kau tidak bersalah, kebenarannya akan segera terungkap. Kau tidak perlu kemana-mana meminta orang-orang percaya padamu." ucap Gyeong Min.

"Eonni, hyeong-bu benar, kau tidak perlu cemas. Tapi sekarang, kau terlihat seperti orang yang ketakutan rahasiamu diekspos." jawab Roo Bi.


"Jeong Roo Na, neon..."

"Aku hanya cemas padamu. Apakah ini berpengarauh pada pemilihanmu?"

"Ini bukan urusanmu. Kau tidak akan bisa menolongku."

"Aku adikmu jadi wajar aku peduli."


Roo Bi keluar dari ruangan Gyeong Min. Roo Na menyusulnya dan mengajaknya bicara.

"Apa yang kalian bicarakan?"

"Wae? Kau cemas kalau aku berduaan dengannya?" jawab Roo Bi.

"Katakan padaku." pinta Roo Na.

"Baiklah, akan kukatakan jika kau memaksa. Videomu. Dia menanyakan pendapatku soal videomu. Dia juga berpikir, kau wanita yang ada di video itu." jawab Roo Bi.

"Lalu apa yang kau katakan?" tanya Roo Na.

Roo Bi pun tersenyum.


"Aku tahu aku salah padamu. Tapi aku tidak bersalah. Aku tidak mungkin melakukan hal itu." ucap Roo Na.

"Kau pikir aku percaya padamu?" tanya Roo Bi.

"Kita kakak adik." jawab Roo Na.

"Kakak adik? Aku kakakmu tapi kau mencuri wajahku. Kesekarahanmu membuat hidupku seperti di dalam neraka. Aku tahu kau akan melakukan apapun untuk mendapatkan keinginanmu. Kau bahkan tidur dengan orang lain."


Mendengar itu, Roo Na kesal dan berniat menampar Roo Bi tapi Roo Bi langsung menghentikannya.

"Kebenaran memang menyakitkan, khususnya untukmu yang tidak bisa menerima kenyataan."

"Lepaskan aku!"

"Aku belum selesai, Jeong Roo Na."

"Lepaskan aku!"

Roo Na pun menarik tangannya dan tidak sengaja mendorong Roo Bi, hingga Roo Bi jatuh.


Tepat saat itu, In Soo muncul dan melihat Roo Na mendorong Roo Bi.

"Apa yang kau lakukan padanya!" marah In Soo.

Roo Na tersenyum kesal.

"Menyenangkan melihat dua pangeran menolongmu." ucap Roo Na lalu beranjak pergi.


In Soo minta penjelasan kenapa Roo Bi mengunggah video itu.

"Kau meletakkan dirimu dalam bahaya. Kau tahu, Roo Na menemuiku pagi ini. Dia menuduhku yang melakukannya."

"Lalu apa kau memberitahunya?"

"Bukan itu yang penting." jawab In Soo cemas.

"Aku mengedit bagianmu. Aku tidak ingin kau ikut-ikutan mendapat masalah. Kau juga korban disini." ucap Roo Bi.

"Hapus video itu. Kalau Roo Na tahu kau pelakunya, tidak ada yang tidak bisa dia lakukan." jawab In Soo cemas.

"Kau pikir aku takut? Aku bisa menjaga diriku. Aku akan melakukan apapun untuk membuat Roo Na jatuh. Meskipun aku harus menjadi monster, aku tidak peduli." ucap Roo Bi.

Ponsel Roo Bi berdering. Telepon dari sang ibu yang menyuruhnya pulang.


Roo Bi langsung pulang.

Gilja pun membahas video itu. Ia ingin tahu apa yang terjadi.

Roo Bi mengaku bahwa ia yang mengunggah video itu.

Gilja kaget. Ia marah.

"Apa kau gila! Kenapa kau melakukannya! Untuk apa! Kau ingin membunuh saudaramu! Dia nyaris bunuh diri sekali! Kau tahu dia sangat rapuh!"

"Lalu apa yang harus kulakukan! Duduk diam saja? Melihat semuanya dengan tenang dan berharap yang terbaik untuk dia?"

Tapi Gilja tetap memarahi Roo Bi.

"Untuk masuk dunia politik, kau harus memiliki integritas. Itulah kenapa banyak kandidat politisi yang mengundurkan diri setelah diselidiki. Kau pikir, dia akan bertahan dengan semua itu? Lebih baik mengungkapnya sekarang, eomma. Demi kebaikannya, ani, demi keluarga, ani, demi seluruh bangsa."


"Lalu kenapa kau tidak menyuruh dia berhenti? Kenapa tidak bicara dengannya. Kau mau menghancurkan saudaramu?"

"Eomma, aku tidak punya pilihan lain. Aku sudah berusaha menahan diriku. Eomma, apa kau tahu perasaan perasaanku? Kau bahkan tidak menanyakan alasanku melakukan ini." jawab Roo Bi.

Dia terluka!!

Bersambung.......

Ruby Ring Ep 84 Part 1

Sebelumnya...


Roo Na terkejut mendengar kabar dari ketua partai tentang videonya.

Tak lama kemudian, Se Ra datang sambil berteriak kalau mereka punya masalah besar.

Tapi dia langsung diam saat melihat ayah dan neneknya.

"Ada apa Se Ra-ya?" tanya nenek.

"Tidak ada apa-apa, Nek." jawab Se Ra.

Roo Na lantas bangkit dari duduknya dan keluar dari ruang makan.

Se Ra menyusul Roo Na.


Di kamarnya, Roo Na terkejut melihat video itu.

Begitu Se Ra datang, ia langsung menutup laptopnya dan mengklaim video itu palsu.

Se Ra pun mencemaskan perusahaannya. Ia yakin, perusahaannya akan terbawa-bawa dalam masalah Roo Na.

Roo Na mengaku, akan mengatasi masalah itu.

Tak lama kemudian, Roo Na menyambar jaket dan tasnya dan beranjak pergi.


Roo Na langsung menuju suatu tempat.

Ia berkali-kali memukul setir mobilnya dan menyalahkan In Soo.

Tak hanya itu, ia juga berusaha menghubungi In Soo tapi tidak dijawab.


Seisi kantor juga heboh. Mereka langsung mengatai Roo Na bermuka dua.

Jin Hee yang mendengar itu tak tahu harus berbuat apa.

Tak lama kemudian, Gyeong Min datang membuat para karyawan langsung diam.

Sontak, Gyeong Min kebingungan dan menatap ke arah Jin Hee.

Jin Hee juga menatap Gyeong Min. Gyeong Min pun menyadari, ada masalah baru.


Di ruangannya, Gyeong Min menonton video Roo Na lewat ponselnya.

Ia pun terkejut.

Jin Hee lantas meyakinkan Gyeong Min kalau video itu palsu.


"Kau benar-benar berpikir video itu palsu?" tanya Gyeong Min.

"Kau pikir Roo Bi benar-benar melakukan hal itu? Untuk apa? Dengan siapa?"

Gyeong Min terdiam.

Jin Hee lalu menyuruh Gyeong Min lapor ke polisi agar pelaku yang menurutnya merekayasa video itu cepat tertangkap. Tak hanya itu, ia juga meminta Gyeong Min menghibur dan menenangkan Roo Na.


Di ruangannya, Roo Bi sedang menatap video yang diunggahnya dengan tatapan lirih.

"Kau pikir aku tidak bisa melakukannya? Aku memberimu waktu agar kau bertobat. Tapi sekarang sudah terlambat. Gerbang neraka akhirnya terbuka. Persiapkan dirimu." kata Roo Bi dalam hati.


Tak lama kemudian, Seokho dan Hyeryeon pun masuk ke ruangan sambil membahas video Roo Na.

Namun mereka langsung diam saat melihat Roo Bi.


Di rumah, nenek, Nyonya Park dan Tuan Bae juga sedang membahas itu.

Nenek yakin, ada masalah besar tapi Roo Na dan Se Ra kompak merahasiakannya dari mereka.

Nenek lalu menanyakan pendapat Tuan Bae.

Tuan Bae pun berkata, akan menghubungi Gyeong Min.

Tapi belum sempat menghubungi Gyeong Min, Geum Hee datang sambil membawa ponselnya dan menunjukkan video itu.


Terkejut melihat video itu, Tuan Bae pun langsung memegangi dadanya yang terasa sakit.

Nenek langsung berteriak memanggil Geum Hee.

Tak lama, Geum Hee datang. Ia pun pun langsung membawa Tuan Bae ke kamar bersama Nyonya Park.

Nenek yang melihat video itu juga terkejut.


Roo Na mendatangi In Soo.

Ia melabrak In Soo.

In Soo yang tidak mengerti apa-apa pun sontak kebingungan.

"Kau bilang tidak akan balas dendam lagi padaku. Kau bilang, kau sudah tidak peduli dan tidak mencintaiku tapi kenapa kau menusukku dari belakang!"

"Kendalikan dirimu dan katakan ada apa!"

"Video itu... kau yang mengunggahnya. Kau mengunggahnya!"

In Soo pun kaget.


In Soo dan Roo Na sama-sama terduduk lemas.

"Semua orang sudah melihat videonya. Apa yang harus kulakukan? Kenapa kau melakukan itu!"

"Jeong Roo Na, nan aniya!"

"Geureom nuguya!"

"Hoksi, Goo Yeonho?" jawab In Soo.

"Ani, geuronikka obseo! Masalahku sudah selesai dengannya!" ucap Roo Na.

"Dan kau percaya?" tanya In Soo heran.


"Jeongmal dangsin aniya?" tanya Roo Na.

"Sudah kubilang bukan aku!" jawab In Soo.

"Geureom nuguya! Nuguya! Seolma... Jeong Roo Bi?"

"Tidak mungkin dia." jawab In Soo.

"Pasti dia. Atau Goo Yeonho?"

Tak lama kemudian, ponsel Roo Na berdering.

Roo Na menangis menjawab telpon dari Gyeong Min.

"Jigeum eodiya?" tanya Gyeong Min.

"Nan aniya, Gyeong Min-ssi. Nan aniya. Kau percaya, kan?"


Usai bicara dengan Roo Na, Gyeong Min pun bertanya-tanya video itu palsu atau asli.

"Jeong Roo Bi, siapa kau? Siapa wanita yang kucintai, kunikahi dan tinggal bersamaku? Aku tidak punya petunjuk. Aku tidak tahu siapa kau."


Tak lama kemudian, Gyeong Min teringat akan laptop In Soo yang disembunyikan Roo Na.

Ia pun yakin ada video yang asli di dalam laptop itu.

Maka, Gyeong Min pun menghubungi temannya yang seminar di India itu dan meminta bantuan temannya itu untuk memulihkan video yang sudah rusak.


Tak lama kemudian, Se Ra datang.

"Gyeong Min-ah, kau sudah menghubungi istrimu?"

"Kami sudah bicara. Dia bilang video itu palsu."

Mendengar itu, Se Ra pun yakin bahwa video itu sengaja dibuat untuk menjatuhkan Roo Na yang akan masuk ke dalam dunia politik.

Se Ra juga mengajak Gyeong Min melakukan konferensi pers.

"Noona, kau percaya Roo Bi? Apa yang kau pikirkan tentang video itu? Sejauh yang kutahu, itu Roo Bi. Ekspresi wajahnya, suara dan gesturnya dan baju biru yang dikenakan Roo Bi, aku membelikannya di department store setelah kami menikah." ucap Gyeong Min.

"Bisa saja itu hanya mirip. Banyak wanita yang mengenakan blouse yang sama." jawab Se Ra.

"Jadi maksudmu itu hanya kebetulan?" tanya Gyeong Min.

"Gyeong Min-ah, kau harus percaya pada istrimu." jawab Se Ra.

"Berapa lama lagi aku harus percaya padanya? Aku tidak tahu." ucap Gyeong Min.


Di rumah, Gilja, Chorim, Soyoung dan Dongpal juga melihat video itu.


Roo Na yang tengah menyetir, sedang berbicara dengan Menteri Shim. Ia menyakinkan Menteri Shim bahwa video itu palsu.


Usai bicara dengan Menteri Shim, Roo Na pun menghubungi Yeonho tapi Yeonho tidak bisa dihubungi.

Akhirnya, ia menghubungi Eun Ji dan mengajaknya bertemu.

Bersambung ke part 2..........